- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction RUHAPPY? Part 7 BTS


Fanfiction : R U Happy Now? Part 7

Author : Ayuna Kusuma

Maincast : Suga, Jin and You

Genre : Flash Love


Sudah tiga hari, aku tak pernah bertemu dengan Suga, ia pun sama sekali tak pernah pergi ke sekolah, membuat keributan, dan Jin juga sepertinya tak pernah terlihat bertempur lagi dengan gang sekolah Suga.

Aku sering bertemu dengan Jin, tapi ia tak pernah menyapaku, padahal kami pernah beberapa kali bertengkar, aku pernah menendangnya, ia pun pernah menyentuh pipiku. Jin yang sekarang rupanya berbeda dengan Jin yang tiga hari yang lalu.
Malam ini, ibu mengundangku dengan sedikit pemaksaan. Katanya ada tamu dari jauh yang ingin bertemu denganku, sekaligus acara pertunangan dirinya dengan kekasih barunya.

Sebenarnya aku tak ingin datang, tapi Ayah terus memaksaku.

"Pakailah ini..." kata Ayah sambil menjulurkan hanbok hadiah chuseok tahun lalu.

"ANDWAE!!" bentakku, sambil melanjutkan menulis laporan penelitian biologi bulan ini.

"Army... haruskah kau bersikap seperti ini... dia masih Ibumu..." Ayah pun meninggalkan hanbok di punggungku.

"Baiklah... aku akan hadir disana... tapi tidak dengan pakaian ini..." Ayah yang tadinya ingin pergi dari kamarku dengan wajahnya yang pura-pura murung, setelah mendengar kalau aku setuju berangkat ke rumah ibu, ia pun berlari memelukku dari belakang.

"Nah... itu... baru anakku... jangan mempersulit ayahmu ini... hmmm.. kalau kau tak kesana... mereka akan mencabut hak asuhku"

"Hehe... kau pikir aku bisa kau tipu Ayah? hak asuh tidak akan ada artinya bila usiaku sudah 17 tahun... ck ck ck... kau harus merubah cara menipuku..." kataku sambil mencium pipi Ayahku yang sudah mulai keriput.

"Anakku memang cerdas... baiklah... lalu kau pakai apa ke acara ibumu?"

"Pakai itu saja..." kataku sambil menunjuk jaket BTS yang tergantung di lemari.

"Omo!!... kau mau mempermalukanku? pakai hanbok ini..." kata Ayah sambil melemparkan chima dan jeogori ke wajahku.

"Andwae!!!" kulemparkan kembali.

"PAKAI!!!"

"ANDWAEEE!!!!!"

"PAKAI!!!!!"

"Andwae........ aku sudah bilang NO WAY!!!" kataku bersikeras.

"Pakai saja Nuna... kau tampak cantik dengan hanbok itu..." kata seseorang.

"Mwoo??" aku dan Ayahku kebingungan mencari dimana suara itu berasal. Setelah membuka korden jendela yang sedikit terbuka. Aku bisa menemukan Suga sedang duduk diatas besi yang melindungi mesin ac.

"SUGA!!!" Sontak aku berteriak, membuka jendela, dan menariknya masuk ke kamar. Besi pelindung AC tak sekuat yang ia kira. Kalau ia jatuh dari lantai 3, akulah yang harus bertanggung jawab.

"ARMY!! SIAPA DIA!!?!... KAU!!! KAU MENGINTIP ANAKKU SELAMA INI!!" Ayah terlihat marah, ketika ada seorang pria yang sengaja naik ke lantai tiga dan mengintip anaknya dengan bertahan duduk diatas pelindung AC.

"Hehehe... Mianhae Ahjussi... aku teman Army... tapi ia tak mau bertemu denganku.. padahal aku harus mendapatkan rangkuman pelajaran darinya... kalau tidak mendapatkannya bagaimana aku bisa belajar hehehe... tolong ahjussi... lepaskan tangan anda... aku sudah merasa sesak" kata Suga sambil pelan-pelan melepaskan cengkraman tangan Ayahku.

"ANDWAE!!... Dia bohong AYAH..!! Dia bersekolah di tempat lain... bukan sekolahku!!"

"KAU...............!! Beraninya berbohong denganku HAH!!" Ayah semakin mencengkramnya sambil mengangkat tubuh Suga yang lebih kecil darinya.

"Andwae... Mianhae.. Ahjussi... Army mungkin tak tahu... mulai hari ini... aku pindah ke sekolah anakmu... lihatlah kartu pelajarku..." Suga menyerahkan kartu pelajarnya pada Ayahku, kulihat ternyata benar, Suga telah pindah ke sekolahku. Bagaimana ini, apa sebenarnya yang dia inginkan?, selisih tiga hari kutinggalkan dia, sekarang malah pindah ke sekolahku.

"Baiklah... kali ini kubebaskan kau... kalau mengintip Army sekali lagi... aku tak akan segan-segan melaporkanmu ke polisi... Army... hati-hati dengan pria ini... baiklah... Ayah harus kembali ke kantor..."

"Ayah... jangan pergi..." kataku sambil menahan Ayah tetap dikamarku.

"Kau sudah punya teman... selesaikan tugasmu dulu... baru pergi ke tempat ibumu... masih ada waktu 3 jam lagi... dan kau Suga... lain kali lewat pintu depan... aku akan menerimamu dengan senang hati..."

"Yeee... Ahjussi.." Suga menundukkan kepalanya begitu hormat pada Ayahku. Kulihat tak ada yang berbeda dari dirinya, hanya saja kegilaannya kini bertambah.

"Fiuuuuh... kamarmu nyaman sekali..." kata Suga, sambil menghempaskan tubuhnya di tempat tidurku.

"Jelaskan... apa maksudmu pindah ke sekolahku?"

"Oww... kau cepat tanggap rupanya... tak ada alasan lain... selain... aku tak ingin orang lain merebut Jodohku... yang bernama ARMY... namamu aneh ya... apa kau ingin menjadi tentara nanti setelah lulus sekolah hahahahahaha" kusumpal mulut Suga dengan eggcake.

"Tak kusangka... pria sepertimu begitu percaya dengan ramalan.."

"Hmmm... begitulah... itulah aku... pria yang cepat percaya... maka dari itu... kau jangan pernah membohongiku..."

"Ah... aku baru ingat... aku baca di majalah lain... jodohku punya nama yang berawalan J ... dan itu bukan kau..."

"Hahahaha... benarkah?? aku ingin membaca majalahnya... mana? tunjukkan padaku!"

"waee?..." aku kehilangan akal kali ini. "Ah... majalahnya dipinjam tetanggaku..."

"Kalau begitu... ambilkan.. aku akan menunggu disini..." kata Suga sedikit menantang.

"Hmmm aku tak ingin mengganggunya... hehee.."

"Sudah kukatakan... jangan pernah membohongiku... tapi barusan kau membohongiku... jangan kau ulangi lagi... arra..."

"YAAA!!!! Siapa kau ?? Eoh?? melarang-melarang seenaknya!!"

"Aku Suga... dan aku pria yang sedang jatuh cinta denganmu..." Sekilas kulihat keseriusan Suga, tapi aku tak ingin ia lama-lama di kamarku.

"KELUAR KAU!!! DAN JANGAN PERNAH KE KAMARKU LAGI !!!! ARRASEOOOOO!!!" Kuseret ia keluar dari kamarku.

"Nuna... kau akan tahu... seberapa besar kepercayaanku padamu.."

BRAKKK!!! Akhirnya aku bisa mengeluarkan Suga dari kamarku. Tapi Ia masih di ruang tengah, itu artinya ia masih di rumahku? Hass... Bagaimana ini???

To be continue

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler