- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction RUHAPPY? PART 3 BTS



Fanfiction : R U Happy Now? Part 3

Author : Ayuna Kusuma

Maincast : Suga, Jin and You

Genre : Flash Love

"Kau.. kemarilah... aku tak akan menyakitimu..." itulah apa yang ia katakan, aku bisa membaca gerakan bibirnya.

Aku ketakutan. dan hanyaa bisa menggelengkan kepala. Tapi sepertinya Jin tak mau mengalah, ia berlari menuju pintu masuk. Akupun tak mau mengalah, kutahan pintu cafe, agar ia tak bisa masuk.

"Keluar Kau!!!" bentaknya. Suaranya menggelegar, mampu membuatku ketakutan setengah mati.

"Andwae.... andwae...." kataku sambil mempertahankan posisi pintu agar tetap tertutup.

Jin menyerah juga akhirnya, ia menggoreskan pisau kecilnya ke lehernya sendiri, seakan-akan ia sedang mengancam akan melukaiku.

Jin menghilang dalam kegelapan malam. Sedangkan tanganku yang masih bergetar, mempertahankan pintu cafe agar tak bisa terbuka. Aku takut ia akan kembali menerobos masuk ke cafe, lalu pertengkaran antara Jin dan Suga akan terjadi lagi.

"Hei... aku sudah belikan kau burger... kau ingin pulang?" aku meloncat ketika suga menyentuh bahuku.

"AIGO!!... fuuuh...." aku lega Suga sudah bersamaku lagi, mungkin Jin menghindariku karena melihat suga di belakangku, syukurlah kalau begitu keadaannya. Aku tak ingin masalah ini menjadi berlarut-larut, besok aku akan meminta maaf pada Manji dan Jin.

"Kau kenapa?" tanya Suga sambil membantuku yang masih gemetaran untuk duduk di sofa cafe.

"Andwae... aku hanya demam... gomawo... sudah mau membelikanku burger..."

"Hmmm.. ye... jeonhyeo munje eobs-seubnida... makanlah... aku juga sepertinya kelaparan sekarang..." Suga mulai melahap burger king nya yang super besar.

Sedangkan aku masih tak bisa mengakhiri rasa takutku, Jin, jangan sampai pria itu masuk ke cafe dan membuat keributan semakin rumit. Kalau saja aku terkait dengan pertengkaran lebih jauh, aku akan mendapat blacklist dari sekolah. Dan ayahku terpaksa mengembalikan aku pada ibu yang sudah tak bisa kupercaya.

"Hmm... enak sekali huhuhumm" gumam Suga sambil mengunyah burgernya.

Kriiing.... Suara pintu terbuka. Ingin sekali aku membalikkan badan dan melihat siapa yang masuk cafe. Tapi ketakutan itu melarangku.

Seorang pria memakai hoodie hitam yang sama seperti milik Jin, duduk di seberangku. Saat Suga asyik dengan makanannya, Pria yang duduk diseberangku membuka hoodienya, ternyata memang benar dia Jin.

Pria yang mengancamku beberapa menit yang lalu. Berani sekali ia masuk ke cafe, apakah dendamnya padaku begitu besar?.

Kurapatkan tanganku dan kucoba meminta maaf padanya dari jauh, seperti seorang gadis thailand yang memberikan salam bagi semua orang yang ditemunya.

Tapi Jin malah memberikanku sebuah kepalan tangan dan tatapan penuh emosi.

"Suga... setelah ini... maukah kau antarkan aku pulang?"

"Tentu saja..."

"Bagaimana kalau kita pulang sekarang saja?"

"Hum??... ice cream kita belum habis... burgermu belum kau makan... nanti saja... habiskan semua dulu... baru kuantar kau pulang... arraseo?"

"Tapi kau sudah bayar semua kan?"

"tentu saja... hehehe"

Aku memasukkan burgerku ke tas, dan melahap ice cream yang masih tersisa dengan kecepatan penuh.

"Hhoho.. kau suka ice cream ternyata..." gumam Suga.

Di belakang Suga, Jin masih saja menatapku, entah apa yang dia pikirkan. Apakah ia sedang memeriksa apa saja yang nanti bisa ia lakukan untuk menyakitiku?. Asal tahu saja, aku tak akan pernah membiarkan dia menyakitiku. Tak akan bisa.

"Suga... Kajja... antarkan aku sekarang..." kataku sambil menyeret tangan Suga.

"Ommo!!" hampir saja kubuat Suga tersedak burger. Suga sepertinya tahu posisiku saat ini, ia langsung meminum cola miliknya dan mengikutiku.

"Apa kau sudah mengantuk? ah... tentu saja... aku lupa... kau hanya anak regular... iya kan?" tanya Suga sambil membukakan aku pintu mobilnya.

"Iya... hmm kau benar... aku sangat mengantuk... bisakah kau cepat bergerak... hmm? aku mengantuk sekali... aku ingin segera pulang" kataku setelah melihat Jin juga keluar mengikuti kami.

Suga berlari masuk ke dalam mobil melalui pintu yang lain, beberapa detik kemudian chevrolet merah sudah membawa kami menjauh dari kejaran Jin.

Melalui kaca spion aku bisa melihat Jin mengejar mobil Suga. tapi ia menyerah ditengah jalan. Kecepatannya tak bisa mengalahkan kecepatan chevrolet yang sudah teruji.

Suga menyanyi sambil menikmati perjalanan menuju rumahku. Dengan GPRS dia bisa mendapatkan alamatku dengan cepat, tanpa harus bertanya apa-apa padaku.

Selama di mobil Suga yang mewah, aku hanya bisa pura-pura tidur. Yang kupikirkan saat ini, bagaimana caranya menghadapi Minji dan Jin keesokan hari, aku satu sekolah dengannya. Bagaimana kalau Jin benar-benar balas dendam denganku?. Bagaimana kalau ia tega menyakitiku? Ahss.... babo... kenapa aku harus berteriak tadi..? Tapi kalau aku diam saja. Suga, Pria yang sudah ditakdirkan menjadi jodohku, akan mati sebelum kami dekat dan mengenal satu sama lain.

Kulirik Suga yang masih menyanyi sambil menyetir. Ia menghentikan mobilnya ditengah pinggir jalan. Tersirat sebuah pemikiran kotor di otakku. Jangan-jangan Suga ingin melakukan tindakan asusila padaku? BAGAIMANA INI!!!!.

Suga mengambil sesuatu di jok belakang, dan ternyata hanya selimut yang ia ambil. dengan hati-hati, ia menyelimutiku dengan selimut bulu miliknya.

"Ssssttt... tidurlah... aku akan mengantarkanmu pulang... jangan khawatir... bidadari penyelamatku..." gumamnya lembut.

'Bidadari?? Dia menyebutku Bidadari??? Hahahahahaaaaaaaa' tak bisa berteriak kegirangan, aku hanya bisa berteriak dalam hati. Tapi bayangan kemarahan Jin menghapuskan kebahagiaanku seketika. Apa gunanya menjadi bidadari, kalau besok ia akan menjadikanku daging panggang??. Ahsss.... nae insaeng geuleohge wiheom

To be continue

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler