- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction : New Life Part 22



"Sebelum membaca klik BAGIKAN / SHARE ya..... supaya banyak yang baca dan menikmati cerita ini... hehehe"

Author : Ayuna Kusuma

Genre : Romance.

Maincast :

Hyorin : Bora SISTAR
Hoya : Hoya Infinite
SungYeol : SungYeol Infinite
Joo Park/JP : Woohyun Infinite
Shin Eunji : Lim Soo Jung


“Huaaaammm…” Kuretakkan otot-ototku yang kaku… aku sama sekali tak ingat dengan kejadian kemarin. Kugeser tubuhku ke kiri, dan memeluk bantal yang ada di sampingku. Tapi… bantalnya punya rambut?... dan kulihat Hoya sedang menatapku dengan matanya yang bulat.

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAHHHHHHHH!!!!!!!!!!” Kami sama-sama teriak, dan meloncat menjauh. Bagaimana bisa ia di kamarku?.

“MWOO!!! HOYA!! Keluar kau dari kamarku!! EOH!!! Apa yang kau lakukan padaku? Kau menodaiku???” aku panic memeriksa keadaan diriku, tapi tubuhku masih tetap sama, aku meloncat-loncat, tak ada yang terasa sakit. Kata Sonya seorang wanita yang di rampas mahkotanya, ia akan merasa sakit kalau melompat.

“HYAK!!! Kau yang keluar!!!... ini kamarku Babo SUBOK!!!!” teriak Hoya, aku selesai melompat karena tak ada yang sakit di tubuhku, dan kulihat Hoya melihat miliknya. “Oh?? Aku tak melakukan apapun denganmu… LIHATLAH!! Aku masih memakai dalaman yang rapat seperti ini!!!” kata Hoya sambil membuka celananya.

“AAAAAAAAAAAHHH!!!!!” aku langsung kabur keluar. Apa-apaan ini, dia memperlihatkan miliknya padaku?... walaupun masih tertutup kain, aku ahss…. Babo…

Di dapur aku menemukan roti dan selai nanas, juga susu yang hampir saja basi. Aku terpaksa menuangkannya di dua gelas kaca, dan menyiapkan roti bakar isi selai nanas untukku dan Hoya. Setidaknya ia sudah berbaik hati mau membawaku menginap di rumahnya yang super gadget ini.

Aku memikirkan lagi kata-kata Hoya… ia mengatakan sudah mulai mencintaiku? Ommo… bagaimana bisa?... orang segalak dia jatuh cinta padaku?. Lalu apa yang terjadi denganku semalam? Mengapa aku bisa tidur di tempatnya.

“Hoya~~~~!! Sarapanmu kuletakkan di meja kerja~!!” teriakku, aku kembali ke kamar yang di sediakan Hoya untukku. Tapi Hoya terlanjur melarangku, ia menahan tanganku, wajahnya berkonsentrasi melihat tabletnya.

“Subok… kita harus segera rekaman. Semua orang tahu kalau kau akan menikah denganku, ayo ikut denganku…” kata Hoya sambil menarikku.

“Hoya… aku mau makan… aku kelaparan….” Kataku sambil menaruh piring yang penuh dengan roti bakar di meja.

“nanti akan kubelikan subok dan pizza… kau ikut denganku dulu…” kata Hoya, ia segera memakai jaketnya dan memakaikanku jaket.

“Bawa ini… kita harus mengembalikannya dan menyewa yang baru…” kata Hoya, sambil mengunci pintu rumahnya.
Ia memberikan satu tas berisi baju yang kemarin kupakai untuk menghadiri pesta ibu Hoya.

“Hoya… apakah ini tak terlalu cepat? Dari mana mereka tahu kita akan menikah?” kataku agak khawatir menghadapi apa yang sekarang terjadi.

“Hmmm.. kau lupa siapa aku? Hyak?? Subok. Aku ini seorang artis. Aku tahu kalau kita melakukan rekaman ini.. aku bisa lebih terkenal hahahaha.. Jeppalli…. Masuk” kata Hoya sambil membuka kan pintu untukku. “Kau saja yang menyetir. Nanti dari butik, aku yang menyetir hahahaha” Hoya tertawa lagi.

“Haiss… ku kira… kau benar-benar mencintaiku.. ternyata kau hanya memanfaatkanku…” godaku sambil menyalakan mobil.

“Aku sudah membayarmu… tadi malam aku sudah transfer gaji mu 5jt won, ke rekeningmu… aku lebihkan sedikit untuk membayar supirku Subok hahahahaha….” Hoya memakai sabuk pengaman lalu membuka lagi tabletnya, sambil senyum-senyum sendiri.

“Kita akan kemana sekarang?” tanyaku sambil menyalakan gps.

“Ke Butik kakakku…” jawab Hoya, ia sama sekali tak melihatku.

“Subok.. subook… hahahaha… kau lihat ratingku di berita dan gossip minggu ini? Aku ada di peringkat pertama hahahahaha… akhirnya aku bisa kembali mendapatkan jadwal syuting. Tadi pagi managerku bilang kalau aku dapat beberapa film dan harus pergi ke Jepang untuk syuting hahahaha… berkat kau Subok… semuanya akan membaik, I love you” kata Hoya

“HYAKK!!! Jangan dorong porselingnya~!!!!” kataku sambil menyingkirkan tangannya yang mendorong tanganku dan porseling mobil. Haiss.. aku tau dia ingin menyentuh tanganku dengan lembut, tapi rupanya Hoya pria yang begitu kuat, hampir saja aku mengacaukan acara menyetir di pagi hari.

“Hehehee… mianhae… Eunji…”

“Mwoo??? Kau tak memanggilku Subok?”

“anni… hehehe… kita akan menikah… aku harus memanggilmu Eunji… hehehe” kata Hoya berpura-pura senyum padaku, tapi tunggu sebentar lagi, ia akan marah padaku. Aku sudah hafal bagaimana tingkahnya.

“Apakah kita benar akan menikah? Bukannya mantan istrimu ingin kembali padamu eoh? Apa kau tak mau dengannya? Dia lebih cantik dariku, eoh…? Apa kau tak berpikir lagi?” godaku, aku menyembunyikan senyumanku ketika melihat wajah Hoya kembali seperti monster. Ia melihatku seperti ingin meletupkan semua kemarahannya.

“HYAAAAAAK!!! SUBOK!!!” teriaknya.

“Nah… begitu… panggil aku Subok… hehehehe” kataku.

“beraninya kau mempermainkanku Hah?? Siapa bos di sini sekarang HAH??” dia masih saja marah denganku, tapi aku hanya bisa membalasnya dengan senyuman.

“menurut buku yang pernah kubaca. Kalau suami dan istri itu posisinya berbeda. Istri sebagai bos dan suami sebagai pekerja.. hahaha… sekarang aku calon istrimu… jadi aku calon bosmu Hoya HAHAHAHAHAHAHHAA~~~~~~~!!” akhirnya aku bisa tertawa begitu keras membalasnya.

“HYAAAAAAAAAAKK SUBOK~~~~!!” Hoya berteriak tepat di telingaku, kuhentikan mobil Hoya di pinggir jalan.

“Hyak… Hoya…bisakah kau menjaga sikapmu? Kalau kau terus seperti ini. Wanita manapun tak akan betah tinggal dekat denganmu… okey… arra?” Hoya hanya menatapku. Kunyalakan mobilnya dan mulai melaju ke butik milik kakak Hoya.

***

Mobil Hoya sudah berhenti di depan butik kakaknya, ia membukakan pintu untukku, lalu menggenggam tanganku, mengajakku masuk ke dalam butik kakaknya yang serba pink.

Di dalam butik, ada pekerja butik yang kemarin menerima kemarahan dan teriakan Hoya dan satu wanita yang begitu cantik, ia memakai baju rajutan yang tebal berwarna maroon, sepatunya juga begitu tinggi, tak seperti yang kupakai. Ia tersenyum pada Hoya lalu padaku.
Kami mendatanginya, dan Hoya memeluk wanita itu dengan pelukan yang begitu hangat.

“Nuna… ini.. Subok.. calon istriku” kata Hoya. Ia lalu meninggalkanku sendirian berdiri menghadapi wanita super cantik yang pernah kutemui. Senyumannya masih tetap hangat.

“Subok? Hihihihi….benarkah itu namamu?” Tanya kakak Hoya sambil menutupi mulutnya yang sedang tertawa dengan tangannya, begitu anggun, jauh dari yang kubayangkan.

“Subok!!! Itu panggilan kesayanganku… dan panggilan kesukaannya… nama aslinya Eunji~!! Kak… aku pinjam baju ini ya!!” kata Hoya dari belakangku, aku berpaling melihatnya, ia sepertinya sedang tertarik memilih baju daripada mengenalkanku pada kakaknya dengan sopan.

“Eun… ji…? Itu nama yang bagus… mantan kekasihku punya selingkuhan yang bernama Eunji… dan dia cantik sepertimu hehehe… Aku… Leemi…” kata Kakak Hoya sambil mengulurkan tangannya padaku. Aku pun menyambutnya dengan senang hati.

“Senang berkenalan denganmu Eonnie… sekarang… kau panggil aku Subok saja… aku lebih menyukai subok daripada nama asliku” kataku sambil berjabat tangan dengannya.

“HAHAHAHAHAHAHA~~~~~!! Hoya!!! Dia lucu sekali Aigooo… oh… aigoo… masalah mantan pacar dan selingkuhan itu aku hanya menggodamu…kajja… ikut denganku..” Leemi menyeretku menuju ruangan yang ada di dalam butik. Aku tak percaya, ia punya style tertawa yang sama seperti adiknya.

“Hoya sudah bilang padaku… kalau kau dan dia akan menghadiri konfrensi pers…aku harus menyulapmu menjadi lebih cantik hehehehe… ayo duduklah subok…”

Leemi mulai merias wajahku, ia membubuhkan beberapa bedak di atas wajahku, rasanya sedikit gatal, tapi kalau untuk membantu Hoya dan menghargai usaha kakaknya, aku akan menahan rasa gatal ini.

“Humm… wajahmu begitu halus… aku suka itu… subok..!! apa kau pernah bertemu Hyorin? Apakah ia pernah melakukan yang tidak-tidak padamu? Memakimu?” Tanya Leemi dengan nada yang berapi-api.

“Humm… kemarin waktu acara ulangtahun Ibu.. aku bertemu dengan Hyorin.. tapi Hoya bisa mengalahkannya dengan berbagai cara hehehehe”

“haiss… dia memang wanita gila… kau tahu kabarnya? Tadi malam suaminya yang lebih tua itu masuk ke rumah sakit dan hampir meninggal, anak tirinya bilang, Hyorin telah meracuni ayahnya selama berbulan-bulan. Kemungkinan ia akan berurusan dengan hokum. HAiss.s.. aku sangat bersyukur kalau wanita seperti dia masuk dalam penjara… kau tahu!!! Dia secara tidak langsung membunuh kekasih sahabat adikku… kasihan… aku ingin sekali menggantikan kekasihnya yang meninggal, tapi ia terlalu menutup diri huuuff…”

“Joo Park?” tanyaku kelepasan. Leemi melotot padaku sambil membuka mulutnya.

“WOOOOAAAAAAAAH!!! Kau tahu Joo Park??” Leemi teriak tertahan.

“Iya… sebelumnya aku bekerja dengannya, selama aku bekerja dengannya, ia sama sekali tak membawa wanita dalam pekerjaannya… mungkin ada kesempatan buatmu Eonnie… masuk dalam kehidupannya”

“WOAAAAAAAAH!!!!!!! Benarkah!!!!! SUBOK!!!!!!!” Leemi hampir saja merusak riasannya sendiri yang ia berikan di wajahku, ia mencubit pipiku hingga memerah “SUBOOOOOk!!!! Kau memang calon adik ipar yang BAIK~~~!!!” melihat aku kesakitan, Leehi pun melepas tangannya.

“subok… bantu aku mendapatkan Joo Park… hum… jeball…. Bantu aku… hum?” Leemi berlutut di hadapanku yang sedang duduk di bangku rias.

“Eonnie…jangan seperti ini…. Aku akan membantumu….kajja… jangan seperti ini… aku merasa tak enak hati” kataku sambil mengangkat tubuhnya.

Leemi pun memelukku, ia mempererat pelukannya.

“Subok… Hoya memang benar… kau adalah kehidupan baru yang bisa membawa kebahagiaan bagi keluarga kami…. subook… hum…. Sarangheyo…. Kau tahu… aku begitu mencintai Joo Park… kumohon bantulah aku…” Leemi masih saja memohon padaku, dengan senyuman akupun mengangguk setuju. Ya aku akan menolongnya.

“HYAK!!!!!!! APA YANG KAU LAKUKAN EOH!!! SUBOK!!! Kau memeluk Leemi… kapan kau memelukku??” Hoya mengulurkan kepalanya dan melihat kami di dalam ruangan VIP.

“HOYAAAAAAAAAAAAA~~~~!!!!! GET OUT~~~~~~!!” teriak kami berdua.

To be continue

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler