- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction Somun part 8



Fanfiction : Somun ( 소문 )

"Budayakan setelah dan sebelum membaca klik SHARE/Bagikan"

Author : Ayuna Kusuma

Genre : ---

Maincast :
Leo (VIXX)
Da Yeon ( You)
Hongbin (VIXX)

Part 8 :

Dalam gelapnya ruangan, kami berdua makan pizza dan tteokbokki pedas bersama, Leo tampak lahap memakan pizzanya yang sudah kuhangatkan lagi. Karena berkali-kali mencium baunya yang busuk, aku sepertinya sudah terbiasa sekarang, mungkin juga bau tteokbokki yang harum mengalahkan bau busuk Leo.

"Makanlah! jangan melihatku saja!" bentak Leo sambil menuangkan tteokbokki ke piringku. Ia bagaikan kelelawar yang bisa melihat apa saja yang ia inginkan di dalam ruangan yang gelap. Padahal sedari tadi aku mencoba melihat tteokbokki dan pizza yang harusnya kumakan.

"Eh...Ye..." jawabku singkat.

"Kau sudah lama tinggal disini? sepertinya semua penghuni apartement ini selalu meminta bantuanmu... hehe!" Leo memulai pembicaraan, pertanda yang baik, aku menggunakan layar smartphoneku untuk mencari apa yang harus kumakan. Dan Leo pun tertawa melihat tingkahku.

"Hehe.! kau kesulitan? kunyalakan saja lampunya ya?" tanya Leo seolah ingin perhatian padaku.

"Andwae! menyenangkan juga makan tanpa penerangan hehe... kajja.. makanlah lagi... agar laparmu hilang.."

"Tentu saja! akan kuhabiskan semua masakanmu yang lezat ini!" kata Leo sambil melahap 5 tteokbokki sekaligus. "Kau bekerja dimana Nona? mengapa selalu malam hari kau baru pulang?"

"Oh!.... aku bekerja di sebuah redaksi koran... kalau kau Leo?" tanyaku basa-basi, padahal aku sudah tahu apa pekerjaannya dari Hyuk dan Hongbin.

"Aku bekerja membuat konsep pernikahan yang baru... dan sesekali menulis untuk menambah pemasukan" jawab Leo dengan nada suara yang begitu ringan, tak seperti kemarin malam yang penuh emosi.

"Hmmm... kau bisa menulis juga rupanya..."

"Kalau kau tertarik... kau bisa baca di blog milikku... ini kartu namaku..." kata Leo sambil menyerahkan kartu nama yang diambil dari dompetnya.

"Hmm gomawo... hehe... Hmmmm...Leo... bagaimana kalau kau harus bekerja dan bertemu dengan banyak orang...? apa mereka tak komplain dengan... hmmmm..."

"Aroma tubuhku? hehehe... aku punya satu ramuan dari dokter... tanpa mandi aku bisa kembali bersih dan harum... tapi harganya mahal... jadi aku hanya memakainya seminggu sekali..."

"mwoo...." tteokbokki meleleh keluar dari mulutku, ingin sekali aku muntah di tempat setelah mengetahui pria yang sekarang makan malam bersamaku belum mandi selama seminggu.

"Hehehehe.. ada apa? aromanya begitu alami bukan?" tanya Leo seakan senang melihatku menderita.

"Hmmm sangat alami... seperti kotoran di kloset" gumamku.

BRAKK!! Leo membanting sumpitnya di meja, dalam kegelapan aku bisa tahu ia sedang marah padaku.

"Jaga bicaramu Nona... kalau kau terus berkata tak menyenangkan seperti itu... sampai tua kau tak akan mendapat kekasih!" ancam Leo, setelah itu ia melahap 4 tteokbokki dalam satu suapan.

"Huh..! asal tahu saja... aku sudah punya kekasih..."

"Kekasihmu pasti menderita bersamamu!"

"ANDWAE! Dia bahagia bersamaku!!"

"NO...NO... Dia menderita bila bersamamu!"

"ANDWAE!!" bentakku

"YE!! DIA AKAN MENDERITA SELAMANYA BILA BERSAMAMU!!" Leo bangkit dari duduknya dan membentakku tepat di depan mukaku, hingga bumbu tteokbokki bercampur air liurnya mengotori wajahku.

"YAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!" teriakku tak terima.

"Molla... aku pastikan kekasihmu itu... tak lama lagi akan meminta berpisah denganmu hahahahaha" Leo semakin membuatku emosi.

"MWOO!! Ya... Babogateun Namja! kau tak bisa lihat dirimu sendiri eoh!! KAU PEMARAH, BAU BUSUK, Walaupun wajahmu tampan! TAPI TAK ADA YANG MAU MENJADI KEKASIHMU!! TAK ADA!! SAMPAI DUNIA HANCUR!! TAK ADA YANG MAU MENJADI KEKASIHMU HOH!!" teriakku, Leo hanya terdiam melihatku yang sedang marah. Lalu ia melahap pizza miliknya.

Kami pun makan tanpa suara, mata kami saling menatap penuh amarah, lihat saja, setelah ia menyelesaikan makannya, akan kutendang ia keluar, dan tak akan lagi kuundang ia makan di tempatku.

"Kau benar... tak ada yang mau bersamaku... bahkan istriku pun memilih untuk bunuh diri setelah hidup denganku beberapa tahun.." Leo meletakkan sumpitnya, lalu meminum soda yang sudah kusediakan untuknya. dan menundukkan kepalanya "maaf kalau caraku bercanda membuatmu terluka... terima kasih atas makanannya..."

"Oh...." aku kembali merasa bersalah, setelah tahu kalau sebenarnya sedari tadi Leo hanya mencoba bercanda denganku.

"Tak perlu merasa bersalah Nona... aku senang punya tetangga sepertimu... dan... pesanku.. jangan lagi mencuri surat dan pizzaku... kau bisa membunuhku kalau kau lakukan itu lagi... Nona.."

"Da Yeon... namaku Da Yeon... kau bisa memanggilku Yeon..."

"Hmmm..."

"Leo..."

"Ya?" tanya Leo sambil menyalakan semua lampu apartementku.

"Jeongmal mianhae... atas semua yang pernah kulakukan padamu... kalau kau perlu sesuatu jangan ragu-ragu untuk menghubungiku..."

"Hmmm..." gumam Leo sambil menganggukan kepalanya, lalu ia membuka pintuku, dan menghilang dari pandanganku.

Sial! Berapa kali aku harus salah sangka pada Leo?. Dan apa tadi? Istrinya bunuh diri?. Memang hidup dengan pria traumatis seperti Leo begitu susah, kurapatkan tanganku dan mulai berdoa untuk arwah Ayahku dan Istri Leo. Berterima kasih pula pada tuhan yang telah menemukanku dengan Hongbin, pria yang normal yang mulai mencintaiku.

to be continue
Baby Hui mengatakan...

Aigoo leo oppa kok jd menjijikkan disini aihh..
Saya tepiskan perasaan ini LOL
jan ampe jd bnrn jijik wkowko
Kn cma ff hehe

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler