- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Songfiction : One More Time



Author : Ayuna Kusuma

Maincast : Kim Hyun Joong and You

Genre : Flash Romance

Song : Kim Hyun Joong - One More Time


***


Kau tahu... Aku terlalu bosan merasakan cinta, di saat seperti itu kau muncul. Tepat saat rasa bosanku sudah hampir meledak di kepalaku.

Siang itu, aku masih ingat kau mengatakan padaku. Kalau selama kau bekerja di bawah manajemenku, kau telah jatuh cinta padaku. Tepat setelah aku menolongmu dari kecelakaan di gunung. Ketika kita berdua bersama pekerja yang lainnya sedang menikmati keberhasilan perusahaan.

Kau bilang, debaran jantungmu saat aku menolongmu mengatakan kalau kau mencintaiku. Kau juga mengungkapkan kalau, selama itu, selama 7 bulan, kau menyimpan cintamu padaku.

Tapi... aku seakan begitu bosan mendengar kata-kata cinta. Sebenarnya ketika itu aku sudah muak dengan kata-kata cinta yang dilontarkan kekasihku. Wanita yang begitu suka memainkan perasaan semua pria. Ia mengatakan kalau mencintaiku

Namun, di waktu yang lain, ia memeluk pria lain. Lalu mengatakan kalau ia mencintai pria itu. Dan tak ada pria lain yang ia cintai selain dirinya. Lalu... bagaimana denganku? Pria yang sudah 2 tahun bersamanya. Menunggunya, membantunya, dan mengorbankan semua yang kumiliki hanya untuk kebahagiaannya.

Itulah yang membuatku bosan mendengarkan kata-kata cinta dari bibir wanita.

lalu... kau pun mengatakan semuanya padaku. Di atap perusahaan kita. Kau ungkapkan semuanya, yang kau rahasiakan dariku, semua orang dikantor, bahkan rahasia yang kau sendiri tak mau tahu.

Kau katakan, kalau setiap hari kau mencatat apa saja yang kupesan dikantin. Kau bahkan tahu aku lebih suka Luwak coffee daripada americano. Kau bahkan lebih tahu dariku, kapan aku harus meminum obat dari rumah sakit. Maka dari itu ketika aku keluar kantor. kau menyediakan obat di meja kerjaku.

Aku sama sekali tak tahu, kalau rasa cintamu padaku, membuatmu melakukan hal konyol. Tawamu yang rendah, mengawali sebuah cerita yang lainnya.

Kau mengaku, kalau selalu mengikutiku dibelakang, memungut semua yang kubuang sembarangan di jalan lalu membuangnya di tempat sampah.

Kau juga mengikutiku di bar. Dan mengantarkanku pulang. Aku tak pernah tahu, ada cinta sebesar itu untukku.

Siang itu... rasa bosanku sirna ketika kau mulai bercerita sambil menggenggam tanganmu yang bergetar. Kau mengatakan aku orang yang tampan, bahkan lebih tampan dari semua pria di Korea, di bumi, di antariksa. Hahahaha... aku rasa kau perempuan yang bisa membuatku tertawa lepas tanpa merasakan cinta.

Lalu... aku masih ingat, bagaimana kau menyeka air matamu setelah tertawa denganku. Kau mengatakan, kalau aku tak menolongmu saat itu, seseorang akan bahagia bila dirimu meninggal karna kecelakaan.

Kau mengatakan kalau hanya diriku yang bisa membuatmu melupakan masalahmu, hanya kehadiranku yang bisa membuatmu bahagia. Selama ini yang kutahu, wanita hanya bahagia ketika seorang pria memberikannya uang dan kedudukan. Tapi kau sungguh berbeda. Bahagia hanya karna aku di dekatmu, walaupun seringkali aku tak memperhatikanmu, tapi seperti itu, kau masih bahagia.

Kala itu, yang ada dalam pikiranku hanya pertanyaan "wanita seperti apa kau ini? apakah begitu sederhana membuatmu bahagia?"

Kau pun mengatakan, bila melihatku, kau bisa merasakan memiliki keluarga, kau bisa memiliki orang yang harus kau lindungi. Aku... saat itu.... aku hanya bisa mengatakan. Gomawo... dan meninggalkanmu begitu saja. Karna, aku masih tetap bosan merasakan cinta dan kekasihku masih memilikiku.

***

Tiga hari setelah pertemuan rahasia kita di atap perusahaan, kau menghilang. Semua pekerjaanku terbengkalai, kehidupanku begitu berbeda dari biasanya.

Dan aku sedikit kehilangan dirimu. Wanita yang begitu mencintaiku dengan sembunyi-sembunyi. Ada perasaan marah pada diriku sendiri. Mengapa menyikapimu dengan sesederhana itu, berterima kasih padamu, lalu meninggalkanmu.

Lalu. Hari itu, aku memutuskan untuk berpisah selama-lamanya dengan wanita yang berstatus menjadi kekasihku. Aku tak ingin lagi hidup dengan wanita yang mencintai semua pria dan membuat cinta tak layak untuk diagungkan.

Setelah susah payah melepaskan diri dari kekasihku. Aku berusaha mencarimu. Semua informasi telah kudapatkan.

***

Dan... hari ini... di depan kantor perusahaan, di pagi hari yang cerah, aku bertemu denganmu... kau berdiri tepat di depanku.

"Hi..." hanya itu yang bisa kukatakan padamu, rasa bersalah telah mengunci bank kata di otakku.

"Hi..." kau pun hanya bisa menjawab yang sama.

Entah mengapa aku tak bisa membiarkanmu terdiam di depanku begitu saja. Aku segera memelukmu. Mendekapmu begitu dekat agar kau tahu apa yang kurasakan saat ini.

"Mianhae... Aku tak tahu bagaimana harus bersikap..." Airmatamu pun kurasakan di lenganku.

"hmmm"

"Mianhae niga heullinnunmul alji motae. Mianhae ijeseoya niape waseo"

"hmmm.... akupun tak berani menemuimu lagi... setelah semua kukatakan padamu... ketakutan membuatku semakin menjauh darimu..."

"Babogateun naega neol. Maeume eomneun maldeullo. Geureoke manhi apeuge haennabwa. Niga aniyeotdamyeon mollasseul haengboginde. Ijeya arasseo niga sarangirangeol.."

"jeongmal...?" gumammu

"hummm... Jeongmal..."

***

Entah mengapa, setelah kau memberanikan diri untuk bertemu denganku lagi, aku begitu bahagia. Serasa sudah kutemukan cinta yang sebenarnya.

Kini kebosanan itu tak lagi menyerang jiwaku. Bersamamu setiap waktu, dengan perhatian-perhatian kecil yang kau berikan dan kuberikan. Aku yakin... Sekali lagi kita bisa merasakan cinta, dan sekali lagi kita bisa bahagia.

***

Hangul

내가 몰랐었나봐
너를 몰랐었나봐
이렇게 더 가까이에 있는데
정말 소중한 것은 사라져간 후에야
알수 있는가봐 지금의 너처럼

미안해 니가 흘린눈물 알지 못해
미안해 이제서야 니앞에 와서

One More Time One More Time
다시 한번 내곁으로 와줄순 없겠니
언제나 너만을 사랑해
늦은 이 후회만큼 더 사랑할께

바보같은 내가 널
마음에 없는 말들로
그렇게 많이 아프게 했나봐
니가 아니였다면 몰랐을 행복인데
이제야 알았어 니가 사랑이란걸

고마워 소중한 사랑을 가르쳐줘
고마워 이제 내가 더 사랑할게

One More Time One More Time
다시 한번 내곁으로 와줄순 없겠니
언제나 너만을 사랑해
늦은 이 후회만큼 더 사랑할께
One More Time One More Time

사랑해 널 사랑해 이런 나를 다시 받아줄순 없겠니
언제나 내게 준 그 사랑
내가 다 갚을 수 있게
허락해줘
내 손을 잡아줘

Romanization

Naega mollasseonnabwa
Neoreul mollasseonnabwa
Ireoke deo gakkaie inneunde
Jeongmal sojunghan geoseun sarajyeogan hueya
Alsu inneungabwa jigeumui neocheoreom

Mianhae niga heullinnunmul alji motae
Mianhae ijeseoya niape waseo

One More Time One More Time
One More Time One More Time
Dasi hanbeon naegyeoteuro wajulsun eopgenni
Eonjena neomaneul saranghae
Neujeun I huhoemankeum deo saranghalkke

Babogateun naega neol
Maeume eomneun maldeullo
Geureoke manhi apeuge haennabwa
Niga aniyeotdamyeon mollasseul haengboginde
Ijeya arasseo niga sarangirangeol

Gomawo sojunghan sarangeul gareuchyeojwo
Gomawo ije naega deo saranghalge

One More Time One More Time
One More Time One More Time
Dasi hanbeon naegyeoteuro wajulsun eopgenni
Eonjena neomaneul saranghae
Neujeun I huhoemankeum deo saranghalkke
One More Time One More Time
One More Time One More Time

Saranghae neol saranghae ireon nareul dasi badajulsun eopgenni
Eonjena naege jun geu sarang
Naega da gapeul su itge
Heorakhaejwo
Nae soneul jabajwo


Terjemahan Indonesia

Aku kira aku tidak tahu
Aku kira kau tidak tahu
Bahwa kita berdiri terlalu dekat seperti ini
Kita tidak bisa benar-benar membiarkan hal yang indah hilang
Sekarang kau akan mengerti aku

Aku minta maaf bahwa aku tidak tahu alasan di balik air mata
Maafkan aku, sekarang aku tepat di depanmu

Sekali lagi sekali lagi
Bisakah kau kembali ke sisi ku sekali lagi?
Aku akan selalu mencintaimu
Aku tidak akan menyesal, aku hanya akan mencintaimu

Aku begitu bodoh
Karena tidak tahu apa yang di hatimu
Hal ini tampak sakit
Tanpamu, aku tidak bahagia
Sekarang aku mengerti apa itu cinta

Terima kasih untuk mengajariku tentang cinta
Terima kasih, sekarang aku akan tahu bagaimana mencintaimu lebih

Sekali lagi sekali lagi
Bisakah kau kembali ke sisiku sekali lagi?
Aku akan selalu mencintaimu
Aku tidak akan menyesal, aku hanya akan mencintaimu
Sekali lagi sekali lagi
Aku mencintaimu, aku mencintaimu
Apakah kau akan menerimaku lagi suatu hari nanti?
Biarkan aku mengembalikannya padamu
Cinta yang selalu kau beri
Peganglah tanganku

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler