- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Hei Hantu By Ayuna Kusuma

Ada yang tak bisa dilihat
Tapi aku bisa melihatnya
Ia duduk di pojok ruang
Menanti, tangisannya menggema
Mendirikan bulu kuduk
Tatapan matanya yang sama sekali tak kosong
membuatku ingin mengenalnya lebih jauh
Hei... Hantu siapa namamu?
Ia hanya diam saja
Masih di pojok ruang
Tak peduli aku sudah jauh-jauh dari dimensi yang lain mencoba menyapa
Hei Hantu... kamu sudah makan?
Ia akhirnya menatapku
begitu lama.
Hingga ia tertidur dalam pangkuanku.
Di rebahkan kepalanya
Rambutnya yang panjang dan hitam menyentuh kakiku.
Hei Hantu... apa kau sedih?
Ia menganggukan kepala
Rambutnya menggesek lututku.
Dingin
Dingin
suasana begitu Dingin
Hampa...
Hampa...
Kuharap sang Hantu yang tidur di pangkuanku.
Tak lagi merasa Hampa.
Hei Hantu... apa kau perlu teman?
Ia mengangkat kepalanya, lalu melayang di hadapanku.
Mulutnya yang merah berlumur darah
menyeringai
giginya yang tajam terlihat olehku
Ia tertawa
Aku yakin ia bahagia.
Lalu anggukan itu terulang berkali-kali.
Hei Hantu... apa kau perlu teman?
Tubuh yang melayang seperti kapas.
Masuk dalam tubuhku.
Menyatu
Menjadi diriku
Hei Hantu... apakah kau suka berada dalam tubuhku?
Aku mengangguk dan menyeringai.
Ya.... aku suka menjadi dirimu.... kau begitu hangat...

The End

Hei Hantu By Ayuna Kusuma

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler