- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction : Yesterday Part 1 Heart break – Ep 1



Berikut ini Fanfiction yang memadukan antara bias EXO K, Lee Hi, Sandara Park 2ne1, G Dragon dan Jaejoong JYJ. menceritakan tentang seorang wanita yang harus menjauh dari pria yang selalu membuatnya trauma. Apakah dia bisa selalu menghindar???
Mari kita baca bersama-sama


Author : Ayuna Kusuma

Maincast :

Lee Hi : Lee
Sandara Park : Sandy
G Dragon : Ji Young
Suho EXO K : Joon Myun
Madam Cho : Choo So Young

Genre : Parody, Sadly, Romance

Location : Little Italy - NYC

“Kedewasaan akan muncul pada saatnya, Kedewasaan akan membimbingmu menemukan cinta yang sebenarnya” Aku masih ingat kata-katamu itu, karna setelah kau mengatakan itu, kau pergi tak pernah menemuiku lagi. Kau menyudahi hubungan kita hanya karna alasan kedewasaan. Aku sempat bingung denganmu, kebanyakan pria lebih suka wanita yang konyol, kekanak-kanakan, tapi kau malah sebaliknya.

Masih terngiang di ingatanku, kemarahanmu ketika aku mengadakan pesta khusus wanita di apartemen yang kita sewa berdua. Kau mengusir semua temanku, dan membuang semua botol vodka yang kubeli. Aku tahu kau memang tak suka mabuk, tapi jangan mempermalukanku didepan teman-temanku.
Setelah peristiwa itu, di kampus aku menjadi bahan pembicaraan,
“Kasihan sekali Lee mendapatkan pria yang overprotectif, yang tidak suka kebebasan, kau putus saja Lee dari dia, cari yang lain, yang lebih bisa memahamimu..”

Dan akhirnya, kau yang mengakhiri semua hubungan kita. Hubungan yang sudah tiga tahun kita jalani bersama. Kini aku bisa menjalani kehidupan sendiri, tanpa siapapun. Aku terlalu trauma untuk memulai hubungan yang baru, aku tak mau merasakan kehilangan lagi. Cukup kau saja yang membuat hatiku remuk.

Pagi, di Little Italy New York, sangat ramai, banyak penjual makanan dan serba serbi lainnya memenuhi jalan, aku harus bergegas pergi ke butik tempatku bekerja. Semenjak Joon memutuskan untuk meninggalkanku, aku tak bisa melakukan apapun di Seoul, seorang teman mengajakku untuk pergi ke New York,dan… sekarang seperti ini.

Aku bekerja untuknya, sebagai marketing promotion di butik milik keluarganya yang semakin besar. Tinggal di New York bisa menenangkan hatiku, tak ada pria korea disini, yang bisa membuatku teringat dengan wajah Joon.
“Annyeong…” Sapaku saat masuk kedalam butik Madam Cho.
“Annyeonghaseyoo Lee.. ayo makan bersama kami…” ajak Sandy, mulutnya penuh pizza keju yang lezat.

“Mana ibumu?” tanyaku, sambil memotong slice pizza yang ada didepanku.
“Ada dibelakang, hehehe… pizza ini terlalu enak kalau kau lewatkan, ayo tambah lagi” kata Sandy sambil menambahkan slice pizza di piringku.
“Ommo… aku sudah terlalu gemuk, lihat pipiku… jangan…” kataku sambil mengembalikan slice pizza yang diberikan Sandy.

“Hmmmm” Sandy tiba-tiba mencubit pipiku “Kau jorok,ayo makan pizza tadi, haisss… makan satu pizza saja tidak bisa membuatmu gemuk” Sandy melirik dengan sinis padaku.
“Hehehe… okey…okey…” kataku melanjutkan makan.
“Lady… mohon perhatiannya sebentar……”

“Ohh… iya Eomma” kata Sandy sambil membersihkan mulutnya.
“Sandy… Lee… besok lusa ada yang akan menginap di rumah kita, rumah kita kan lantai dua masih kosong, keluarga Smitc sudah pindah kan… sayang kalau tidak kita sewakan, hmm nah… tadi eomma sudah dapat orang yang mau menyewa lantai dua rumah kita huaaaaaaaaaaaa hihihi”
“HUAAAAAAAAAA benarkah??? HOREEEEEEEEEE” Sandy berteriak-teriak sambil mengangkat tangannya.

“Wah… Madam.. kau memang hebat hihihi” kataku
“Huhuhu itu semua karena ilmu pemasaran yang kau ajarkan padaku Lee…”
“Kira-kira siapa yang mau menyewa lantai dua Eomma?” Tanya Sandy
“Mereka sama seperti kita hehehe”
“Woaaaaaaaaaaaah wanita korea?” Tanya Sandy penuh dengan rasa penasaran

“Nononono…. Namja”
“UWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~~~~!!! Benarkah???” Tanya Sandy sambil melirikku.
“Humm…”
“Apakah mereka tampan?” Tanya Sandy…

“Satu pria aku tahu, dia tampan, dia anak temanku, tapi tidak tahu dengan temannya”
“UWAAAAAAAAAAAA Dua Pria Korea??”
“Hum…” jawab Madam Cho sambil meneruskan memakan pizza nya
“Siapa nama mereka?” Sandy tak ada hentinya bertanya mengenai hal itu

“Ji Young, dan Joon Myun”
“UWAAAAAAAAAAAAAAA pasti mereka tampan, aku sangat merindukan pria korea hahahaha kau juga kan Lee?” kata Sandy.
“ha??... ah…tidak juga” kataku sambil beranjak dari tempat dudukku, Siapa ? Joon Myun?.. Apakah dia orang yang sama dengan Joon. Aku tak mau bertemu dengannya lagi, apalagi tinggal satu atap lagi dengannya. Joon Myun, kalau itu benar kau. Aku akan lari dari New York dan tinggal di benua lainnya dimana aku tak bisa melihatmu atau pria korea lainnya.

***

Hari yang di janjikan Madam Cho pun tiba, Kedua pria korea akan datang ke rumah kami, mereka akan mengangkut barang-barangnya hari ini. Aku sama sekali tak tertarik dan terlalu takut menghadapi kenyataan. Tolonglah Tuhan… jangan temukan aku dengan pria yang sok dewasa yang telah meremukkan hatiku 5 tahun yang lalu.

“LEE~!!! BUKA PINTUNYA~!!” Sandy berteriak sambil menggedor pintu
“SSSSSSSSt… apa yang kau lakukan hah? Sandy… bilang pada Eommamu, aku sedang sakit” kataku sambil bersandar di pintu, agar Sandy bisa mendengar suaraku yang kecil

“Tidak bisa, kau harus ikut dengan kami membantu mereka mengangkut barang” aku membuka pintu dan menyeret Sandy masuk.

“Apakah kedua pria itu sudah datang hah?” tanyaku dengan ekspresi ketakutan yang bisa membuat Sandy tertawa
“Ommo… hahahahaha… apa yang terjadi padamu hah? Kau seperti ketakutan… belum mereka belum datang… tapi Eomma meminta kau untuk keluar dari kamar ini dan membereskan lantai dua denganku”

“Sandy… apakah kau sudah lupa hah?”
“Lupa?... tentang apa?”
“Joon Myun…5 tahun yang lalu…kau mengajakku ke New York karena apa? Kau masih ingat?”
“Ah… Joon Myun… hmmm AHA…. Aku ingat… kau trauma karena putus dengan kekasihmu kan? Lalu apa hubungannya dengan nama Joon Myun..”

“Ayoo.. ingat lagi… ingat lagi… cepat…”
“hmmm sebentar… Ah…….. aku ingat…. Dulu kekasihmu bernama Joon Myun kan?”
“Iya.. lalu sekarang ada yang akan menyewa lantai atas, bernama Joon Myun, aku takut kalau itu dia… Sandy… Aku dikamar saja ya?”
“HAHAHAHAHAHAHAHA….. kau tahu Lee… kau lucu kalau sedang ketakutan hahahaha” Sandy tertawa sambil jongkok didepanku. Saking kesalnya aku lempar dia dengan bantal bekasku tidur.

“Ommo… jangan menyakitiku Lee… hahaha… hei… apa kau tidak bisa berpikir? Nama JOON dan MYUN sangat banyaaaaaaaaaaaaaaaaaaak di korea, kau tahu hum?? Mungkin saja dia JOON MYUN yang lain…”
“Jeongmal…”

“Haiissh… tata rambutmu, sini aku ikat rambutmu….hmmm kalau seperti ini kau akan lebih cantik”
“Ah… Sandy… apakah aku harus pakai kacamata hitam? Kalau dia memang Joon Myun yang pernah menyakitiku dulu, bagaimana?”
“Iya… baiklah kau pakai kacamata hitam saja…”

“LADYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY~~~~~~~~~!! MEREKAAAAAAAAAA DATANG~~~~~~~~~~~!!!” Madam Cho berteriak memanggil kami.

Seluruh tubuhku bergetar tak menentu, jantungku ah… mengapa bisa berdetak keras seperti ini. Tanganku tiba-tiba menjadi dingin, kepalaku pusing AHHHHHHHHHHHHHH JOON MYUN. Tak habis-habis nya kau membuatku menderita.

Sandy memasangkan kaca mata hitam, lalu ia menyeretku keluar dari kamar,menuju ruang tamu. Kulihat pria korea itu masuk ke dalam rumah, pria pertama berambut kuning dan postur tubuhnya tak setinggi Joon, ah… aku sudah lega, Lalu pria kedua masuk dan… dan…. Dia memang JoonMyun. Pria sok dewasa yang meninggalkanku seperti sampah.

Kugenggam tangan Sandy, JoonMyun terlihat lebih tampan daripada 5 tahun yang lalu, ia memakai jas lengkap yang pas di tubuhnya. Tapi aku begitu takut padanya sekarang ini. Ia menatapku, menembus kacamata hitam yang kupakai. AHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH AKU TAKUUUUUUUUUUUUUUUUUUT.

"hallo..." Kedua pria korea itu menyapa kami.

“ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE~~~~~~!!!” tanpa sadar aku berteriak.

To be continue

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler