- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Songfiction : Number One





Author : Ayuna Kusuma

Genre : Flash Romance

Maincast : You and Jinyoung

Song : Togeworl / Lim Kim - Number 1

***

Ditengah hujan aku berlari dari satu tempat teduh, ke tempat teduh yang lain. Sore ini aku harus menggembalikan buku yang telah lama kulupakan. Sudah tiga bulan aku tak mengembalikan buku yang kusewa di persewaan buku Togeworl.

Sebenarnya aku begitu takut, kalau pengurus persewaan buku itu memarahiku, bahkan aku lebih takut kalau mereka meminta banyak uang denda padaku, Karna dalam kantongku aku hanya menyimpan 10.000 won yang tadi pagi diberikan Eomma untuk uang saku selama satu minggu.

Dari kejauhan aku bisa melihat persewaan buku Togeworl masih buka walaupun hujan. Kutenangkan diriku sebentar saja. Dalam hujan aku kembali berlari, sambil menyebrangi jalan raya yang begitu padat.

Sampai di depan toko buku, kulihat penjaganya sudah berbeda dari tiga bulan yang lalu. Ada ide bagus dalam pikiranku, bagaimana kalau aku sobek saja kartu pinjam yang menempel di buku. Toh mereka tak pernah menghubungiku mengenai keterlambatan ini.

Aku sobek lalu kutinggalkan bukunya di kotak surat besar yang terpajang di depan Togeworl, bagaimana kalau begitu? Aku bertanya pada diriku sendiri. Kulihat ternyata kotak pos besar itu milik salah satu perusahaan pengiriman barang. Bukan milik Togeworl.

Terpaksa aku masuk ke dalam persewaan buku yang penuh dengan orang. Kulihat penjaga yang baru sepertinya usianya sama denganku, pria itu mengenakan topi biasa yang bisa menutupi matanya. ia mungkin tak melihatku.

Kuletakkan buku yang kupinjam tiga bulan yang lalu, di rak buku yang kubelakangi. Sambil terus mengawasi pria penjaga Togeworl.

Yes... ia tak melihatku. Buku pun sudah kukembalikan, dan kini aku bebas dari denda. hahahaha.

"jamkkanman!!" Tegur pria penjaga Togeworl. Aku tak bisa berpikir apapun saat ini. Dengan langkah ratusan ribu. Aku keluar dari Togeworl.

"HYAAAAAAAAAK!!! jamkkanman~!!! geuman !!! geumaneee!!!" Pria itu masih meneriakiku dari jauh. Kucoba untuk berbalik dan melihat kebelakang. Pria itu memakai mantel dan bersiap-siap mengejarku.

"Aisshh!!! eotteon-e daehae?" keluhku. Aku terpaksa berlari lebih cepat menghindari kejaran pria penjaga Togeworl.

Berlari dan berlari di bawah hujan. Belok kekanan, belok kekiri. Aku sempat bersembunyi dibalik mantel ahjussi yang begitu lebar, tapi pria itu menemukanku begitu cepat.

"HYAAAAAAK!!! silhaenghaji!!! Eoh!!" Pria itu hampir saja menarik tanganku. Tapi aku tak bisa tertangkap begitu saja. Aku atlit marathon di sekolahku. tak ada siapapun yang bisa menangkapku ketika aku sudah berlari.

Apakah harus mengejarku sejauh ini? eoh?. Aku sudah mengembalikan buku mereka. Apakah mereka masih ingin uangku. Ah!! Aku baru ingat, aku masih punya uang 5.000 won di rumah. kalau 10.000 won ini kuberikan. Aku masih bisa makan di sekolah selama seminggu.

Akupun memberanikan berhenti di batas zebracross.

Brakk!!. Pria itu menangkapku seperti seorang polisi menangkap pencopet. Ia melipat tanganku ke belakang, lalu menyandarkanku ke dinding kaca sebuah cafe.

Ia sama sekali tak mau tahu bagaimana perasaanku ketika wajahku menempel begitu lekatnya ke kaca, dan membuat semua pengunjung cafe tertawa menikmati kesengsaraanku.

"Aigoo... Cepat sekali larimu... Apa yang kau curi tadi hah??" Tanya pria itu sambil lebih mendorong tubuhku ke dinding cafe.

"Aku tak mencuri..." jawabku dengan tenang. Kucoba melepaskan cengkraman pria itu, tapi ia tangannya yang kuat masih saja mencengkramku.

"MWOO!!! Lalu apa yang membuatmu lari dariku HAH??? Apa yang kau curi???"

"HYAAAAKK SEEKKIYAAA!!! AKU tak mencuri apapun dari TOGEWORL!!!" teriakku sambil mencoba melawan memukul pantatnya dengan kakiku.

"KYAAA!! AW AW AW!!" Pria itu kesakitan setelah menerima tendanganku. terang saja ia kesakitan, aku memakai sepatu yang begitu berat dan akan sakit sekali kalau menghantam pantatnya.

"AWASSS KAU!!" kata pria itu lagi, ia masih memakai topinya yang basah. mantelnya tak bisa menghalangi bajunya dari siraman hujan. Aku hanya tersenyum melihat ia begitu kesakitan sambil mengelus pantatnya.

"Ahjussi... aku tak pernah mencuri... tadi aku hanya mengembalikan buku milik Togeworl..."

"KALAU KAU MENGEMBALIKAN!!!...." Pria itu berlari ke arahku dan menahanku dengan satu tangannya... "Kau... kau gadis pelari di sekolahku kan??" tanya pria itu. Aku bisa melihat wajahnya yang berubah drastis.

"Aku hanya mengembalikan buku yang sudah 3 bulan aku sewa... tapi aku lupa mengembalikannya... aku takut sekali kalau kau akan memintaku denda yang begitu banyak... karna saat ini hanya 10.000 won yang kupunya... uhmmm... mianhae... bisakah kau melepasku? aku akan memberikanmu uang 10.000 won.." kataku sambil membuka dompetku.

"Ah... begitukah... woah... wajahmu cantik sekali...." gumam pria itu.

"Mwoo?? ah.. bisakah kau melepaskanku? tadi kau sudah mempermalukanku di depan semua orang di belakangku... kita impas arra?? ini uangnya..." kuberikan uang 10.000 yang kumiliki. Tapi pria itu masih tetap menikmati wajahku. Lama-lama aku menjadi tak enak bila menyadari kalau ada pria yang memandangku seperti itu.

"Aku... Jinyoung...Aku kakak kelasmu... setiap hari aku melihatmu berlatih... aku termasuk fansmu. hmmm sebenarnya aku mau saja melepasmu dari semua tanggung jawab. Tapi kau harus ikut denganku!!! Tak mengembalikan selama 3 bulan!!! dan berlari seperti pencuri!! mengembalikan tanpa tanda tangan!! itu sudah tindak kriminal!!"

"Hajiman.... Jinyoung... bisakah kau melepaskan aku?? aku sudah membayarmu 10.000 won kan??"

"Anni...." Jinyoung menyeretku kembali ke Togeworl.

"Jinyoung..... jebal... lepaskan aku..."

"Anni... saat ini aku bekerja paruh waktu... aku tak bisa seenak itu melepaskan orang sepertimu... walaupun aku fansmu. kau tak akan bisa lepas begitu saja dengan tanggung jawabmu"

"Hmm.... terserah kau sajalah..." kataku pasrah. Kami berdua kembali ke Togeworl dengan basah kuyup.

***

"Tanda tangan disini... permohonan maaf pada Togeworl, dan persetujuan kalau kau membayar denda 20.000 won" kata Jinyoung.

"20.000 WON!!!!! Jinyoung!!!" teriakku, semua pengunjung Togeworl melihatku serentak.

"Tenanglah... aku akan membantumu... hari ini aku mendapat komisi... ini... aku akan membayarnya untukmu..." kata Jinyoung, ia meletakkan uangnya diatas uangku.

"Okey... hehehe... gomawo... aku akan membayar hutangku minggu depan..." kataku.

"Aku tak mau uang.... bagaimana kalau kau bayar menemaniku menunggu Togeworl hingga nanti malam?" kata Jinyoung.

"Mwoo??"

"Akan menyenangkan... kalau aku bisa menjaga toko buku yang membosankan ini... menjaganya denganmu..."

"Hmmm.... Okey..."

***

Sore itu, kami berdua bersama menunggu Togeworl. Aku semakin tahu kalau Jinyoung adalah pria pekerja keras. ia pria yang baik. Sikapnya itu membuatku sedikit merasakan hal yang namanya Cinta.

Mulai sore itu, aku selalu menemaninya di Togeworl. dan ia menemaniku berlatih di stadium. Kami selalu bersama sepanjang waktu.

Tak ada ungkapan cinta yang kami utarakan. Hanya saja, kami belajar bagaimana menjaga hubungan ini dengan baik. Jinyoung orang pertama yang bisa membuatku merasakan jatuh cinta. Dan ia pun pernah mengatakan kalau aku, gadis pertama yang bisa membuatnya jatuh cinta. Jauh sebelum aku jatuh cinta dengannya. Jauh sebelum aku bertemu dengannya dibawah hujan sore hari.


***

아침에 일어나 너에게
짧은 인사를 보낸다
아무리 멀리 떨어져 있어도
나는 널 생각하고 있어

늦은 밤 졸린 눈 비비며
너에게 편지를 쓸게
반가운 사진 속 그 표정만큼
아름다운 나날들이기를

찬 바람이 불어와
어깨가 움추러들 때에도
너를 떠올린다면 씩씩한 표정 할수있어

알고있니 넌 나의 Number 1
두근대는 맘은 아직까지 여기에
언제까지나 My only one
좋아한단 말은 나를 웃음짓게 해

My number 1, My only one
때로는 지쳐 울어도
My number 1
I want to be with you
우 My number 1
눈을 감으니 꼭 곁에 있는것 같아

쨘 하고 나타날게
생각치 못한 어느 날
우연히 문득 뒤돌아봤을때
그때 꼭 내가 서 있을게

꼭 하고 껴안을께
가장 반가운 얼굴로
눈물이 왈칵 쏟아진다해도
나는 환하게 웃을거야

혹시 오늘 너에게
서러운 일이 생긴다면
오래 전 그 날처럼 달려가 꼭 안아주고파
아름답게 빛나길

알고있니 넌 나의 Number 1
두근대는 맘은 아직까지 여기에
언제까지나 My only one
좋아한단 말은 나를 웃음짓게 해

My number 1, My only one
때로는 지쳐 울어도
My number 1
I want to be, I want to be,
I'm still in love with you
My number 1
눈을 감으니 꼭 곁에 있는것 같아

기억해줘 넌 나의 Number 1
보고싶은 사람 이만 줄일게, 안녕

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler