- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Songfiction : Beautiful Day



Author : Ayuna Kusuma

Maincast : Ji Chang-wook and You

Genre : Flash Romance

Song : One Way - Beautiful Day

***

Semenjak Appa jatuh sakit, aku terpaksa bekerja di pagi hari mengantarkan Koran, Susu, bahkan berbagai makanan yang dipesan ke toko ibuku semalam sebelumnya. Lumayan dalam sati hari aku bisa mengantongi uang pengiriman sampai 400.000 won.

Aku bekerja dari pukul 3 pagi sampai 6 pagi. Setelah itu aku pulang ke rumah untuk mandi, makan dan menyiapkan semua hal yang perlu kubawa ke tempat kerjaku yang sesungguhnya.

Bekerja di aquarium terbesar di Korea, melatih anjing laut, itulah pekerjaanku sebenarnya. Seharian bersama anjing laut, tak pernah membuatku bosan. Ada saja tingkahnya.

Seperti sore ini Anjing lautku tiba-tiba suka makan, mereka menghabiskan dua ember kecil ikan. Pengunjung yang datang pun bisa menyentuh, memainkan kumis-kumis mereka, dan bisa berenang bersama anjing laut yang sudah kujinakkan.

Aku melihat ada seorang pria yang membawa anaknya, sebenarnya ia sangat takut dengan Anjing Laut, tapi anaknya memaksa ingin mendekat.

"Sana... dengan Nuna itu saja...." kata Pria itu pada ayahnya. Tapi anaknya malah menangis sambil memukul-mukul pundak ayahnya. Hehehe... itulah moment yang tak pernah kulupa. Ada pria dewasa yang begitu takut dengan anjing laut.

Pria kekar yang takut anjing laut menghampiriku yang sedang menyuntikkan suplemen untuk bobi dan semua anjing laut.

"Mianhae Nuna... Aku sudah membayar untuk berenang dengan Anjing Laut... tapi aku terlalu takut. Bisakah kau membimbing ponakanku berenang bersama mereka? ahsss... lihatlah jantungku... hampir lepas ketika melihat mereka" Tiba-tiba pria itu mengambil tanganku dan menempelkannya ke dada.

"Oh... okey... siap...Ayoo... ah siapa namanya?" tanyaku agak kikuk, sambil melepas tanganku dari dadanya.

"Hima... Hima... kamu berenang dengan kakak yang cantik itu ya..." Woah..... Apakah aku cantik? orang bilang aku sudah seperti anjing laut, karna terlalu lama bersama mereka.

"Hima... Ayo ikut kakak... kita ganti baju renang dulu ya..."

"Yay....... anjing laut... berenang......" Akhirnya aku dan Hima berenang bersama, dan Pria itu hanya bisa melambai, menonton, kadang duduk, kadang berdiri, kadang ia ingin mendekat, lalu lari kebelakang.

Setelah selesai, aku segera mengganti pakaian Hima, dan mengantarkannya ke Pamannya, Entah mengapa aku begitu senang ketika pria itu mengatakan kalau gadis kecil ini hanya ponakannya.

Diluar kulihat pria itu mencoba mengatasi ketakutannya. Ia mendekat ke segerombolan Anjing Laut.

"UK UKH UKHUKH!!!" Tanpa terduga sebelumnya, pria itu terpeleset ketika Anjing Laut mencoba mendekatinya dari arah lain.

BUUUUURRRR!!! Pria itu masuk ke dalam kolam yang begitu besar di kelilingi Anjing Laut yang sudah kujinakkan.

"Nuna!!!!! Help Me!!!!!!!! Nunaaaaa!!!!" Teriaknya. ia timbul tenggelam. Hima kududukkan di bangku yang penuh mainan. Akupun berlari dan menolong pria itu.

Anjing laut memang begitu cepat akrab dengan manusia, hanya saja pria itu punya ketakutan yang terlalu besar. Anjing laut tak bisa memakan manusia, kalau marah ia hanya bisa menggigit.

Akhirnya dengan sekuat tenaga, aku bisa mengangkat pria itu ke atas kolam. Ia terkapar sebentar sambil mengatur nafasnya. Lalu menjauh dari kolam.

"Maaf... apa kau tak bisa berenang?" tanyaku sambil mengeringkan rambutku.

"Anni... ah... huuuff.... ahh... ANNIYAA.... aku bisa berenang... tapi mereka begitu menakutkan..."

"oh... hhohohoho.... mereka tak menakutkan... mereka menyenangkan iya kan Hima?"

"Ye!!" jawab Hima dengan lantang, tanpa menoleh pada kami berdua. Ia terlalu sibuk dengan mainannya.

"Nuna.... gomawo eoh... kau sudah menolongku... aigooo... aku bisa mati kalau kau tak menolongku... Ayo Hima... kita kembali... Ibumu akan mencari nanti"

"Ahmm... kau ingin ganti baju? aku punya stok baju pekerja disini... kau bisa mengganti bajumu... memakai baju yang basah akan membuatmu sakit nanti"

"Gomawo Nuna... Aku sudah membawa cadangan baju di mobil... Kajja Hima... kita harus pulang..." Pria itu menggendong Hima yang menangis tak mau meninggalkan mainan boneka di bangku bermain. Entah mengapa senyuman pria itu saat terakhir kali, membuatku ingin melihatnya lagi.

***

Pagi ini begitu cerah, pukul 2 aku sudah bangun dan mengantarkan semua pesanan dengan sepeda. Ibu menyuruhku lebih pagi, karna jumlah kiriman sudah meningkat. Kalau meningkat seperti ini harusnya ibu menambah pekerja. Tapi keadaan ekonomi yang buruk seperti ini, aku tak mau mengajukan pendapat itu. Kalau aku masih kuat mengantarkan semua ini. Cukuplah aku pekerja mereka.

Brakkkk!!.

Sepedaku hampir menabrak seorang pria pejalan kaki. Rem sepedaku masih baru, jadi aku sama sekali tak melukai pria itu.

"Mianhae..."

"No problem... tapi jangan melamun kalau mengguna.... OH!!! Bukankah kau Nuna? Aquarium? Seminggu yang lalu... ingatkan kau kalau sudah membantuku? menyelamatkanku dari serangan Anjing Laut?"

"OH!!!!! Kau... Pria itu...."

"Ye... Namaku Changwook"
"Aku...."
"Nuna!! hehehehe aku tak pernah menyangka kita bisa bertemu disini. hehehe apa yang kau lakukan dini hari seperti ini Nuna?"

"Aku... mengirim pesanan ke rumah pelanggan... Oh... Kau Ji ChangWook yang tinggal di Rumah nomor 762 kan?"

"Ye... bagaimana kau tahu Nuna??"

"Karna di kompleks ini hanya ada satu orang yang punya nama sepertimu hehehehe... aku punya daftar penghuni kompleks ini... Yap... Ini Susu, 3 Surat kabar, dan roti pesananmu. Okey... aku sudah mengantarkannya... jadi aku tak perlu belok ke sana hehehe" Changwook mengambil pesanannya.

"Nuna... bisakah besok kau mengantarkannya ke rumahku?" Tanya Changwook sambil tersenyum padaku. Akhirnya aku bisa juga menikmati senyumannya sekali lagi.

"Ye... aku akan mengantarkan ke rumahmu besok...bye..."

"Bye... Nuna!!!!!" Teriak Changwook di belakangku.

***

Mulai hari itu, aku begitu senang mengantarkan barang walaupun harus bangun pukul 1 dini hari. Bertambah lagi langganan ibuku.

Ketika aku berhenti di rumah Changwook hari itu, aku menemukan sepucuk surat di tempat yang biasanya aku meletakkan pesanannya.

Surat kecil itu mengatakan "NUNA!!! SEMANGAT!!! Terima kasih kirimannya"

Keesokan hari, aku lebih bersemangat mengantar pesanan pelanggan. Sekali lagi aku menemukan Surat.

Hinggal 15 hari aku menerima surat dengan isi yang berbeda.

"NUNA!!! Terima kasih Eoh... Kau memang Luar Biasa"
"Nuna.... Aku sakit hari ini... bisakah kau mengantarkan aspirin besok?"
"Nuna... aku punya hadiah untukmu pakailah agar kau tak kedinginan" Dan Changwook pun memberikan topi rajutan yang selama ini kuinginkan. Ia selipkan bersama suratnya.

Surat yang terakhir hanya tertulis "Nuna... bisakah kau menelponku saat kau pulang nanti? ini nomor telpku 0109XXXXXXX"

Menerima surat terakhir, aku menjadi lebih bersemangat mengantarkan pesanan. Tepat pukul empat pagi, aku kembali ke rumah. Berlari ke lantai atas, dan mengunci ruang kamarku dengan rapat.

"Ah... apakah harus wanita dulu yang menelpon? ahss... hmmm... tapi ia sudah mengirimkan banyak surat... 15 surat hihihihi pria itu lucu sekali... okey.... aku akan menelponmu sekarang"

Tititititiiiiiiiiiiiiiii
tititititittttttttttttttiiiiiiii

"Oh... Yoboseyo.... ye... apakah aku terlalu pagi menghubungimu... hmmm.... cafe dekat aquarium? ah.... okey.... ye.... aku akan ke sana pagi ini... sebelum kerja... Ah... Changwook... terima kasih atas pemberiannya... sangat berguna bagiku"

"AHHHHHHHHH!!!!!!!!! Akhirnya... Oh... apa dia mengajakku kencan? Kencan?? HAHAHAHA" Udara pagi yang masih dingin tak menyurutkan niatku untuk mandi lalu menyiapkan semua yang harus kubawa ke tempat kerja.

***

Tepat pukul 8 aku datang ke cafe dekat tempat kerjaku, Changwook terlihat sudah menungguku disana. Ia tersenyum melihatku datang.

"Nuna!!! Kajja.. silahkan duduk hehehe" Sapanya.

"Ye... Apa kabar?"

"Mwoo? hehehe... Kabarku terlalu bahagia karna kau datang menemuiku pagi ini" jawaban Changwook hampir saja membuatku pingsan.

"Nuna... Selama 15 hari ini... aku selalu melihatmu dari balik jendela.. Woah... kau wanita supper... bekerja setiap waktu... Nuna... Aku mendengar kabar kalau Ayahmu pemilik toko itu sedang anfal. Kemarin aku mengumpulkan uang dari orang-orang sekompleks, untuk membantu pengobatan Ayahmu, Kajja... ambillah..."

"Aigooo... Changwook... apa kau menyuruhku menemuimu untuk ini? Aigooo... gomawo... tapi aku tak bisa menerimanya... kami masih bisa bertahan"

"Nuna..." Changwook mengambil tanganku dan ia meletakkan amplop penuh uang di tanganku. "Nuna... terimalah ini... ini adalah bantuan dari semua orang... bukan bantuanku saja... yang punya ide ini Pak Lim Sam. Beliau mengatakan kalau harus mengumpulkan uang untuk orang tuamu... kemarin waktu rapat kompleks"

"Oh... baiklah... Gomawo..." kataku sambil memasukkan uang ke dalam kantong tasku.

"Nuna..." Changwook ganti menarik tanganku yang sebelah kiri. "Dan ini... Ini dia... alasanku ingin menemuimu pagi ini...bukalah..." Changwook memberikan kotak bludru berwarna biru laut padaku.

"Bukalah...Nuna" kata Changwook padaku sekali lagi, ketika aku tak bisa berbuat apa-apa. Dalam pikiranku banyak sekali yang kupertanyakan. Termasuk "apa ini isinya?"

Dengan hati-hati aku membuka kotak berwarna biru laut pemberian Changwook. Di dalamnya ada dua cincin emas bertuliskan Changwook, Nuna? Aku memiliki nama... mengapa Changwook tak menanyakan namaku saja?? Eoh???

"Nuna... maukah kau menjadi kekasihku? Sudah lama aku merasakan ini... aku begitu meyukaimu... mengagumimu... dan mencintaimu saat ini..."

"Ah... tapi aku punya nama... kenapa kau menuliskan Nuna disini" Aku kelepasan. Changwook hanya tertawa terbahak-bahak setelah mendengarkan kata-kataku.

"Heehehehe... Nuna... Hanya Kau Nunaku... dan aku tak peduli siapa namamu... Aku mencintaimu Nuna..." Changwook mengambil tangan kananku, dia memasangkan cincin yang bertuliskan Changwook di jari manisku.

"Ah... Pas kan... Rupanya kita berjodoh. hihihi..."

"Mwoo?? Aku tak pernah mengatkan Ya.. I do... mengapa kau mengira aku menerimamu?"

"Tadi kau bilang kenapa aku tak menuliskan namamu disana? bukankah itu menandakan kau juga ingin menjadi kekasihku? hihihi"

"Ah....... Changwooooook.." kataku sambil berpura-pura memukul tangannya.

"Kajja... pasangkan cincin ini di tanganku" Aku pun memasangkan cincin bertuliskan Nuna ke jari manis Changwook.

"Nuna... Aku bahagia bisa bertemu denganmu. Hari itu... ketika kau menyelamatkanku dari serangan Anjing laut, itulah hari terindah yang pernah kurasakan. Bisa bertemu dengan gadis secantik dirimu diantara monster anjing laut yang luar biasa membuatku ketakutan"

"Hahahahahaha....Kencan pertama... aku ingin kau berenang dengan Anjing laut... okey?"

"Nuna.............!!! Andwae!!!... Kencan pertama... aku ingin membantumu mengantarkan semuaa pesanan.. hehehe"

"Okey... Aku setuju... HAHAHAHHAA!!!!"

"Nuna... I love you..." Changwook berdiri dan menarik bajuku, ia menciumku untuk pertama kalinya. Wah... mencium bibir yang memiliki senyuman maut, merupakan anugrah bagiku.

***

Setiap pagi, Changwook membantuku mengantarkan pesanan. Ia ke distrik sebelah kiri, dan aku bagian kanan. Setelah itu kami bertemu di sebuah taman yang dekat dengan penjual Kimbab.

Sarapan pagi di taman di temani Changwook juga Kimbab panas, adalah hal terindah yang pernah kurasakan. Keadaan Ayah sudah membaik, Beliau sudah menjalani dua kali oprasi pengangkatan Tumor di Kakinya.

Changwook.... kalau saja hari itu kubiarkan kau tersiksa di antara Anjing Laut... Aku tak akan bisa sebahagia ini sekarang. Gomawo Changwook.

The end





***
One Way - Beautiful Day

jeo nopeun haneurwiro meolli naragane (It's flying high to the sky)
baramtago meoreojigimanhae (on the wind its flying far)
naui jageun jongibihaenggi (my little paper airplane)
jeobeonallyeobonaebeoryeotji (I folded it and threw it away)

oneuldo nan dasi narabone (I'm flying again today)
nalgaejiseulhamyeo kkumeulkkune (flapping my wings and dreaming)
naui jageun jongibihaenggi (my little paper airplane)
nuga mworahaedo gwaenchanha (it's ok what people say)
its a beautiful day (its a beautiful day)

[Rap]
nuneultteujamaja eomma jansorie yeonta
(As soon as I opened my eyes to mom's nagging)
ilguhagijeonkkajineun neon achimbabeopda
(she told me "no more breakfast until you find a job")
daechung jueo ipgo jibe nawaseoseo
(I put on my clothes and came outside)
hansumbaetgo haetbicheun ttagawo sokkkaji ta
(with a sigh, the sun is hot and I'm stewed inside)

[Rap]
sesangeun neomu bappeunde nan waeiri nareunhanji
(the World is so busy but why am I so lazy)
nunkkamppakhamyeon haruga waegeuri ppalli ganeungeonji
(time flies fast like a blink of an eye)
moduga nareul harujongil gyesok apbakhae
(Everybody is on me throughout the day)
naega boneun siseon majeo gariryeogohae
(trying to cover my sight)

[Rap]
gakkeumeun saenggakhae nan moduwa oettanseom
(sometimes I feel like a lonely island)
nan ganseop ttawin eobseo geujeo hollo nan seoisseo
(no body cares and i just stand by myself)
geunajeona eonje ttukkeong yeollin chatabolkka
(anyhow, when will I be able to ride an open car)
eonje jipsago eonjejjeum naneun chulsehalkka
(when will I buy a house and when will I make it)

and I know
modeungeoseun show (everythings a show)
geunyang useobeoryeo nan (I just smile)
saramdeul modu biuseodo (even people laugh at me)
I'll be alright (I'll be alright)

but I know
modeun hyeonsireun blows (this whole reality blows)
maranhaedo jal ara (you don't have to tell me, I know)
nan cheoldeulgisirheun eorinai(I dont wanna grow up)
I'll be alright (I'll be alright)

jeo nopeun haneurwiro meolli naragane (It's flying high to the sky)
baramtago meoreojigimanhae (on the wind its flying far)
naui jageun jongibihaenggi (my little paper airplane)
jeobeonallyeobonaebeoryeotji (I folded it and threw it away)

oneuldo nan dasi narabone (I'm flying again today)
nalgaejiseulhamyeo kkumeulkkune (flapping my wings and dreaming)
naui jageun jongibihaenggi (my little paper airplane)
nuga mworahaedo gwaenchanha (it's ok what people say)
its a beautiful day (its a beautiful day)

[Rap]
chilchilmajeun airae (people say I'm clumsy)
nae nai gabtjom harane (people say act your age)
naneun mommankeojin cheori deuldaman
deoltteoreojin airae
(people say your a just a big kid lousy kid)

[Rap]
eobseoboyeodo kkumdeureun saljjyeotji nan
(but my dreams are fat)
ttatteutan naemamdo sallo ttajimyeon nan biman
(if the warmth of my heart is fat, I'm overweight)
geunyeodeurui jogeon oejechaneun mujogeon
(girls want foreign cars)
geudaesin maeil tajulkke yujacha joheungeo
(instead, I'll make you a foreign tea)

[Rap]
eoneusae moreuge (with out knowing)
I wake up and I'm grown up (I wake up and I'm grown up)
sigani ganeunge salbeolhae gakkeumssik ibi bassak mallabeoryeo
(time flies so fast that my lips dry up)
and I know n I know (and I know n I know)

[Rap]
malhajianhado areo (you don't have to tell me)
geunsim geokjeong ttawin jeobeo jeomeolli nallyeobeoryeo
(throw all of your worries out)
jongibihaenggi naneun jageun bihaenggi
(paper airplane I'm a little paper airplane)
nalgaejit mak sijakhan nae iyagi
(my story just started flapping its wings)

and I know
modeungeoseun show (everythings a show)
geunyang useobeoryeo nan (I just smile)
saramdeul modu biuseodo (even people laugh at me)
I'll be alright (I'll be alright)

but I know
modeun hyeonsireun blows (this whole reality blows)
maranhaedo jal ara (you don't have to tell me, I know)
nan cheoldeulgisirheun eorinai(I dont wanna grow up)
I'll be alright (I'll be alright)

jeo nopeun haneurwiro meolli naragane (It's flying high to the sky)
baramtago meoreojigimanhae (on the wind its flying far)
naui jageun jongibihaenggi (my little paper airplane)
jeobeonallyeobonaebeoryeotji (I folded it and threw it away)

oneuldo nan dasi narabone (I'm flying again today)
nalgaejiseulhamyeo kkumeulkkune (flapping my wings and dreaming)
naui jageun jongibihaenggi (my little paper airplane)
nuga mworahaedo gwaenchanha (it's ok what people say)
its a beautiful day (its a beautiful day)

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler