- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction PI-HAE - Part 2 - The Series





Author : Ayuna Kusuma

Genre : Crime, Romance,

Location : 터널나이트클럽
495-50 Duryu 3(sam)-dong, Dalseo-gu, Daegu, South Korea

Maincast :

Jinyoung B1A4 : Young
Kai Exo : Ryu. Leader The Shadowman
Lay Exo : Lay
Krystal F(x) : Amy Jung / Krystal


***

495-57 Duryu 3(sam)-dong, Dalseo-gu, Daegu, South Korea 20.24

Lay dan Young berjalan berdua di trotoar yang sudah berganti fungsi, beberapa orang menggunakannya sebagai tempat konser kecil, yang lainnya menjajakan dagangannya di trotoar. Malam ini walaupun panas dan pengap tapi banyak orang terlihat bersemangat menikmati hari mereka.

“Lay.. hahaha… lihatlah ada sosis bakar.. maukah kau membelikannya untukku?” Young berlari mendekati sosis bakar yang baru saja di beri bumbu. Matanya terpejam ketika ia menikmati aroma sosis yang menyengat. Tak tega melihat temannya kelaparan Lay membeli dua sosis, satu untuk dirinya dan satu untuk Young.

“Makanlah… hitung-hitung kau sudah menyelamatkanku lagi hari ini hehehe… nom nom nom… hummm… sosis yang enak Ahjussi!!” puji Lay pada penjual sosis, pria separuh baya yang sedang mengolah sosis dengan tangannya langsung tersenyum setelah mendengar pujian Lay.

“Lay… kurasa Hyung sekarang sudah berganti posisi. Kudengar dari salah satu anak buahnya ia ada acara di Homleongayo… Hyung harus bertemu dengan Tuan Juseok dari Gumi untuk membicarakan cabang bisnisnya di Gumi” Lay tersentak ketika Young memberi tahukan kabar mengenai acara yang harus di hadiri Ryu.

“Katakan lagi! Hyung harus bertemu dengan siapa malam ini?”

“Juseok. Gun Juseok”

“Oh Em Gi…. Young!! Ayo ikut denganku… kau harus mengantarku ke Homleongayo…!!” Lay langsung berlari ke salah satu café.

“Mwo?... apa ada yang salah dengan Juseok ?” gumam Young sambil menghabiskan sosisnya. Lay yang tadi berlari ke dalam café, keluar sambil tertawa. Ia melempar kunci mobil ke arah Young.

“Yap!! Aku mendapat pinjaman mobil… hmmm ah… itu mobilnya…!! Kau saja yang menyetir. Kartuku sudah habis masa” Kata Lay sambil
berlari ke mobil yang bercat merah darah.

“Lay!! Mobil siapa yang kau pinjam?” Young memencet tombol, dan pintu Chevrolet keluaran terbaru itu terbuka. Mereka berdua masuk ke dalamnya, menggunakan sabuk pengaman dan mulai meluncur di jalanan yang penuh oleh pejalan kaki.

“Aku… lupa namanya. Tapi dulu kami pernah berkencan” kata Lay sambil melihat GPS di mobil.

“Hahahaha… kau sungguh Bad Boy… sampai lupa nama gadis itu… hati-hati… kau akan kecewa kalau banyak mengecewakan wanita”

“Hum… Young bisakah kau fokus ? kita harus segera menemui Ryu. Gun Juseok adalah salah satu anak buah dari The Madman yang datang ke kepolisian tadi sore. Ia mengatakan akan menjebak Hyung… Aigooo… Apakah Mereka akan membunuh Hyung? Aigooo… aku tak sanggup menerima ini… Hyung sudah banyak membantu keluargaku”

“Lay… aku tahu… lihatlah!! Sekarang aku sedang menuju ke lokasi.. Hyung… tak ada mafia yang sebaik dia. Aku akan menyerahkan nyawaku hanya untuk menyelamatkannya…”

***

Homleongayojujeom 377-2 Bolli-dong, Dalseo-gu, Daegu, 21.12

“Selamat datang tuan. Tamu anda sudah menunggu di ruang VIP yang kami sediakan” kata seorang pelayan yang membukakan pintu untuk Ryu dan Chongbong yang berjalan di belakangnya.
Ketika Ryu berjalan banyak wanita yang memandanginya, memang, pria tampan tak jauh dari pandangan wanita. Pesona Ryu hampir saja membuat seorang pelayan menumpahkan bir di baju pengunjung bar.

Chongbong berlari mendahului Ryu, ia membukakan pintu untuk
bosnya.

“Silahkan Ryu…”

“Humm…” Gumam Ryu, Chongbong sangat di larang oleh Ryu bila memanggilnya dengan sebutan Hyung, karna Ryu memang lebih muda dari Chongbong. Dan kini Chongbong sudah ia anggap sebagai ayah yang menggantikan Changjun.

Di dalam ruang karaoke VIP, duduk seorang wanita cantik ditemani pria paruh baya. Rambutnya yang panjang hampir menutupi wajahnya. Melihat Ryu datang ia pun menghempaskan rambutnya. Ryu sedikit terhenyak setelah melihat wanita itu. Ia teringat seseorang yang dulu pernah ia kenal.

“Mr. Ryu!!... Selamat datang… aku sudang menunggumu dari tadi” sapa pria paruh baya sambil berjabat tangan dengan Ryu.

“Oh… mianhada. Kota ini hidup saat malam, jadi aku sempat terjebak macet tadi… Bagaimana kabar Gumi Mr Juseok? Apakah bisnis anda lancar? Apakah anak buahku membuat masalah disana?” Tanya Ryu sambil duduk di hadapan Juseok.

“Baik….. kenalkan… dia adikku. Krystal Lim” Juseok menyuruh adiknya menyapa Ryu, tapi gadis itu hanya menunduk tak menghiraukan.

“Oh… baiklah… apa tujuan anda datang ke Daegu? Apakah ingin menambah basis pengawalan untuk bisnis anda?” Tanya Ryu sambil mengeluarkan cookies lalu membuka bungkusnya, dan memakannya sedikit demi sedikit.

“Hmm…. Sebenarnya”

DRRRRRRRRRRRRRRRRRRTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT!!!!!

Suara tembakkan terdengar dari luar, teriakan-teriakan pun mulai bermunculan.

“Chongbong!!!” Ryu membuang cookiesnya ketika melihat tangan kanannya yang setia masuk dengan susah payah, di dadanya menancap banyak peluru.

“Ryu… selamatkan dirimu… Polisi sudah mengepung kita…” kata Chongbong untuk terakhir kalinya. Tubuhnya roboh dalam pelukan Ryu.

“CHONGBONG!!!!!! BANGUNLAH!!!!! GRRRRRAAAAAAAH!!!!” Ryu berteriak sekeras-kerasnya.

Juseok dan Krystal hanya tersenyum melihat peristiwa itu, mereka menunggu giliran bermain peran. Lima polisi masuk ke dalam ruangan, ia menangkap Ryu dengan begitu mudah. Krystal dan Juseok pun ikut di tangkap.

“Sekarang… tak ada lagi yang bisa menjagamu… Ryu!!HAhahaha… ternyata mudah menangkapnya” kata Salah seorang polisi.
Tapi Ryu tak tinggal diam, dengan Taekwondonya yang sudah terlatih, ia membanting polisi yang menangkapnya, begitu keras hingga meja yang terbuat dari kayu terbelah.

Polisi lainnya bergegas menembak. Tapi Ryu sudah lebih dulu mengambil pistol yang ada di sakunya. Dengan cepat ia memberondong tembakan hingga ketiga polisi yang dihadapinya terkapar tak berdaya. Mereka hanya terluka di bagian lengan dan kaki. Ryu sengaja tak membunuh mereka.

Semenjak ia membunuh Ji-eun. Ryu berjanji pada dirinya sendiri kalau ia tak akan mau membunuh lagi. Walaupun pekerjaannya menjadi mafia, ia tak akan pernah menghilangkan nyawa orang lain lagi. Karna kehilangan orang yang Ia cintai begitu menyakitkan.

“Oh… hoohohoho… tak kusangka kau memang Hebat Ryu!!!” Teriak Juseok “Tapi kau tak bisa mengelak peluruku ini… hahaha” Juseok menodongkan pistol tepat di leher Ryu.

“Apa maksudmu Juseok? Kau yang mengirim semua polisi ? untuk menangkapku? Apa masalahmu denganku HAH!!!” Tubuh Ryu bergetar, ia tak kuasa menahan marah yang sudah memuncak.

“Anni… Aku tak pernah menyuruh mereka… mungkin… orang lain… Ryu… sudah kubilang… kalau bagianmu hanya 20 persen dalam bisnis ini… tapi kau… kau mengancamku hah…. Kau memutuskan hubunganku dengan The Madman yang pernah menjadi partner setiaku… jadi aku tak bisa bekerjasama denganmu lagi Ryu… mianhae hahahaha” Ketika pria itu melepaskan tembakan. Dengan cepat Ryu mengangkat tangan Juseok. Hingga tembakan menyasar ke atap dan memecahkan lampu.

“HYAAAAAAAK!!!!!!!” Ryu dan Juseok bergelut dalam kegelapan, mereka saling menendang, melempar, memukul bahkan menyerang dengan begitu cepat.

“Aku akan membunuhmu RYU!!!. Aku Akan membunuhmu!! HAhAHAHAHA….!!!” Teriak Juseok.

CRAKKK!! Sebuah pisau menancap di punggung Juseok hingga menembus dadanya. Ryu bisa melihat Krystal menusuk Juseok dari belakang. Wajah gadis itu penuh ketakutan ketika ia melakukan aksinya.

Tanpa menunggu Lama, Juseok sudah kehabisan nyawa. Tubuhnya mendingin dan kaku, Ryu menyingkirkan tubuh Juseok yang mati ke samping kiri. Ia melihat Krystal menangis sambil duduk memeluk kakinya.

“Kau…? Kau membunuh kakakmu sendiri??” Tanya Ryu sambil membersihkan kaosnya dari darah Juseok.

“….” Krystal tak menjawab pertanyaan Ryu, ia hanya menangis sambil menundukkan kepalanya. Tangannya yang bersimbah darah lunglai dan bergetar.

“Jaga dirimu baik-baik…” kata Ryu sambil berlalu. Tapi Krystal berhasil menahan kaki Ryu untuk melangkah lebih jauh.

“Dia… huks… dia bukan kakakku…. Aku di bayar untuk menemaninya… aku hampir di perkosa oleh anak buahnya… kalau aku tak membunuhnya aku akan diperkosa malam ini secara bergiliran.. hukshuks huks… kumohon… selamatkan aku… aku harus kembali ke Gumi… bisakah kau mengantarkanku ke Gumi?” Krystal masih melanjutkan tangisannya.

Ryu yang sebelumnya tak tertarik dengan cerita Krystal, akhirnya mengangkat tubuh Krystal dan membantunya bediri.

“Ikut denganku… aku akan membawamu ke tempat aman untuk sementara.. Saat ini polisi sedang mengejarku.. dan kau sudah membunuh Juseok… Kalau keadaannya sudah aman.. akan kuantarkan kau ke Gumi”

“Benarkah? Oh terima kasih tuan…” gumam Krystal sambil mengikuti Ryu berjalan keluar nightclub.

Di luar Ryu membukakan pintu mobil untuk Krystal, gadis itu hanya tersenyum saja melihat caranya menipu Ryu telah berhasil seratus persen.

“Krystal.. Masuklah…” kata Ryu.

“Mianhae… Nama asliku bukan Krystal… tapi Amy Jung… panggil aku Amy..” kata Krystal sambil duduk di jok depan. Ryu hanya membanting pintunya, dan segera masuk ke mobil melalui pintu lainnya.

“Amy… pakai sabuk pengamanmu… aku akan mengemudikan mobil ini dengan kecepatan tinggi”

“Ye…” gumam Krystal.

Mobil Ryu lepas landas, melaju begitu cepat meninggalkan lokasi pembunuhan. Sedangkan mobil Lay dan Young baru saja sampai, mereka tak tahu kalau orang yang harusnya mereka selamatkan sudah kabur dari masalah. Di belakang Mobil Lay berderet mobil polisi mendekati nightclub. Lay dan Young tak tahu harus bersikap bagaimana lagi, ketika mereka turun dari mobil, Polisi sudah menodongkan senjatanya.

To Be Continue

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler