- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction: Yesterday Part 1 Heart break – Ep 3


Author : Ayuna Kusuma

Maincast :

Lee Hi : Lee
Sandara Park : Sandy
G Dragon : Ji Young
Suho EXO K : Joon Myun
Madam Cho : Choo So Young

Genre : Parody, Sadly, Romance

Location : Little Italy - NYC

“Lepaskan tanganku” kataku, kulempar tangan Joon, sayangnya aku tak bisa melepaskan cengkramannya.

“Bisakah kau bersikap seperti biasa aja?” Tanya Joon sambil melirik, sorot matanya masih seperti dulu, sering membuat orang serba salah. Aku turuti saja apa kemauannya kali ini, Di lantai atas hanya ada kami berdua, Joon membawaku masuk ke dalam kamar dan mengunci pintunya.

“Dimana Ji Young?”

“Jangan urusi dia, dia pergi ke kantornya”

“hmm… bisakah kau buka pintunya? Aku tak ingin Madam Cho dan Sandy mengira kita melakukan…”

“Kalau mereka tanya, aku akan menjelaskan kau hanya menata bajuku, ppalli… rapikan pakaianku dan letakkan di lemariku” Kata Joon sambil membuka tiga kopernya yang besar. Semua berisi kaos, jaket, dan sepatu. Joon sekarang lebih seperti pria metro yang memakai baju tabrak warna.

“kau kan bisa melakukannya sendiri… Joon.. jangan menyulitkanku arra… aku sangat membencimu.. jangan menggangguku lagi…okey…” Kataku mulai menata bajunya di lemari.

“Oh… benarkah? Apakah kau tak ingat? 5 tahun yang lalu, selalu kau yang merapikan baju milikku, hehehe… dan aku merindukan hari itu…” Kata Joon, ia membuka laptopnya dan mulai menulis

“oh… ada yang lupa ingin kukatakan, aku masih mencintaimu, dan aku akan mengganggumu sampai kau berubah mencintaiku lagi”
Braakkk… Aku lempar sepatu ke dinding, tak bisa lagi menghalangi semua kemarahanku.

“mueos-eul malhabnikka???? naleul hwanagehaji masibsio. dumyeon?” mulut Joon terbuka, ia terlihat sangat terkejut melihat reaksiku.

“Ommo… dangsin-eun simgaghan ??? Bagaimana kalau sapatu yang kau lempar itu mengenai mukaku yang tampan ini HAH??” huh berani-beraninya dia membentakku seperti ini. Kuacak-acak semua bajunya, kulempar kesana kemari celana dalamnya, kusobek celana jeans yang sangat ia sukai.

“AIgoo… Aigoo… STOP STOP~!!” Joon menghentikan aku, ia memelukku dari belakang, tapi aku berhasil memukul dadanya dengan siku. “AIGooo….” Ia pun terjatuh dibelakangku, mengelus dadanya dengan ekspresi kesakitan.

“Wae….. CEPAT BUKA PINTUNYA. PPALLI~~~!!” bentakku sambil mencoba mendobrak pintu.

“Haiisss…..” Tiba-tiba kurasakan tangan Joon yang kuat menyekap mulutku, sedangkan tangannya yang lain memelukku, lalu ia duduk dibawah membantingku.

“juseyo… jaga sikapmu, atau aku akan memberikanmu pelajaran, hmmm” Joon masih menyekap mulutku, “Apakah sepetti itu sikap seorang wanita dewasa hah? Merusak barang orang lain, hhmm? Apakah dengan melakukan hal semacam itu kau bisa mendapatkan apapun yang kau inginkan… Lee.. beribu kali aku bilang padamu, jangan bertingkah kekanakan… ARRA??”

“JOOON~~~~~!!! Lee~~!!! Apa yang terjadi…?? Hah??? Ramai sekali didalam” suara Madam Cho bisa kudengar, ia berdiri di depan pintu, aku melihat kakinya dibawah pintu. Tanganku mencoba melepas tangan Joon yang menyekap mulutku, tapi tak berhasil, dia terlalu kuat untuk kulawan.

“Anni… madam… kami hanya membasmi tikus” kata Joon mulai berbohong.

“sstt… kau lihatkan apa akibat yang kau lakukan…” bisiknya lembut di telingaku.

“Okey… setengah jam lagi turunlah… kalian berdua, Kita makan siang, Ah.. Joon dimana Ji Young?”
“Oh… dia pergi ke kantornya”
“Okey… aku turun dulu… “ Madam Cho pun berlalu dan aku masih disekap mantan kekasihku.

“Hmmm…” kataku dengan bahasa isyarat, joon aku tak bisa bernafas lepaskan tanganmu, kataku.

Dia pun melepas tangannya dari wajahku, aku bergegas menjauh darinya, Joon tersenyum saja melihat tingkahku.

“Hehehehe… ternyata kau masih seperti Lee yang dulu, pemarah, perusak, dan masih anak-anak” kata Joon sambil mengelus dadanya, mungkinkah pukulanku tadi melukai hatinya.

“juggo sip-eo?” tanyaku dengan suara serak, hampir saja aku mati karena kehabisan udara.
“oh come on… I’m sorry okey?” Joon mendekatiku, ternyata ia hanya mengambil celana-celana nya yang tergeletak di dekatku.

“Aku tak bisa memaafkanmu”

“Wae…. Apakah kau masih pendendam seperti dulu?”

“Kau terlalu banyak menyakitiku, apakah kau tak pernah sadar? Kau sudah pergi meninggalkanku, kau meninggalkan semua rencana kita untuk menikah, lalu semua orang membenciku karna aku tak menikah dengan kekasihku yang kaya raya, dan sekarang kau datang lagi, disaat aku sudah memiliki dunia sendiri, sudah bahagia dengan kesendirianku… hah… itu yang membuatku membencimu, itulah alasannya”

“aissh…. Jamkkanman…” katanya sambil memegang kepalanya, aku tahu ia pasti sedang mengingat sesuatu, hidup dengannya selama 3 tahun aku bisa mengetahui semua gerak geriknya.

“Wae…? Cepat buka pintunya, kau sudah bisa merapikan bajumu, tak perlu aku lagi kan”

“jamkkanman…. Aku meninggalkanmu??”

“oh… hohohoho… apa kau melupakannya?”

“Mwo?”

“Di malam saat kau usir semua teman-temanku dari apartemenku, dan membuang semua botol vodka yang kumiliki lalu kau membakar semua puntung rokok, kau mengatakan kau tak mau memaafkanku, besoknya kau sudah tak pernah datang ke apartemen, dan kau menyuruh kuli angkut untuk mengambil semua barangmu dari rumahku. APA ITU BERARTI KAU TIDAK MENINGGALKANKU???”

“Bukankah kau yang mengirimiku surat? Surat yang berisi kau tak ingin menikah denganku? Karena aku terlalu overprotective??”

“WAEEEEEEEE…….. ah… Joon, aku tak mau kau bohongi lagi, sekarang buka pintunya okey……” kataku sambil memegang ganggang pintu

“jamkkanman…. Apakah kau yang mengirim surat itu? dan menginginkan kita gagalkan pernikahan?”

“Aku tak pernah mengirimimu surat. Okey….”
“jeongmallo???” tanya Joon dengan wajah penasaran
“jeongmal-ieyo…. Joon… buka pintunya… ppalli…” jawabku merasa bosan

Tiba-tiba Joon mendekatiku secepat kilat, wajah kami saling bertemu. Aku menundukkan mukaku, tak sanggup melihat pria setampan dia.

“Lee.. kau bersumpah bukan kau yang mengirim surat itu?”
“Y…yee..” gugup sekali diri ini, ketika kulihat wajahnya sedekat ini, dan merasakan harum nafasnya lagi.

“Ommo… apakah kau bisa menebak hal ini… hah? Hah?” tanya Joon sambil mencolek dagu ku “wae geulaess-eo?..... apakah wajahku terlalu tampan ? hhihihihi… Lee…pikirlah dengan baik-baik, kau tak mengirim surat itu, berarti kau tak pernah memintaku untuk pergi dariku kan?”

“Oh…Andwee…” Aku baru sadar apa yang terjadi sesungguhnya, tapi… bagaimana rasa benciku pada Joon. Ahhhss dia tetap bersalah, mengapa terlalu gegabah dan meninggalkanku sendirian.

“OMMO~~~~~~~!! LEE~~~~~~~~~~~~~!!! Apakah ini kesempatan yang diberikan Tuhan untuk kita? Apakah dia menyatukan kita? hahahahaha” Joon tampak bahagia, ia tertawa di hadapanku, bisa kurasakan ludahnya menyebar ke wajahku.

“mollayo…..”
“Hmmmm… kau masih menjaga imagemu? Hmmm” Joon menarik bahuku, dan memutar tubuhku seperti mainan komekdi putar.

“LEE~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~!!!! Kita bersama lagi~~~~~~~~~~~~~~~~!!! Hahahaha Horeeeeeeeeee” teriaknya

“WAEEEEEEEEEEEEE~~~~~~~~~~~~~~~~~~!!! Aigooooooo turunkan aku… Ppalli” balasku, aku bisa melihat lagi wajahnya yang bahagia. Lalu ia menurunkanku, dan memelukku.

“Lee… naneun algoissda. dangsin-eun jeoleul salang huhuhuumm” kata Joon sambil memelukku lebih erat, seperti boa yang menjerat mangsanya

“Ommo…….Andwee…” kataku sambil melepaskan pelukannya “Aku tak akan mau mencintaimu lagi, kau orang yang terlalu gegabah, aku sudah terlalu sakit karna kau selalu memperlakukanku sebagai orang yang bodoh dan selalu salah. Cepat buka pintunya… Ppalli…”

“Lee…” Joon menatapku dengan penuh permohonan, tapi aku tak mau lagi bermain cinta dengannya.

“PPALLI~~~~~~~~~~~~!!!” Aku tak mau lagi tertipu oleh ceritanya, bisa saja dia membohongiku, mengenai surat itu, bisa saja dia berakting seperti itu agar aku tertarik lagi dengannya dan memaafkannya. Huh, sampai kapanpun aku tak kan lagi jatuh cinta, walaupun Joon setampan itu, aku tahu seluk beluk masa lalunya, itu yang membuatku takut dengannya.

To be continue

Sampai Jumpa di PART ke 2 Minggu depan ^_____^ Anyeong.... jangan lupa share dan like ya...

oh Comment juga ya...... love you my reader

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler