- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction Somun Part 4 VIXX

Fanfiction : Somun ( 소문 )

"Budayakan setelah dan sebelum membaca klik SHARE/Bagikan, Arraseo? Gomawoyo"

Author : Ayuna Kusuma

Genre : ---

Maincast :
Leo (VIXX)
Da Yeon ( You)
Hongbin (VIXX)



Part 4 :


"NUNAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!" suara itu, rasa hangat ini, seakan aku begitu mengenalinya, suara yang membuat semua masalahku seakan sirna ketika aku mendengarnya, dan rasa hangat yang bisa membiaskan rasa dinginku seketika.

"NUNA!! Apa yang terjadi padamu eoh!! Aigooo.... Nuna...!! Jawablah aku!! Aigoo... Nuna... jangan membuatku khawatir seperti ini... Nuna...!! NUNNAAA!!" dengan cermat kudengarkan suara yang menenangkan dan menyerahkan tubuhku ia peluk begitu erat.

Hongbin, aku senang akhirnya kau datang juga, rasa takutku hilang seketika karena adanya dirimu.

"NUNAAAAAAAAAAA!!!!!!!" ia berteriak lagi sambil menggoyang-goyang tubuhku, kali ini aku mulai tak terima dengan tingkahnya yang konyol, Hongbin, cukuplah peluk aku.

"Ya... Jangan berteriak di telingaku eoh..." kataku sambil melepaskan pelukannya.

"Nunaaa... Ah... akhirnya kau sadar juga... apa yang terjadi Nuna? rumahmu berantakan sekali! Apa! ada rampok semalam??" Hongbin kembali menungguku menjawabnya, sambil menatapku seperti biasa, seakan menuntut jawaban secepatnya.

"Hongbin... kau menangis?" tanyaku menghindari pertanyaannya.

"ha?" tanya Hongbin kebingungan, ia langsung menyeka air matanya yang masih tersisa di pipi.

"Ya... Hongbin.. apa yang membuatmu menangis hum?" tanyaku, kucoba menatapnya dengan tatapan yang sama seperti yang ia lakukan padaku.

"Nuna... kumohon... jangan mencoba mengalihkan perhatianku... Siapa yang melakukan ini semalam? dan siapa yang melukai perutmu hah??"

"Bukan urusanmu..." jawabku, rasa pusing itu menghilang, akhirnya aku bisa bangkit dari tempat dudukku semalam, dan merapikan apartementku, Hongbin masih menungguku menjawab semua pertanyaan yang tak seharusnya kujawab.

Ia merebut semua yang sedang kulakukan.

"Nuna!.. duduklah... aku bisa membersihkannya... istirahatlah... serahkan padaku..."

"tapi... Hongbin..."

"Duduklah disini.. " kata Hongbin memaksaku duduk di sofa yang ia siapkan "duduklah... atau tidurlah lagi... aku akan membereskan apartementmu... kau sudah makan Nuna?"

entah mengapa aku hanya menggeleng, padahal aku tak mau menjawab pertanyaannya yang akhirnya akan merepotkannya lagi.

"Arraseo... aku akan memasakkan untukmu... kau istirahat saja disini Nuna... dan pikirkan tentang jawaban untukku..."

"Hongbin... tak semua pertanyaanmu harus kujawab... semalam... ada gempa... itu yang membuat apartementku berantakan"

"Huh... Hahahahahahahaha....!! Gempa!?! Ya... Nuna... sampai kapanpun kau tak akan bisa membohongiku... sudahlah... baiklah kalau kau tak mau menjawab pertanyaanku... aku akan tahu cepat atau lambat... siapa yang melakukan ini padamu..." Hongbin meninggalkan aku yang mulai khawatir lagi, jangan sampai Hongbin tahu apa yang terjadi sebenarnya, aku tak ingin membuatnya ikut campur dalam masalahku dengan Leo.

Hongbin terlalu baik untuk kuikutsertakan dalam investigasi target Leo selanjutnya. Tapi kalau aku sendirian investigasi, aku tak bisa mendapatkan apapun. Lalu kubiarkan saja Hongbin sibuk membersihkan apartementku, dan aku melanglangbuana di alam mimpi, lagi.

***

"Nuna... bangun..." suara itu kudengar lagi di alam mimpiku, tubuhku sedikit lebih ringan, setelah aku terjaga, aku tahu apa yang terjadi sesungguhnya, Hongbin menggendongku, seperti seorang Ayah menggendong anaknya, ia dudukkan aku di kursi, merebahkan kepalaku di meja makan.

"Nuna... aku tahu kau pura-pura tidur.. kajja... bangun... aku sudah membuatkanmu sup tofu pedas..."

"hehehee... gomawoo.." gumamku, sambil membuka mataku, Hongbin berlutut di depanku, wajahnya yang begitu dekat denganku, terlihat memerah, dan mungkin wajahku sama merahnya seperti wajahnya.

"Kajja..... Nuna.... kita makan bersama" kata Hongbin mencoba menghindar, ia memilih duduk di hadapanku, meja makan sudah penuh dengan mangkuk nasi, sup tofu, kimchi, daging oseng, dan beberapa sayuran tumis lainnya.

"Kau yang memasak ini semua.?? Ommo! kau juga mengepel lantaiku? hihihi gomawoyo... apa yang harus kuberikan sebagai tanda terima kasih eoh?" Hongbin tersenyum simpul saat mendengar kata-kataku. Ia memberikan daging oseng diatas mangkuk nasiku.

"Jawab saja pertanyaanku yang tadi... itu cukup membuatku tenang..." Lirikan Hongbin kembali menghipnotisku, hampir saja aku membeberkan semuanya.

"Semalam ada pria mabuk yang masuk ke rumah... dia salah masuk apartement. hanya itu saja..."

"LALU SIAPA YANG TEGA MELUKAIMU SELEBAR ITU HAH!!"

"Aigooo... kau marah padaku?"

"Hee... karna tak ada lagi yang bisa kumarahi... kajja! Nuna... katakan padaku yang sebenarnya..."

"Iya... pemabuk itu menggoreskan pisaunya ke perutku... tapi aku sudah berhasil mengusirnya..."

"Ahss... kriminalitas sudah mulai marak sekarang... bahkan masuk apartement... AH! Nuna... ini bahan berita yang sangat segar... bagaimana kalau kita tulis saja? eoh?"

"Heh... makan saja dulu... bukankah hari ini kita libur?" kataku mencoba menghentikan ide Hongbin yang semakin liar.

"Andwae... Nuna.. hari ini kita harus segera ke Busan.. ada liputan disana... dan aku ingin mempertemukanmu dengan ibuku... Ia pasti senang bisa bertemu denganmu..."

"Ibu? Ibumu? ada apa denganku? sampai ia harus senang bertemu denganku?"

"Karena ia tahu... kau wanita yang akan menikah denganku suatu hari nanti hehehehehe" Apa ini?, Hongbin terlihat tersenyum malu, wajahnya begitu memerah. Ia mengeluarkan sesuatu dari jaketnya, lalu di serahkannya padaku, kotak bludru hitam dengan pita perak.

"Nuna maukah kau menikah denganku?"

"MWOOOOO!!!!"

to be continue
Baby Hui mengatakan...

LOL hongbin nya lngsng ajak nikah elah..wkowko
Keren thor !!^^ mkin penasaran ane hehe
Moga mKin bgs yh thor

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler