- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction RUHAPPY? Part 15 BTS


Fanfiction : R U Happy Now? Part 15

Author : Ayuna Kusuma

Maincast : Suga, Jin and You

Genre : Flash Love


Chevrolet merah berhenti di lapangan parkir yang penuh dengan mobil mewah. Tamu undangan rupanya sudah banyak yang datang. Ayah turun lebih dulu, membawa kado yang besarnya hampir sama seperti setengah badanku.

Suga sibuk mencari sesuatu di kotak penyimpanan. Ia mengangkat kakiku dan mencari barang yang sepertinya penting untuk dibawa.

"Cari sesuatu?" tanyaku sambil merapikan tatanan rambutku, akhirnya Ayahku satu-satunya pria hebat yang bisa menolongku dalam bidang fashion.

"Hmmm..."

"Apa? seperti apa benda yang kau cari?"

"Hmmm? ah... Nuna... bisakah kau pergi dulu? aku akan menyusul"

"Andwae... aku tak bisa meninggalkanmu... bagaimana kalau ada pria lain yang tertarik padaku nanti?"

"Nuna!... aku tak sedang bercanda sekarang...."

"Baiklah... akan kubantu... katakan padaku... apa yang kau cari?"

"Ahsss... sudah... hehehe... sudah kudapatkan" kata Suga sambil menyembunyikan sesuatu di celananya.

"Okey... Kajja..." Kami berdua, berjalan bersama ke gedung pernikahan, seperti layaknya sepasang kekasih, padahal kami belum pernah menyatakan seperti apa hubungan kami.

***

"I Do..." gumam Ibu dengan suara lirih yang menghanyutkan. Semua orang pun bersorak ria, menyatakan sebuah kebahagiaan sedang meliputi kami yang sekarang berada di gedung pernikahan kami. Setelah Ibu dan Suami barunya berciuman, dan menandakan mereka sudah sah menikah. Tiba-tiba Suga melangkah ke panggung.

Aku rasa ada yang tidak beres kali ini, karena Jimin dan Jin tiba-tiba lari ke belakang layar. Apakah mereka akan membuat satu pertunjukkan untuk ibu? Ah... mungkin saja.

"hm... tes... hana deul... set..." gumam Suga sambil mencoba mic yang digenggamnya. Semua orang berbalik dan melihat apa yang sekarang akan dilakukan Suga.

"Selamat atas pernikahan kalian... Semoga... bahagia sampai akhir... Jangan sampai ada perpisahan lagi... seperti dulu... geudee" gumam Suga sambil melirik Ayah yang pura-pura akan melemparnya dengan piring penuh makanan.

"Hmmm..." Suga sepertinya menunggu sesuatu, tak beberapa lama, lagu Beuatiful yang dinyanyikan BTS tiba-tiba menggema di gedung pernikahan.

Lagu terdengar semakin lirih, dan Suga bersiap-siap mengatakan sesuatu.

"Army... I love you... Terima kasih, malam itu... kau mau menyelamatkanku... Aku yakin, malam itu... Aku yakin... Tuhan telah mempertemukanmu denganku... Tuhan yang menyuruhmu menyelamatkanku... dan Tuhanlah yang menyuruhku mencintaimu... Army... Gadis cantik yang selalu mengganggu tidurku... kau tak pernah tahu... kalau setiap hari aku selalu memikirkan apa saja tentang dirimu... hehehe... tentu saja... karena baru kali ini aku mengatakannya padamu dan pada semua orang yang hadir disini... Army... Tuhan pula yang membantumu menyelesaikan masalahku dengan Jin dan Jimin... Sekarang... kami bertiga menjadi sahabat yang tak bisa terpisahkan... benar kan JIMIN!!!?? JIN!!!?" Jimin muncul dari balik layar, melambaikan tangannya padaku juga seluruh tamu, begitu juga dengan Jin muncul dari atas layar, melambaikan tangannya begitu semangat hingga hampir jatuh.

"Army... Gadis cantikku... Aku mencintaimu... tapi aku tak mau terburu-buru... tapi... aku tak mau kau berlalu dan menjauh dariku... karena waktu kita masih lama... kita masih harus meneruskan kuliah... kita masih harus mengejar cita... untuk itu... aku ingin kau...." Suga turun dari panggung. mendekatiku dan seluruh ruangan penuh dengan gema "WOOOOOOOOOOOOHHHH!!!"

"Mwooo? hhehee" aku sungguh salah tingkah saat ini.

"Aku ingin kau... menerima proposal lamaranku saat ini... Army... mau kah kau menjadi calon istriku?"

"mWoo??"

"TERIMA ARMY!!!!!!! TERIMA SAJA!!! AHAHAHAHAHAHA!!!" Teriak Jimin dari balik layar. Lagu Beautiful semakin keras menggema, semua orang termasuk Ayah dan Ibu pun memberikan semangat padaku untuk menerima cincin Suga.

"I do..."

"Thank you... my beautiful girl..." gumam Suga, sambil menyematkan cincinnya ke jari manisku.

"Tapi..."

"Hmmm??"

"Ada satu syarat..."

"Mwo??"

"Kalau ke rumahku... lewat pintu... jangan lewat jendela... arra?"

"Okey... Aku akan berusaha..." Gumam Suga sambil memelukku. " Are you happy now? Army?"

"Now I'm Happy.. Suga... I love you"


The End

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler