- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Mayat dan Kucing di TPA. Tes Teka Teki


Seorang anak kecil yang bermain di Tempat pembuangan sampah akhir, menemukan mayat didalam sebuah tas. Bukan saja mayat manusia yang ada di tas itu, mayat kucing yang terpotong-potong pun ada didalamnya. Karena takut, anak itu langsung melapor ke kepolisian yang dekta dengan TPA. Polisi segera datang beserta tim investigasi.
Tas yang berisi mayat itu diangkat dan segera diperiksa di kantor polisi. Mayat dinyatakan sudah lama di TPA. Selama 5 hari. Dagingnya sudah membusuk, terdapat beberapa lebam dikepala dan rambut korban seperti dicukur dengan paksa. Karena ada kulit kepala korban yang terkelupas. Dan kucing yang dimutilasi itu adalah kucing korban.
Korban memakai baju sekolah dengan nama Udin. Usia masih 7 tahun. Kelas 1  disekolah dasar Jakarta. 

Ibunya pergi ke Malaysia untuk menjadi pembantu, Ayah tirinya bekerja sebagai tukang becak dan pemulung sampah, lingkungan belajar dan rumahnya berada di perumahan kumuh.

Berikut ini tersangka utamanya :
1.    Ayah tirinya (46). Karena sering ke tempat pembuangan sampah  untuk mencari barang bekas. Tapi dia mengaku tidak melakukannya. Selama beberapa hari dia mengaku mencari anaknya ke berbagai daerah. Dan tetangganya pun mengiyakan. Sang Ayah terlihat sibuk mencari Udin kemana saja bersama kakak-kakaknya.
2.    Polo (10). Andi (8) Sugeng (11) teman-teman korban,  menurut teman-teman lainnya dan menurut adik korban Maya (6) mereka sering mengancam udin kalau tidak memberikan pinjaman ps portable pemberian ibu korban. Ketiga temannya itu sering bermain dengan korban, dan sering sekali menyiksa korban tanpa sepengetahuan ayah tirinya.

Kasus yang mudah kan??
Siapa pembunuh Udin yang sebenarnya???
mugni mengatakan...

ayah tirinya mengaku sering ke tempat pembuangan sampah mencari barang bekas, tapi kenapa ayahnya tidak pernah menemukan mayat udin?
jadi dapat disimpulkan bahwa ayah tirinya adalah pembunuhnya

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler