- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction Lover Boy Part 7 Series




Author : Ayuna Kusuma (Yun)

in my web : http://ayuna.ok-rek.com/2013/04/fanfiction-lover-boy-part-6-series.html

Genre : Romance. Parody. Sadly

maincast :
Woohyun : Woohyun INFINITE
Gadis Cantik dan Bodoh/ Nae Mi : Minah Girl's Day



"Oppa~~~~~!!! SALANGHAE~~!!!” Naemi masih berteriak mengejarku, tak mau terlalu lelah berlari, aku meminjam sepeda seorang Ahjuma, dan dia meminjamkannya padaku, asal aku membayarnya 5000 won hahahaha. Naemi berlari mengejarku yang naik sepeda, ah sepertinya aku terlalu jahat padanya.

“Naemi, ayo naik” kataku sambil menepuk jok belakang sepeda.

“Yayyyyyy…. Terima kasih Oppa, pakai jaketmu, ia memakaikan jaket padaku,
“Mana tas ranselnya” mintaku.
“Jangan aku pegang saja, nanti kau keberatan Oppa…. Ayo…. Kita makan Ramyun~!!”

“Ah… aku tidak mau ramyun, bagaimana kalau kita makan cumi-cumi dan minum soju?”
“Ah… aku tidak pernah minum oppa…”
“Benarkah????” tanyaku, Naemi hanya menganggukan kepala.
“Okeyyy….. ayo kita minum soju”

“Okeyyyyyyyyyyyyyyy…” kami pun berjalan-jalan keliling stasiun dan mencari orang penjual cumi bakar dan soju. Apakah ini artinya kencan? TIDAK, ini hanya kencan palsu saja, agar Naemi tak menangis, hahaha, melihat wajahnya yang cantik saja aku sudah menderita, apalagi melihat wajahnya saat menangis. Aku bisa mati berdiri.

“Oppa… lihat… sepertinya disana ada yang menjual cumi bakar” kata Naemi menunjuk kearah kiri. Kami pun berhenti di stand cumi bakar dan soju. Sekarang saatnya mengajari Naemi bagaimana meminum soju.
“Ahjussi, pesan 2 botol soju, 2 cumi bakar” kataku,
“Ye,”

Naemi mengikutiku, dia duduk didepanku dan menatapku begitu lama, hingga aku tersadar jantungku kembali berdegub kencang.
“Naemi~! Jangan melihatku seperti itu, jantungku sakit”
“Ah… berarti kau tak punya penyakit takut dengan wanita, kau hanya punya penyakit jantung”

“Tapi dokter mengatakan kalau aku punya penyakit takut dengan wanita cantik, pobhia apa, aku juga lupa, tapi benar Naemi, jangan memandangku seperti itu lagi”
“yee… arrasoo. Kalau aku ingin memandangimu seperti itu lagi, aku akan menyuruhmu menutup mata”

“mwoo?”
“AHHHHH…. Aku tahu oppa, penyakitmu itu hanya di mata”
“di mata?? Mataku yang membuat sakit?”
“Iya…… coba kau pejamkan mata, lalu aku membuka maskerku,” Aku coba ide Naemi, ah sepertinya aku sudah tertular penyakit jiwa Naemi.

“Oppa…… apa kau takut denganku? Hmm?? Aku sekarang sedang menggunakan lipstick”
“Wah… aku tidak merasakan apapun, ya Naemi kau memang hebat~!! HAHAHAHAHA”
“HAHAHAHAHAHAHAHAHHAHAA” kamipun tertawa bersama-sama,

“Opaaaaaa~!! SALANGHAE SALANGHAE SALANGHAE CHU CHU CHU” teriak Naemi, aku sedikit gemetar mendengarnya hahaha.
“Hmm… maaf ini cumi bakarnya dan sojunya” kata pelayan membuyarkan kegembiraan kami
“Aehhh… Naemi kau memang hebat” kataku sambil memainkan pipi Naemi. “Wah… pipimu lembut ya, kau menggunakan kosmetik apa?, ah… aku mau cumi bakar, bisakah kau menyuapiku?”

“Ye……. Kau mau pakai saus?”
“Anni..”
“Okey… ini dia…”
“ommo… ommo..” kataku sambil menikmati cumi bakar “Woah…. Ahjussi, cuminya enak sekali hahahaha”

“Ye…. GOMAWO…” teriak Ahjussi.
Mataku tetap tertutup, Naemi pun tetap menyuapiku cumi bakar, wah, ternyata Naemi cerdas juga.
“Hmmm, oppa, kau Tanya apa tadi? Kosmetik?”
“Humm” kataku sambil mengunyah cumi yang liat di mulut
“Aku memakai produk etude, hehehe… Oppa… kalau kau buta pasti kau tidak sakit lagi” kata- kata Naemi benar-benar membuatku syok

“MWOOOOOOOOO???” aku membuka mata, dan melihat naemi sudah berubah lebih cantik dan saat aku membuka mata, Naemi berpose menciumku. “AHhhhhhhhhhhhhh~!!! Brruppp…. “ Aku memuntahkan semua cumi yang telah kumakan di piring saji

“OPPA~~~!! Jangan kau muntahkan~~!! Ahhh… kau ada-ada saja” kata naemi, aku masih terus muntah, Naemi pun memasang kembali maskernya. Dia membereskan muntahanku, yang aku tak habis pikir, mengapa gadis itu sama sekali tidak jijik dengan muntahku, dia malah sempat menciumnya dan mengatakan “Bau…”

“Ah… Ahjussi, aku pesan 2 cumi bakar lagi, maaf mengotori tempatmu, kami akan bersihkan” Aku pun membersihkan tempat dudukku yang terkena muntahan, tapi Naemi melarangku, dia menyuruhku pindah tempat duduk, dan dia sekarang yang membersihkannya. Wah… aku baru sadar, kalau dia memang gadis yang terlalu baik untuk kupanggil gadis gila.

“Yes. Finnish.” Katanya sambil duduk didepanku “Ah… kau memang harus buta, hahahaha, melihatku begitu saja kau sudah muntah berkali-kali, bagaimana kalau nanti kita berciuman”
“Kau keterlaluan Naemi, aku masih mencintai mataku yang indah ini, lagi pula siapa yang sanggup menciummu huh”
“Woooh.. woooh, kau lupa??? Di gerbong tadi apa yang kau lakukan? Kau menciumku….. “

“Tidak…, ahss… sudah jangan dibicarakan lagi… kita minum soju saja” kataku sambil membuka botol soju dan menuangkannya ke dua gelas
“Aku tak mau Oppa… aku tidak kuat meminum ini”
“haisss.. cobalah sedikit…”

“ye…” dia mulai meminum, dan dia melepaskan maskernya, sepertinya merasakan mual.
“Kenapa? Hum?’
“Soju seperti jus kaos kaki busuk, kau minum ini setiap malam oppa?”

“Humm” jawabku sambil meminum langsung dari botolnya. “Haiisss… jangan minum ini lagi” Kata Naemi sambil merebut minumanku, aku tersedak sampai merasa pusing.
“Ohok.. ohok… huek….. Naemi.. kembalikan”

“Tidak mau.. oppaku tidak boleh minum kaos kaki busuk, lebih baik minum jus atau the. Ahjussi…. Aku pesan dua teh, soju ini untukmu saja, aku akan membayarnya, tapi jangan kau berikan soju pada oppaku, arra??”

“Ye… Ahjumma”
“Bwahahahahahahahahaa…….. apa…? Kau memang pantas dipanggil ahjumma, dasar cerewet”
“Huaaaaaaaaaah, aku sebal denganmu Oppa” Naemi pun membuka masker pororonya, dan menatapku.

“Nam. Woohyun, kalau kau ingin sembuh tatap wajahku sekarang juga”
“Wueeeee… darimana kau tahu nama lengkapku?” tanyaku sambil mengatur pernafasanku yang mulai sesak.

“Aku mulai sebal denganmu, arra? Aku tahu dari dompetmu, ayo cepat Nam Woohyun tatap wajahku, kalau kau ingin sembuh dari penyakit anehmu itu”

“Tidak bisa, aku tidak bisa”
“Benarkah? Tidak bisa??”

“Aku tidak bisa AKU SUDAH BILANG KAN APA KAU TU……” Naemi mengunci mulutku dengan ciumannya. Ah…. Apa ini???, jantungku, jantungku.. serasa sakit sekali, dan tubuhku semakin panas. Naemi masih mengunci rapat-rapat mulutku, jantungku sakit, tapi sepertinya aku bisa menikmati ciumannya. Apakah aku sudah sembuh??

To Be COntinue

Like + Share + COmment nya ya....... readerku semua.....

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler