- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction PI-HAE - Part 1 - The Series



"Sebelum membaca klik BAGIKAN / SHARE ya..... supaya banyak yang baca dan menikmati cerita ini..."

Author : Ayuna Kusuma

Genre : Crime, Romance,

Location : 터널나이트클럽
495-50 Duryu 3(sam)-dong, Dalseo-gu, Daegu, South Korea

Maincast :

Jinyoung B1A4 : Young
Kai Exo : Ryu. Leader The Shadowman
Lay Exo : Lay

***

495-47 Duryu 3(sam)-dong, Dalseo-gu, Daegu, South Korea 19.54

Seorang pria berlari menghindari polisi yang mengejarnya jauh di belakang, beberapa kali ia menabrak tiang listrik, kotak pos, bahkan menabrak beberapa orang yang berjalan berlawanan arah dengannya. Pria jangkung yang berlari itu dengan cepat mengeluarkan pistol caliber 22 dari sakunya, ia memasukkan beberapa peluru di dalamnya, lalu bersiap berpaling, menembak polisi yang berani-beraninya mengejarnya.

DAZZZZZZZZZZZZ

DAZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZ

DRAAAAAAAAKKK

Pistol caliber 22 yang sudah dipasang peredam suara itu berhasil menembus dada kedua polisi, dan melubangi kaca salah satu mobil yang terparkir di jalan.

“HAIISSSS!!!” Pria itu membuang pistolnya yang sudah kosong dan tak berguna, ia tak sempat menaruh pistolnya di saku, karna terlalu tergopoh-gopoh, salah satu polisi berlari ke arahnya.

“HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA HYUUUUUUUUUUUNGGGGGG dowa jwo!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Teriaknya sambil memepercepat larinya.
Polisi yang ada di belakangnya pun masih mengejarnya, tak putus asa, ia menghubungi beberapa kru kepolisian yang lainnya agar membantunya menangkap pria tadi.

Salah seorang pria yang berdiri di sebelah bar, menghampiri pria yang lari di kejar polisi itu.

“LAY!! Lay!!!” Panggil pria yang baru saja bertemu dengan temannya yang berlari bebas menghindari polisi.

“HYAAAAAAAAKK BABOYAAA!!!!! JANGAN IKUTI AKU!!!!!” Teriak Pria yang bernama Lay, pria yang berhasil membunuh dua polisi dalam dua kali tembakan. Lay terus saja mendorong temannya agar tak
ikut lari bersamanya.

“JANGAN IKUTI AKU!!! naleul ttalahaji maseyo!!!!!!! YAK ASSSSSS!!!” Lay kembali mendorong pria yang berlari disampingnya, tapi pria itu masih berlari menyamai posisi Lay.

“Apa Polisi ada dibelakang kita???”

“YOUNG!!!! naleul ttalahaji maseyo!!!! EOOOOOOH!!!” Lay menendang Young hingga terjatuh, tapi pria itu berhasil bangkit lagi, ia pun mengeluarkan pistol dari saku jaketnya. Tak lama polisi pun berhasil menyusul Lay, Young yang bersembunyi di balik tong sampah, berhasil menembak tepat di kepala sang polisi yang mengejar temannya.

“YES!!” Gumamnya, ia pun mengeluarkan peluru dari pistolnya, lalu meletakkan pistolnya di saku jaketnya. Ia berlari lagi mengejar Lay yang terus berlari di depannya. Meninggalkan mayat Polisi yang sudah di kerubungi remaja-remaja labil.

“HAHAHAHAHA LAY!!!!!!!!!!!!!!!! geuman!!! Geuman!!!!!! LAY!!!” teriak Young sambil meraih bahu Lay yang terus berlari, dengan kekuatannya, ia pun bisa menghentikan Lay yang berusaha menghindar.

“ geuneun jug-eossdaaa… aku sudah membunuhnya… gominhaji anhneunda… eoh… hehehee” bisik Young sambil mengatur nafasnya.

Lay pun memeluknya selayaknya pria sejati. “GOMAWO Eoh…!! Gomawo!!” kata Lay, ia pun melepas pelukannya lalu menunduk memijat kaki yang sudah lelah berlari sedari tadi.

“Huufff…. Aku hampir saja…. Tertangkap… Polisi akan menjebak Hyung dengan seorang wanita… aku harus cepat-cepat melaporkan padanya… Kau tahu… aku baru saja mendapatkan berita itu langsung dari kantor polisi….” Lay pun berpindah posisi, ia memasukkan koin ke dalam mesin minuman kaleng.
DAKK!! DAKK!! Ia tendang dua kali, dan dua minuman kaleng pun keluar dari mesin. Ia memberi salah satu minuman pada Young.

“Aigooo… aku lelah sekali… minumlah….” Gumam Lay sambil merebahkan diri ke dinding sebuah bar.

CAZZZZZZZZZZ suara kaleng minuman segar yang baru saja di buka. Lay meneguknya dengan rakus, sedangkan Young hanya menunggu temannya minum dan menjelaskan apa yang terjadi.

“hhuuumm AHHH….. segar sekali….hehee… kau hebat sekali Young… apa yang kau tembak tadi?” Tanya Lay sambil menepuk punggung Young yang ada di sebelahnya.

“Kepalanya… kuhancurkan kepalanya dengan sekali tembak… hehehehe… Lay… katakan padaku… apa yang terjadi?” Young pun meminum soda yang ada di tangannya. Pandangannya tak lepas dari Lay yang mencoba menceritakan kejadian apa yang di saksikannya tadi.

“Kau tahu kan… The Madman begitu membenci The Shadowman… saat Hyung menjadi pemimpinnya… Penghasilan The Madman menjadi lebih kecil dari sebelumnya… Kau tahukan bagaimana Hyung mengelola The Shadowman hingga menjadi besar sekarang ini… Hyung tak pernah lagi bekerjasama dengan The Madman, semua hubungan keluarga dengan The Madman ia putus, hingga beberapa Bandar uang yang dulu di miliki The Madman kini merugi……”

“Anni… aku tak tahu masalah itu… makanya aku Tanya padamu.. lalu apa hubungannya dengan polisi?”

“haiss.. babo” Lay memukul kepala Young sambil tertawa. “The Madman bekerjasama dengan kepolisian Daegu untuk menangkap Hyung… mereka membongkar semua operasi The Shadowman. Kemungkinan peristiwa penangkapan itu akan terjadi dua kali… dulu ketika Changjun dan sekarang mereka akan menghabisi The shadowman terutama kita berdua… Young… kita harus segera menjelaskan ini pada Hyung…”

“Lalu… Lay… kau bilang tadi… seorang wanita? Apa hubungannya dengan Hyung??”

“Ah……. Molla…… aku tak tahu apa yang direncanakan mereka… salah satu anak buah The Madman yang datang ke kepolisian mengenaliku, saat aku berlatih menembak disana… mereka mengejarku…”

“MWOOAHAHAHAHAHA….. jadi kau berlari selama itu? sekarang pukul 8 malam… kau tadi pamit padaku pukul 6 sore hahahahaha”

“HYAAAAAKSSS BABOYA!!! Tega sekali kau mentertawaiku HAH!! HAH!!” Lay memukul pantat Young berkali-kali, tapi sepertinya temannya itu menikmati ketika Lay bercanda dengan cara yang tak normal.

“Hahaha…. Lay Moron… Kajja… aku akan mengantarkanmu ke Hyung… kulihat tadi ia bersama beberapa klien ke Tunnel Nightclub” Kata Young sambil berlari menjauh dari Lay.

“Young!!!!! GOMAWO EOH!!!!!!!! HAHAHAHA… Aigooya… dia sudah menyelamatkan hidupku lagi kali ini…” Lay mengikuti Young berlari dibelakangnya, ia sesekali melihat beberapa mobil polisi datang menghampiri mayat polisi yang sudah dikerubungi banyak remaja penikmat dunia malam.

***

495-50 Duryu 3(sam)-dong, Dalseo-gu, Daegu, South Korea Tunnel Nightclub 20.00

Seorang pria memakai setelan hitam, masuk ke dalam sebuah ruangan VIP yang disediakan Nightclub. Ia menyapa tiga orang yang sudah menunggunya di ruang VIP.

“annyeonghaseyo… sudah lama menungguku?” Tanya pria tampan itu, sambil berjabat tangan dengan ketiga pria yang menunggunya sedari tadi.

“Ye… Mr. Ryu . Kami harus memberitahukan pada anda mengenai Madman yang mengancam Shadowman akhir-akhir ini… anda harus waspada… kami tak ingin anda terluka… apa yang telah anda lakukan selama ini sudah membuat kami mendapatkan keuntungan luar biasa… kami tak ingin Madman ikut campur dalam bisnis kami di Daegu… biarlah mereka merusak bisnis kami di Pohang… asal bukan di Daegu… Ini beberapa oleh-oleh untuk anda” kata seorang pria berperawakan seperti orang barat. Ia memberikan satu box besar berisi gold beef merek terkenal yang mahal.

“Chongbong… ambil dan berikan pada anak-anak” Pria tua pendek yang berdiri di samping Ryu langsung maju dan mengambil box daging gold beef, ia pun menghilang keluar dari ruangan VIP meninggalkan bosnya sendirian di antara ketiga tamunya.

“Terima kasih… telah mengkhawatirkanku… The Shadowman… tak akan pernah lemah… biarkan The Madman mengancam kami… tapi kami akan tetap hidup di tengah kalian semua… apakah kedatangan kalian hanya mengatakan masalah ini? Apakah ada anak buahku yang merepotkan kalian?” Ryu membuka kantongnya lalu membuka cookie coklat kemasan lalu memakannya.

“Ah… Ye.. Mr Ryu… kami harus kembali.. semoga anda bisa menikmati hadiah dari kami” kata Pria lainnya, mereka berjabat tangan pada Ryu dan keluar dari ruangan VIP.
Ryu duduk bersandar di sofa yang lembut, sambil menikmati cookies coklat yang ada di tangannya.

“Hmmm… menjadi mafia… memang menyusahkan… Ji Eun… kalau aku banyak di buru… banyak orang ingin membunuhku… mungkinkah itu takdirku?... mungkinkah… itu yang harus kuterima? Karna aku telah membunuhmu… tanpa memikirkannya lagi…. Ji Eun… mianhae…. Kalaupun kau masih hidup… kau tak akan pernah bisa bahagia bersamaku… kau tak akan bisa bahagia… huh… cookie ini… apakah kau masih ingat Ji-eun… hari itu pertama kalinya aku memakan cookies seperti ini… dan… hari itu… pertama kalinya… aku jatuh cinta padamu… wanita yang harus kubunuh….”

“Mianhae… Ryu… kita harus segera ke pertuman Tuan Juseok malam ini” Kata-kata Chongbong membuyarkan semua bayangan Ryu. Ia pun menghapus noda coklat di bibirnya, merapikan jas hitamnya. Lalu berdiri layaknya sang perkasa.

Ryu tak pernah tahu, the Madman sudah merencanakan pembunuhannya dengan begitu detail, Lalu bagaimana dengan Lay, juga Young. Apakah mereka berhasil bertemu Ryu dan memberitahukan rencana Polisi yang akan menjebak Ryu dengan seorang wanita?.

To be continue

***

Bahasa Korea:
naleul ttalahaji maseyo! : Jangan ikuti aku!
dowa jwo!! : HELP ME!!
geuneun jug-eossdaaa… aku sudah membunuhnya… gominhaji anhneunda : Dia sudah mati, aku sudah membunuhnya, jangan khawatir.

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler