Teka Teki Pembunuhan di Sekolah

Pagi itu, Tanggal 25 Agustus 1980 disebuah sekolahan, ditemukan 3 orang mayat, semua murid yang ingin belajar hari itu, gempar, berteriak-teriak, karena melihat keadaan mayat yang mengerikan. Menurut beberapa guru dan masyarakat disekitar sekolah itu, kemungkinan anak-anak itu dibunuh oleh makhluk halus disekitar sekolah, karena pihak sekolah dan kepala sekolah belum menyembelih sapi untuk dijadikan tumbal.

Maka makhluk halus itu meminta korban, Ya ketiga anak itu yang malang, kini akhirnya meninggal menjadi tumbal.

Namun ada beberapa hal yang dipertanyakan banyak orang. Darimanakah makhluk halus mendapatkan tali tampar itu? Yang mengikat kepala ketiga mayat itu disatu tiang didalam kelas??
Polisi pun bersiap menyelidiki. Dengan peralatan yang seadanya dan pengetahuan yang seadanya.

Berikut ini yang ditemukan polisi :
•    Di tangan dan kaki ketiga mayat itu, ada bekas pukulan benda tumpul. Berbentuk persegi panjang. Dan diperkirakan itu penggaris matematika yang ada didalam kelas. Setelah dilihat, benar saja. Penggaris kayu itu, sedikit rusak, dan patah, disela-sela kayunya ada bercak darah. Kemungkinan pelaku sebelum membunuh ketiga  murid itu, ia memukul dan menghajar mereka sampai pingsan
•    Tali tampar yang digunakan untuk mengikat leher ketiga korban, masih terlihat baru, dan ada label harganya. Ditali tampar itu juga terdapat sedikit bercak darah.
•    Ketiga mayat yang digantung disatu tiyang itu masih menggunakan seragam sekolah.
•    Menurut data, semua korban memiliki status anak yatim piatu dan tinggal di panti asuhan tak jauh dari sekolahan.
•    Saat terakhir disekolahan ketiga anak itu bertemu dengan 4 orang guru diantaranya :

1.    SPR (40) Kepala sekolah, orang yang berjasa membangun sekolah itu, menurut beberapa informan, ketiga murid itu disuruh menghadap ke kantor kepala sekolah untuk diberikan tugas piket mingguan, karena kebandelan mereka didalam kelas, tugas piket seminggu itu adalah hukuman bagi mereka
2.    BL (28) Guru matematika, setelah jam istirahat, ketiga murid itu mendapatkan hukuman dijemur di lapangan upacara karena sudah bicara kotor didalam kelas dan tidak mengerjakan pr.
3.    MRT (29) Guru BP sekaligus wakil kepala sekolah, Beliau sering terlihat memarahi korban selama sekolah berlangsung, karena korban sering melakukan pemerasan kepada murid-murid yang lainnya, mencuri barang dan uang milik guru, saat kelas berlangsung.

Nah tebak…… siapakah pembunuh yang sebenarnya???
Dan bagaimana kronologinya ???
Apa motifasinya???

By Ayuna Kusuma

5 komentar:

  1. guru terakhir belum disebutkan.

    BalasHapus
  2. Yang terakhir bertemu korban adalah SPR karena harus menjalani hukuman piket selama 1 minggu. SPR adalah orang yg membangun sekolah dan (mungkin saja) percaya bahwa mahluk halus akan meminta tumbal. Jadi kemungkinan SPR melakukan penganiayaan dan menggantung korban dengan tali yang sudah disiapkan sebelumnya saat korban menjalani hukuman. Pada jam selesai pulang sekolah semua guru dan murid pulang jadi tidak akan ada yang mendengar teriakan korban. Dan alasan SPR memilih mereka untuk dibunuh karena mereka adalah anak yatim piatu jadi tidak akan ada yang menuntutnya.

    BalasHapus
  3. Pelakunya Adalah SPR Selaku kepala sekolah, SPR diduga telah banyak menerima keluahan dari guru2 lain termasuk BP karena Kenakalannya disekolah, Dan karena Disekolah sedang ada gosip tentang makhluk halus yang meminta Tumbal Kepala sekolah sengaja belum menyembelih Sapi sehingga waktu yang tepat untuk melakukan pembunuhan, Kronologinya : Ketiga Korban Sengaja dipanggil Ke Kantor Untuk diberikan Piket Mingguan, Lalu korban Diperintahkan untuk piket, Namun korban menolak sehingga Membuat Emosi kepala sekolah Dan Memukuli mereka dengan penggaris Sampai Berdarah dan tak berdaya, lalu korban digantung Menggunakan tali tampar.
    Motif Pelaku diduga Karena korban menolak untuk diberikan piket mingguan, Namun sebelum ini diduga pelaku telah menyimpan dendam Karena Merasa Kenakalan mereka telah merusak Sekolah yang Telah Ia bangun Selama ini.

    Sekian,

    BalasHapus
  4. pelakuny MRT, karena pertemuan terakhir terjadi di kantor kepala sekolah, sepertinya pembunuhan terjadi di dalam kelas.

    SPR bertemu dengn mereka di kantor kepala sekolah, dan sepertinya tidak ad niat membunuh dan hanya memberi tugas mingguan

    sedangkan BL bertemu mereka setelah jam istirahat, tentu jika bila BL membunuh saya rasa tidak mungkin karena bnyk saksi mata (teman sekelasny), dan jika ia melakukannya di lapangan upcr saya rasa akan ad saksi

    BalasHapus
  5. BL menghukum ketiga korban di lapangan sekolah pada sesi pelajarannya dan mengadukan kelakuan ketiganya pada SPR yg lantas memanggil ketiganya keruanggannya dan menghukum piket di hari minggu untuk membersihkan seluruh kelas SPR juga memerintahkan MRT mengawasi mereka dalam piket tsb .saat piket ketiganya di tugaskan pada tikelas yg berbeda 2 dan satu persatu mereka dimarahi dan dipukul dan dijerta tali baru seyelahnya mereka dikumpulkan dalam satu ruangan dan doikat pada satu tiang.sebagai guru bp dialah yg paling mungkin menyebarka isu tumbal beberapa hari sebelumnya ...jadi pembunuhnya adalah MRT

    BalasHapus