- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction RUHAPPY? Part 13 BTS


Fanfiction : R U Happy Now? Part 13

Author : Ayuna Kusuma

Maincast : Suga, Jin and You

Genre : Flash Love


Seminggu lamanya aku tak kembali ke sekolah, seminggu pula Suga selalu menghabiskan waktunya setelah pulang sekolah, hanya untuk menemaniku, ia melupakan kegiatan yang ia sukai.

Suga mengaku, kalau sudah menyelesaikan tugas rumah yang diberikan guru di kelas, saat waktu istirahat, jadi setelah pulang sekolah, ia tak punya banyak tanggungan. Maka dari itu, ia selalu ada untukku.

Hari senin, sekarang ini, aku harus kembali masuk ke sekolah. Ayah juga mengabarkan kalau Jimin sudah dikeluarkan dari penjara. Ayah Jimin, yang akan menikah dengan ibuku dua minggu lagi. Berterima kasih padaku, kata Ayahku, ia memberikan paket daging super mahal, tapi sayangnya Ayah lupa, sehingga hanya dia yang menghabiskannya. Tapi tak masalah bagiku, karena Ayah sudah menggantinya dengan mengganti pelindung AC dengan besi yang lebih kuat, hingga aku tak lagi mengkhawatirkan Suga. Pagi ini ia akan datang ke kamarku, melalui jendela, sengaja kubuka korden dan jendela, juga pintu kamar, agar ia tahu putrinya aman bersamanya.

"Hana... deul.... set..." bisikku sambil menyisir rambutku. Suga meloncat ke pelindung AC milikku, dan aku bisa tahu ia senang mendaki.

"Annyeong..." sapaku lebih dulu.

"OMMO!!!" Suga terlihat terkejut ketika melihat aku di hadapannya "Bagaimana kau tahu aku akan datang?" tanya Suga sambil meloncat masuk.

"Hanya kau pria gila yang selalu menungguku di depan jendelaku... di jam yang sama... dan aku sudah mengganti pelindung ACku... Ayah yang menggantinya... ia khawatir padamu... mengapa tidak lewat pintu saja?"

"Hehehe...dulu... ketika aku masih punya kekasih... bila kerumahnya... aku selalu lewat pintu... dan ketika kami punya masalah... ia membanting pintunya di depan wajahku... sekarang aku tak mau itu terjadi lagi... dan kebetulan di samping jendelamu ada tangga tanaman... aku bisa mendakinya... hehehe..."

"Lalu?"

"Dan aku yakin bila kita punya masalah... kau tak akan pernah tega melemparku keluar dari jendela..."

"Yaaaaaaa Suga.... hahahaha.... kau pabo... hahaha"

"Tapi kau sudah bisa tersenyum kan? berarti lukamu sudah sembuh... Kajja... kita berangkat,..."

***

Chevrolet merah terparkir di sebelah mobil yang lainnya, Suga membukakan pintu untukku, ia juga membawakan tasku lalu menuntunku masuk ke dalam sekolah. Sebelumnya aku tak mau, tapi ia tetap memaksa, aku tak bisa menolak kebaikannya yang membuatku semakin mencintainya.

Jimin, dan Jin menunggu kami berdua di gerbang sekolah. seperti biasa beberapa murid ketakutan ketika melihat Jimin dan Jin. Padahal mereka tak melakukan apapun. Mereka hanya bersandar di gerbang sambil menunggu kami berdua.

"Hei!! Army!!" Teriak Jimin sambil melambaikan tangannya padaku.

"Hei..." balasku. Kami berempat pun akhirnya berhadap-hadapan dengan suasana yang baru.

"Bagaimana lukamu Army?" tanya Jin.

"Membaik... sudah tak terasa sakit lagi..." jawabku. Suga hanya tersenyum manis melihatku bisa menyesuaikan diri dengan Jimin dan Jin. "Kudengar kau sudah kembali sekolah Jimin... sejak kapan?"

"Humm... sejak kemarin lusa... Itu semua karena kebaikanmu Army... kalau kau tak memberikan pernyataan itu..." Jimin menghentikan kata-katanya.

"Kau juga baik Jimin... kau bisa melepaskan dendam pada Suga..."

"Hum.... aku sudah menjadi sahabatnya sekarang... benarkan Suga?" tanya Jimin sambil memukul pundak Suga.

"Wae? Nugu? Nado?"

"Yaaaaaa hehehehehe" Jimin dan Suga pun pura-pura berkelahi didepanku dan Jin.

"Sudah... biarkan mereka bermain... lama tak pernah kulihat Jimin sebahagia itu...Apakah perlu kutuntun? Army?" Tanya Jin yang berjalan di sampingku.

"Oh... Andwae... aku bisa sendiri..."

"Hmm... hanya suga yang boleh membantumu kan? hehehe"

"Ya.... Jin ah... bukan seperti itu..."

"Kau tak ingin membuatnya cemburu kan? hehehe"

"Kau ini.... Bagaimana kabar Ayahmu?"

"Kau dan Suga... pasangan yang serasi... Tentang Ayahku... dia sudah menetapkan dua minggu lagi akan menikah dengan ibumu..."

"Oh... tentang itu aku sudah mendapat kabar dari Ayahku..."

"Hmmm... Army... Terima kasih telah membuat semuanya menjadi lebih baik... aku tak bisa membayangkan kalau kita bertiga menjadi saudara dengan kemarahan dan dendam seperti kemarin..." kata Jin, sambil membukakan pintu kelas untukku.

Kelas masih terlalu sepi, aku duduk di bangku Suga, dan Jin duduk di seberangku. Ia seperti menunggu kata-kataku selanjutnya.

Kubuka sedikit korden yang menutupi jendela kelas, dari jendela aku bisa melihat Suga dan Jimin masih berlari-larian kesana kemari, bercanda tanpa ada dendam seperti dulu.

"Jin... berterima kasihlah pada Jimin... kalau ia tak menusukku... semua akan berbeda ceritanya.... Dan berterima kasihlah pada dirimu sendiri... karena kau mau mengalah dan meminta maaf padaku... Aku sebenarnya tak punya andil apa-apa dalam hal ini..."

"Hmmm... begitukah?" tanya Jin yang sedari tadi melirikku.

"Army...."

"Hmm??"

"Aku pastikan... kau tak akan rugi mendapat kakak sepertiku, dan adik seperti Jimin... kami akan selalu menjagamu... walaupun kau sudah memiliki malaikat penjaga yang begitu tampan..."

"Hmm?"

"Suga... kami bertiga... akan selalu berterima kasih padamu... kalau tak ada kau di malam itu... Suga akan mati di tangan kami, Jimin akan terpenjara, dan aku menjadi pria bodoh untuk kedua kalinya..."

"Gomawoyo..."

To be continue.

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler