- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction # Summer Of Love # Part 1 # Series

Author : Ayuna Kusuma

Gendre : romance,

main cast:
Boram : Ahreum T-Ara

Yeol : SungYeol Infinite

Hari ini, adalah hari ke 15 aku menunggumu, di kedai jus milikmu hanya terlihat beberapa pria yang melayani banyak pengunjung. Sambil menunggu, aku pun kembali bekerja, dan sesekali mengirimimu email. Total email yang sudah kukirim padamu 150 email, dan isinya semua sama. “Boram. Aku menunggumu di Seoul, di depan kedaimu, Kumohon kau datang saat ini juga, karena kau harus membayar janjimu, janji adalah hutang, kalau kau tak datang pada hari ke 30 aku akan mencarimu di Berlin”

Dan kau tak membalasnya. He. Aku kau buat seperti orang bodoh saja, semua orang yang menjadi bawahanku sering mentertawakanku, karena selalu duduk didepan kantor dan menunggumu, memandangi kedaimu.

Aku masih ingat bagaimana kita dulu bertemu, dan bagaimana kau sudah mengunci hatiku, agar hanya kau yang aku cinta. Saat itu hari pertama musim panas di Seoul. Kau datang dengan membawa tas ransel dan headset merah di kepalamu.

Kau memohon untuk bekerja di kedai itu selama musim panas, karena kau sedang liburan dirumah ibumu. Melihat kegigihanmu mengalahkan kerasnya pemikiran pemilik kedai untuk tidak menerima pegawai baru, sudah membuat aku mencintaimu. Aku tak pernah bertemu dengan gadis yang terlalu gigih sepertimu. Melakukan apa saja asal semua yang kau inginkan kau dapatkan.

Setiap hari aku membeli jus yang kau buat. Kau bilang “Minumlah Jus semangka yang kubuat ini, aku tahu kau suka semangka, bos bilang padaku, agar kau tak bosan, coba minum jus semangka buatanku, aku adalah ahli semangka, ah panggil aku gadis semangka” katamu dengan aksi lucu.
Mulai saat itu, aku sudah tenggelam dengan kebahagiaanku sendiri, aku bisa dengan mudah melupakan pengkhianatan yang dilakukan kekasihku yang dulu. Kurasakan kehidupan yang baru. Jadi kumohon gadis semangka, jangan kau kecewakan aku lagi.

***

Hari ke 18

Kantorku mengadakan riset pasar, semua orang yang menjadi coworker ku turun ke jalan, menanyakan ke banyak pengguna jalan, mengenai produk kami. Sedangkan aku. Huh… masih sibuk melihat kedai si gadis semangka. Aku hampiri kedai itu, ini saatnya menanyakan dirimu pada semua orang yang ada disana.

“Selamat datang, kau haus? Kami menyediakan jus semangka kesukaanmu tuan”
“Apakah Boram disini?” tanyaku pada pelayan yang membukakan pintu untukku
“Wah… saya juga menunggu dia muncul tuan, sudah 18 hari dia tidak datang, silahkan duduk”
“Apakah dia tidak kerja disini lagi?” tanyaku sambil melihat daftar menu
“hmmm… tidak, mungkin karena dia terlambat saja, atau mungkin karena tiket pesawatnya terbakar, aku ingat dia sangat teledor dalam hal sepele hahaha, nah… anda mau pesan apa tuan?”
“berikan aku jus semangka dan yogurt beku”
“rasa?”
“rasa… ah terserah kau saja”
“tuan rindu pada Boram kan? Kami juga merindukannya, kita doakan saja semoga dia cepat sampai ke korea”
“ya…”
“oh apa jangan-jangan ia takut dengan genjatan senjata korut dan ancaman bom, mungkinkah?”
“aaaarrg.. bawakan saja pesananku, aku juga tidak tahu, aku tidak bisa berpikir sekarang”

“Iya iya…” Pelayan itu bergegas memesankan jusku ke koki yang ada dibelakang.
Tititi… suara dari ipadku.

Email baru diterima. Dari Boram,

“Yeol. Maaf kalau aku membuatmu menunggu begitu lama, tapi aku tak bisa ke Korea sekarang. Dan kumohon lupakan peristiwa yang membuatmu bahagia juga janjiku tahun kemarin. Saat ini aku harus menikah dengan seseorang yang kucintai. Please… jangan menungguku lagi. Aku yakin banyak wanita yang bisa membuatmu bahagia, dan banyak pula wanita yang sanggup mencintaimu. Banyak wanita yang lebih baik dari aku. Boram”

Aku sempat shock dengan email yang dikirim boram. Lalu aku membalasnya
“Benarkah? Kapan kau akan menikah? Dimana? Aku akan datang”

Tititi suara ipad. Email baru diterima

Boram menuliskan
“5 Hari lagi, di Pankow. Berlin. Kuharap kau jangan datang. Karena ini kebahagiaanku”
Aku sempat meneteskan air mata melihat email dari Boram, “Kuharap kau jangan datang, karena ini kebahagiaanku” Apa itu. Aku tahu Boram tidak akan pernah melarang orang lain untuk bahagia.

Di email itu aku tahu. Boram sedang merasakan kesedihan, atau kalau tidak seperti itu, mungkin orang lain yang mengirim email. Lalu aku mengirim email balasan lagi

“Kau bukan Boram. Dia berjanji akan kencan denganku selama musim panas kali ini. Mana Boram? Jangan merusak rencana kami berdua” Email terkirim

Tititi…
“Aku Boram. Yeol.. kau harus melihat kenyataan. Bila rencana kita tak bisa terlaksana itu mungkin lebih baik, karena kalau terlaksana. Aku akan menyakiti orang yang aku cintai.”

Tak banyak bicara dan membalas emailnya lagi. Aku langsung menelpon sekertaris pribadiku.
“Na Ri~!!!! Dimana kau? Pesankan aku tiket ke Berlin sekarang juga. Aku ingin penerbangan malam ini juga”
Di telp Na Ri menjawab ‘Baik pak. Akan saya pesankan sekarang’
“Na Ri pergi ke Apartementku, kemasi semua bajuku, aku ke berlin selama 10 hari. Jadi kau harus membawakanku banyak baju. Kode Apartemenku 992345”
‘Baik pak’

Okey. Sekarang aku harus pergi ke kantor untuk mengambil cincin yang harusnya sudah kuberikan pada Boram saat ini. Lalu aku harus menyelesaikan semua pekerjaan, dan malam ini aku terbang ke Berlin.  Boram tunggulah aku. Dari kata-katamu aku tahu kau tak bahagia dengan pilihanmu,

Aku tahu kau tak punya pria yang kau cintai disana. Karena tahun lalu kau bilang hanya aku yang bisa membuatmu jatuh cinta. Boram asal kau tahu. Aku sudah menjadikanmu permaisuri didalam hatiku. Kau juga harus menjadi istriku dikehidupan nyata, bukan hanya sekedar perasaanku. Bagaimanapun keadaannya, Aku akan merebutmu dari orang yang kau ceritakan tadi.

Boram. Pernikahanmu masih 5 hari lagi. Ada waktu untukku, untuk merebutmu kembali. Karena aku tak sanggup lagi menunggu, Aku tak bisa mencintai wanita lain.  Hanya dirimu Boram yang menjadikan hidupku istimewa. Tunggu aku di Pankow. Berlin.

To be continue

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler