- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction Diary Part 3



Songfiction "Diary"

Maincast : L Myungsoo and You

Genre : Flash Love

Location : Seoul

***

Aroma sup gurita yang bercitarasa menyerebak ke seluruh rumah, menggantikan bau pengap yang tadi memenuhi rumah. Setelah kutata di meja makan, nasi, sup gurita seadanya, kimchi dan berbagai teman pendamping lainnya. Ini waktunya aku membangunkan Myungsoo. Pria itu pasti akan bangga denganku, hihihi... pendatang baru yang bisa menyesuaikan diri dengan cepat.

Sambil memasak, aku juga membersihkan semua ruangan, mengumpulkan cucian menjadi beberapa bak, hari sudah larut malam, besok aku berjanji pada diriku sendiri akan mencuci semua pakaian Myungsoo yang tergeletak disana sini.

Myungsoo masih tidur di meja balkon, wajahnya yang tirus tampak indah dibawah sinar rembulan. Ia tampak nyaman tidur disana, walaupun udaranya dingin, ia tetap tidur nyenyak.

"Myungsoo.... ssshh.... Myungsoo... bangun..." kataku sambil menggoyang jempol kakinya yang muncul dari lubang kaos kaki yang robek-robek. Myungsoo diam saja tak bergerak.

"Myungsoo... aku sudah memasakkan sup gurita untukmu... ayo bangun... makan dulu baru tidur lagi... ayo..." kataku mulai gelisah. Karena sedari tadi sepertinya ada yang sedang mengawasiku dengan Myungsoo.

"huuuueemmm....." kata Myungsoo sambil membalikkan badannya "Ada apa?" tanya pria itu sambil menggosok matanya.

"Sup gurita... hehe... aku sudah memasakkannya spesial untuk pemilik rumah yang mau menampungku... ayo kita makan..." kataku sambil memberanikan diri membuka selimut Myungsoo.

"AH!!! Apa yang kau lakukan!!! Siapa kau!!!" tanya Myungsoo sambil merebut selimutnya dari tanganku.

"Eeeh...? aku... teman Minjung.... teman dari penjara... kau lupa? kau pusing? atau sakit? hmmm" sontak aku kebingungan. Bagaimana ini? bagaimana bisa Myungsoo secepat itu lupa, padahal hanya 3 jam ia tidur, tatapan matanya pun sudah lain dari sebelumnya. ia menatapku penuh curiga kali ini.

"Minjung... ah.... iya aku lupa.... lalu bagaimana bisa kau masuk ke rumahku?? HAH!!" bentak Myungsoo

"Ah.... Kau tadi memberiku kunci rumah, dan kau sendiri yang bilang... kalau aku boleh tinggal disini... lantai atas itu kamarku... aku sudah membersihkan isi rumahmu... dan memasakkanmu sup yang enak... Myungsoo apa kau lupa?? benar-benar lupa??" tanyaku kebingungan sambil memberikannya kunci rumah.

"Sudah bawa saja kuncinya... aku masih punya cadangannya.. AH!!! Aku lupa... mana celana dalam yang kugantung di situ!!" tanya Myungsoo lagi dengan nada membentak,

"Sudah kurapikan dan kumasukkan ke dalam box itu... supnya akan mendingin... kau tak tertarik untuk makan Myungsoo?" tanyaku sekali lagi.

"Hyaaa... Myungsoo... Myungsoo!! Kau pikir aku adikmu hah!!! panggil aku Oppa!!... Kajja Kita makan" kata Myungsoo sambil masuk ke rumah lebih dulu.

Saat masuk rumah, Myungsoo sepertinya terkejut melihat rumahnya terlihat bersih dari semula, ia tersenyum padaku berkali-kali, dan mengatakan kalau ide Minjung menempatkan aku di rumahnya rupanya ide yang luar biasa.

"Woaaaaah.... sup gurita... ini sup terlezat yang pernah kumakan..hihihi" kata Myungsoo

"Gomawo..."

"Darimana kau belajar memasak?" tanya Myungsoo lagi, sambil melahap kimchi yang ia ambil dari mangkuk.

"Di penjara... aku dan Minjung, sering belajar memasak di kantin penjara..."

"Hmmm... apa Minjung jadi gadis baik-baik disana? aku sempat khawatir ia kesepian disana... tapi setelah mendengar ia memiliki sahabat sepertimu... aku bisa lega..."

"huhuhum..."

"Maafkan kalau aku sempat tak mengenalimu... itu penyakit lamaku... ketika aku tertidur... lalu bangun... beberapa ingatanku terhapus... dan aku harus berusaha mengingatnya lagi..." kata Myungsoo.

"neunde munjega eobsgun-yo" gumamku sedikit malu.

"setidaknya... kau sudah tahu bagaimana harus hidup serumah dengan orang yang tiba-tiba menjadi amnesia sepertiku hehehe... Gurita ini enak sekali...kau dapat gurita darimana??" tanya Myungsoo sambil melahap gurita yang sudah matang.

"Dari lemari es..." jawabku merasa tersanjung

"WRRRRRRRROOOAAAH!!!" Myungsoo berhasil memuntahkan semua isi mulutnya di depanku. "KAU MEMASAK GURITA BASI!!! YAAAAAAA!!! BABO!!! Kau tahu itu BASI!!! kenapa kau masak juga hah!!!"

"Basi??"

"BASI!!! Kau bisa kau cium!! Gurita itu sudah di lemari es selama 1 bulan... ahsss!!!" kata Myungsoo sambil mengulurkan lidahnya lalu di cucinya dengan air soda.

Kucoba untuk merasakan lagi sup yang sudah kuhasilkan, rasanya tak ada bedanya dengan sup biasanya, daging guritanya juga tak ada anehnya.

"Sssshh... Oppa... rasakan lagi... tak ada bedanya antara gurita basi dan gurita masih segar... rasanya sama saja..."

"Oh....benarkah!!" tanya Myungsoo

"Hum!!... tak ada bedanya.... cobalah..."

"KAU SAJA YANG COBA!!!... Ah... Jjankanman... hmmm gurita basi... murah harganya...dan kau bisa membuat sup dengan rasa gurita segar... Ara!!... Araseo.... terima kasih supnya... aku akan membagikannya ke teman-temanku... kalau besok mereka tidak sakit... dan kau tidak sakit. berarti sup gurita basi ini bisa kita jual hahahaha... ah... aku lupa... siapa namamu?" tanya Myungsoo sambil menuangkan satu panci sup gurita ke container kecil.

"Ara..." jawabku sambil terus menyaksikan apa saja yang dilakukan Myungsoo. Pria itu bila memikirkan uang, cepat sekali ingatnya.

"Hmm??" tanya Myungsoo sambil melepaskan kaosnya di depanku, apakah aku harus menutup mataku? atau aku harus menyaksikan abs yang begitu sempurna di depanku. Tapi terlambat, Myungsoo cepat-cepat memakai kaos yang baru, yang diambil dari bak cucian kotor.

"Hmmm?" tanyaku bingung.

"Siapa namamu?" tanya Myungsoo lagi.

"Ara... Namaku Bo Ara..."

"Oh... iya... Ara.... Oppa... akan kembali besok pagi... kalau sup ini laku malam ini... besok siang kita akan belanja gurita basi di pasar.... Annyeong... jangan lupa kunci pintunya...jangan sampai ada orang asing masuk ke rumah saat aku tak ada di rumah" kata Myungsoo sambil menggosok kepalaku. mengacaukan rambutku.

"Ye... Oppa..." kataku sambil melirik sosok pria tampan bernama Myungsoo yang langsung menghilang dari balik pintu.

Aku terdiam selama beberapa menit.
Tiba-tiba ada yang mengalir keluar dari hidungku.
Warna merah...
Ya...
Darah...

"AAAAAAAAAAAH!!!!!! MINJUNG!!!!!!!! Aku...... tak sengaja melihatnya Minjung.... Minjung... maafkan aku... aku suka Abs kakakmu hahahaha..... Oh... Abs.... hahahahaha!!!! AHHHH!!!! naneun salang-e ppajyeoissge!!!" Teriakku kegirangan.

To be continue

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler