- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction # Lover Boy # Part 1 # Series



Author : Ayuna Kusuma (Yun)

Genre : Romance. Parody. Sadly 

maincast : 
Woohyun : Woohyun INFINITE 
Dokter Joungho : Hoya INFINITE 

Sudah 3 bulan aku bolak-balik ke psikiater, sebenarnya yang sakit hanya jantungku, dan pernafasanku, tapi dokter rumah sakit pusat merekomendasikanku periksa ke seorang psikiater bernama Dokter Joungho. Ya, tidak masalah sebenarnya, tapi apakah psikiater itu bisa menyembuhkan penyakit jantungku?.

Pertama periksa ke psikiater aku kira, ada banyak sekali pertanyaan yang dia tanyakan padaku. Tapi Dokter Joungho malah tidak melakukan apa-apa. Ia hanya mengajakku minum kopi di beberapa café. Dan meluangkan waktu untuk melihatku bekerja di berbagai show. Ya aku bekerja sebagai fotografer, aku harus loncat sana dan loncat sini, untuk mengejar jadwal.

Periklanan korea selatan sekarang sangat maju pesat, pemotretan pun hamper terjadi setiap hari. Pertama kali aku merasakan sakit, semenjak aku berpisah dengan Yoona. Aku merasakan jantungku sangat sakit dan nafasku sesak, lalu aku memuntahkan semua yang ada diperutku. Saat banyak orang didekatku, pasti penyakitku kambuh.

Tadi malam, tepat pukul 12 malam. Dokter Joungho menelponku, ia bilang ada pesta ditempatnya, dan ia mengundangku. Tentunya aku sangat ingin menghadirinya. Dengan gerak cepat aku mengganti penampilanku.
Mobilku meluncur dijalanan yang semakin ramai. Seoul semakin malam semakin ramai.
Setelah sampai KangNam. Di rumah Dokter Joungho. Penyakitku kambuh, kali ini aku sudah tak bisa bernafas lagi. Keringat dingin pun mengalir membasahi jas dan kemejaku. Aku telp saja Dokter Joungho.
Aku bilang padanya aku punya banyak pekerjaan dan tidak bisa menghadiri pestanya. Lalu aku kembali kerumah dan tertudur pulas. Saat bangun jarum jam sudah menunjukkan pukul 11. Untung saja tidak ada pekerjaan hari ini. Kalau ada aku akan diblack list oleh beberapa konsumen.
Kuterima sms dari Dokter Joungho. “Woohyun, datanglah ke kantorku sekarang juga”

***

Aku memasuki ruang psikiater, dia ingin memberitahukan hasilnya padaku. Hasil pemeriksaan kejiwaan selama 3 bulan yang kujalani.

"Silahkan duduk Woohyun. Santai saja dulu, aku cari dulu hasilnya" Psikiater itu lalu sibuk membolak balik tumpukkan kertas yang ada didepannya. "Nah ini dia... Baik perhatikan baik-baik, karena ini demi kehidupanmu dan masa depanmu"

"Aiiishh... sepertinya aku akan dapat masalah" keluhku,
"Hehehe... tenangkan dirimu, tidak apa, setiap orang punya masalah. Jadi selama pemeriksaan kita selama 3 bulan, Kami mendapat kesimpulan bahwa, kau Woohyun, kini terjangkit penyakit kejiwaan Caligynephobia, caligynephobia diciptakan oleh pikiran bawah sadar sebagai mekanisme perlindungan. Hal ini mungkin disebabkan oleh peristiwa masa lalu yang menghubungkan wanita cantik dengan trauma emosional. Jadi dibawah sadar kau sangat takut dengan wanita cantik. Apakah dulu kau kenal dengan wanita cantik dan bisa membuatmu trauma?"

"Benarkah? aku sakit apa tadi?"
"Caligynephobia, phobia dengan wanita cantik, Kami sarankan kau untuk menjauhi wanita cantik dan mengambil cuti panjang untuk berlibur, refreshkan pikiranmu. Aku takut kalau kau tetap bekerja di kelas fotografi kau akan bertemu banyak wanita cantik, dan jantungmu akan tidak terselamatkan lagi"

"Artinya aku akan mati karena wanita cantik??? begitukah? omo... aku begitu sial"

"Tenanglah..."
"Apa ada obat untuk penyakitku ?"
"Tidak ada"
"Ah......... yang benar saja... kau pasti menipuku."

Lalu psikiater itu keluar dan membawa sekertarisnya yang cantik masuk dan berdiri didepanku, dia cantik, tapi senyumnya membuat jantungku berdegub kencang, aku merasakan sesak, dan.. dan... aku muntah didepannya.

Lalu sekertaris itu keluar, ia mungkin merasa jijik dengan orang sepertiku. Ahh... sial.

"belum ada obat yang pernah dikembangkan secara khusus untuk mengobati fobia wanita cantik, obat-obatan yang ada hanya mampu menekan ketakutan untuk sementara waktu. Ini aku berikan resep obat penenang dan obat jantung. Ah. Aku punya ide. Aku punya keponakan, dia bisa dibilang sedikit cantik, dia wanita yang sangat baik, ia tak akan bisa mempermalukanmu seperti wanita lain hehehehe. apakah kau mau pergi ke sana? Keponakanku tinggal di Pohang, dia punya rumah penampungan anak terlantar, kau bisa bekerja disana, menjadi pengasuh anak-anak dan belajarlah mencintai wanita cantik"

"Bukannya kau tadi melarangku bertemu wanita cantik???"
"Iya memang, tapi kalau satu wanita cantik masih lumayan daripada 10 wanita cantik ditempat kerjamu sekarang. Bagaimana? mau?"

"Ah... baiklah aku mau, aku minta alamatnya, aku ingin sembuh dari phobia ini dok"
"Iya iya... aku tahu, kau pria tampan, harus menyukai wanita cantik, ini alamatnya, kalau kau sudah diterima dan tinggal disana, hubungi aku ya"
"Baik dok, kau memang dokter psikater terbaik yang kupunya hehehe" Lalu kami ber High FIVE.
“Ya. Dan kau pasien paling aneh yang kupunya HAHAHAHA” mendengar dia tertawa ingin sekali aku memasukkan obat-obat ditanganku ini ke mulutnya.
“Aisssh… ah apakah aku harus berangkat sekarang juga?”
“Tentu saja, semakin cepat, lebih baik, kalau kau mengulur waktu, penyakit ini akan menjadi lebih parah. Melihat wanita dimanapun kau akan merasa sakit”

“walaupun di TV? Aku bisa merasa sakit?”
“Iya. “
“Ommoooooooooooooooo…. Apa salahku…”
“kau mungkin pernah mengalami situasi yang sangat membuat trauma.”
“YA… aku pernah mengalaminya, tapi aku tak tahu mengapa bisa seperti ini”
“Baiklah aku masih punya banyak tamu, jadi keluarlah sekarang, berangkatlah sekarang.”
“Aisssh… kau mengusirku lagi, ah, aku belum tahu nama keponakanmu dok, siapa namanya? Aku akan mencatatnya”
“Sung Ji Roh”
“Sung Ji. Ji sung. Ah….. apakah dulu dia seorang pria???” tanyaku sambil menahan tawaku
“Aisssh… kau ini” Dokter Joungho melempar memo kecil, mengenai kepalaku.
“hmm… baiklah. Aku akan bertemu dengan si cantik Ji SUNG”
“Kalau kau panggil keponakanku Jisung. Sekali lagi. Kulempar kursi ini kemukamu”
“Bwahahahahaa bai bai… “ aku berlari keluar, karena Dokter Joungho sudah bersiap-siap mengangkat kursinya.

Ya… selama 3 bulan, hubungan dokter dan pasien yang kami jalani berganti dengan hubungan sepasang sahabat. Hari ini, aku harus menyelesaikan pekerjaanku dengan para wanita cantik di salon kecantikan. Semangat. Ya aku harus semangat.
Semangat mengatur detak jantungku, dan menahan muntahanku tentunya. Aku tak mau semua wanita cantik itu menganggap aku seorang Moron. Ah… kenapa kehidupanku begitu menyedihkan setelah Yoona meninggalkanku. Ternyata wanita cantik juga bisa membunuh kalau keadaannya seperti ini.
***
Sepulang kerja, aku mengemasi barangku dan bersiap berangkat. Sedari tadi, ibu melihatku sibuk sendiri di kamar.
“Wooh. Mau kemana kau? Membawa barang begitu banyak?”
“Ah… aku akan pindah sementara ke Pohang”
“Apa??? Kau kerja di Posco???? Lalu bagaimana dengan studio mu? Siapa yang mengurusnya?”

“Ibu… aku tidak akan kerja di Posco, aku punya proyek fotografi di Pohang, tapi untuk waktu begitu lama, jadi aku harus pindah, biaya akan semakin banyak kalau bolak-balik Pohang Seoul”
“Ah…. Aku mengerti sekarang, baiklah hati-hati dijalan. Sampai kapan kau di Pohang? Kalau pulang kau harus dapat gadis Pohang, mereka semua cantik-cantik..” kata ibu sambil tersenyum padaku. Oh tidak…ibu tidak boleh tahu kalau aku punya penyakit phobia terhadap wanita.
“I..iya bu… kalau tidak bisa, ibu jangan marah ya…”
“Huh buat apa ibu marah, eh kau sudah membawa bekal ? ibu buatkan dulu?”

“Tidak perlu bu, aku akan beli di stasiun saja.”
“Hmm… baik lah… selamat bekerja dan jangan lupa bawa calon istri ya…..”

Apakah ini takdir??... Ya ini Takdir yang begitu buruk bagiku. Ketika aku sangat takut dengan wanita cantik, ibuku malah request wanita cantik untuk menjadi calon istri. Ah…. Aku pusing dengan semua ini.

Selama perjalanan ke stasiun, aku berpapasan dengan banyak wanita, beberapa dari mereka tidak begitu cantik, tapi banyak yang membuatku mual, dan beberapa kali aku harus muntah di trotoar. Saat muntah semua orang melihatku seperti orang gila saja. Aku berlari sebisaku, menghilangkan rasa malu. Untung saja detak jantungku masih normal, aku tak ingin mati ditrotoar. Sebelum bertemu Sung Ji, aku tak ingin mati.

Saat di stasiun, banyak wanita yang melihatku, aku mendengar beberapa dari mereka berkata kepada temannya “Lihatlah pria itu, tampan ya?”

Lalu temannya yang lain menyambut kata-kata itu dengan sangat antusias “Ah… iya sangat tampan, apakah ia masih single. Oh sepertinya dia pergi ke Pohang seperti kita, ayo kita berkenalan dengannya”

“Kau saja. Hihihi” kata temannya yang lain

Dan…

Beberapa menit kemudian, salah satu wanita cantik yang melihatku tadi, mendatangiku. Dia berkata dengan suara yang halus “Hallo hallo… namaku Sora, kau mau ke Pohang?”

Aku… jantungku… serasa sangat sakit dan tenggorokanku kering seketika. Sialnya wanita yang bernama Sora itu duduk disebelahku, ia menatapku, seperti rubah sedang menatap mangsanya.

“Ah.. iya aku ke Pohang… sebentar, aku harus kesana” Kataku sambil sibuk menggosok dadaku. Tubuhku bergetar, oh tidak… semua wanita itu pasti menganggapku aneh. Lalu kuberanikan diri melihat Sora. Ia sedang berkomunikasi dengan temannya diseberang “Moron” aku tahu dia menyebutku seperti itu, karena aku melihat sendiri bibirnya yang merah mengucapkan itu.

Ah… aku langsung ke toilet dan memuntahkan semua sarapanku. Aku tak bisa seperti ini terus. Ayo berjuang Woohyun. Lawan penyakitmu


Aku harus tetap hidup… dengan wanita cantik. Kalau aku bisa. Dan harus bisa. Harus kupaksakan.

To Be continue 

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler