- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction Infinite : Lover Boy part 17



Author : Ayuna Kusuma (Yun)

in my web : http://ayuna.ok-rek.com/

Genre : Romance. Parody. Sadly

maincast :
Woohyun : Woohyun INFINITE
Gadis Cantik dan Bodoh/ Nae Mi : Minah Girl's Day

“Tok tok tok… Annyeonghaseyo…. Apakah Naemi nae salang ada di sana?” kataku sambil membuka pintu kamar Naemi yang terkunci.
Setelah pintu terbuka. Naemi yang sedari tadi menunggu di balkon, berlari ke arahku. Ia terlihat sangat bahagia setelah melihatku mendatanginya.

“OPPAAAAAAAAAAAAAA~~~~~!!” Ia memelukku sangat erat. “Oppaaaaa oppa oppa oppa oppa oppa oppa oppa oppa oppa oppa oppa oppa oppa oppa oppa” Naemi menari-nari sambil mengayun-ayunkan tanganku. Ia menutup kamarnya lalu menyuruhku duduk di ranjangnya.

“Oooooppa… apakah Eomma dan Appa memarahimu? Hmm? Apa yang mereka bicarakan kenapa kau lama sekali??” Aku menghapus air mata yang membasahi pipi Naemi.

“Sudah… jangan menangis, tidak terjadi apa-apa di bawah…mereka menyukaiku…”
“Oppa… apakah mereka menceritakan tentang seseorang padamu?”
“Anni…”

“jeongmal??”
“ye…”

“hmmm aneh sekali, seharusnya mereka menceritakan tentang Hong…” Kata Naemi sambil melirikku.

“Siapa itu Hong?” tanyaku dengan nada marah, pura-pura tak tahu.
“Hmmm… aku juga tidak tahu” jawab Naemi dengan aegyo yang membuatku ingin menggodanya.

“Hummm… aku cemburu, siapa dia?” kataku sambil pura-pura cemberut.

“Ah….. Oppa….. jangan bercanda denganku…”

“tidak… aku tidak bercanda. Siapa pria itu? mengapa kau begitu peduli aku ditanyai orang tuamu tentang orang itu atau tidak hmm?”
“anni…dia hanya masa laluku” Naemi menghapus air matanya yang hampir jatuh, ya… kulihat itu Naemi, aku telah membuatmu menangis lagi karena candaan yang tak penting seperti ini “dia hanya masa lalu oppa… dan kau adalah masa depanku”

“oomoo….. benarkah?”

“AAAAAHH~~!! Oppa~~~~!! Apakah kau masih cemburu~~~~~!!??” Naemi berlari dan melompat ke arahku, ia mencubiti tubuhku dan menindih dadaku. Jantungku… Ommo… Aigoo… kembali sakit seperti semula.

“Oppa… hummm… kau tidak boleh cemburu hmm..” kata naemi sambil mencubiti pipiku.
“Aigo.. Aigoo… naemi… ayo cepat pakai maskermu” Naemi beranjak dari dadaku. Ia lalu mencari maskernya.

“Oppa… aku tidak punya masker… maskerku hilang AHHHH”
“Ssstt… tenang sedikit, nanti ibumu mengira yang bukan-bukan”
“ups… hehehe, aku pakai ini saya ya? Seperti masker kan?”

“HUAHAHAHAHAHAHAHAHHA………….” Naemi memakai pakaian dalamnya yang berwarna pink untuk masker,
“Bagaimana? Sudah tidak sesak lagi kan? Hehehe mianhae…”

“Aigooo.. hahaha aku masih melihat wajahmu, pakai ini…” Kataku sambil melepas pakaian dalamnya dan menggantinya dengan saputangan hitamku. “Nah… seperti ini kau akan semakin cantik, arra?” Tiba-tiba Naemi memelukku begitu erat.
“Oppa… apakah kita bisa bersama selamanya?”

“tentu saja…” Suasana menjadi begitu hangat dan menyenangkan. Naemi menyandarkan kepalanya ke dadaku, ia pasti bisa mendengarkan detakan jantungku yang semakin cepat tak beraturan
“Oppa… jangan tinggalkan aku,…”

“Aku disini sekarang… sedang kau peluk, mengapa aku meninggalkanmu?”
“janji… kau tak akan meninggalkanku sekali saja?”
“Tentu saja sekali-kali aku harus meninggalkanmu”

“MWWOO??” Naemi melepaskan pelukannya.
“Iya tentu saja… bagaimana kalau aku ingin buang air besar? Apa kau akan mengikutiku?”

“Tidak apa. Aku ikut denganmu, aku akan membersihkan pantatmu Oppa”

“MWOOOOO???” Naemi semakin gila saja hahaha.. aku suka dia.
“Iya, aku sanggup menahan baunya, membersihkan muntahanmu saja aku sanggup”

“Lalu kalau aku harus mandi, apakah kau akan mengikutiku juga? HA? Hahahaha kau tidak bisa menjawab kan??? WOHOOO”
“Aku akan memandikanmu, aku tahu cara memakai lulur, dan membersihkan rambut dengan baik, aku akan memandikanmu, Oppa…… okey?”

“OMMO…… apa kau begitu mencintaiku hah? Sampai kau mau melakukan semua itu”
“YE~~~~~~~~~!!! OPPA~~~~!! HEHEHEHE Aku akan mengikutimu, kemana saja kau pergi”
“Bagaimana kalau aku sedang ada liputan ke luar negeri? Hah? Ke amerika misalnya? Apakah kau tetap ikut?”

“Aku ikut……. Aku akan minta kau membelikan satu tiket untukku”
“Kalau aku tidak punya uang bagaimana? Apa yang kau lakukan?”
“Aku akan membuat banyak lukisan dan menjualnya sampai aku mengumpulkan uang.. hehehehe”

“Kalau kau ingin berada di sisiku selamanya… hanya ada satu cara”
“mwoo?? Apa itu oppa…” Tanya Naemi penuh dengan rasa penasaran

“menikahlah denganku….”

To be continue

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler