- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction Infinite : Lover Boy Part 16


Author : Ayuna Kusuma (Yun)

in my web : http://ayuna.ok-rek.com/

Genre : Romance. Parody. Sadly

maincast :
Woohyun : Woohyun INFINITE
Gadis Cantik dan Bodoh/ Nae Mi : Minah Girl's Day


“Apakah selama 4 hari ini… Naemi sangat menyulitkanmu?”

“Ah… anni… Ahjussi”

Ayah Naemi terdiam melihatku yang sedang sibuk membolak balik semua album foto Naemi dan Hong. Mereka sangat serasi, tampan dan cantik, mengapa takdir begitu kejam dengan mereka berdua. Saat kulihat foto Naemi mencium pipi Hong, ada tersirat kecemburuan di dalam hatiku. Naemi melihatku sebagai Hong selama ini, Naemi mengatakan cinta padaku, karena ia menganggapku sebagai Hong. Lalu bagaimana cintaku.

“Ceritakan saja… aku ingin tahu apa saja yang kalian lakukan selama ini?”

“Naemi… Dia… selalu ceria saat bersama Hong… Ah… Ahjussi, cerita kami begitu konyol hehehe..”
“Apakah Naemi memanggilmu Hong?”

“Tidak pernah, dia selalu memanggilku Oppa saat kita pertama kali bertemu”

“Hmmm… aku rasa anakku sudah melupakan peristiwa yang lalu, dan ia melihatmu sebagai Woohyun, Naemi… ternyata dia berhasil menemukan apa yang dia cari hehehe… aku sangat kecewa dengan diriku sendiri Woohyun..” Ayah Naemi menyeka air matanya sambil menepuk-nepuk bahuku.

“Ahjussi….”

“Aku kecewa dengan diriku yang tak bisa mengetahui apa saja keinginan anakku, aku tak tahu apa saja yang ia pikirkan, aku hanya membiarkan anakku pergi kemana saja, dan aku malah menyuruh kolega juga keluargaku yang lainnya untuk mengawasi anakku. Aku tak melakukannya sendiri… Ayah seperti apa aku ini” Ayah Naemi memukul-mukul dadanya.

Dadaku pun sesak merasakan ini semua. Naemi… betapa menderitanya dirimu. Mengapa di hari pertama kau melihatku di Studio, kau tak menyapaku, kau tak bertindak gila seperti di gerbong kereta, kenapa kau hanya mencuri pandang, kalau saja kau datang padaku lebih awal, aku akan bisa membuatmu bahagia lebih lama.

“huuufff… apakah Naemi menceritakan sesuatu tentang dirinya?”

“Iya Ahjussi… Naemi menceritakan tentang dirimu dan eommanya. Hanya itu saja, dia selalu mengangguku, aku adalah pria yang mengidap penyakit jiwa takut pada wanita cantik, aku tak kuat bila terus melihat Naemi, hehehehe, jantungku ini seperti akan meledak, nafasku menjadi sesak, dan keringat dingin terus meluncur membasahi tubuhku, aku kira dengan memarahi Naemi dan menolaknya, ia akan lari dariku. Kenyataannya Naemi semakin mengejarku, semakin dekat denganku, aku merasa jatuh cinta akan semua kegilaannya. Ketidak normalannya. Aku menahan rasa sakitku hanya untuk melihat wajahnya.. Ahjussi… kau harus bangga, karena punya anak secantik Naemi, tidak ada satupun manusia yang terlahir sempurna. Ada keyakinan dalam hatiku, suatu saat nanti Naemi akan normal kembali”

“Woohyun… beruntung sekali anakku bertemu dengan pria sepertimu… maaf kalau anakku sudah membuatmu menderita hehehe… dia memang keras kepala, apa yang ia inginkan, harus didapatkan”

“Benar… hehehe… aku dirawat di rumah sakit satu malam karena dia mencoba menciumku, hehehe…”

“Oh benarkah? Hahahahaha… Naemi… Naemi…. Aku rasa dia sudah membaik sekarang, selama ini Naemi tak pernah bicara kepada kami, dia hanya diam saja, kalau eommanya memintanya untuk makan, dia pasti makan, tapi kami tak pernah mendengar satu katapun yang keluar dari bibirnya.”

“hmmm… apakah semua lukisan ini Naemi yang membuatnya?”
“Ya… Ya… dia yang membuat semua ini, lukisan yang tidak laku, ia pajang disetiap sudut rumah kami”

“Kau mau minum? Aku akan ambilkan soju..”
“Ah… tidak usah repot Ahjussi…”
“Ahjussi… sepertinya panggilan itu sangat asing bagiku, bisakah kau memanggilku Appa?”
“Ah… tapi…”

“Suatu saat kau akan menjadi suami Naemi kan? Mulai sekarang kau harus memanggilku Appa”
“Ghamshamida Appa…”

“hmmm… Biarkan Naemi istirahat sebentar, mungkin ia sedang tertidur di balik pintu”
“Ye… Appa..”

“Woohyun, mengapa kau begitu mencintai anakku? Padahal kau harus menderita menahan rasa sakit di jantungmu, aku harap kau tidak meninggal seperti Hong…”

“Appa~~!! Apa yang kau katakan hah? Tarik kembali…” Ibu Naemi tiba-tiba muncul dari belakangku, dia membawakan kopi Americano, juga biscuit coklat.

“Woohyun… akan tetap sehat-sehat saja… hmm benarkan Woohyun? Ayo diminum.. aku sudah membuatkannya untukmu” Tanya Ibu Naemi sambil tersenyum padaku. Ia duduk disamping Ayah Naemi, pasangan yang sangat serasi dan saling melengkapi. Tiba-tiba aku ingin sekali cepat-cepat menikah dengan Naemi, dengan begitu aku bisa selalu menjaga Naemi, Dia pun tak akan pernah merasa kehilanganku lagi. Hong pun akan hilang dari ingatannya.

“Iya… terima kasih Eomma… Sekarang aku hampir sembuh, Naemi telah memberikan banyak pelajaran buatku, dia mengajariku bagaimana melawan penyakit, bagaimana bersikap dewasa, bagaimana mengungkapkan iya dan tidak, bagaimana menjadi orang yang berpikiran bebas. Naemi sudah membuatku lebih baik daripada sebelumnya”

“Humm… sekarang, aku hanya berdoa, semoga Naemi melihatmu dan menganggapmu sebagai Woohyun, bukan sebagai Hong, kalau sampai Naemi menganggapmu sebagai orang yang sudah mati, aku kasihan sekali padamu Woohyun” Ibu Naemi tiba-tiba menangis, tubuhnya bergetar, wajahnya yang memerah ia tutup dengan tissue.

“Eomma… aku tidak mempermasalahkan hal itu, aku tidak peduli apa yang dipikirkan Naemi, asal dia bahagia dan melupakan penderitaannya, aku akan lebih bahagia”

“Naemi menangis sedari tadi di kamarnya, mungkin ia menunggumu Woohyun, datanglah ke kamarnya, aku rasa kau sudah mengetahui semuanya, dan tidak ada masalah lagi sekarang arraso?” kata Ayah Naemi sambil memberikan kunci kamar Naemi padaku.

“Ye.. Appa…sudah jangan menangis lagi, hehehe… aku jadi merasa serba salah, kalau kalian melihatku seperti itu”

“Woohyun… kau tampan sekali hihihi… aku selalu melihat acara pemotretan di televise, kau yang itu kan?” kata Ibu Naemi sambil memperagakan orang memotret.
“Woooh… Eomma, kau melihat acaraku?”

“Hmmm.. tentu saja, kami juga fotografer, hehehe nanti akan kutunjukkan foto-foto yang kami hasilkan dulu” Eomma berkata dengan antusias

“Eomma… tunjukkan juga foto-foto masa kecil Naemi padanya hehehe” Jawab Appa dengan bahagia.  
“YE~!!! Aku akan melihatnya nanti.. hmmm hehehehe”
“Cepat naik lah, temui Naemi, sebelum ia bertindak yang aneh-aneh”
“Ye Appa…”

To Be Continue

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler