- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction Cause I'm V Part 2 BTS


Fanfiction : Cause I'm V part 2

Author : Ayuna Kusuma

Maincast : V BTS , Army/You, Jungkook

Genre : Love, Sadness, friendship.



"V.... aku disini....humm... aku akan kembali...datanglah padaku V..." seorang gadis yang menggunakan jaket pink, sedang tidur di kursi pesawat, tiba-tiba mengigau, mengejutkan pria yang duduk di sampingnya.

"Aku disini....." gumam pria yang memakai hoodie putih, pria dengan rambut hitam kelam, mata yang setajam elang dan wajah yang terlalu tampan untuk diremehkan.

"V... jangan tinggalkan aku..." Gadis berjaket pink itu langsung memeluk lengan pria tampan yang duduk disampingnya.

"Aku akan tetap disini... Army...." merasa risih dengan belaian tangan pria yang disampingnya, Gadis yang bernama Army terbangun seketika, cepat-cepat dilepaskannya tangannya dari lengan pria tampan yang ada disampingnya.

"Mianhae... hmmm" gumam Army sambil membenarkan letak rambutnya "Apakah aku mengigau yang sama seperti kemarin?"

"Humm... sama... kau mengigau tentang V... dan aku terpaksa menganggap diriku V..."

"jeongmal mianhae... Jungkook... kalau aku seperti itu lagi... lebih baik kau bangunkan aku secepatnya..."

"Anniya... aku tak mau membangunkan tunanganku yang sedang tertidur nyenyak... sudahlah Army... itu bukan masalah lagi bagiku... aku sudah sering mendengarmu mengigau seperti itu di rumah ayahmu..." Jungkook mengacak rambut Army yang pendek.

"Hehe....mianhae... tetap saja aku merasa bersalah padamu..."

"Hmmm... sebenarnya sudah lama ingin kutanyakan..."

"tentang apa?" tanya Army sambil membuka majalah bisnis yang tersedia di depannya.

"Siapa V? Hingga setiap kali kau tidur... kau selalu memimpikannya? Apakah ia lebih tampan dariku?" tanya Jungkook, Army menjatuhkan majalahnya, entah terkejut dengan pertanyaan Jungkook, atau ketakutan dengan kenyataan pahit yang harus diceritakannya.

"Jangan khawatir... siapapun yang bernama V... Aku akan menerimanya sebagai masa lalu..."

"ah.... sepertinya pramugari membawa kue... kau mau? aku akan ambilkan satu untukmu... tadi kan kau belum makan..." Army mengalihkan perhatian Jungkook, ia bangkit dan mencoba memanggil pramugari.

Tapi Jungkook menariknya dan menyuruhnya kembali menjawab pertanyaannya.

"Jawablah... Army... Atau kau akan mengecewakan aku..."

"Berjanjilah... kau tak akan tertawa..."

"Aku berjanji... " kata Jungkook sambil memperlihatkan jari kelingkingnya.

"Berjanjilah kau tak akan marah padaku?" tanya Army, kali ini ia menyambut jari kelingking Jungkook dengan jari kelingkingnya.

"Aku berjanji..."

"Arraseo... aku akan menceritakannya..."

"Eisss... Jjamkanman...." Jungkook mengambil bantal lalu disandarkannya ke kursinya, dan ia menyandarkan kepalanya, menghadap Army, sebuah senyuman memulai cerita Army.

"Ceritakanlah padaku Army... agar aku tak lagi cemburu dengan mimpimu..."

"Mianhae..." gumam Army merasa bersalah.

"Gwechana... ceritakanlah..." balas Jungkook sambil membelai rambut Army.

"Sepuluh tahun yang lalu, ketika aku masih berusia 18 tahun... aku bertemu dengan seorang pria, ia suka tidur di tengah jalan pada waktu malam hari... entah apa alasannya tidur di jalan... aku sudah lupa... dari pertama kali bertemu kurasa ia orang gila... tapi dua kali bertemu dengannya... tiga kali... berkali-kali... aku mulai jatuh cinta dengannya... tapi Keluarganya mengajak pria itu pindah ke Jepang...Akhirnya kami berpisah... V... nama pria itu... Ia berjanji padaku akan kembali setelah menempuh sekolah di Jepang selama 4 tahun... tapi nyatanya sampai 6 tahun ia tak kembali padaku... ia tak kembali ke Korea... Lalu... ketika keluargaku mendapatkan masalah... Ibu bertemu dengan Ayah tiriku yang sekarang... Ia akhirnya menikah dan mengajakku pindah ke Jepang... kurasa itu kesempatanku mencari V... tapi aku tak pernah menemukannya.."

"Kau masih mencintainya?" tanya Jungkook sambil menatap tunangannya lekat-lekat.

"A....andwae...."

"Ketika kau mencari V... kau menemukanku? begitu?"

"Andwae.... bukan seperti itu... mianhae... Jungkook... jangan marah padaku..."

"Huh... aku tak bisa marah padamu... sebelum kita menikah... sebelum kau tak bisa sebebas ini... katakanlah padaku... apakah kau mencintai V ? apakah kau masih berharap bisa bertemu dengannya sekarang?"

Army hanya mengangguk lesu.

"Teriakkan namanya sekarang... dengan begitu berharaplah dia mendengarnya" kata Jungkook begitu antusias.

"Wae Jungkook? kau tak marah atau cemburu padaku?"

"Sejak awal aku merasa kau memang tak serius mencintaiku... kajja... teriakkan namanya... aku lega kau menceritakan hal ini padaku..."

"Jungkook...." gumam Army sambil menundukkan kepalanya.

"Yaaaaaaa... ulji mal-ayo... teriakkan namanya sekarang..." kata Jungkook. sambil menengadahkan wajah Army dan menghapus airmata tunangannya.

"Jungkook... kau yakin?" tanya Army kurang percaya diri.

"Sangat Yakin... caranya... pejamkan matamu... pikirkan orang yang kau cintai... lalu teriakkan namanya...."

"Hummm arraseo..."

"Hana..." mendengar aba-aba Jungkook, Army memejamkan matanya.

"Deul...Siet!!"

"JUNGKOOOOOOOOOOK!!!!!!!!!!!!" Teriak Army, membuat beberapa penumpang pesawat yang tidur nyenyak tersentak bangun, beberapa pramugari yang berjalan di lorong pesawat ada yang meloncat karena terkejut.

"Heehehee... mengapa kau teriakkan namaku?" tanya Jungkook penasaran, ia menutup wajah Army dengan selimut, karena ada pramugari yang mencari siapa yang tengah malam berteriak seenaknya.

"Karena saat ini yang kucintai adalah kau Jungkook... V... masa lalu bagiku... ia tak akan bisa kutemukan... beberapa suratku... enam tahun yang lalu... tak pernah ia balas..."

"Hmmm... gomawo... sekarang tidurlah... aku tak akan pernah cemburu lagi pada mimpimu... setidaknya kau bisa bertemu dengan V dalam mimpimu..."

***

"ARMYYYYYY!!!!!!!!!!!!!!!!!" V bangun dan berteriak, matanya membelalak seperti ingin marah.

Army gadis pemilik food truck meloncat terkejut karena teriakan V yang menggema ditengah malam.

"YAAA!!! Kau berteriak sekali lagi!! Kulempar loyang ini ke mulutmu!!" ancam Army sambil memperlihatkan daging giling yang sudah dimasaknya menjadi bibimbap.

"Huuuuuuuuuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaaamm.... Mianhae... apa bibimbapku sudah matang?" tanya V sambil berjalan mendekati Army yang sedang menata bibimbap secantik mungkin.

"Sebentar lagi..."

"Aigooo... tak perlu secantik itu kau menatanya... Sudahlah... tuangkan daging itu di atas ini... aku akan memakannya sekarang... perutku sudah berteriak 'AKU LAPAR AKU TERSIKSA' hmmm gomawo..." V berceloteh sambil membawa bibimbap tiga porsi ke mejanya.

Tak menunggu lama, ia langsung melahap nasi yang dicampur dengan berbagai bumbu. Army hanya duduk dihadapannya sambil melihat V yang tak henti-hentinya memasukkan luapan demi luapan.

"Kau memang kelaparan..." gumam Army tak percaya.

"Humm..mamammmmamammm" V bicara sesuatu tapi tak terdengar jelas, makanan di mulutnya membuat ia susah untuk di pahami.

"Sudahlah... makan saja... nanti saja bicaranya... Oh... jangan lupa... sebelum kau pulang... kau harus mengantarkan aku ke mall di depan... untuk membelikanku smartphone yang baru!!... arraseo??"

"hmmm ah.... Sekarang sudah larut... Nona... mall juga sudah tutup... besok saja akan kubelikan...."

"ANDWAE!!! Aku tak akan melepaskanmu.... aku juga tak bisa pulang, kalau mereka sampai tahu smartphone hadiah ulang tahunku rusak... mereka akan memberikan hukuman terberat buatku... hmmm... setidaknya mengertilah sedikit tentang keadaanku... lagipula namaku dan nama kekasihmu sama.... hummm..."

"Lalu bagaimana? euhmmm...apa aku harus mendobrak mall lalu menyuruh mereka membuka tokonya di tengah malam begini eoh!! Kau ada-ada saja... HAAAMmmmmm" V melanjutkan makannya, sedangkan Army melanjutkan memikirkan apa tindakan yang harusnya ia ambil.

"Okey... begini saja... aku ikut denganmu... kau mau pulang ke rumahmu... Arraseo... tak masalah... asal aku harus bersamamu... handphone itu mahal harganya hampir 1 juta won... kau tak boleh lepas dari tanganku..."

"fuuuhh.... kau lebih kejam dari Army yang ada dalam mimpiku..."

"Yaaaaa..!! Tidak masalah...!! Setelah kau membelikan smartphone yang sama seperti yang kau rusak... ARMY YANG KEJAM ini!! Akan hilang dari hidupmu!!! ARRASEOOOOO!!!"

to be continue

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler