- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction Somun Part 5 VIXX



Fanfiction : Somun ( 소문 )

"Budayakan setelah dan sebelum membaca klik SHARE/Bagikan"

Author : Ayuna Kusuma

Genre : ---

Maincast :
Leo (VIXX)
Da Yeon ( You)
Hongbin (VIXX)


Part 5

"Karena ia tahu... kau wanita yang akan menikah denganku suatu hari nanti hehehehehe" Apa ini?, Hongbin terlihat tersenyum malu, wajahnya begitu memerah. Ia mengeluarkan sesuatu dari jaketnya, lalu di serahkannya padaku, kotak bludru hitam dengan pita perak.

"Nuna maukah kau menikah denganku?"

"MWOOOOO!!!!" tofu pedas yang kukulum akhirnya keluar pasrah dari mulutku, betapa terkejutnya aku ketika Hongbin tertawa terpingkal-pingkal setelah melihat reaksiku. "HONG!!! Yang benar saja !!"

"andwae... andwae... hahahahaha.... aku hanya bercanda... heehehe... ini cincin pernikahan yang dipesan kakakku... hahahahaha....... lihatlah wajahmu Dayeon!! mengerikan sekali hahahahahahaha" Aku bersyukur Hongbin tak melamarku, ia sedang memepermainkanku, tapi itu lebih baik daripada ia terus menanyakan banyak hal padaku.

"Oh.. kakakmu akan menikah?" tanyaku sambil menyeka daguku yang kotor, juga membersihkan meja makan yang terkena muntahanku.

"Hahahahaha.... Nuna... tertawalah sedikit saja untukku... huhuhuhumm" Hongbin mengambil kotak bludru milik kakaknya, lalu memasukkannya lagi ke jaket. "Hmmm... kau tak lucu nuna... padahal aku mencoba membuatmu tertawa... hahahaha... aigoo... kau sama sekali tak lucu" Hongbin kembali meneruskan makan, akupun begitu.

"Kapan kakakmu akan menikah?" tanyaku.

"Minggu depan, tepat tanggal 28 November Hyuk akan menikah... ia memesan cincinnya di toko dekat apartementku... ah... Nuna.... apa kau pikir aku benar-benar sedang melamarmu? hmmm?"

"andwae... aku tak pernah ingin menikah denganmu" jawabku.

"Kau bohong Nuna!... aku tahu dari matamu... bagaimana kau bohong padaku... aku tahu. Tentang pemabuk yang kau jelaskan tadi... aku juga sudah tahu kau berbohong padaku... tapi aku diam saja... mungkin kau tak ingin aku tahu tentang urusanmu"

"Nah... barusan kau sudah tahu... Tak semua urusanku harus kau ketahui Hong... Kajja.. kita berangkat sekarang?"

"Hum...."

"Hong... bisakah kau antarkan aku ke 541 Suyeong-dong
Suyeong-gu, Busan ? setelah acara kita selesai?"

"ada apa disana?"

"Seorang pembunuh bayaran... tinggal disana... dan aku ingin menyelidikinya lebih lanjut..."

"Ah......... jadi...." Hong mulai paham apa yang terjadi denganku sebenarnya, ia juga sepertinya sudah bisa menebak, siapa orang yang menghancurkan apartementku semalam.

"Nuna... biarkan aku membantumu... aku tak ingin mereka menyakitimu seperti semalam lagi... arraseo??"

"Hum... okey.. asal kau berjanji... tak pernah melakukan tindakan tanpa sepengetahuanku... ARRA!!"

"Okey.... kita berangkat!" Hongbin berlari ke lemari di sebelah pintu, ia mengambilkan jaket ungu kesukaanku. Dengan penuh perhatian kubiarkan ia memakaikan jaket dan syal merahnya untukku.

"Nuna... biarkan aku selalu menjagamu... kajja... kita berangkat"

"Hongbin... aku tak sakit... jangan perlakukan aku seperti orang lemah hihihihi..." Kami berdua keluar dari apartement, kupalingkan pandanganku ke apartement milik Leo, yang penuh dengan aura negatif.

Ada dua paket pizza dan cola terletak di depan pintu apartementnya, dengan gerak cepat, kuambil pizza dan selusin cola yang terlantar di depan apartement Leo.

"Nuna!" Hongbin merasa aneh melihat tingkahku.

"Kajja!!" Aku berlari melewatinya, dan sepertinya Hongbin pun mengikutiku, ia berlari dan menekan tombol lift lebih dulu dari aku.

Lift terbuka, Kami pun masuk, aku tertawa sebisaku, akhirnya aku bisa membalas pria brengsek itu. Siapa suruh semalam merusak barang-barangku?. Pagi ini, aku yakin ia akan kelaparan.

"Nuna?"

"Hummm? wae?"

"Tak kusangka... kau senang mencuri milik tetanggamu"

"Ssssttt... aku tak mencuri. kemarin pemilik apartement itu bilang padaku... bila ada paket atau surat, buang saja ke tong sampah... sekarang ada pizza dan cola... kalau kau jadi aku,... kau akan membuangnya atau memakannya?"

"HAHAHAHAHAHAHA...........!! Nuna... tetanggamu gila? aku? tentu saja akan memakannya... auh... kupikir kau... hihihi sudahlah... aku juga ingin makan pizza untuk makan siang nanti..."

Kami tertawa bersama di dalam lift, tak bisa kubayangkan, betapa marahnya Leo, ketika sadar pizzanya hilang. Semoga saja Haru dan Halabeoji tak mendapat akibat yang buruk gara-gara ulahku ini.

***

Hong, memutuskan untuk memakai mobilnya yang sudah layak pakai, setelah seminggu menginap di bengkel. Busan cukup cerah hari ini, walaupun salju masih deras turun dari langit.

Acara liputan berlangsung cepat, beberapa pejabat negara yang menghadiri pentas seni di Busan Center, Mobil Hongbin menuju kawasan Busan yang lain, kemungkinan ia akan menuju rumah ibu dan kakaknya.

Kulihat arah peta di mobil, Hongbin sedang menuju kawasan Suyeong-gu, Hongbin yang masih terus menyanyi sambil menyetir, membelokkan mobilnya. Kuambil surat dari 999xx999, saat ini Hongbin mungkin menuju alamat yang kuberikan padanya tadi pagi.

"Sebentar lagi kau akan bertemu dengan keluargaku... mereka akan senang bertemu dengan temanku... hehee"

"Oh? Ibumu tinggal di Suyeong-gu?" tanyaku penasaran.

"Humm... keluargaku tinggal di apartement 541 Suyeong-dong
Suyeong-gu, Busan" tiba-tiba darahku naik, ada rasa takut yang menyerang seluruh nadiku, ketika kulihat senyuman Hongbin yang sedikit aneh.

"Hongbin.... benarkah itu? kau lupa dengan permintaanku tadi?"

"Ha?" tanya Hongbin pura-pura tak mengerti

"Tentang alamat pembunuh bayaran yang ingin kukunjungi... kau lupa?"

"AH!!!" Hongbin menghentikan mobilnya seketika. membuatku tersentak dan ketakutan. "Aku lupa... mana alamatnya Nuna? kita kesana sekarang? atau nanti setelah kau bertemu ibu dan kakakku?"

"Kau.... benar-benar lupa? atau?"

"Mana alamatnya nuna? aku benar-benar lupa hehehe mianhae..."

"Ah... lupakan saja..."

"Benarkah? kau tak ingin menyelidiki pembunuh bayaran itu?" aku hanya menggelengkan kepala.

"Arraseo... kita lanjutkan perjalanan heehee...." Lalu mobil Hongbin menyala lagi, otakku juga mulai mengolah semua teka teki ini, apakah Hongbin sedang mempermainkanku? dengan pura-pura lupa? atau memang keluarga Hongbin tinggal di apartement, satu apartement dengan pembunuh bayaran itu? atau jangan-jangan Hongbin ada kaitannya dengan Leo? atau...

"Nuna... kita sudah sampai.... kajja... keluarkan pizzanya... dengan menghangatkan di oven... kita bisa makan pizza salmon siang ini..." kata Hongbin yang membukakan pintu mobilnya untukku.

"Eh... ye...."

Kami pun berjalan masuk ke apartement kembar yang luas nya melebihi apartementku. Hongbin berjalan lebih dulu dariku, ia menceritakan banyak hal tentang ibunya, dan kakaknya yang bekerja sebagai pembisnis internet. Hyuk memilik server sendiri, sehingga ia bebas melakukan apa saja untuk bisnisnya.

Lift terbuka, Hongbin menjadi guide bagiku hari ini, dari wajahnya terlihat kebahagiaan seorang anak ketika ingin bertemu dengan ibunya.

"Yup! ini apartement ibuku... sebentar... sepertinya aku ingat kodenya..." kata Hongbin. Ia memasukkan kode keamanan apartement ibunya.

Klark! pintu pun terbuka.

"Annyeonghaseyooo EOMMA!!!!!!" Teriak Hongbin pada wanita tua yang sibuk merajut sambil menonton tv.

"OH!! HONGBIN!!!!!" wanita itu berlari, dan memeluk Hongbin, aku pun turut merasakan kerinduan yang kini berganti menjadi suka cita.

Salah satu pintu yang bertuliskan. 999 Hyuk 999 terbuka, seorang pria yang mengenakan jaket kuning, dan topi rusa muncul, ia pun bergantian memeluk Hongbin.

"Hyung.... bagaimana kabarmu? eoh!!"

"Aku merindukanmu tentunya...!!" kata pria bertopi rusa.

"Lihatlah... aku sudah membelikan cincinnya untukmu dan Min hum hum... kau sudah siap untuk menikah? hihihihi" goda Hongbin, tapi mata Hyuk tak lepas dari sosokku, ia melihatku sepertinya ingin menelanku saja.

"Siapa itu Hong?" tanya Hyuk.

"Hyung! kenalkan! dia Da Yeon... partner kerjaku di redaksi Seoul... Nuna... kenalkan dia... kakakku... Hyuk... tapi sering dipanggil XX oleh banyak orang hehehe begitu kan ?"

"Heehe... senang berkenalan denganmu..." XX, dan tanda di pintu itu, tanganku mulai mendingin, kujatuhkan pizza yang kubawa, tanganku begitu lemas, rupanya aku sudah bertemu lebih dulu dengan 999xx999 yang bekerjasama dengan Leo dalam pembunuhan berencana, dan 999xx999 rupanya kakak Hongbin, yang selama ini bekerjasama denganku. Lalu... bagaimana ini??

"AAHHHHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!!" aku berteriak dan lari secepatnya, menghindari kejaran Hongbin dan Hyuk.

"NUNAAAAAAAAA!!!!!!! ADA APA!!! MENGAPA KAU LARI!!!!!!!! NUNAAAAAA!!!!!!!" Teriak Hongbin dan kulihat Hyuk juga ikut mengejarku.

"ANDWAEEEEEEE!!!!!!" ketakutan yang berlapis-lapis, membuatku memilih lari daripada bertahan disana dengan keluarga pembunuh bayaran. "ANDWAEEEEEEEEEE!!!!!!"

"NUNAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!"

To be continue
Baby Hui mengatakan...

Makin seru n mkin keren thor!! ^^
Moga ad romance ny hehe

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler