- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction Lover Boy Part 11 Series



Author : Ayuna Kusuma (Yun)

in my web : http://ayuna.ok-rek.com

Genre : Romance. Parody. Sadly

maincast :
Woohyun : Woohyun INFINITE
Gadis Cantik dan Bodoh/ Nae Mi : Minah Girl's Day
Gadis cantik / Sung Ji ROH : Sulli F(x)



Naemiku yang cantik masih menjaga wajahnya hanya untukku, masker pororo yang imut menutupi wajahnya, aku menatap terus wajahnya, sedikit demi sedikit aku bisa tidak merasa sakit bila memandangnya. Lalu kucoba untuk membuka wajahnya saat Naemi tertidur di bahu ku. Ternyata aku masih merasakan gugup yang tidak pada tempatnya, jantungku pun masih tetap sakit bila melihat wajahnya tanpa masker.

“Huuufff…” keluhku..

Kami berdua mulai mengenal satu sama lain, Naemi memang gila, aneh, seronok, dan tidak bisa diatur. Tapi ia terlalu hebat hingga membuatku mencintainya.

“Permisi… permisi…..!! seorang wanita cantik menerobos orang-orang yang berdiri di gerbong “Permisi aku ingin duduk, adakah tempat duduk untukku??” Teriaknya.

Lalu seorang pria yang didepanku berdiri, dan berteriak pada gadis cantik itu “Nuna~!! Duduklah disini, aku sebentar lagi akan turun” kata pria itu santun

“Ah… Ahjussi… kau baik sekali hihihi,… ini pepero untukmu, gomawo… love you ahjussi” mendengar kata-katanya yang penuh dengan aegyo, bulu kudukku tiba-tiba merinding. Sebentar aku melihat wajah gadis itu, badanku tiba-tiba merasakan meriang, dan keringat dinginku keluar.

Pria yang memberikan gadis itu tempat duduk langsung memerah wajahnya. “Ye.. gomawo Nuna, kau memang cantik, hatimu pun begitu”

“Ah… Ahjussi bisa saja… hehehe… “ Gadis itu tertawa lembut sambil melihatku, kami bertatapan walaupun dalam hitungan detik.
Sepertinya aku mengenal gadis itu sebelumnya, apakah dia konsumenku?, aku berpikir dengan rahasia, aku tak mau terlihat mengawasi gadis itu. Aku berpikir sambil memainkan tangan Naemi yang sedari tadi kugenggam.

Sialnya, Naemi terbangun, tersadar, pundakku sudah dipenuhi oleh air liurnya.

“Ommo… oppa… hehehehe mianhae…ini ganti bajumu…” Kata Naemi tanggap, ia mengganti kaos ku dengan kaos yang baru. Terpaksa aku menurutinya saja, berganti di gerbong yang penuh oleh wanita cantik.

Aku tak merasa malu, karena berganti di gerbong tidak begitu memalukan daripada Naemi mencopot celanaku di jalan raya. Gadis cantik yang duduk di seberang kami tiba-tiba berteriak.
“Ommo… perutmu seksi sekali….”

Lalu Naemi pun melindungiku, ia meloncat didepanku, dan menghadapi wanita itu, hahaha tingkah yang terlalu berlebihan, tapi setidaknya aku suka kalau seorang gadis memuji perutku. Perut seksi ini aku dapatkan selama 3 bulan lebih, setiap hari aku harus workout, demi memperoleh perut yang seksi seperti model.

“Hei.. Ahjumma, jangan melihat oppaku, jaga matamu ARRA??” Naemi membentak gadis cantik itu dengan nada penuh emosi…
“Wae wae wae…. Oh… sepertinya aku pernah melihatmu… tapi dimana ya??” Kata gadis cantik, Naemi masih melindungiku sampai aku selesai memakai kaos, tangannya terlentang menutupi diriku.

“Hmm… apakah kita bertemu? Sepertinya aku juga pernah melihatmu sebelumnya” Kataku, Naemi tiba-tiba berbalik padaku, terlihat sekali kecemburuan dimatanya, “Ssst… aku hanya bertanya mungkin dia klienku, duduklah, aku sudah memakai kaos” Naemi menatapku dengan serius ia berbisik di telingaku

“Oppa…. Gadis itu seperti gadis penggoda…. Wajahnya lebih cantik dariku, apa kau tidak merasa sakit? Jantungmu bagaimana?”
“Ssst… aku hanya melihat rambutnya saja, tidak wajahnya”

“ahhmm oppa…” Naemi pun duduk disebelahku, ia kembali menyandarkan kepalanya di bahuku, lalu melingkarkan tangannya di lenganku.
“Ommo…. Ommo… AHHHHH… aku ingat… sekarang” teriak gadis cantik di seberang

“Wae….” Tanya Naemi malas.
“Kau… pria yang tidak suka dengan gadis jelek kan??? HA??? Hahaha…. Dan kau Naemi kan???”
“Ahh….. kau Ahjumma yang jelek, yang bertemu dengan kami di gerbong kereta kemarin kan?? Ahahahaha… bagaimana kabarmu Ahjumma” Tiba-tiba Naemi mndekat pada gadis itu, dan mereka pun bersalaman

“Ommo… apakah kalian sudah menjadi kekasih? Hahaha… Hei… aku lupa namamu” Tanya gadis cantik itu padaku, aku hanya melihat rambutnya dan menjawab.
“Namaku… Nam Woohyun”

“Namaku Nae Mi, aku kekasihnya hidup dan mati” Hahahaha. Aku hampir saja tertawa mendengar perkenalan Naemi yang percaya diri itu, jujur aku tak mau berpacaran dengan Naemi selamanya, aku lebih ingin mengikat cinta dengan pernikahan.
“Huuuaaahh… selamat akhirnya kalian bisa berhubungan baik, Nam Woohyun apakah kau masih takut dan sakit bila melihat wanita jelek?” Tanya gadis cantik itu tidak mempedulikan Naemi yang didekatnya.

“Iya… masih..”
“Apakah sakit kalau melihat orang sejelek aku??” Tanya gadis itu
“PASTI SAKIT… iya kan Oppa?” timpal Naemi terdengar penuh emosi
“Tentu saja sakit”

“Tapi tak perlu khawatir Oppa… aku akan menyembuhkanmu” kata Naemi sambil melirik gadis cantik disebelah dengan wajah kebencian.
“Aku seorang dokter ahli jiwa, bisa dibilang psikolog, tapi bisa dibilang seorang psikohipnotis, Namaku Sung Ji Roh, aku bisa membantumu, kalian datang saja ke rumahku di Pohang” Kata gadis itu sambil memberikan kartu nama ke Naemi

Apa dia bilang??? Sung Ji Roh??? Gadis cantik yang bertemu dengan kami berdua selama dua kali di gerbong kereta ternyata Sung Ji Roh
“Benarkah??? Kau Sung Ji Roh??” tanyaku

“Aku… Aku mencarimu HAHAHAHAHA….. kau keponakan Dokter Joungho kan?”
“Wah… kau… Woohyun yang itu??? hahahaha”
“Aku tak tahu kalau keponakan dokter secantik ini”

“Apa?” Tanya gadis itu penasaran
“Iya kau cantik sekali… hahahaha akhirnya aku menemukan malaikat penyelamatku~!!”
“Terima kasih, aku akan membantumu, kita berdua harus berusaha bersama-sama arra?” kata gadis itu dengan penuh aegyo
“OPPA~~~~~~~~~~~~!!!” Aku melihat wajah Naemi yang semakin mengerikan, ia melepaskan maskernya, apakah Naemi merasakan cemburu?

To Be Continue
Anonim mengatakan...

Hai eonni..
Saya reader baru disini.
Saya suka sama FF nya eonni yang Lover Boy.
Serasa diri sendiri yang jadi cast nya.
Semakin jaya buat FF yang di post'in eonni.
Hwiting...

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler