- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction Diary Part 4


Songfiction "Diary"

Maincast : L Myungsoo and You

Genre : Flash Love

Location : Seoul



***

Abs Myungsoo masih terbayang di benakku, dan malam ini aku begitu gelisah, tak bisa tidur, tenagaku masih terlalu banyak untuk diajak tidur. Maka kuputuskan untuk mencuci semua baju Myungsoo malam ini juga. Karena aku yakin, sup gurita basi satu container kecil yang dibawa Myungsoo pasti laku, dan besok kami berdua akan membeli gurita basi sebanyak-banyaknya di pasar.

Woah... aku hebat kalau memprediksi ya? hihihi. Kutendang-tendang jaket Myungsoo yang sudah bau di bak. Kutambahkan lagi detergen dan menginjaknya lagi dengan senang hati.

"Ssstt... hei..." panggil seseorang di belakangku. Berbalik dan melihat siapa malam-malam seperti ini yang masih bangun dan iseng menyapaku. Ternyata Ahjumma tadi siang. Wanita itu tampak ramah, ia berjalan ke meja dekat balkon, lalu meletakkan satu kotak berwarna ungu.

"Ye.. Ahjumma" kataku sambil mencuci tanganku lalu kulihat apa yang dibawa ahjumma.

"Jangan dibuka!!... itu khusus buat Myungsoo" teriak Ahjumma sambil memukul tanganku.

"Oh... baiklah..."

"itu Kimchi buatanku, Myungsoo selalu memesannya... kalau kau membuka tutupnya.. bagaimana bisa berfermentasi dengan sempurna? eoh...? auh... !!" kata Ahjumma kali ini sambil memukul kepalaku dengan lembut.

"Ehehe... iya Ahjumma.. mianhae..." kataku sambil membawa kotak ungu ke dalam rumah.

"Bagaimana?!! Myungsoo sudah menerimamu!!" tanya Ahjumma sambil berteriak dari luar, aku pun bergegas keluar rumah, agar Ahjumma tak teriak-teriak di tengah malam, hanya untuk membicarakan hal yang sepele.

"Yee.. Ahjumma... Minjung... juga sudah membolehkan aku tinggal sementara disini..." kataku sambil melanjutkan menginjak-injak baju Myungsoo.

"Auh.... tinggal satu rumah dengan seorang pria... ahss... apa kau tak takut? dia menodaimu?" tanya Ahjumma terlalu usil.

"hehehe... aku bukan wanita seperti itu Ahjumma... ah... terima kasih telah mengkhawatirkanku.." kataku sambil menundukkan badan tanda terima kasih pada orang yang lebih tua.

"Aigooo... aku khawatir Myungsoo melukaimu atau memperlakukanmu dengan kasar... anak itu mulai agak-agak gila setelah setengah tahun yang lalu ia mengalami kecelakaan..... ia sering lupa ingatan... sering bertindak kasar... tapi lebih sering bersikap baik... sudahlah... aku pulang dulu... bilang pada Myungsoo... kimchinya 14.600 won... ah siapa namamu?"

"Ara.... akan kubayar Kimchinya ahjumma..." kataku sambil memberikan lembaran uang 15.000 Won pada Ahjumma yang sedari tadi selalu menelisikku.

"Aigoo... terima kasih... tapi aku tak punya uang kembalian" kata Ahjumma sambil merogoh kantongnya.

"Sisahnya untuk Ahjumma saja... "

"Benarkah??"

"Yee... Ahjumma... tapi katakan padaku... Myungsoo... kapan ia mengalami kecelakaan itu... ? bisakah kau ceritakan padaku?"

"Hmmm... apa kau tertarik pada Myungsoo? hingga mau mendengar semua tentangnya? ah... sudah kukira... hahaha" kata Ahjumma sambil menampar wajahku.

"Setengah tahun yang lalu... Minjung masuk penjara... dan ahjumma bilang Myungsoo mengalami kecelakaan.. apakah itu kejadian yang sama?" Wajah Ahjumma yang tadi ceria, kini berubah menjadi sedikit sendu, ia hapus airmatanya yang tak sedikit keluar dari kelopak matanya.

"Hmmmm... Ahjumma... apa aku salah menanyakan sesuatu?" tanyaku lagi, salah tingkah.

"Hari itu... Myungsoo bersama suamiku dan adiknya Minjung... akan pergi ke pasar membeli peralatan baru untuk rumah seni mereka. Myungsoo... dan Minjung sudah kuanggap sebagai anakku sendiri... mereka sering menghabiskan waktu di rumahku. Hari itu peristiwa itu terjadi... mobil yang mereka pakai mengalami kecelakaan beruntun, dan Minjung menjadi tersangka utama. Karena saat itu ia lah yang mengendarai mobilnya... Suamiku sudah meninggal... dan selama 2 bulan aku susah payah merawat Myungsoo..."

"Ahjumma...."

"Sudah... aku harus kembali... jangan lupa matikan lampunya kalau kau selesai mencuci... pompanya juga jangan lupa di tutup. tagihan akan semakin melunjak saat kau lupa menutup pompanya... Ara..." kata Ahjumma sambil bangkit dari tempat duduknya.

"Ahjumma... kalau kau menganggap Myungsoo dan Minjung... adalah anakmu...mau kah kau juga menganggapku sebagai anakmu?... karena saat ini aku juga tak punya orang tua... mereka semua meninggal... mereka meninggalkan aku sendirian di dunia ini Ahjumma... padahal... aku masih ingin bersama mereka...."

Tak terasa Ahjumma memelukku, lalu berlalu meninggalkan aku yang masih menangisi nasibku sendiri. Myungsoo, Minjung... rupanya kalian sama sepertiku, kehidupan kita memang harus seperti ini, dan entah mengapa... aku senang bertemu dengan kalian semua di keadaan kehidupanku yang seperti ini.

To be continue

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler