Fanfiction RUN Part 9 - Ulzzang


Fanfiction : RUN!! Part 9

"Sebelum/Sesudah membaca Fanfiction ini, budayakan share, Like, dan komentar. Terima kasih atas dukungannya"

Author : Ayuna Kusuma

Maincast : song ah ri (Ulzzang) : Song Ah Baek Jae Ah(Ulzzang) : Jae Ah Park Ji Ho (Ulzzang) : Ji Ho Na Hyun Chul (Ulzzang) : Hyun Park Hyung Seok (Ulzzang) : Hyung Seok Wong Jong Jin (Ulzzang) : Jong

Genre : Mystery, Friendship

Lokasi : Incheon, Tokyo, Aokigahara


***

Satu bulan sudah waktu berlalu, Jong dan beberapa temannya yang berlibur di hutan paling menyeramkan di Dunia, rupanya sudah melupakan hal itu dan kembali ke aktivitas mereka sehari-hari. Jiho, kembali bekerja di bengkel keramik traditional di Seoul. Jong kembali dengan aktifitasnya mendaki gunung bersama beberapa teman Korea Hunting nya, Seok sibuk mengurusi kegiatan kampus yang sekarang menjadi sorotan pemerintah Seoul. Sedangkan Song Ah dan Jae Ah, seperti biasa mereka hanya menjalani perkuliahan lalu pulang atau bekerja di butik dan restoran sebagai pegawai freelance, pegawai yang bisa dipecat kapan saja. Sedangkan Hyun lebih memilih menjadi model beberapa online shop.

Sore ini Hyun melakukan pemotretan di dekat cafe dimana Song Ah bekerja, Song Ah hanya tersenyum saja melihat bagaimana jalannya pemotretan. Hyun yang biasanya terlalu susah diatur, kini terlihat lebih dewasa dengan berbagai setelan kemeja dan jas yang disediakan online shop untuk ia pakai.

Selesai pemotretan Hyun segera bergabung dengan Song Ah yang bekerja di kasir.

"Song Ah bisakah kita bicara sebentar... ada hal yang ingin kuceritakan..." kata Hyun

"Ok. Sebentar... Minnah... gantikan aku sebentar..." kata Song Ah sambil melepas celemeknya lalu keluar dari bar cafe.

Diikutinya Hyun yang berjalan di depannya. Mereka berdua menuju ke meja yang dekat dengan jendela.

"Duduklah Song Ah... sebentar aku lupa memesan minum hehehe... tunggu kau mau pesan apa?" tanya Hyun sambil bangkit berdiri lagi.

"Tak perlu... kau pesan saja... aku sudah mencoba semua minuman disini hehehe" kata Song ah sambil merapikan letak rambutnya.

"Hari ini aku dapat komisi dari online shop... kau kutraktir... aku pesankan chocolate bar. okey?"

"Humm... baiklah... terserah kau saja" kata Song Ah sambil mengangguk pasrah. Tak perlu menunggu lama, Hyun pun lari kembali ke meja dimana Song Ah sudah menunggunya.

"Tadi kau bilang ada yang ingin kau ceritakan... ada apa Hyun?"

"Kau bertanya seperti itu. bulu kudukku langsung berdiiri Song Ah... sebentar... aku pakai jaket dulu" kata Hyun yang badannya kelihatan menggigil.

"Kau sakit Hyun?"

"Haisssh... Iya... aku bisa sakit jiwa kalau begini terus... Song Ah... kau masih ingat peristiwa itu?... Akako.. kau masih ingat?"

"Akako....aku melakukannya untuk melindungi diriku Hyun... kau juga seperti itu... ada apa? apa ada orang jepang yang melihat kita berdua? Apa ada yang mencari kita Hyun? Bagaimana ini?" tanya Song Ah mulai khawatir dengan keselamatannya.

"Kalau manusia yang mencari kita, aku masih bisa menerima... tapi beberapa hari yang lalu, ada yang mencariku di apartement, seorang gadis yang bernama Akako, ia mananyakan dimana apartementku pada pengurus apartement, kata Pak Ming, orang yang mengurus apartement setiap sore, Wanita itu memakai baju kimono dengan rambut panjang, wajahnya cantik tapi pucat, sebelumnya ia bicara dengan bahasa jepang, tapi karena pak Ming tak bisa berbahasa jepang, ia memanggil anaknya, kata anak pak Ming, Akako mencari apartementku. Karena anak pak Ming tak mau percaya begitu saja, ia bilang Hyun tak tinggal di situ. Ahhh... Aku lega... Song Ah... Hantu Akako sedang mencari kita berdua... kita harus pergi ke Shaman untuk menanyakan hal ini... kalau tidak.... aku takut ... ia akan membalaskan dendam sampai kita mati..." jelas Hyun sambil bersandar ke jendela cafe.

"Hahahahaha... kau ada-ada saja Hyun.... aku tak akan bisa percaya begitu saja denganmu... sudahlah Hyun jangan bercanda... aku akan kembali bekerja...hummm... terima kasih chocolate bar nya..."

"Song Ah.... aku tak bercanda kali ini..." kata Hyun yang mulai menangis di hadapan Song Ah.

"Hyun...." Song Ah pun mulai sadar kalau temannya tak bercanda kali ini.

"Hantu Akako... juga mencariku di kampus, ia bertanya ke semua teman satu kelompokku, dimana Hyun, dimana Hyun... Song Ah... antarkan aku ke Shaman... aku tak ingin mati... Aku tak akan biarkan Akako membalaskan dendamnya pada kita berdua...gadis gla itu harus mati.... dia memang pantas mati... bukan kita... bukan kita..." rengek Hyun sambil menyembunyikan wajahnya dibalik tangannya yang menggantung di meja.

"Hyun.... besok kuantar kau ke tempat Shaman kepercayaan keluargaku... tapi aku bisa mengantarmu besok... bagaimana?"

"Tidak masalah Song Ah... Terima kasih... tapi bisakah aku tidur di rumahmu? aku takut di apartement sendirian... bolehkah?"

"Humm... boleh... tapi kau harus menungguku, dua jam lagi aku akan bertukar shift dengan pegawai baru... kita akan pulang bersama nanti... tenangkan dirimu Hyun... tak akan terjadi apa-apa pada kita berdua... percayalah..." kata Song Ah menenangkan Hyun.

Di luar cafe, Seok mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam cafe, setelah menyaksikan sendiri Song Ah, sedang sibuk menghapus airmata Hyun dan menenangkan pria itu. Dibuangnya sebungkus coklat yang ia bawa. Nampak sekali kekecewaan di mata Seok. Banyak pertanyaan mencuat satu persatu di pikirannya. Mengapa kekasihnya akhir-akhir ini lebih dekat dengan Hyun dan selalu menjauh darinya.

Seok terus melanjutkan langkah kakinya, tak tahu harus kemana. Ia membuka handphonenya dan menghubungi Song Ah.

"Yoboseyo...Song Ah.. kau dimana? hmmmm di rumah?... malam ini aku ke rumahmu boleh? hmmm ada apa? oh... berapa lama kau keluar kota? hmmm sampai besok lusa... bisakah kita bertemu sekali saja... ada banyak yang ingin kutanyakan padamu... ah... tidak... hanya saja.... oh.. begitu... baiklah... annyeong..." Seok hampir saja menghancurkan handphonenya dengan menghempaskannya ke trotoar, tapi ia berhasil menenangkan perasaannya.

"HAAAAASSHH!!! Nappeun Yeoja..." gumam Seok.

"Oppa!!!!... Seok Oppa!!!!!" Panggil seorang gadis dari belakang. Seok menoleh ke belakang, mencari siapa yang memanggilnya.

"Oppa..!!! disini!!! lihatlah ke atas!!"

"Oh!!! Jae Ah!!! hahaha... sedang apa disitu?" Seok berbalik dan mendekati balkon dimana Jae Ah berdiri.

"Aku bekerja di cafe ini Oppa... mampir lah... ada diskon hari ini..."

"Wah... baiklah... hehehe"

Seok duduk di balkon, dimana Jae Ah bekerja, menikmati angin sore dan pemandangan jalanan Seoul yang padat merapat.

"Kau pesan apa Oppa?" tanya Jae Ah sambil memberikan buku menu.

"Sudah lama bekerja disini?" tanya Seok sambil membuka buku menu dengan teliti.

"Sebelum liburan kemarin, aku sudah bekerja disini... wafelnya lumayan enak oppa... kau pesan itu saja... ukurannya cukup besar, nanti kubantu makan.... kebetulan aku belum makan hihihihi" kata Jae ah terlalu jujur.

"Ah... begitukah... hehehe okey pesankan aku dua wafel. Satu untukku, satu untuk Jae Ah..."

"Gomawoooooo Oppaaaa!!" teriak Jae Ah, ia membawa pesanan ke dapur lalu kembali duduk di depan Seok.

"Oppa... bagaimana kabarmu? mengapa jarang main ke kantor Jong oppa?"

"Aku.... terlalu sibuk minggu ini... ada apa? kau merindukanku? kulaporkan ke Jiho kalau kau tertarik padaku... hihihi"

"OPPA!!! Awas kau... kalau kau melakukan hal itu... aku tak akan pernah menjadi temanmu lagi!!"

"hmmm... Jae Ah marah... bagaimana kabar Jiho..?"

"Dia... pekerja yang tak kenal waktu, minggu kemarin kami menggelar pameran di pusat Seni. Aku menitipkan tiket untukmu ke Song Ah... apa dia tak memberikannya padamu Oppa?"

"Anni..."

"Haaassshh... Song Ah... selalu seperti itu... padahal minggu kemarin aku sudah menunggu kalian berdua Oppa... baiklah... mungkin lain kali kami berdua bisa mengundangmu lagi..." kata Jae Ah yang tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya.

"Jae Ah... Misalkan... Jiho... pergi dengan gadis lain.. dan kau merasa sedih juga kecewa... apakah itu pantas?"

"MWOOOOO!!! Jiho Oppa pergi dengan siapa???" Jae Ah tiba-tiba berteriak mengagetkan siapa saja yang makan di balkon.

"Mianhae... mianhae..." gumam Jae Ah sambil menundukkan kepalanya ke segala arah, sebagai rasa permintaan maaf.

"Oppa!!! Kau lihat Oppa Jiho dimana??? ia pergi dengan siapa??" tanya Jae Ah sambil mendekatkan kursinya ke sebelah Seok.

"Aku bilang misalkan... Jiho kubuat sebagai contoh saja.. Ia tak pernah pergi dengan siapapun kecuali dirimu... aku hanya mengambilnya sebagai contoh saja..."

"Oh....begitu... ahhhsss.... aku lega... lalu oppa... siapa sebenarnya yang kau bicarakan?"

"Song Ah... hari ini ia berbohong padaku, ia bilang berada di rumah... padahal aku melihatnya sendiri... ia sedang bersama Hyun... bagaimana menurutmu? apa kira-kira yang mereka lakukan?"

"HYUN!!!! Dia pergi dengan HYUN!!!!! AIGOOOO!!! Dia berbohong hanya untuk HYUN!!! HYAAAAAAA!!!" teriak Jae Ah.

"JAE AH!!! PESANANMU!!! CEPAT!!! JANGAN BERTERIAK LAGI!!! ATAU KUPECAT KAU!!!" teriak koki dari dalam bar cafe.

"Mianhae.... mianhae... mianhae....." gumam Jae Ah sambil menundukkan kepalanya ke segela arah dan berjalan ke bar, mengambil dua wafle dan jus jeruk pesanan Seok.

"Oppa... makanlah dulu... isi perutmu dulu... baru kita pikirkan apa sebenarnya yang terjadi dengan mereka berdua... eoh... kajja makanlah dulu..." kata Jae Ah. tapi Seok tetap berdiam diri, serasa tak tertarik dengan wafle lezat yang tersedia di hadapannya.

"Oppa... apa perlu kusuapi... eoh... Kajja... makanlah..." kata Jae Ah sambil melahap Waflenya sendiri dengan cepat.

"Hehehehe... jangan tergesa-gesa... makanlah seperti seorang gadis..." kata Seok sedikit terhibur setelah melihat noda saus coklat di pipi Jae Ah.

"Heheehehehe Aku harus bekerja lagi oppa... waktu makanku cuma 5 menit... "

"Aigooo.... kotor sekali..." kata Seok sambil menyeka noda di bibir dan pipi Jae Ah.

"Oppa... apa yang kau lakukan tadi... mungkin sama dengan apa yang dilakukan Song Ah dengan Hyun... mereka hanya teman Oppa... tak ada yang perlu di khawatirkan... Song Ah... tetap milikmu... ia tak mungkin bermain perasaan dengan Hyun... percayalah padaku...."

"Hmmm terima kasih Jae Ah... kau benar... malam ini aku akan membuat surprise untuk keluarga Song Ah,... kalau menurutmu... apa yang harus kubawa ke rumah Song Ah sebagai surprise?"

"Daging segar... dan jamur... oppa... Song Ah paling suka barbeque kan? keluarganya pun begitu..."

"Kau yakin?" tanya Seok sedikit tak percaya

"Yakin oppa... Song Ah lebih suka barbeque daripada bunga hehehehe" jawab Jae Ah sambil menyeka wajahnya yang penuh noda saus coklat, waflenya sudah habis tak tersisah.

"Okey.... terima kasih Jae Ah... aku harus belanja dulu... makanlah wafle ku... ini uangnya... annyeong Jae Ah...!!"

"Yaaaaaaa Oppa....!!! Aku sudah kenyang!!!!!!" Sekeras apapun Jae Ah berteriak, Seok tak akan mendengarnya.

"JAE AH!!!!!!!! JANGAN BERTERIAK LAGI!!! ATAU KUPECAT KAU!!!!" Teriak kepala koki dari dalam bar.

Jae Ah yang ketakutan langsung berdiri dan menundukkan kepalanya sekali lagi ke segala arah sebagai simbol permintaan maaf.

To be continue

Tidak ada komentar:

Posting Komentar