- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction : New Life Part 25



"Sebelum membaca klik BAGIKAN / SHARE ya..... supaya banyak yang baca dan menikmati cerita ini... hehehe"

Author : Ayuna Kusuma

Genre : Romance.

Maincast :

Leemi : You
Hyorin : Bora SISTAR
Hoya : Hoya Infinite
SungYeol : SungYeol Infinite
Joo Park/JP : Woohyun Infinite
Shin Eunji : Lim Soo Jung


***

Hoya masih menemani Sungyeol di kamar inapnya, sedangkan aku sedang berusaha mencari makanan untuk mereka berdua. Harusnya calon suamiku yang melakukan ini, tapi aku ingat kembali, aku masih berstatus sebagai pekerjanya, sekertaris pribadinya. Jadi aku tak bisa menolak apapun yang ia perintahkan, kecuali itu di luar batas kewajaran.

Sungyeol. Aku tak pernah menyangka orang setampan dia bisa mengalami hal yang tak menyenangkan seperti itu. Hyorin… dia berani-beraninya bilang kalau Sungyeol akan memperkosanya. Awas saja kau kalau bertemu denganku… Aku tak bisa sabar lagi menahan kemarahanku.

Jauh berjalan, akupun menemukan kantin rumah sakit yang ramai pelanggan. Aku mengambil tiga roti isi, tiga sosis bakar, dan tiga kimbab isi telur.

“Ahjumma… aku pesan tiga kopi dan ini semua” kataku pada pelayan kantin rumah sakit. Ia pun segera membuatkan kopi untukku. Menunggu Ahjumma melayani pesananku, aku membuka handphone dan melihat banyak sekali pesan dari Leemi.
Merasa tak enak hati karna lama membalas pesannya, akupun langsung menghubunginya.

“SUBOK!!!!!! WHERE ARE YOU!!!!!!??” Leemi berteriak begitu keras hingga panggilan yang tak ter loudspeaker masih bisa terdengar banyak orang.

“Ssssttt… Aku sekarang sedang di Rumah Sakit Eonnie… menemani Hoya menemui Sungyeol… Ah… Eonnie… bisakah kau pelan-pelan saja kalau bicara? Telingaku sakit sekali… hum…”

“Ye Ahjumma gomawo… ini uangnya” Setelah semua pesananku kubayar, aku melanjutkan obrolan melalui telephone dengan Leemi, ia mengatakan kalau sekarang di butiknya banyak wartawan yang menunggu Hoya kembali.

“ye ye ye…. Aku masih disini… wae Eonnie? Hmmm… Ommo!!! Kau akan ke rumah sakit? Ah….. yeye… baiklah… tempatnya di dekat Seoul Center. Hmm… okey… dangsin-eul gidaligo iss-eoyo……. Hum.. ye.. Annyeong…”

“Fuuuh…” gumamku, Leemi mengatakan kalau ia punya ide brilliant untuk mengatasi masalah ini semua. Baiklah… setidaknya ada yang membantu Hoya selain diriku.

***

“Mwoo!!!! Nuna akan kemari??” Hoya hampir saja melepas matanya karna melotot padaku.

“Ye…. Mianhae… aku tak mengatakannya sedari tadi…” Hoya bukan lagi berpura-pura melempar cangkir kosong padaku, tapi ia sudah melemparnya dan melukai kepalaku.

“Auw…!! Nappeun… Aku tadi kan sudah minta maaf eoh… apa kau tak dengar???” bentakku.

“Leemi!! Dia tak tahu apa-apa tentang Sungyeol dan masalahku!!. Bagaimana bisa ia ingin ikut campur… Haissss Subok!!! Kalau ada apa-apa langsung bicara padaku!!... kau tak tahu Leemi sering membuat ide-ide yang aneh… semua yang berantakan akan hancur kalau ia ikut campur… ah… jam berapa sekarang?? Aihsss… kapan ia datang… SUBOK!!! Kau harus tanggung jawab!!”

“Mwoooo” keluhku sambil memijat dahiku yang memerah, kulihat Sungyeol hanya tertawa melihat pertengkaran kami berdua.

“Hahahaha… kalian ini mau menikah… tapi tetap saja seperti anjing dan kucing… apa kalian tak lelah bertengkar seperti itu? aigoo…” ujar Sungyeol sambil memasukkan kimbab di mulutnya.

“Subok… ingat… kalau ada masalah… kau harus bertanggung jawab!!” bentak Hoya lagi.

“Ye… arraseoo arraseooo…” kataku, aku terpaksa memberikan senyuman pada Sungyeol, menandakan kalau apa yang dilakukan Hoya padaku bukan sebuah masalah. Aku masih bisa bertahan dengan pria dual life seperti Hoya.

BRAK!! Pintu kamar inap Sungyeol di banting Leemi, ia masuk dengan wajah yang sebelumnya tak pernah kubayangkan, matanya sama membelalaknya seperti adiknya. Leemi berbalik lalu bicara dengan orang-orang yang ada di depan.

“Manager Song.. suruh semua wartawan keluar dari sini. Aku akan bicara dengan mereka terlebih dulu. ARRA!!” Suara Leemi yang lantang mengingatkanku pada Hoya yang sekarang diam tak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan Sungyeol masih bingung, sama sepertiku. Mencari tahu dan menebak apakah yang akan terjadi selanjutnya.

Leemi datang kembali, Ia menutup pintu dan mengkuncinya, juga
menutup semua korden.

“Owh…. Jadi kau pria bernama Sungyeol yang berhasil membuat adikku menderita HAH!!!” Leemi langsung menyambar krah baju Sungyeol, ia menghentak-hentakkan pria itu dengan begitu keras.

“KAU TAHU APA YANG KAU LAKUKAN PADA HOYA HAH!!!!!!! TEGA SEKALI KAU!!!”

“Nuna… kau salah paham…” Hoya mencoba melarang Leemi, tapi sepertinya ia kalah galak dengan kakaknya.

“DIAM KAU!! AKU SEDANG MEMBELAMU!! HAISS… SUNG…YEOL!!! Apa yang kau inginkan dari adikku HAH!! APA KAU INGIN TERKENAL HAH!!! Arraseo….. Arraseo…. Aku sudah mengundang banyak pers agar kau terkenal… Ayo… Ayooo… Kajjja……. Kau harus mengaku semua rekaman itu palsu dan kau tersangka utamanya…” Leemi menyeret Sungyeol hingga ia terjatuh dari tempat tidur.

“geuman … Nuna… kau salah sangka.. lepaskan dia… dia tak bersalah…” Hoya kembali melarang Leemi dengan menarik lengannya, tapi Leemi cukup emosional kali ini.

“HOYA!!! Apa kau tak mau menghargaiku?? Kapan lagi aku bisa menyelamatkanmu HAH??”

“HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKSSSSSS geuman hae! geuman hae! geuman hae! geuman hae! GEUMAN HAE!!!!!!!” Hoya berteriak hingga telingaku terasa sakit. Leemi pun melepaskan cengkramannya di krah baju Sungyeol.

“Ommo…?? Apakah aku salah?” Tanya Leemi sambil memandangiku, aku hanya bisa menganggukkan kepala, tak berani berkata apa-apa.

“Ah… Apakah aku salah Hoya?” Hoya hanya melotot pada kakaknya.

“YE!! dangsin-eun teullyeossdagoidaaaa!!” Keluh Hoya sambil mengembalikan Sungyeol yang masih lemas ke tempat semula.

“Ah… ah… Ah.. Mianhae… Sungyeol… Jeongmal Jeongmal Jeongmal mianhae….” Kata Leemi sambil menggenggam tangan Sungyeol yang gemetaran karna takut dengannya.

“Anni... amu munje eobs-eum… hehee…” kata Sungyeol mencoba melepas genggaman tangan Leemi.

“Eonnie… kau membawa pers ke sini?” tanyaku tiba-tiba, aku tak bisa membendung lagi, ad aide menarik yang bagus untuk di coba. Agar semua masalah selesai hari ini juga.

“ye… aku sudah membawa mereka kesini… tapi… bagaimana sekarang? Hehe… aku tak tahu lagi…” keluh Leemi langsung lemas duduk di sebelah Sungyeol yang kali ini tertarik untuk menatap Leemi begitu lekat.

“Eonnie… Yang melakukan ini semua bukan Sungyeol, dia juga korban. Kau bisa menebaknya kan… siapa yang melakukan ini semua”

“HYORIN!!??!” Leemi tiba-tiba lari ke arahku. Ia menyingkirkan semua makanan yang ada di meja, lalu ia pun duduk berhadapan denganku, aku agak ketakutan ketika ia memandangiku seperti itu.

“Apakah Hyorin yang melakukan ini semua? Katakan padaku subok…” Leemi memohon sambil mengguncang bahuku.

“Haisss… Dasar wanita…!!” Hoya membentak kami berdua dari belakang. “YA!! Hyorin lah yang melakukan ini semua… lalu apa yang akan kau lakukan sekarang dengan pers yang sudah kau persiapkan didepan HAH??? Aku tahu… semuanya akan jadi seperti ini…. Pulanglah ke Butik… buatlah baju yang bagus… itu saja yang bisa kau kerjakan.. jangan urusi urusan orang lain…”

“HOYA!!!!!” Aku dan Leemi bersamaan membentak Hoya, ketidak sengajaan yang membuat Hoya tak tertarik berdebat dengan kami berdua.

“Eonnie… Hyorin adalah ibu tiri Sungyeol, ia menikah dengan ayah Sungyeol dan ingin merebut hartanya saja. Sungyeol pernah mengatakan pada aku dan Hoya kalau ia memergoki Hyorin yang selalu mencampurkan racun ke minuman ayahnya. Dan berita tentang rekaman itu bukan apa-apa bagi kami. Sungyeol lebih menderita. Hyorin mengaku pada Ayahnya Sungyeol kalau anaknya akan memperkosanya, tepat ketika wanita itu di kamar Sungyeol dan ingin merebut rekaman Sungyeol. Ayahnya TAGG… Langsung meninggal di tempat karena serangan jantung… Eonnie… Sungyeol tak bersalah… ia korban… seperti Hoya” Mendengar penjelasanku, bisa kulihat di mata Leemi yang bulat, sebuah kilasan airmata.
Leemi langsung bangkit dan berlari ke arah Sungyeol. Tak pernah kuduga, ia pun memeluk Sungyeol hingga pria itu tersentak.

“Sungyeoooool….. Mianhae…….. Aku tak tahu kalau kau juga korban dari wanita brengsek itu… mianhae… uhm… uhmmm…. Huks huks huks… mianhae…” Hoya geli melihat kakaknya yang bersikap seperti itu, ia pun beranjak mendekati Leemi dan melepaskan pelukan Leemi.

“Haiss… kau membuatku malu saja…”

“Hoya… aku merasa sedih sekali…. Sungyeol… jangan bersedih umm… aku akan selalu ada untukmu…” gumam Leemi hampir saja membuatku tertawa.

“Mwoo??” Hoya mendudukkan Leemi di sampingku. “Sungyeol… lupakan apa yang dikatakan Nuna… hehehe”

“Nuna… gomawo… aku akan selalu bahagia… kalau banyak orang yang ingin membantuku” kata Sungyeol.

“Hoya… bagaimana dengan pers di depan? Oh Eonnie… apakah manager Hoya juga ada di depan? Bagaimana kalau kita membuat konfrensi pers dadakan saja? Sungyeol harus menceritakan semuanya pada pers… kurasa itu lebih baik daripada kita melapor ke kepolisan sekarang… issue akan muncul dan bukti saksi pun sudah ada… kita akan bisa menjerat Hyorin dengan mudah… euhmm? eotteohge ?”

“WOAAAAAAAAAAAAAAH!!!!!!” Hoya berteriak, membuat kita bertiga yang ada di dekatnya meloncat shock. “SUBOK!!! dangsin-eun cheonjae!! EOH!!! HAHAHAHHAHA!!!!! Ye… kita akan menggelar konsfrensi pers sekarang….!!!”

"Yeah... Subok... kau memang Genius hahaha" Sungyeol pun menyetujui kalau aku genius hahaha. Seumur hidupku baru kali ini dua pria mengatakan aku genius. Sedangkan Leemi hanya bisa memelukku sambil tersenyum melihatku.

"Subok... kau memang calon adik iparku yang hebat hihihi" gumam Leemi.

"Hyaaaaaaaaaaaakkkkkkkkk!!!!!! DIAM KALIAN SEMUA!!!!! Hanya Aku yang boleh memanggilnya SUBOK!!!!!" Tiba-tiba Hoya berteriak, masih mempermasalahkan hal yang sama.

To be continue

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler