- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

GENTLEMAN - THE SERIES

Author : Ayuna Kusuma

Genre : Mistery, Horror, Parody

Target : Semua Usia

Seorang pria, berjalan mengendap-endap didepan sebuah kamar apartemen, lalu dia mematikan sikring kamar apartemen itu. Pria bertubuh tambun itu tertawa kecil sambil bersembunyi dibalik pintu.

Tak menunggu lama, ada pria lainnya keluar dari kamar dan memeriksa keadaan, dia melihat kekanan dan kekiri. Semuanya masih menyala, hanya kamarnya saja yang mati.

Pria bertubuh kurus itu tak tahu kalau ada seseorang yang bersembunyi dibalik pintu. Ia melangkah sebentar. Dan

“BHAAAAAAAA!!” pria bertubuh tambun itu berhasil memberikan kejutan pada temannya

“Aigo~!! SHINDONG~!! Haiss.. baeseolmul yo!!!” kata pria bertubuh kurus itu sambil memukul temannya dengan senter.

“Ommo… hahahahaha… apakah kau takut? Sejak kapan kau takut dengan hal seperti itu hah?” Kata Shindong sambil menyalakan kembali sikring kamar temannya.

“Ada apa Hyung? Apakah kau perlu makanan? Aku tidak ada mianhae…” kata pria bertubuh kurus itu sambil menutup pintu, tapi kaki Shindong berhasil mengganjal pintunya.

“Haisss.. Jjamkanmannyoo… Aku malah membawakan makanan untukmu hihihi hmm? Kau mau tteokbokki…?” Tanya Shindong sambil memajang plastic berisi tteokbokki didepan temannya.

“Ah… adakah makanan yang lain? Pizza? Hamburger? Atau sepageti?” Tanya pria pemilik kamar pada Shindong

“Hmmm aku tak punya uang lebih, ah begini saja, kita anggap tteokbokki ini sepageti bagaimana?”

“Haisss.. Jijja?... masuklah Hyung, aku tak tega denganmu” kata pria bertubuh kurus itu pada temannya, ia membuka pintu kamarnya lebar-lebar dan membiarkan temannya masuk. Lalu melihat keluar lorong apartemen, dan menutup pintu dan mengetuk pintu tiga kali.
Shindong melihat temannya dengan penuh penasaran. “Hyaaa. Hanbyul, kau masih melakukan itu? mengetuk pintu tiga kali dari dalam?” Tanya Shindong sambil menuang semua tteokbokki yang sudah dibelinya diatas piring.

“Tentu saja, haisss.. dingin sekali malam ini” kata Hanbyul sambil menyelimuti dirinya dengan badcover tebal dan duduk dihadapan Shindong, sesekali ia mengambil tteokbokki yang panas dan memakannya dengan cepat.

“Haiss… brrr… dingin sekali… Hyung, apa kau tidak merasakannya?” Tanya Hanbyul sambil meneruskan memakan tteokbokki pemberian Shindong.

“Hummm.. tidak, aku merasa biasa aja… Hanbyul apakah hari ini kau bekerja di proyek?” Shindong memasukkan beberapa tteokbokki ke mulutnya lalu mengunyahnya dengan cepat.

“ya… aku masih bekerja di proyek pembangunan itu, beberapa pekerja menemukan barang-barang antic di ruang bawah tanah. Aku rasa tempat itu sedikit menyeramkan… brrr… Hyung, bisakah kau menutup jendelaku?” Shindong berjalan kearah jendela dan menutupnya.

“Apakah kau tak keluar saja, kau bisa statistic kan? Bekerja saja di kantorku, kalau kau masih takut dengan hal-hal aneh seperti hantu, pekerjaanmu akan terbengkalai”

“wooh.. kau menyuruhku keluar? Andwe… dari proyek itu aku akan mendapatkan 8 juta won, dengan itu aku bisa pulang ke Hongkong, menjemput semua keluargaku dan mengajaknya tinggal disini”

“hmmm… iya aku tahu… ahss.. terserah kau saja, Han… apakah di apartemen ini masih ada peristiwa seperti booooo… hmm?” Shindong kembali duduk dihadapan Hanbyul dan meneruskan makannya.

“Semua penghuni menyuruhku setelah menutup pintu harus mengetuk pintu terlebih dahulu, agar arwah yang meninggal di apartemen ini tak masuk ke dalam kamarku, kau masih ingat kan ceritaku, kalau aku tak mengetuk pintu dari belakang, hantu itu akan mengira kamarku kosong, dan dia akan masuk seenaknya.. brrrr….”
“hmmm.. aku ingat, maksudku, apakah ada yang bunuh diri lagi di apartemen ini?”

“memangnya kenapa? Kau ingin melihat kamarnya? Nyonya Myung yang tinggal di samping kamarku, tiga hari yang lalu bunuh diri, dia melompat dari balkon, kau mau menemui arwahnya?”
“Haisss.. Jinjja?” Shindong mengerutkan wajahnya.
“hahahaha… Hyung, apakah sekarang kau merasa takut? Hah?...”

“Aku tak akan takut pada hantu, kau yang penakut bukan aku Eoh…” Shindong mendobrak meja, apakah semudah itu pria marah pada temannya, hanya masalah sepele saja ia sudah melakukan kekerasan.

“Hyaaa.. Hyung… aku hanya bercanda saja… ya… tenangkan dirimu, aku memang yang paling penakut bukan kau” Kata Hanbyul menenangkan temannya, ia membersihkan meja makannya dari piring bekas tteokbokki, lalu menuju tempat cuci piring dan membersihkan piringnya.

“HanByul… aku punya permainan, sudah satu minggu kita tak berlibur kan? Hari sabtu besok kau libur kan? Bagaimana kalau kita menginap di tempat terseram di Busan? Hah?”

“Hyung…. Sudahlah, aku hanya bercanda… apa kau tak mau memaafkanku?” kata Hanbyul, setelah selesai mencuci piring ia rebahkan tubuhnya yang berselimutkan badcover tebal.

“Bukan… aku tidak mempermasalahkan perkataanmu tadi, tapi…. Seru kalau kita berdua berkemah atau menginap di tempat paling menakutkan di busan. Neulbom Garden… woaaah… apa yang terjadi kalau kita menginap disana hahahaha” kata Shindong, ia melebarkan tangannya dan menatap Hanbyul dengan penuh kesombongan

“Han… byul ah… apakah kau mau menemaniku? Huahahahaha” Tanya Shindong, kali ini dia tertawa seperti iblis yang digambarkan di berbagai game.

“Neul…bom… Garden??? Ahhhss JINNJAA?” Hanbyul langsung bangkit dan duduk, ia menatap temannya itu lekat-lekat. “Apakah kau serius? Disana banyak orang yang meninggal karena keracunan, kecelakaan, ahsss. Andwe… aku tak mau, jalankan saja idemu Hyung, tapi jangan mengajakku….”

“HANBYUL~!!!” Shindong berdiri dan meloncat menindih temannya.
“Kau harus ikut denganku, kita nikmati weekend dengan cara berbeda… Ayooo… Pallli… ikut denganku hahahaha” Kata Shindong sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya diatas badcover yang menyelimuti Hanbyul.

“Haisss… dangsin michyeoss-eo ? HUAHHH???” Hanbyul berhasil menjatuhkan tubuh temannya ke samping. “haiss… apa yang kau lakukan padaku hah? Kau menodaiku” kata Hanbyul berakting layaknya wanita sambil menutupi tubuhnya dengan selimut.

“Hyakk.. Baboya…” Shindong pun mendesak Hanbyul yang duduk di pojok ruangan. “Ayo… kita berlibur bersama, aku ingin sekali masuk ke  Neulbom Garden sejak lama…”

Dok. Dok. Dok.

Tiba-tiba ada yang mengetuk apartemen Hanbyul dari luar, Shindong dan Hanbyul saling berpelukan, mereka merasa suasana menjadi semakin mencekam, ketika langkah kaki itu terdengar bolak balik, mengitari balkon didepan pintu.

Dok. Dok. Dok.

Tiga kali ketukan di pintu, sekali lagi membuat bulu kuduk Shindong dan Hanbyul berdiri.

“Hyung… buka pintunya…” Hanbyul mendorong tubuh Shindong ke arah pintu, mereka berjalan berdempetan menuju pintu.

“aih…. Kau yang tinggal disini, kau saja yang membukanya, aku hanya tamu kan, aku tak punya hak untuk membuka pintu” bisik Shindong

“Yak… kau takut? Kau kan pemberani?” bisik Hanbyul sambil mendesak Shindong untuk membukakan pintu.

Dok. Dok. Dok. Setelah pintu di ketuk, suara langkah kaki itu pun terdengar lagi, sepertinya ada seseorang yang menunggu di luar, menunggu untuk dipersilahkan masuk.

“Sss…siapa disana?” Tanya Hanbyul. Tak ada jawaban, tak ada langkah kaki. Tak ada ketukan lagi.

“HYAAAAAAAAAAAAK~~~~~!!” Shindong berlari menghindar dari pintu dan menyelimuti tubuhnya dengan badcover milik Hanbyul.

“Han~~~!! Lari dari sana……. Itu hantu… arwah Nyonya Myung…. HYAk~~~~!! Apa yang kau lakukan disana hah?” teriak Shindong, hanya matanya saja yang tak tertutup selimut.
Hanbyul masih mempertahankan diri berdiri di sebelah pintu. Ia tak berani melihat dari sela pintu, dan memeriksa siapa yang diluar.

Dok, Dok, Dok. Ketukan itu mengejukan Hanbyul, ia bersandar di dinding dan mengatur nafasnya.

“Annyeonghaseyo… bisakah kau membukakan pintu? Aku Sungjong, penghuni baru. Bisakah kau menolongku? Listrik di tempatku selalu mati ketika kunyalakan”. Hanbyul segera membuka pintunya, dan ia menyeret masuk pria yang berdiri di depan kamarnya.

“OMMO~!!” Hanbyul terkejut setelah melihat penampilan pria yang di seretnya masuk tadi. Pria itu menggunakan setelan hitam, wajahnya halus seperti wanita tapi sedikit tampan.

“Hehehe.. terima kasih, aku menunggumu lama sekali, bisakah aku meminjam kamar mandi sebentar saja?” kata pria bernama Sungjong sambil menambahkan senyumannya yang manis.

“Ah… iya.. iya… kau manusia kan?” Tanya Hanbyul
“hahaha… apakah aku seperti hantu gentayangan? Kau ada-ada saja… Ommo… siapa itu?” Sungjong berjalan mendekati Shindong yang masih berlindung di dalam badcover.

“Woah.. apakah kau ketakutan? Hehehe mianhae…” kata Sungjong sambil mengintip Shindong yang berada di dalam bad cover.

“Ah.. aku belum tahu namamu, siapa namamu tetanggaku?” Tanya Sungjong sambil mengambil buku catatan di sakunya.

“Han Byul.. itu namaku, dan temanku itu Shin Dong, kalau mau ke kamar mandi, belok saja ke kiri” Sungjong menuliskan sesuatu di buku kecilnya.

“hmm… baik. Terima kasih Hanbyul” pria bersetalan hitam itu melangkah dengan pasti menuju kamar mandi.
Shindong yang sedari tadi bersembunyi dibalik badcover, berlari membuka perlindungannya dan berlari menghampiri Hanbyul “Hyak… mengapa kau mengizinkannya masuk? Aigooo… bagaimana kalau dia hantu yang bisa berubah menjadi manusia hah? Kau pernah melihatnya di tv kan? Ada hantu yang bisa berubah menjadi manusia lalu membantai semua orang hah?” kata Shindong berapi-api

“pelankan suaramu, yang kau bicarakan ada dibelakangmu” bisik Hanbyul sambil menunjuk Sungjong yang berdiri tepat dibelakang Shindong.

“Boooo…" Sungjong menghentak punggung Shindong dari belakang, pria bertubuh tambun yang ketakutan itu hampir saja mati berdiri " hehehe… tak perlu khawatir aku bukan hantu… Hanbyul bolehkah aku meminjam coffee maker mu? Aku ingin membuat coffee..” Sungjong menatap hanbyul dengan mata yang tajam, dia tetap tersenyum, tapi senyumannya begitu berbeda dari yang lainnya.

“I..iya silahkan…” Hanbyul dan Shindong berlari mendekati Sungjong, mereka melihat telapak kaki Sungjong, dan merasa lega, kakinya masih menginjak lantai, berarti dia manusia sungguhan.

“Kenapa dengan kalian? Masih tak percaya kalau aku manusia? Hahaha… aku buatkan kalian coffee juga ya?”

“Ye… terima kasih, Sungjong, apakah kau pindah di apartemen bekas Nyonya Myung bunuh diri?” Tanya Shindong, kali ini dia sudah bisa bicara seperti biasa, tak ada rasa ketakutan lagi yang menyergapnya. Hanbyul kembali meraih badcovernya dan menyelimuti semua tubuhnya dengan badcover.

“Hmm… aku anak Nyonya Myung yang terakhir, ibuku bunuh diri karena pengaruh kejiwaan, jangan pernah dipikirkan, sekarang ibuku sudah nyaman di alamnya, dia tak akan merasa sedih, dan tak ada alasan untuk menghantui kalian berdua” jelas Sungjong sambil memberikan kedua pria itu cangkir yang penuh kopi.

Sunjong duduk dihadapan Hanbyul dan Shindong, ia meminum kopi dengan penuh kenikmatan, “Muaaahh… enak sekali… Ah.. aku tadi mendengar pembicaraan kalian, kalian ingin pergi ke Neulbom Garden hari sabtu besok? Benarkah?” Tanya Sungjong, matanya berbinar, menandakan ia sangat tertarik dengan hal itu.

“Ya… aku dan Hanbyul akan menginap disana selama dua hari, sampai minggu malam” kata Shindong memastikan. Hanbyul yang sedari tadi tidak setuju tiba-tiba menendang Shindong

“Hyakk.. kau saja yang pergi kesana, aku tak tertarik…”
“Hanbyul.. sepertinya kau harus kesana, untuk melatih keberanianmu… bagaimana kalau aku menemani kalian?” kata Sungjong, ia sibuk membuka dompetnya, ia memberikan kartu nama pada Hanbyul, lalu meminum kopinya.

“Ghost Buster Sung Jong? Hmmmppt… hahahahahaha apakah kau salah satu pecinta kartun ghostbuster?” Tanya Hanbyul. Wajah Sungjong berubah menjadi aneh.

“Bagaimana? Aku adalah pembasmi hantu yang sebenarnya, aku terbiasa berinteraksi dengan mereka, jadi kalian tak perlu takut kalau ada aku. Hanbyul… itu pekerjaanku, yang sangat kubanggakan, tolong jangan mentertawakannya” kata SungJong sambil merebut kartu nama yang digenggam Hanbyul.

“Ah… mianhae… aku hanya bercanda…” Hanbyul memohon sambil menundukkan kepalanya, ia tak sanggup lagi melihat wajah seram Sungjong sekali lagi.

“Baiklah… aku maafkan hehehe” Sungjong kembali tersenyum. “Ah… apakah kalian sudah tahu sejarah Neulbom Garden?”
“Anni…” jawab Hanbyul “Aku hanya tahu disana sangat menakutkan”

“Aku juga tak pernah tahu kejelasan tentang sejarah rumah itu” kata Shindong

“Baiklah… aku akan menceritakan sebuah sejarah kelam Neulbom Garden,  aku telah lama mencari informasi ke semua orang, Itu adalah rumah yang dibangun oleh seorang pria untuk keluarga kecilnya, mereka hidup bahagia disana, ia, istrinya, dan satu anak gadisnya. Tapi suatu hari, ketika anak nya bermain di jalan, ada mobil yang menabraknya. DRAAAAAATT~!! Anak gadis itu tidak mati, hanya saja kepalanya mengalami benturan, yang membuat tubuhnya lumpuh, Semenjak anak gadisnya lumpuh, kedua pasangan suami istri itu mengalami stress berat, mereka tak kuat menahan kesedihan yang menimpa keluarganya, sang ayah bunuh diri di kamarnya dengan menjerat kepalanya, lalu sang ibu bunuh diri dengan loncat dari loteng, dan sang anak, dibiarkan hidup dirumah itu sampai mati. Beberapa bulan kemudian, ada saksi yang menemukan tiga mayat di Neulbom Garden, itu cerita 20 tahun yang lalu.” Sungjong mengakhiri ceritanya, ia meneruskan meminum kopi di cangkirnya yang masih tersisah.

“Aigoo… aigoo… mengapa mereka sekejam itu dengan kehidupannya sendiri… apakah sampai disitu saja ceritanya?” Tanya Shindong, ia ketakutan, tapi masih saja menagih cerita pada Sungjong.  Hanbyul sama sekali tak tertarik dengan cerita tetangga barunya itu, dia hanya merebahkan diri disamping meja.

“Anni… masih ada cerita lainnya lagi, yang membuat rumah itu semakin mengerikan, 15 tahun yang lalu, ada seorang pria kaya, yang membeli rumah itu dan merubahnya menjadi restoran. Pria itu bekerja sebagai koki. Banyak yang yang mengunjungi restoran itu karena masakan pria kaya itu sangat enak di bandingkan dengan koki yang lain di daerah Busan. Tapi keanehan, keanehan terjadi, kartu pesanan selalu salah, konsumen memesan a, di kartu tertulis b, padahal pelayan sudah menulisnya pesan a. sepertinya ada yang sengaja merubahnya. Konsumen masih tetap menyukai masakan sang koki, walaupun pesanan mereka tertukar”

“Ketika malam, pelayan mendengar ada yang memasak di dapur, padahal restoran sudah tutup. Lalu pria pemilik restoran itu tingkahnya berubah drastic seperti seorang psikopat, setiap pengunjung yang tidak menghabiskan makanannya, dia pasti memukulnya kepala mereka satu persatu, konsumen tidak ada yang boleh keluar dari restoran kalau makanan yang dipiring masih tersisah. Semakin lama, koki semakin gila, masakannya tak enak seperti dulu, dan banyak konsumen yang merasa tertekan dengan sikap koki yang diluar nalar. Akhirnya restoran itu bangkrut dan ditinggalkan. Sang koki. Menghilang tak tahu kemana… Setelah peristiwa kebangkrutan restoran itu, tak ada yang berani lagi masuk ke rumah itu, melewati rumah itu saja sudah membuat takut sejumlah pejalan kaki. Beberapa waktu yang lalu ada yang syuting di sana kan? Salah satu televise lokal, kalian tahu??? Mereka mendapatkan rekaman, yang mengerikan, ada barang yang berpindang dengan sendirinya, kran cuci piring menyala, padahal sudah lama mati dan jadi rongsokan, kamar yang dulu ditinggali gadis lumpuh itu terbuka sendiri pintunya dan terdengar tangisan demi tangisan dari sana. Ada juga penampakan gadis memakai Sobok yang berjalan mengelilingi rumah… nah… apakah kalian masih mau menginap disana?” Tanya Sungjong menantang

“YA~!!! Aku mau…” Shindong mengangkat tangan kanannya

“Aku mau… aku akan membuktkan kalau itu hanya cerita bohong… tak ada hantu di dunia ini” kata Hanbyul sambil menutup wajahnya dengan lengannya.

“haiss. Baiklah… asalkan kau ikut, aku sudah senang, akan kutunjukkan kalau disana ada banyak hantu, dan kita berlibur dengan suasana yang berbeda hahahahaha” Shindong kembali tertawa sambil melebarkan tangannya.

“okey… sampai jumpa besok, Hanbyul terima kasih coffee nya kau memang tetangga yang baik” Sungjong pun berlalu dan keluar dari kamar apartemen,

“hummm ya….” Jawab Hanbyul.

“Hyak… apakah kau mendengar ceritanya tadi? Neulbom Garden sungguh mengerikan… hyakk Hanbyul~!!”

“wae… ah… mollayo…” kata Hanbyul sambil merubah posisi tidurnya.

“Hya…….!! Hanbyul-ah~~~~~!!” Shindong kembali menggoda temannya. Apakah yang terjadi ketika mereka menginap di Neulbom Garden???... apakah Sungjong kuat menahan kekuatan jahat yang begitu besar?? Kita tunggu saja part selanjutnya Bwahahahahahaha…

To be continue   Tanggal 16 Mei 2013

Please Share, and Comment,
and like my story....

Informant terbaik : Ray Won. Pyu Gak, Hansim Kim, Gang Bong, Daeri Jung.

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler