- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction Cause I'm V Part 1 BTS


Fanfiction : Cause I'm V part 1

Author : Ayuna Kusuma

Maincast : V BTS , Army/You, Jungkook

Genre : Love, Sadness, friendship.

***


"Apakah kau tahu, walaupun aku sudah sepuluh tahun berpisah denganmu, dan kini menemukan pria yang hanya ingin mencintaiku. Jauh di dalam lubuk hatiku masih mencintaimu. Jangan pernah marah padaku, kalau aku akan tetap mengikutimu sebisaku. Jangan marah padaku, kalau aku tetap mencintaimu, pria cinta pertamaku yang gila" seorang pria membaca secarik kertas dengan begitu lantang. Lalu ia melebarkan lengannya, membiarkan secarik kertas yang begitu membuatnya bahagia terbang dihempas angin malam.

"Hahahahaha........ aku tak pernah salah... Kau memang mencintaiku selamanya... ARMY!!!!!! Akupun begituuuuuuuuuu!! Sudah ku kira... saat kita bertemu di tengah jalan itu... kau sudah mencintaiku Army... Hash.... bagaimana bisa aku melepaskanmu saat itu..." Pria berambut pirang yang berwajah penggembira itu langsung meloncat ke trotoar. Melanjutkan perjalanan pulang.

Gurrkkk...

"Ouch... aku lapar... hmmm... tenanglah perutku... karena malam ini aku sedang bahagia... aku akan mengisimu dengan tiga porsi makanan hehehehehehe geujjangjjang..!"

***

Di tengah malam yang sunyi, hampir pukul setengah dua pagi, seorang wanita mengemasi food trucknya, memasukkan beberapa kursi, bangku, kotak makanan dan berbagai peralatan untuk memasak. Wanita itu bekerja sendirian ditengah malam.

Beberapa kali gadis itu melihat di ilalang menjulang tinggi, yang tertata rapi di seberang jalan. Ilalang itu beberapa kali bergerak, membuat wanita pemilik food truck sedikit khawatir.

Ia membuka handphonenya, lalu menunggu seorang mengangkat panggilannya.

"EONNIEEE!!!!!!! CEPAT BANTU AKU!!!!!! PALLIWAAAAA....." Wanita pemilik food truck itu meneruskan pekerjaannya sambil mengobrol dengan kakaknya via handphone.

"MWOO!! yaaa... JUGULEE!!... Aku sudah bekerja seharian... sekarang kau tak mau membantuku?? Arra... Arraseo... kemarin kau sdah bekerja... sekarang giliranku... hajiman... Eonnie... sepertinya ada yang mengawasiku dari tadi... kajja... eonnie... datanglah ke sini... bantulah aku... YAAAA!!! YAAAAAA EONNIE!!!" sambungan jaringan pun terputus, wanita itu tampak sebal, ia melemparkan handphonenya di jok supir. Lalu melanjutkan pekerjaannya.

"AIGOOYA!!" Betapa terkejutnya ia, ada seorang pria berambut pink, memakai jaket dan baju serba hitam yang duduk di kursi pengunjung. Pria itu tampak sadis, tapi setelah ia tersenyum dan menunjukkan barisan gigi-giginya, wanita pemilik food truck menjadi tak seberapa takut menghadapi orang asing itu.

"Annyeong... Ahjumma..." kata pria asing sambil mempertahankan senyumannya yang mulai aneh.

"Ye... Annyeonghaseyo... maaf makananku sudah habis semua..."

"Jeongmal??" pria asing itu wajahnya langsung berubah, ia seperti menangis, wajah menunduk dan tangannya menutup wajahnya. lalu terdengar suara lirih "huks... huks... padahal aku dua hari ini belum makan... padahal malam ini aku ingin makan besar... padahal... malam ini baru saja aku mendapat bayaran..."

"Ah..!!... mianhae... jangan menangis..." kata Wanita pemilik truck sambil mencoba mendekati pria asing itu.

"HEHEHEHE!!!" sang wanita pemilik truck meloncat kebelakang karena terlalu terkejut melihat pria yang tadinya menangis kini tersenyum memajang gigi seperti tadi. "hehehehe... aku tak menangis... tapi Ahjumma... aku memang sedang kelaparan... bisakah kau buatkan aku mie dingin? jjajjangmyeon? atau apa saja yang kau punya..."

"Eh.... Aigoo...." gumam pemilik food truck. "Arraseo... akan kubuatkan seporsi bibimbap untukmu"

"ANDWAE!!!" sang pria asing, kembali berteriak, membuat wanita pemilik food truck kembali meloncat karena terkejut.

"Ya.... aku didepanmu... kalau ingin mengatakan sesuatu langsung jangan berteriak ARRA!!!"

"Hmmmm hehehee... Ahjumma... buatkan aku 2 porsi... hmmm andwae... buatkan aku 3 porsi..."

"Jeongmal?? kau bisa menghabiskannya?" tanya pemilik food truck

"Jeongmallo... V bisa memakan yang lebih banyak dibanding 3 porsi bibimbap hehehehe" pria asing yang bernama V, tetap melanjutkan senyumannya yang manis.

"Oh? V?" tanya pemilik food truck sambil membuatkan bibimbap.

"Ah... kita belum berkenalan Ahjumma... kenalkan Aku V dan kau?" tanya V, kali ini ia tertarik untuk memainkan sumpit dan sendok yang tertata di kardus, di hadapannya.

"Army... itu namaku" V langsung menghentikan permainannya, ia meloncat mendekati gadis pemilik food truck yang juga bernama Army.

"Kau Army? Army Jung, yang bertemu denganku di tengah jalan kompleks perumahan di malam sepuluh tahun yang lalu?" tanya V sambil memandangi wajah Army lekat-lekat.

"Eeeeh??" Army pun menghindar sejauhnya dari pandangan V. "Bisakah tak memandangku seperti itu?"

"Kau Army? Yang pernah mencintaiku?" tanya V begitu antusias.

"Hahahahahaha AIGOOYA...!!! Benar rupanya... Kau pria Gila Eoh?? Ya... kita baru saja bertemu lima menit yang lalu... tapi kau sudah membahas tentang cinta hahahaha.... Ya... Jjamkanmanyo... hummm..." Army berlari ke jok supir, ia membuka smartphonenya dan menunggu panggilan tersambung.

Sedangkan V, masih tetap pada posisi semula, seakan mematung, ia tak melepaskan pandangannya pada Army, gadis pemilik food truck.

"Ahjussi... Hummm... Aku melaporkan ada orang gila yang meng..." tak banyak bicara, V berlari menuju Army, dilemparkannya smartphone milik Army hingga remuk berkeping-keping, terhempas aspal.

"YAAAA!!! KAU GILA EOH!!! Yaaaaa... hak hak.... Smartphoneku yang baru.... hak hak... bagaimana ini??"

V menghempaskan tubuh Army ke truck, hingga wajah mereka berdua begitu dekat kali ini.

"Army... KATAKAN PADAKU!!! Apakah kau Army yang sama dengan Army yang mencintaiku sepuluh tahun yang lalu? Apakah ini dirimu ?"

"Andwae.... AKU TAK KENAL DENGANMU!!!! LEPASKAN AK!!!" Teriak Army tak berpengaruh, V mendekatkan wajahnya, dan mencium bibir Army dengan pelan. Setelah melakukan itu, V melepaskan tangannya, membiarkan Army gadis pemilik food truck terheran-heran dengan tingkah laku konsumen barunya.

"Ternyata kau bukan dia... mianhae..... buatkan aku bibimbap..." gumam V, sambil berlalu meninggalkan Army yang marahnya mulai memuncak.

Refleks Army mengambil smartphonenya yang telah rusak, lalu melemparkannya ke arah V, hingga mengenai kepalanya.

PLAAAKk!!! smartphone milik Army berhasil mengenai kepala V, tapi pria itu tetap berjalan ke meja makannya, walaupun darah mengucur dari kepalanya, ia tetap berjalan, lalu duduk, memainkan sumpit dengan wajah datar.

"HEI!!! V!!! ORANG GILA!! PABOGATEUN!!!" Army berlari mendekati V yang terdiam sambil memainkan sumpitnya. "KAU SUDAH LANCANG MENGHANCURKAN SMARTPHONEKU!! Dan Kau sudah LANCANG SEKALI MENCIUMKU!!! EOH!!!! Kau harus mengganti SMARTPHONE ku !!! kau harus mengganti dengan tipe yang sama!!! Dan karena kau sudah menciumku!!!! Kau... hmmm... Kau!!! aku akan memikirkan hukuman untukmu!!! CEPAT!!! GANTI SMARTPHONEKU!!! Kalau tidak!!! Aku tak bisa kembali ke rumah... Eonniku akan marah padaku... V... CEPAT!!!!" Bentak Army sambil mengguncang-guncang lengan V sekeras mungkin, tapi pria itu tak berubah, wajahnya tetap datar.

"Mungkinkah... kau memang orang gila?? AHSSSS!!!! ANDWAEEEE!!! Smartphoneku...? bagaimana ini....?? Huks huks!!" Army pun menangisi nasibnya sendiri di depan V.

"Army... kau memang pembohong...." gumam V, Army menengadahkan wajahnya dan ia pun tertegun setelah melihat tetes demi tetes air mata mulai membasahi wajah V yang datar.

Army pemilik food truck diam saja menyimak apa yang nantinya akan dikatakan orang gila yang duduk di hadapannya.

"Army... bagaimana bisa aku berpikir kau akan kembali padaku... sesungguhnya... kau memang tak akan bisa kembali untukku..."

"Hei... pria gila... V... atau siapapun namamu... bisakah kau mengganti Smartphoneku?? hmmm... JANGAN PIKIRKAN MASALAHMU SAJA EOH!!!!!!!!! YAK!!!!!" Bentak Army.

"hmm... mianhae... aku akan menggantinya malam ini... tapi setelah kau buatkan aku tiga porsi bibimbap..." V membuka dompetnya, lalu memberikan uang ratusan ribu won pada Army. "Aku bayar setengah harganya dulu... setelah kau buatkan bibimbap... aku akan membelikanmu smartphone yang baru..."

Terulas senyum di wajah Army, sambil menghitung ia menyalakan kompor yang letaknya tak jauh dari tempat duduknya dengan V.

"Kalau begini... aku bisa tenang... Arraseo... aku maafkan kesalahanmu yang pertama... tapi kau masih punya kesalahan yang kedua... aku belum tahu bagaimana caraku menghukummu... jjamkanman... aku buatkan bibimbap untukmu..."

"mianhae... telah lancang menciummu... tapi aku tahu kau bukan dia... karena bibirmu lebih hangat darinya...aku tahu itu... Army... bangunkan aku kalau bibimbapmu sudah matang... hummm... " V menghempaskan kepalanya yang berlumuran darah ke meja.

Merasa bersalah, Army menghampiri V yang secepat kilat tidur dengan hanya menyandarkan kepalanya diatas meja. Pelan-pelan Army menyeka darah yang keluar dari luka di kepala V.

"Mianhae... aku memukulmu sekeras ini..." gumam Army, tapi V masih terlalu lelap untuk bangun dan mendengarkan ucapan Army.

"Apakah gadis yang bernama Army, yang membuatmu segila ini, begitu cantik? hmmmm kasihan sekali... orang-orang sepertimu... yang terluka karena cinta.... V.... apakah cinta selalu membuat orang menjadi gila?... kalau begitu... mengapa dulu kau bisa jatuh cinta padanya eoh??" suara Army yang lama kelamaan meninggi rupanya mengganggu tidur V.

Pria itu menyambar tangan Army, lalu dijauhkannya dari kepalanya.

"Bisakah kau membuatkan bibimbap untukku? Lakukan itu saja untukku... kalau kau merasa iba... kumohon... aku sedang kelaparan saat ini..."

Guuuurrkk.... to be continue

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler