- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction : Lover Family 2 - Part 2



"Sebelum membaca klik BAGIKAN / SHARE ya..... supaya banyak yang baca dan menikmati cerita ini... hehehe"

Author : Ayuna Kusuma

Genre : Parody, Romance, Sadly

Maincast :

Son Young : You
Woohyun : Woohyun INFINITE
Naemi : Minah Girl's Day
Yoona : Woori Rainbow
Minsoo : Yo Seung Ho
Kim : L Myungsoo

Location : Seoul


414-6 Hapjeong-dong, Mapo-gu, Seoul 05:00

Woohyun bangun terlebih dahulu, ia membuka jendela yang menghubungkan kamar studio dengan dunia luar. Dengan pelan, Woohyun melangkah ke luar, ia membersihkan lantai studionya dari debu, lalu membuka korden yang menghalangi pintu depan.

“OMMO!!” ia begitu terkejut ketika melihat pria yang sedang bersandar di pintu studionya. Woohyun membuka pintunya, dan pria itu jatuh ke belakang, walaupun kepalanya membentur lantai dengan keras, ia tak bangun dari tidurnya.

“Haiss…. Kim…!! Bangun!!” kata Woohyun sambil menyeret tubuh pria bernama Kim ke dalam studio.

“Hum….? Hyung…. “ gumam Kim sambil mengangkat kepalanya, lalu tubuhnya hingga ia duduk bersandar pada dinding studio.

“Hehehe pagi sekali kau datang…” kata Woohyun sambil membersihkan lensa demi lensa yang tertata rapi di lemarinya.

“Ya……huaaaaaaamm…. hari ini aku ingin membayar hutangku padamu, kemarin aku terlambat beberapa jam… Hyung.. apa kau menginap di sini semalam?” Tanya Kim sambil melangkah ke kamar Woohyun.

“Aaaaa ak… mau kemana kau… sudah tidur di sini saja. Di dalam ada istriku” kata Woohyun sambil menyeret Kim menjauh dari kamarnya.

“Oh… kalian menginap di sini semalam? Hyung.. aku turut berduka atas kematian Nanna… aku yakin kalian bisa mendapatkan anak yang seperti Nanna lagi…” kata Kim sambil menghibur Woohyun dengan wajahnya yang imut.

“heh!... tak ada yang bisa menggantikan Nanna” balas Woohyun, Kim langsung mengerti pria yang ada di depannya tak bisa di ajak bercanda kali ini.

“Hummm baiklah…” kata Kim sambil membuka mantelnya lalu membantu Woohyun bekerja.

“Sejak kapan kau tidur di depan studio?” Tanya Woohyun

“hmmm aku lupa… Hyung… apa kau kenal dengan gadis yang ada di depan itu? ia duduk di depan studiomu dari tadi. Aku mengajaknya bicara tapi dia tak menjawabku” kata Kim sambil menunjuk seorang gadis yang berjongkok di seberang jalan, ia menghadap studio.
Woohyun tertarik melihat gadis itu, woohyun mendekat ke pintu kaca, ia melihat dengan seksama.

“Ah… lupakan aku tak kenal dengannya… mungkin saja dia menunggu orang lain” kata Woohyun sambil kembali ke Lemari Kamera dan melanjutkan pekerjaannya.

“Haiss… tadi dia duduk tepat di sebelahku, ia menemaniku di depan studio. Tapi anehnya, dia sama sekali tak bicara, hanya melihat ke langit lalu menulis sesuatu di buku kecilnya. Dia memarahiku habis-habisan ketika aku mengajaknya bicara…. Haiss.. menakutkan… untung saja kau tak kenal dengan dia, BAD GIRL” Kim terus berbicara, tak melihat Woohyun kembali ke pintu kaca, ia melihat lagi dengan seksama.

“Ah….!! Son Young!!... berani-beraninya kau datang ke kandang singa” kata Woohyun sambil membuka pintu studionya. Ia berlari menyebrang lalu menghampiri Son Young yang sedang berjongkok.
Woohyun dengan kasarnya mendorong Son Young hingga gadis itu tersungkur ke samping.

“HYAKKK!!! KAU ingat aku!!! LIHATLAH!!! INI!! Dan INI!! Kau melukaiku!! Aku akan melaporkanmu ke polisi atas tindak penganiayaan. Kajja… !! minta maaf padaku… !!” Bentak Woohyun pada Son Young yang tersungkur di trotoar, gadis itu melihat Woohyun dengan tatapan super sinis.

“WAE~~~~ WAE~~~~~~Wae~~~~~~!!! APA MAKSUDMU AHJUSSI!!!” Gadis itu membuka syalnya yang berwarna krem, ia memperlihatkan wajahnya yang penuh amarah pada Woohyun.

“OMMO!!!” Woohyun menutup matanya, rupanya ia tak tahan dengan kecantikan gadis itu, wajah Son Young begitu cantik, kulitnya putih, dan garis wajahnya begitu tegas, Son Young memiliki kecantikan yang lebih dari Naemi.

“WAE~!!! Berani-beraninya kau mendorongku AHJUSSI!!!! Kau sudah merusak karyaku!!! LIHATLAH LIHATLAH!!... kau merusak komikku!!! AH!!!!!!!!” Son Young menghajar Woohyun dengan buku tasnya. Tapi Woohyun tak bisa mengelaknya, ia hanya menutup matanya.

“HYAK!!!!!! APA YANG KAU LAKUKAN PADA SUAMIKU HAH???” kata Naemi yang sudah terbangun dari tidurnya, ia berlari menghampiri Son Young yang masih saja menghajar suami Naemi, rupanya gadis itu terlalu marah pada Woohyun yang berkali-kali menghancurkan pekerjaannya.

“Mwo!!! STOp!!” kata Naemi sambil melindungi Woohyun di belakang tubuhnya, Naemi dan Son Young saling melotot dan memperlihatkan wajah sinisnya. Sedangkan Kim, co worker Woohyun tak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya bengong melihat aksi kedua wanita itu.

“Ahjumma!! Suamimu sudah dua kali merusak komikku, tadi malam ia merusak konsentrasiku, sekarang dia merusak komik yang ku gambar…Haiss…!!! Kau memang perusak!! HYAAAAK!!!” Son Young melanjutkan memukul Woohyun yang berdiri di belakang Naemi sambil menutup matanya.

“HAISSS!!! JJANKANMAN!!” Naemi memegangi tangan Son Young,
“Kim!!! Tahan dia…” perintah Naemi, Kim segera berlari menghampiri mereka bertiga, dan memegangi Son Young yang masih mengganas.

“KAU TAHU AHJUMMA!!! Komikku harus di serahkan hari ini!! Dan suamimu telah merusaknya!!! Haiss.. lepaskan aku!!” kata Sonyoung sambil memberontak, tapi Kim malah memeluknya.

“Sudah… tenanglah… lihatlah wajahku… tenanglah sedikit…” kata Kim mencoba membantu.

PLAZZZZZ… Sonyoung menampar Kim, tapi pria itu malah
mempererat pelukannya.

“Nuna~~!! Aku di tampar~!! SAKIT SEKALI NUNA~~~!! HAISS KAU BERANINYA MENAMPARKU” teriak Kim pada Naemi yang mencoba menenangkan penyakit jantung Woohyun.

“urus dia!!” teriak Naemi. Ia memakai masker pororonya lalu berlutut melihat wajah Woohyun yang semakin berkeringat.

“huuuf…huuuf… dia memang wanita cantik yang menakutkan…tatapan matanya hampir saja membunuhku... aigoo... jantungku sakit sekali...” kata Woohyun sambil mencengkram dadanya.

“Apa tadi malam kalian bertemu? Jadi kau bertemu wanita lain saat aku tidur?” Tanya Naemi.

“Aigoo… Naemi… jangan mempermasalahkan cemburu saat ini… aku tak sengaja bertemu dengan dia… dia seperti hantu… kau tahu… dia hampir saja menyobek tanganku dengan tasnya yang penuh benda tajam.. lihat ini…” kata Woohyun sambil menunjukkan luka di leher, tangan dan wajahnya.

“Apa kau merusak komiknya? Apakah kalian saling mengenal?” Tanya Naemi.

“Ahss… Naemi… aku sama sekali tak mengenalnya… dia wanita asing… aku tak mengenalnya.. arra…Kim … huuuf… jantungku… Kim bilang… gadis itu ada di depan studio kita… aku ingin sekali melaporkan gadis itu ke polisi… hanya itu….” kata Woohyun sambil mengatur nafasnya.

“HYAAAAAAAAK!!! Harusnya aku yang melaporkanmu ke POLISI!!!!! KAU MENGHANCURKAN KARYAKU AHJUSSI!!!!!!!!! HAK HAK HAK AKU TAK BISA Mendapat uang kalau aku tak menyetorkan komikku sore ini….” Tiba-tiba Son Young menangis sambil memeluk Kim.

“Oh…. Tenanglah… tenangkan dirimu… arra… menangislah” kata Kim sambil membelai rambut hitam kelam Sonyoung. “hahahaha” Kim tertawa tanpa suara, ia sepertinya menikmati ketika memeluk Sonyoung.

Naemi hanya berjalan mendekati Sonyoung, ia merapikan kertas, dan buku Sonyoung yang berantakan di trotoar. Naemi melihat satu persatu karya Sonyoung yang masih berbentuk lembaran kertas. Naemi tersenyum sendiri melihat karya gadis itu, ia sepertinya menikmati cerita demi cerita yang dibuat Sonyoung.

Woohyun masih mengatur nafasnya. Kim masih memeluk Sonyoung dengan penuh perasaan bahagia, dan Sonyoung masih menangis dalam pelukan Kim, menyerah akan keadaannya sendiri.

Naemi dengan pelan melepaskan pelukan Kim, ia menghapus air mata yang membasahi wajah cantik Sonyoung. Lalu dengan lembut Naemi menutup wajah Sonyoung dengan syal krem milik gadis itu.

“Mewakili suamiku… aku minta maaf padamu…..” Naemi lalu membawa gadis itu ke dalam studio. “Kim… kau jaga suamiku…”

“HYAK!!! NAEMI!!! Jangan bawa gadis hantu itu ke dalam studio!!” teriak Woohyun, Sonyoung melirik woohyun dengan tatapan penuh kebencian, dan akhirnya Woohyun lah yang kalah, ia menenggelamkan wajahnya di tangannya. Phobia wanita cantik rupanya membuat dia lemah di depan wanita cantik.

Naemi menyuruh Sonyoung duduk di kursi yang terletak di dapur Studio.

“Maafkan suamiku… ia memang pria yang kurang peka, dia tak tahu bagaimana perasaan orang lain… aku akan membantumu membuat komik itu… aku seorang pelukis, aku bisa membantumu nanti… kapan kau harus menyerahkan komikmu?” Tanya Naemi sambil memasak air. Ia pun duduk di depan Sonyoung.

“hum… beruntung sekali Ahjussi seperti dia punya istri sepertimu Ahjumma…baiklah aku akan memaafkannya…” kata Sonyoung sambil membuka buku dan komiknya yang masih berbentuk lembaran kertas.

“Aku suka cerita ini… hehehe…Oh… siapa namamu?” Tanya Naemi sambil melihat lagi hasil karya Sonyoung.

“Sonyoung… Namaku Son young… kalau kau Ahjumma?” Tanya Sonyoung sambil kembali sibuk menulis di buku kecilnya.

“Naemi…” jawab Naemi. “hahaha… cerita yang ini lucu sekali… kau memang hebat… Ah… Sonyoung… kita sekarang berteman? Kita bisa bekerjasama suatu saat nanti, komikus dan pelukis akan jadi duet yang bagus kan?” kata Naemi sambil memberikan kedipan mata pada Sonyoung

“Hehehehe… kau bisa saja Ahjumma… baik.. kita berteman hehehe”

“Sonyoung… bisakah kalau kau bertemu suamiku, kau tutup wajahmu? Suamiku punya penyakit phobia pada wanita jelek… jadi kau harus menutup wajahmu arra?...” kata Naemi sambil melirik Sonyoung yang sibuk dengan aktivitasnya sendiri.

“Oh… benarkah? Aku juga tak akan menampakkan wajahku pada ahjussi yang jelek seperti dia” kata Sonyoung. Membuat Naemi tertawa, karena Woohyun sedari tadi berdiri di belakang Sonyoung dan mendengarkan perkataan Sonyoung yang sedikit menyakitkan.

“MWOO!! Apa kau bilang?? Naemi!! Keluarkan dia!! Aku tak mau ada wanita criminal di studioku” kata Woohyun sambil menyeka wajahnya yang penuh keringat di kran air yang tak jauh dari dapur.

“Andwae… dia sudah jadi temanku… iya kan Sonyoung…” Naemi kembali melirik Sonyoung yang masih terlalu sibuk untuk melihat yang terjadi di sekitarnya.

“Humm… aku tak akan kemana-mana… Ahjumma sudah berjanji akan membantuku… Ahjussi… maafkan aku… kita lupakan saja peristiwa tadi malam… ini juga salahku. Mianhae…” kata Sonyoung tanpa sekalipun melihat Woohyun.

“Haiss… Babo,… aku tak bisa melarang dua orang gila yang sudah menjadi teman… ya silahkan berteman… tapi jangan mengganggu pekerjaanku” kata Woohyun sambil melewati kedua wanita itu dan keluar dari dapur.

“Hyak!” kata Naemi sambil mengejar Woohyun dan memukul pantat suaminya.

“Sonyoung…. Kau tinggal dimana? Bagaimana bisa kau duduk di depan Studio suamiku? Apa kau sengaja? Kau tahu suamiku bekerja di studio ini?” Tanya Naemi mulai menyelidik.

“Anni… hmm… aku hanya ingin menggambar studiomu.. lihat ini… ini tempat di mana komikku berakhir…” kata Sonyoung sambil menyerahkan hasil lukisannya pada Naemi.

“hmmm….” Gumam Naemi sambil melihat satu persatu karya Sonyoung.

“aku tinggal di dekat sini… kau tahu studio kecil di dekat kimbab store? Itu studioku..” kata Sonyoung sambil mulai melukis di kertas yang masih kosong.

“Hmmm…sejak kapan kau membuat komik? Apakah kau tinggal di studio dengan keluargamu? Kau berbakat sekali…hehehe… usiamu masih muda tapi bakatmu hampir mengalahkanku…” kata Naemi membanggakan teman barunya.

“sejak aku kehilangan semua keluargaku…” Sonyoung menghentikan aktifitasnya, lalu menghapus airmatanya yang tiba-tiba meluncur.
“Ahjumma… bisakah kau tak membahas keluargaku..? aku sama sekali tak punya saudara sekarang… menyedihkan kan?”

“Hummm…. Baiklah… aku tak akan membahasnya lagi… okey… aku akan keluar sebentar… kebetulan pensilku habis… aku akan kembali… segera” kata Naemi, ia beridiri lalu mendekati Sonyoung. “Sonyoung… jangan pernah bersedih… aku sangat terbuka… kita bisa menjadi keluarga…” kata Naemi sambil memijat bahu Sonyoung.

“Aku tahu rasanya kehilangan keluarga… dan aku akan bersedia menjadi keluargamu… melukislah lagi.. aku akan kembali” kata Naemi. Ia pun keluar, meninggalkan Sonyoung yang duduk sendirian di dapur.

Di ruang studio. Kim dan Woohyun sedang sibuk memasang kamera mereka di tripod.

“apakah hari ini ada pemotretan?” Tanya Naemi

“Ya… Nuna” jawab Kim.

“Oppa… bisakah kau antarkan aku ke toko alat seni?” Tanya Naemi dengan suara yang mendayu-dayu, membuat Woohyun kembali melihatnya dengan tatapan penuh cinta.

“Ye… aku akan mengantarkanmu kemana saja…”kata Woohyun sambil mengambil kunci mobil di meja.

“Gomawoo… Oppa…” kata Naemi, ia melingkarkan tangannya kelengan Woohyun.

“Hyung… selamat bersenang-senang….. jangan terlalu bersedih… heehehhe” sindir Kim, Naemi hanya tertawa melihat suaminya yang berpura-pura memberikan pukulan pada Kim.

“hahahaha… Nuna…..buatlah anak yang banyak~~~~~~!! Aku akan bersedia jadi baby sitternya hahahaha”

“HYAK!!! Jaga Studionya… ah… tolong matikan kompornya… dan temani Sonyoung Ya~~~~!!” teriak Naemi dari luar studio.
Kim segera ke dapur, ia mematikan kompor dan menaruh air panas di dua cangkir yang sudah berisi kopi.

“Aigoo… kenapa kau tak mematikan kompornya… hampir saja meledak” kata Kim pada Sonyoung yang terlalu sibuk menggambar.

“Apa kau terlalu sibuk sehingga tak peduli pada apapun di sekitarmu?” Tanya Kim, sambil melirik Sonyoung, gadis itu hanya menaggukkan kepalanya, menjawab pertanyaan Kim.

“Kau mau kopi?” Tanya Kim lagi, dan Sonyoung lagi-lagi menganggukkan kepalanya.

“Humm… aku taruh disini saja ya…” Sonyoung menanggukkan kepalanya lagi. Kim menaruh kopi di meja dapur jauh dari jangkauan Sonyoung, hingga resiko tumpah di atas kertas Sonyoung sama sekali tak ada.

Kim menggeser kursi di depan Sonyoung, ia menatap gadis itu yang terlalu serius dengan pekerjaannya.

“Apakah kau hanya bisa menjawab dengan anggukan kalau sedang bekerja?” Tanya Kim.

Sonyoung menganggukan kepalanya.

“hmmm hehehe… kau lucu sekali… bisakah kau lepaskan syal mu?”

Sonyoung menggelengkan kepala

“Hmmm….apa kau masih single?”

Sonyoung menanggukkan kepalanya.

“Kau suka Ramen?”

Sonyoung menanggukkan kepalanya.

“Kau pernah ke luar negeri? Kau suka foto? Kau suka makan nasi? Kau suka olah raga? Apa kau suka lagu? Kau suka GDragon? Kau suka padaku?”

Pertanyaan Kim yang cepat di jawab dengan anggukan dan gelengan kepala dengan cepat pula. Pertanyaan terakhir Kim, di jawab dengan anggukan kepala Sonyoung.

“WAHAHAHAHAHHA!!! Kau menyukaiku? Ah…. Aku juga menyukaimu… hehehe” Kim tertawa sambil menutup matanya, ia tak tahu kalau Sonyoung sudah terlihat marah di depannya.
BRAKKK!!

Sonyoung hampir saja membuat Kim mati ketakutan. Wajah Sonyoung begitu memerah menahan marah.

“Bisakah kau diam?? Aku sedang bekerja… apakah kau mau mengantikan uang komikku? 1.5juta Won. bisakah kau membayar itu? kalau bisa… aku akan melayanimu bicara sekarang” kata Sonyoung sedikit menantang.

“Ah… anni…anni… hehhe… mianhae…” kata Kim sambil meluncur pergi menghindari Sonyoung.

***

423Hapjeong-dong, Mapo-gu, Seoul 07:00

“Naemi… tokonya masih tutup… hehehe… aku lupa sekarang masih terlalu pagi… kita akan kemana sekarang?” kata Woohyun sambil membalikkan mobil dan kembali ke jalan raya.

“Bagaimana kalau kita mengunjungi Nanna… aku sudah merindukannya…”

“Baiklah… kita akan ke Nanna sekarang…. Hmmm Naemi…”

“Ye…”

“aku tak akan menceraikanmu… Maafkan aku yang telah berpikir terlalu bodoh… aku tak akan pernah sekalipun melepaskanmu…” kata Woohyun sambil merebut tangan Naemi lalu menciumnya.

“Oppa… aku juga tak akan mau meninggalkanmu… gomawo… telah memaafkan kesalahanku…”kata Naemi, sekarang ia yang mencium tangan Woohyun dengan lembut.

“Hum…benar kata Kim. Kita masih bisa membuat anak seperti Nanna lagi… hihihihi”

“Oppa…. Bolehkah aku membuka maskerku hihihi”

“Ye…” kata Woohyun sambil membelokkan mobilnya.

“Oppa… kau lihat wajah Sonyoung tadi? Dia gadis yang cantik… kurasa… wajahnya dan Nanna… ada sedikit kemiripan… mungkin kalau Nanna hidup dan bisa berkembang menjadi lebih dewasa… ia akan punya wajah yang sama seperti Sonyoung…” kata Naemi sambil membelai wajahnya sendiri.

“Begitukah? Wah… aku terlalu takut melihat wajahnya… Naemi… aku ingin anak laki-laki… ya.. ya…” Woohyon memohon pada Naemi di iringi senyuman manisnya.

“hehehehe…. Apakah kau takut dengan kecantikan anakmu sendiri nantinya? Aigooo… kenapa penyakitmu itu tetap ada hehehehe…” kata Naemi.

“hehe… iya… aku masih saja sakit seperti dulu… tapi kau sudah sembuh kan? Tak perlu periksa bersama Minsoo lagi kan?” sindir Woohyun tiba-tiba.

“hmm….” Naemi hanya berhumming

“wae?” Tanya Woohyun sedikit penasaran, karena Naemi hanya menanggapi dengan gumaman yang berjuta arti.

“hum… andwae… aku tidak akan pergi ke rumah sakit lagi… mereka sudah menyatakan aku sembuh” kata Naemi, ia membuka jendela mobil dan mengeluarkan tangannya.

“Apakah kau tak bahagia? Naemi… jujurlah padaku…” Tanya Woohyun sambil sekali-kali melihat wajah istrinya yang sedikit melankolis

“hummm?” Naemi kembali duduk seperti biasa. Lalu menutup jendela mobilnya “Andwae… hehehe… aku bahagia….” jawab Naemi dengan wajah yang datar, Woohyun tampak begitu khawatir dengan apa yang ia lihat saat itu. Apa yang terjadi dengan Naemi?

To be continue
Anonim mengatakan...

naemi jangan sampai kau suka sama minsoo dia i2 tdk pantas untuk mu. Dan U/ Kim kalau orng lg konsentrasi jangan di ganggu! arra? hehehe .tag ke aku part 3nya dong! Jebal
fb : Yolanda Septiningsi
.gomawo

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler