- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Classic Devil part 1



Seorang pria berjalan sendiri di gang sempit, sepatunya sesekali menendang genangan air hujan, yang semakin kotor. Sesekali pria itu berlari, berbelok ke kiri dan kekanan, ia tak tahu lagi, harus kemana membawa tubuhnya berlari.

Tangan kirinya masih membawa kantong bersuara gemerincing. Salah langkah, pria itu pun menabrak tong sampah yang lebih besar dari tubuhnya. Ia kembali membenarkan letak tubuhnya.

Menggoyangkan kepalanya hingga retak beberapa kali, lalu ia pun kembali berlari.

"KEJAR DIA!!!!! CEPAT!!!!" Suara teriakan dari belakang pria itu, membuat ia semakin mempercepat larinya.

Ada sekitar 4 pria berbaju polisi yang mengejar pria malang. Mereka semua bertubuh kekar, salah satu dari mereka membawa pistol yang tentunya kapan saja bisa menembus tubuh pria malang.

"AKU TAK BERSALAH!!!! KALIAN TANGKAP SAJA KORUPTOR Di ISTANA!!!" Teriak pria malang.

DAAAAAAZZZZZZZZZ!!!

DRRRRRRRRRRRRRRRRTTTTTTTT........ Suara tembakan beruntun membuat pria malang itu sedikit khawatir tentang keselamatannya. Ia berbelok ke kanan, dan ia pun tertangkap. Seorang pria kekar memakai baju serba hitam menariknya ke dalam rumah kecilnya dibalik gang sempit.

"Sssssssstttt......" Kata pria yang berbaju hitam pada pria malang. "ssstttt diamlah disini... biarkan mereka lewat dulu... baru kau bicara" kata pria berbaju hitam sambil mengintip keadaan di luar dari lubang di pintu.

Pria malang juga meniru aksi pria berbaju hitam, ia mengintip keadaan di luar dari lubang dinding. Keempat polisi itu masih mondar mandir mencari dirinya. Tak ada lagi yang bisa ia lakukan selain berdiam diri dan menunggu apa yang akan diperbuat pria berbaju hitam padanya.

Dalam hati pria malang itu, ia berjanji akan membagi hasil curiannya pada pria yang telah menolongnya, kalaupun pria yang menolongnya ingin semua hasil curiannya, ia pun akan memberikannya. Asalkan ia bebas dari sekapan, dan nyawanya tak habis.

Ini bukan saatnya mati, karna ada tiga pasang mata, dan tiga lambung yang menunggu dirinya di rumah.

To be continue

By Ayuna Kusuma
1949872013

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler