- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Teka-Teki Pembunuhan (Model & Formalin)

Ditemukan mayat di tempat ganti khusus model, disebuah rumah pemotretan ternama. Mayat itu duduk dikursi dengan posisi normal, tapi matanya melotot dan mulutnya mengeluarkan busa. Tangannya menggenggam sesuatu. Dengan keras. Sehingga beberapa uratnya menonjol. Saksi pertama yang menemukan mayat itu adalah perias korban sendiri. Andita (30), Segera polisi datang dan memeriksa

Berikut ini hasil investigasi
1.    Pada kiri dan kanan mayat ada bekas suntikan terbaru. Kepala mayat itu bengkak, seperti ada pemukulan memakai benda tumpul berkali-kali ditempat yang sama.
2.    Mayat kaku, dan setelah dicek, sebelum meninggal korban dinyatakan disuntik formalin oleh tersangka, sehingga korban keracunan dan meninggal, mayat seperti sudah diawetkan.
3.    Kadar formalin dalam mayat itu, sama dengan kadar formalin untuk mengawetkan bangkai hewan yang akan dipatungkan.
4.    Mayat masih menggunakan property pemotretan, dan ada secarik kertas yang digenggamnya erat-erat. Kertas itu ternyata sebuah cek kosong yang bertanda tangan, Adi Saputra.
5.    Disamping mayat ada dua alat suntik dan botol bertuliskan Formol Morbicid Methanal, botol hand body lotion yang dasarnya penuh dengan bercak darah.
6.    Korban bernama Maria (25) profesi sebagai model,

Berikut ini orang-orang yang berhasil ditetapkan sebagai tersangka utama:
1.    Adi Saputra (40) Seorang pengusaha yang terkenal senang menyewa beberapa model untuk memuaskan birahinya, Menurut beberapa keterangan ia sering bersama korban, dan memiliki hubungan selama 1 tahun bersama korban. Tapi beberapa bulan terakhir sering cekcok karena masalah uang dan status hubungan, keterangan ini didapatkan dari perias model milik korban yang bernama Andita (30)
2.    Silvi (31) Istri dari Adi Saputra, menurut Andita (30) wanita itu berkali-kali memergoki suaminya dengan korban. Dan memiliki kebencian yang amat sangat kepada korban. Beberapa kali ada kiriman yang tidak diinginkan dengan nama pengirim Silvi. Preman utusan Silvi pun sering mendatangi rumah korban untuk mengacau.
3.    Joy (30) Tunangan korban, yang juga sudah berumah tangga. Pacarnya ini sering pergi mengantar korban ke lokasi pemotretan, Beberapa hari sebelum kematian, Joy terlihat terlibat pertengkaran dengan korban dan istri sahnya.
4.    Linda (25) Istri Joy. Menurut Andita info utama, Linda sering datang mengancam korban agar tidak mengganggu rumah tangganya. Bahkan beberapa kali berkelahi di rumah korban karena memergoki suaminya bersama korban.
5.    Andita (30), dia orang terdekat korban, lebih dekat daripada keluarganya sendiri yang berada di luar kota. Andita tahu kekurangan kelebihan korban, dan mengetahui jadwal korban sehari-hari, karena selain jadi perias, Andita juga merangkap sebagai manager korban

Berikut ini keterangan para tersangka
1.    Adi Saputra : Mengaku berada di luar kota saat pembunuhan terjadi
2.    Silvi : Mengaku tidak begitu mengenal korban, hanya saja dia sangat lega karena korban meninggal, karena korban telah melukai dirinya dan menghancurkan keluarganya. berada dirumah saat pembunuhan terjadi
3.    Joy: Mengaku mengantarkan korban ke tempat pemotretan, tapi mendapat sms dari korban, korban bilang tidak ingin dijemput. Jadi Joy tidak menunggu pemotretan dan menjemput korban
4.    Linda : mengaku tidak begitu mengenal korban, dan berada di rumah saat pembunuhan terjadi
5.    Andita : Berada di lokasi pemotretan. Saat terakhir korban meminta untuk dibelikan pizza, saat Andita kembali membawakan pizza , korban sudah terduduk mati dengan keadaan yang mengerikan

Nah
Silahkan di analisa, siapa yang menjadi pembunuh sebenarnya?? Dan bagaimana kronologinya ??
mugni mengatakan...

Korban sering cekcok dengan adi saputra karena masalah uang dan status hubungan, jadi untuk mempertahankan hubungan mereka dan meyakinkan korban bahwa dirinya (adi saptra) masih kaya dan sangat mencintainya adi mengirimi korban cek yg telah ditandatanganinya. Hal ini diketahui oleh silvi sehingga silvi mendatangi korban secara langsung untuk merebut cek korban karena preman2 yg disewanya tidak pernah berhasil. Saat keadaan sepi silvi masuk dan langsung merebut cek yg ada ditangan atau tas korban. Karena korban melawan, silvi melakukan penganiayaan dengan apapun yg dapat digapainya disana. Dan entah disengaja atau tidak silvi menyuntik korban dengan formalin yg kebetulan ada di dekatnya. Karena tangan korban sudah kaku jadi cek yg ada di tangan korban tidak bisa diambil lagi.
pembunuhnya silvi

Entok Ilupie mengatakan...

Mana jawaban nya

Rudi Haryadi mengatakan...

Pelakunya Andita.
Penjelasannya:
1. Korban berada di ruang ganti khusus model di sebuah rumah pemotretan ternama. Tdk sembarang orang bisa masuk ke dalam ruangan tsb selain model dan perias atau managernya.
2. Tidak ada keterangan tokoh yg lain dapat/boleh menggunakan alat suntik kepada korban dengan mudah. Logikanya jika ada orang asing yg berusaha menyuntikkan sesuatu kepada korban, tentu korban akan melawan dan posisinya tidak mungkin terduduk di kursi dengan posisi normal seperti itu. Dengan kata lain, korban 'mengizinkan' dirinya utk disuntik di bagian kanan dan kiri utk suatu alasan. Hanya saja dirinya tidak tahu bahwa yg disuntikkan kepada dirinya adalah formalin. Dan satu2nya org yg masuk akal melakukan hal itu adalah Periasnya sendiri.
3. Kepala mayat yg bengkak di tempat yg sama berkali2 menandakan bahwa saat dipukul oleh benda tumpul (sptnya botol body lotion), korban sudah tidak dapat bergerak sama sekali karena tubuhnya kaku akibat suntikan formalin.
4. Kondisi korban yg masih mengenakan properti pemotretan secara lengkap dan duduk di kursi menunjukkan bahwa dirinya sedang dirias oleh pelaku dan belum melakukan pemotretan.
5. Andita mengetahui setiap seluk beluk ttg diri korban. Maka ia mengetik sms kepada Joy agar tidak menjemput korban utk menjauhkan saksi mata lain sehingga hanya dirinya yg akan dijadikan satu2nya saksi pemberi keterangan yg tentu akan menguntungkan diri sendiri.
6. Bukti paling jelas adalah tidak adanya keterangan bahwa di dekat tempat kejadian ada Pizza yg dipesan oleh korban sesuai dengan keterangan yg disampaikan oleh Andita. Hal ini menunjukkan bahwa Andita memberikan keterangan palsu.
7. Utk motif Andita, saya menduga bahwa sebagai Manager yg memiliki hak utk mengatur kehidupan modelnya, mungkin ia tidak suka dengan cara hidup korban yg mau saja dibeli oleh Adi Saputra. Dan pd saat itu kebetulan korban ingin menuliskan nominal pd cek tersebut.
7. Formol Morbicid Ethanal adalah kandungan formalin yg umumnya ada di dalam bahan pengawet kosmetik.

Anonim mengatakan...

Menurut saya adi saputra, d tangan korban memegang cek kosong bertada tangan adi, padahal adi sedang d luar kota.
jika cek diberikan sblum ia pergi kluar kota, mungkin cek itu utk membayar korban sebagai pemuas nafsu, tetapi korban ingin status hubungan yg jlas shingga adi membunuh korban

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler