- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction#Lover Boy#Part 3#Series



Author : Ayuna Kusuma (Yun)

Genre : Romance. Parody. Sadly

maincast :
Woohyun : Woohyun INFINITE

Gadis Cantik dan Bodoh : Masih Rahasia hihi Aku sama sekali tak bisa tidur dengan nyenyak, gadis bodoh itu terus saja menyanyi, berteriak padaku, menanyakan banyak hal. Padahal ia tahu aku sedang mencoba untuk tidur. Dua ahjussi yang duduk digerbong belakang, mereka pindah ke gerbong kedua, mereka meninggalkanku sendirian dengan gadis bodoh itu.

Kelaparan, haus, mual, dan jantungku semakin sesak. Membuatku ingin cepat turun dari kereta ini. Aku tak ingin ke Pohang, mengatasi gadis bodoh di gerbong ini saja sulit, apalagi ditambah mengatasi keponakan Dokter Joungho.

“Oppa~~!!!” Teriak gadis bodoh itu, Tega sekali dia memanggilku Oppa. Penderitaanku akan semakin parah.
“Oppa……. Apakah kau masih tidur?” Tidak… aku merasakan gadis itu begitu dekat denganku, aku masih memejamkan mata, mencoba menganggap tak ada siapapun kecuali aku digerbong ini

“Oppa… kau tampan sekali, woah… kulitmu halus sekali… apakah kau memakai bb cream? Atau produk etude? Hmmm aku memakai produk alami, tapi kulitku lebih kusam dari kulitmu… hmmm halus sekali” Kata gadis itu sambil membelai-belai wajahku. Aissh… apa maksudnya ini. Keringat dinginku semakin membasahi kaos, apakah aku harus ganti lagi, dalam satu kereta saja aku harus ganti 3 baju.

“Oppa… bangunlah… hum? Pemberhentian sudah hampir dekat, kau tadi kan memuntahkan semua isi perutmu, ayo bangunlah, aku traktir Ramyun, ayo cepat” gadis itu menarik-narik lenganku, hingga aku terjatuh dari tempat duduk. Tapi aku harus tetap memejamkan mataku, kalau tidak aku bisa pingsan kali ini. Karna aroma gadis itu semakin menggodaku, dan membuatku ketakutan disisi yang lain.

“Ayo bangun oppa… bangun…hum kenapa kau tidak bangun??? Kita hampir sampai, kau turun di stasiun ini kan?” gadis itu mulai memainkan mataku, ia membuka dan menutup mataku secara paksa, ini membuatku semakin tersiksa. Kulitnya yang lembut membuatku merinding setengah mati.

“AIIISHH~~~!! Apa yang kau lakukan?? Bwahahahahaha~!!!” sebenarnya aku harus marah, tapi setelah membuka mata dan melihat penampilan gadis itu, aku bisa tertawa begitu lepas. Tanpa ada beban satupun. Wajahnya masih tertutup masker, tapi kali ini rambutnya yang panjang ia ikat kebawah dagunya, dan ia memakai kacamata hitam. Aku semakin yakin gadis ini benar-benar gila.

“Hahahaha….. kenapa kau tertawa oppa?? Apa kau bahagia?”
“Hahahahahahaha… hummm huhuahahahahaa” aku masih tak tahan dengan gadis itu, tapi dengan penampilan gilanya seperti itu, aku merasa tidak dekat dengan gadis atau wanita cantik. Dia lalu melepaskan ikatan rambutnya dibawah dagunya.
“Hey… nona, jangan dilepas… begitu saja, hahahaha kau semakin lucu”
“Tapi rasanya geli… aku tak suka… geli sekali oppa…”

“Huahahahaha…..” mendengar keluhannya aku semakin terhibur hahaa, ini saatnya dia menderita, bagaimana rasanya merasakan ketidak nyamanan
“Hummm kau hanya bisa mentertawakanku, tapi untukmu aku tidak akan melepaskan ikatan ini, kau mau makan ramyun denganku oppa?”

“Hum?? Ramyun?? Aku tak suka ramyun” Jawabku sambil merapikan barangku dan bersiap turun untuk ganti kereta.
“Kalau begitu, kau mau apa?”
“Aku mau makan bibimbap, ok bai bai” kataku, aku turun dari kereta dengan cepat, dan melangkah begitu cepat, aku tak mau gadis itu mengikutiku lagi, sudah cukup sampai situ saja.

“HAHAHAHAHAHAHAHA~~~~~!!!” aku mendengar semua orang dibelakangku saling tertawa, “OPPAAAA Tunggu AKUUU aku juga ingin bibimbap~!!!” Mendengar panggilan itu aku langsung menoleh kebelakang, dan aku serasa dipermalukan, sangat-sangat dipermalukan.

Gadis gila itu, dengan rambut panjang terikat didagunya, masker dan kacamata hitam, berlari kearahku. Aku hanya bisa terdiam begitu saja, tak bisa lari lagi. Karena rasa malu membuat aku mati berdiri.

“Oppaaaa….. jangan lari lagi, aku ingin mentraktirmu bibimbap… ayo” kata gadis itu sambil melingkarkan lengannya dilenganku.
“AHHHHHH……. Hey… NUNA jangan lepaskan OPPAMU” teriak pria didepanku “HAHAHAHAHAHAHA Lucu sekali mereka….” Semua orang di sekitarku pun mentertawakanku. Aku ingin melepas lengannya dari lenganku, tapi aku terlalu lemah, mual, jantungku sakit dan ow… aku ingin ke toilet untuk mengeluarkan gas. Kalau aku keluarkan disini, mereka semua akan mentertawakanku

“Buurbbb burrb…” suara perutku
“Oppa… perutmu bersuara, kau kelaparan ya? Ayo ke sana”, kata gadis bodoh itu sambil menunjuk restoran bibimbap, aku lepaskan lengannya.

“Hey… sudah cukup kau mempermalukan aku didepan semua orang, Lepaskan ikatan itu, CEPAT~!!!” teriakku marah.
“Oppa.. mianhae… mengapa kau marah? Aku hanya ingin berteman denganmu”
“Huffft… TAPI AKU TAK MAU PUNYA TEMAN SEPERTIMU”

“Kalau aku… aku mau punya teman sepertimu Oppa heehehehe, ayo cepat jangan berdebat lagi, aku juga sudah lapar” katanya, tangan gadis itu kembali melingkar dilenganku.
“Kalau kau ingin berteman denganku lepaskan ikatan ini” Kataku sambil melepas ikatan rambut dibawah dagunya. Kurasakan rambutnya begitu lembut dan panjang, aroma mawar aku bisa menciumnya, begitu menenangkan daripada aroma tubuhnya di gerbong kereta tadi.

“Nah kalau begini kau boleh berteman denganku, dan jangan lepaskan maskermu”
“Oppa… lalu bagaimana kalau aku makan?”
“hmm iya.. bagaimana ya?? Ah… kau angkat saja maskermu, setelah memasukkan makanan kemulutmu, kau tutup lagi mukamu hehehehe benarkan?”

Lalu kami berdua memasuki restoran bibimbap itu, sialnya disana banyak sekali wanita cantik. Mau muntah, apa yang bisa kukeluarkan, jadi aku hanya bisa diam, mengatur pernafasanku, dan menyeka keringatku.

“Oppa, kau tidak ganti baju? Bajumu sudah basah.. cepat ganti baju, aku akan memesankan porsi besar untukmu” kata gadis itu sambil membuka dompetnya. Kulihat di dompetnya banyak sekali uang cash, semuanya 100.000 won.

“Woah… kau kaya sekali… ssst… jangan perlihatkan uangmu didepan umum”
“oh baik oppa… oppa cepat ganti baju, nanti kau bisa terkena flu”
“”Ah… bisakah kau panggil aku Woohyun saja? Jangan oppa okey?”
“Tidak bisa…” katanya sambil memesankan bibimbap untukku di mesin pesanan
“kenapa?”
“Karena kau lebih tua, aku harus memanggilmu oppa… “

“Hahahaha… tau darimana aku ini tua?”
“Dari kerutan didahimu, kau sudah tua kan? Coba lihatlah dahiku… tidak ada kerutan kan? Itu berarti aku lebih muda darimu” Kata gadis bodoh itu sambil melihatkan dahinya yang tertutup poni.
“Hahahaha… ya… ya… ya… tapi tetap jangan panggil aku oppa. Hanya kekasihku yang boleh memanggilku oppa, mengerti?”

“Kalau begitu bolehkah aku menjadi kekasihmu?” Tanya gadis itu sambil membuka maskernya
“Bolehkah?” mendadak kepalaku pusing, aku merasakan ketakutan yang amat sangat. Lalu kurasakan tubuhku rebah ke samping. Oh… aku sedang dimana ini….. Terang sekali disini.

Beberapa menit aku menikmati kesendirianku di tempat yang aneh, aku semakin tenang, dan apa ini, aku rasakan saus pedas dimulutku, hmmm daging, nasi, sayur, saus pedas bercampur menjadi satu dimulutku. Sadarlah aku, aku tertidur di sebuah ruangan bercat kuning dan merah, saat aku bangun, aku menemukan gadis itu sedang sibuk melumat-lumat bibimbap dimangkuk.

“Oppa~~~~~!! Akhirnya kau sadar juga… sudah 10 menit kau tak sadarkan diri, Apa muka ku begitu jelek? Sampai kau pingsan seperti tadi?”
“Ah?? Hmmm” jawabku, aku masih bingung, apa yang terjadi denganku tadi. Sepertinya tadi aku pingsan setelah melihat kecantikan gadis bodoh itu.
“Oppa… aku janji tak akan melepas maskerku kalau denganmu, hum ayo makan lagi”
“Apa?? Kau menyuapiku saat aku pingsan??”

“Iya… kau bisa memakannya kan? Kau bahkan mengunyahnya… perutmu bunyi terus oppa… seperti ini bunyinya brruup bruup bruup…aku tak tega membiarkanmu yang pingsan kelaparan”

“Dasar gila, bagaimana kalau semua makanan yang kau masukkan kemulutku membuat tenggorokanku sesak? Lalu aku mati hah? Kau membuat masalah saja, Okey, sekarang kita berpisah disini saja. Terima kasih Bibimbapnya” kataku, ketika aku keluar dari ruangan banyak orang melihatku.

Tentu saja mereka melihatku, aku baru sadar kalau aku tak memakai kaos, dan jaketku mana???
“Oppa… ganti baju dulu, nanti kau kena flu, arraso..”
“HAAAAAAAAAAAAAAAHSSSS” teriakku sambil berlari masuk ke ruangan tadi.
“Hey… apa yang kau lakukan dengan tubuhku hah??? Siapa yang membolehkanmu membuka bajuku??”
“Tidak ada hihihi… tapi bajumu… basah oppa… nanti kau sakit”

“Ooooh… aku sial sekali hari ini… mana bajuku yang kau lepas tadi??”
“Sudah kubuang”
“KAU BUANG????”
“Iya Oppa… aku belikan kau baju baru, ini… warna yang sama kan?”
“ANNDWE~~~~~~~~~!!!” teriakku. Ah aku tak peduli semua orang lagi. Aku mengambil baju yang dibelikan gadis itu, dan memakainya. Lalu keluar dari restoran itu.
Aku berlari sekuat upayaku. Aku tak ingin lagi naik kereta, kalau gadis bodoh itu masih ada disana. Aku tak mau lagi dipermalukan seperti itu, jantungku, jantungku adalah hal yang penting yang harus kujaga. Aku tak mau lagi menderita setelah melihat wajah cantik gadis bodoh itu.

Lalu… mau kemana aku sekarang?? Akupun tak punya ide. Aigooo menderitanya hidupku

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler