- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction Cause I'm V Part 3 BTS


Fanfiction : Cause I'm V part 3

Author : Ayuna Kusuma

Maincast : V BTS , Army/You, Jungkook

Genre : Love, Sadness, friendship.




Army terlihat sibuk membereskan food trucknya, membersihkan peralatan masak dan mulai mengunci food truck dengan double alarm. Sementara V sibuk menghabiskan bibimbapnya yang ketiga. Keringat mengucur dari wajahnya membersihkan darah yang sebelumnya menempel di sekitar lehernya.

"Huuufff.... huuff.... Nona... kau memberiku racun ya? bagaimana bisa bibimbap sepedas ini...?? huufff huuufff..." keluh V sambil mengipasi bibirnya yang memerah.

"Salah sendiri tak bilang padaku... mau pedas atau tidak... hehe.. lagi pula itu salah satu hukuman untukmu..." Army nampaknya senang melihat V yang sedang tersiksa, tapi walaupun mengeluh porsi ketiga bibimbap ia habiskan juga. "Hei... pria gila... apa kau selalu makan dengan porsi sebanyak ini?" tanya Army.

V menghempaskan sendok dan sumpitnya, ia menatap wajah Army dengan tatapan sebal.

"Vi e... Namaku V... !! Bukan pria Gila" V mengkomplain tentang namanya dengan wajah datar yang sama sekali tak menakutkan. Army tertawa kecil melihat reaksi V yang lain dari pria normal biasanya.

"Heh! Salah sendiri... kau memanggilku Nona... Namaku... ARMY!!"

"Kau tak pantas menyandang nama itu!" V melemparkan kartu ATMnya

"Waeeeeee??" Army tampak tak terima dengan perkataan V.

"Itu ATM ku... ambillah uang punyaku 800.000 won lalu pulanglah... jangan mengikutiku keluargamu akan cemas kalau kau tak pulang nanti..."

"Sebentar... kau harus menjawab dulu... mengapa aku tak pantas memiliki nama itu?? HAH!!"

"Kau.... berbeda dari dirinya..." gumam V, ia merebahkan kepalanya lagi diantara mangkuk kosong. Army rupanya geram dengan penilaian V., Ia menyambar ATM milik pria yang baru malam itu ditemuinya.

"Berapa nomor pin atmnya??" Bentak Army dengan suara lantang

"balik atmnya... kau akan tahu..."

"Kau tak takut kalau aku mengambil semua uangmu??"

"Ambil saja semua uangku... di tabunganku hanya ada 800.000 won, itupun kukumpulkan untuk membayar sewa rumah... tapi sudahlah ambil saja... mungkin ini saatnya aku harus tidur di jalan seperti dulu..."

"MWOO???"

"uuuuhmmm.... mejamu... punya aroma yang lezat.... izinkan aku tidur sepuluh menit saja... setelah itu kau bisa mengusirku..."

"V...... " Army tertegun mendengar pernyataan V, ada sedikit rasa iba yang terselip di benaknya. "Okey!!! Tidurlah!! Aku akan mengambil uangmu..." Army melangkah pergi ke ATM yang letaknya di pusat perkantoran yang tak jauh dari food trucknya sedangkan V masih terlelap memimpikan Army yang begitu dirindukannya.

***

"Jungkook... tolong ambilkan" kata Army sambil menunjuk tas warna pink yang masih tersangkut diatasnya.

"Okey.... huupp!!" cepat tanggap, Jungkook pun dengan mudah menurunkan tas Army.

"Apakah bisnya sudah menunggu kita?" tanya Army sambil membenarkan letak jaket Jungkook.

"Lihat saja... semua penumpang sudah turun... itu tandanya kita tertinggal..."

"Lalu?? Kita bagaimana?"

"Aku sudah menghubungi paman Kim... dia akan menjemput kita tepat dibawah pesawat..." kata Jungkook sambil membawa semua tas milik Army.

"Jungkook jangan memperlakukanku seperti puteri raja seperti ini... Bagaimana kalau Ayahmu memerlukan mobil dan paman Kim untuk pergi ke kantor?" tanya Army sambil mengikuti Jungkook yang sudah berjalan lebih cepat darinya.

"Kau belum tahu perkembangannya?" tanya Jungkook sambil memberikan senyum menawannya pada Army.

"Mwo??"

"Ayah sudah memutuskan untuk pensiun... dia... sekarang tinggal di Canada, menikmati semua fasilitas mewahnya disana... sedangkan aku... Aku harus bekerja menggantikannya..."

"Jungkook.... apa kau menjadi direktur ?"

"Anniya... Aku hanya menjadi manager... hehehe..."

"Jungkook!! Kau mengejutkanku saja!!.. Lalu siapa yang memegang kendali sekarang?"

"Ayahku menunjuk salah satu tangan kanannya yang sangat dia percaya... Nah itu dia paman Kim... PAMAN!!! DISINI!!! HAHAHAHA!!! AIGOO!! KAU makin tampan saja paman!!" Jungkook menghempaskan tasnya dan berlari menuju seorang pria tua yang memakai jas lengkap berwarna abu-abu.

Army hanya bisa menyaksikan kebahagiaan tunangannya dari jauh.

"Jungkook... kau pun semakin tampan... hehehe... Wah... apakah dia yang akan menjadi istrimu kelak?" tanya Paman Kim yang berkumis tebal berwarna putih.

"Ye!! Army!! Kenalkan... Ayo,.. Kenalkan dia Paman Kim... Ayah keduaku hehehe..." Jungkook menyuruh Army untuk berjabat tangan dengan Paman Kim yang tampak ramah, sedangkan Jungkook sibuk memasukkan tas dan koper milik Army ke bagasi.

"Jungkook... tak pernah salah memilih... kau sungguh cantik..." puji paman Kim.

"terima kasih...Paman... bisa saja... hehe...." Army pun tersipu malu, sedangkan jungkook yang melirik dari bagasi ikut bahagia bila melihat wajah Army yang sedang tersipu malu.

"Paman...!! Bagaimana kabar Taehyung? apakah dia masih sibuk membuat game seperti biasanya?" tanya Jungkook.

"Taehyung?? Ah... Dia akhir-akhir ini sedang sibuk dengan pekerjaannya... Aku lupa... sepertinya ada perusahaan game international yang menerimanya bekerja... hehehe... seperti biasa... ia lupa untuk pulang ke rumah... Ah... mengapa kita mengobrol disini... Kajja... masuklah... kita lanjutkan sambil jalan"

"Hehehe... mungkin aku terlalu rindu padamu dan Taehyung paman..." Mereka bertiga akhirnya masuk ke dalam mobil berwarna hitam, lambat namun pasti mobil itu melaju dan menghilang diantara kabut malam.

***

Army menghitung uang yang ia dapatkan dari ATM, lalu memasukkannya ke dalam dompet dan kembali ke food trucknya, dimana seorang pria sedang menunggunya untuk mengembalikan kartu ATM.

"V???!!" betapa terkejutnya Army ketika melihat V yang terkapar di jalan, kursinya pun tergeletak di jalan. Setelah ia mendekat dan semakin dekat, akhirnya ia mengerti, kalau sebenarnya V hanya sedang tertidur pulas.

"Aigoo... bagaimana ini...? apa kubiarkan saja ia tidur disini?... Ahss... kau ini merepotkanku saja!!" keluh Army sambil memukul kepala yang masih diperban.

"Uhhm!! hmmmm nyamnyammmmhmmm" V membalikkan badannya di jalan, ia seakan tak peduli dinginnya jalan yang sedang ia tiduri.

"Baiklah... akan kutunggu kau disini... aku tak tega... pria sebaik dirimu kutinggalkan begitu saja... hmmm ini kukembalikan kartu ATM mu..." Army mengambil dompet V yang terletak di saku kemejanya, lalu memasukkan lagi kartu ATM ke dompet pria itu. tak sengaja ia melihat foto V dengan seorang gadis yang berambut panjang, foto usang yang membuatnya ingat dengan apa yang sedari tadi terjadi pada V.

"Aaahh... Kau rupanya yang bernama ARMY!! HAH!!!" bentak Army sambil memukul foto yang tersimpan di dompet V. "Rupanya aku lebih cantik darimu... huh!! Tega sekali kau meninggalkan kekasihmu!!! Dasar!! WANITA!!... V... kukembalikan dompetmu... hmmm... kasihan sekali kau... pria malang..." Army bergegas membereskan meja makan dan kursinya, memasukkan ke truck.

Entah apa yang membuat Army begitu peduli dengan V. Setelah membereskan semua barangnya, Army keluar membawakan bantal dan selimut untuk V. ia mengangkat kepala V pelan-pelan dan meletakkan bantal dibawahnya. Lalu selimut tebal dililitkan ke tubuh V, hingga pria itu kelihatan seperti gulungan kimbab yang sempurna.

"Yup.... finnish... dengan begini kau bisa tidur tanpa merasa sakit flu... huaaam... aku juga harus tidur sekarang... besok pagi harus belanja lagi... huaaaaaam..." Army menyelimuti dirinya sendiri dengan bermodalkan kursi seadanya ia pun bisa tertidur lelap layaknya V yang sekarang masih bermimpi indah tentang masa lalunya.

to be continue

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler