- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Fanfiction Tomorrow Part 8



Fanfiction TOMORROW Part 8

Author : AyunaKusuma

Genre : Drama, Romance.

Maincast :

Minji : You
Micky Yoochun : Yochun
Jaejoong : Jae
Cheska Fiestar : Cheska
Jei Fiestar : Jei
Jang Geun Suk : Geun

Location : LA + Seoul


Yang belum pernah baca... Ayo baca mulai dari awal ^_____^


***

Minji terlihat sibuk dengan design panggungnya yang baru, sedangkan di ruangan lain, Yochun sibuk membuat beberapa strategi marketing baru dengan Geun, Cheska mengedipkan matanya yang lentik pada Geun, pria itupun tahu apa yang harus ia lakukan.

"Cheska... tolong gantikan aku dulu" kata Geun sambil bangkit dari duduknya.

"Ya...... Geun... kau mau kemana? ini belum selesai..." kata Yochun sambil menarik tubuh Geun hingga ia kembali duduk di bangku seperti semula.

"Aku ingin buang pup... kau mau aku menyimpannya? HAH!! Aigoo.... lepaskan... Cheska... bantu Hyung..." Geun kembali bangkit lalu pergi, Cheska tersenyum puas temannya bisa diajak kerjasama.

"Oppa... ada yang bisa kubantu?" tanya Cheska dengan suara yang diperlembut.

"Hmm... tolong antarkan ini ke devisi tiga dan lima, lalu fotokopi data ini, jangan lupa print poster yang ada di dalam flashdisk ini sebanyak 200 poster. kau minta ke bagian pembuat poster untuk jangan merubah warna yang sudah kubuat sebelumnya... kembalilah ke kantor setelah selesai, jangan lupa belikan aku cupcake dan coffee, cafe dibawah ada diskon 10% untuk pembelian 10 cupcake, belilah 10 cupcake, rasanya terserah kau saja... okey?" jelas Yochun sambil terus berkonsentrasi pada layar komputernya.

"YAAAAA!!! Oppa... Banyak sekali eoh..." keluh Cheska

"Ommo..Ommona... kau berani membentak atasanmu HAH!!" balas Yochun, kali ini ia baru memandang Cheska yang mulai sebal dengan Yochun.

"Oppa.... yaaa... baiklah... mana uang cupcakenya?"

Yochun memberikan satu lembar uang 100.000 won. Cheska masih sebal dengan Yochun, mengapa ia tak diberikan kesempatan berduaan dengan pria yang lama disukainya.

"Oppa... sebelum aku pergi... aku ingin tanya padamu..."

"Hmm tanya saja" jawab Yochun tak peduli

"Oppa... Jae... pria itu... apa kau tak merasa, ia kembali untuk merebut Minji? ah! apa kau tak berpikiran mereka selama ini selalu berhubungan? bisa jadi Minji selalu menghubungi Jae, di depanmu dia mencintaimu Oppa... mendukungmu... tapi dibelakang... ia selalu menghubungi Jae... kau sendiri yang cerita mereka sebelumnya pernah bertemu..."

Yochun menghentikan pekerjaannya, berpikir sebentar

"Cheska... bisakah kau tak membicarakan masalah pribadi saat bekerja?, cepat kerjakan yang kuperintahkan tadi" kata Yochun tenang.

"Oppa... apa kau masih bisa tenang-tenang saja? Eonnie Minji sudah membodohimu.... kau harus bertindak... Buat Jae tak pernah datang ke kantor ini... hmmm? buat agar Minji tak pernah melihatnya lagi..."

"APA KAU TAK MENDENGARKU HAH!!! CEPAT PERGI DAN KERJAKAN SEMUA YANG KUPERINTAHKAN TADI!!!" Teriak Yochun, Cheska lari terbirit-birit dibuatnya, ia ketakutan dengan Yochun yang tak bisa mengontrol emosinya.

Di ruangan yang lain, Geun tampak berbincang dengan Minji.

"Maafkan aku Geun... aku tak tahu kalau acara fashionshow itu membuatmu dipermalukan" kata Minji sambil mengulurkan tangannya. Geun tersenyum dan menyambutnya dengan jabat tangan ringan.

"Sudahlah Nuna... terima kasih kau mau minta maaf... aku juga salah mengapa tak melihat kebawah saat itu hehehe" kata Geun sambil membenarkan letak duduknya.

"Kau sudah makan Geun? aku punya sushi... Yochun membawakannya untukku... kau mau?"

"Anni... aku sudah makan tadi dengan Cheska..."

"Ah... kalian sudah sedekat itu? hehehe..."

"Nuna....." gumam Geun sambil memainkan pensil warnaa di depannya.

"Wae?..." tanya Minji sambil menatap Geun yang kebingungan "Kau ada masalah?"

"Bukan aku... tapi kau yang dalam masalah..."

"Oh? hohoho... aku dalam masalah? bagaimana bisa?" tanya Minji mulai tertarik dengan pembicaraan yang dibuat Geun.

"Jae akan datang ke Korea, dia akan bekerja untuk devisimu, perusahaan kita akan mendapatkan positive p dari grup Gangnam karena bisa mendatangkan designer terkenal seperti Jae, jadi jangan sampai Jae pergi ke perusahaan lain.. tapi... Hyung saat ini... ia berusaha untuk menemui Jae terlebih dahulu dan memintanya agar tidak bergabung dengan perusahaan kita... mungkin Hyung merasa cemburu atau apa... tapi ulahnya bisa merusak reputasi perusahaan kita... kau tahu kan Nuna? media sudah tahu kalau Jae akan bekerja sama dengan perusahaan kita... Kalau Hyung berhasil membuat pria itu pergi dari perusahaan kita... Apa yang akan kita katakan pada Media? pembohong, itu akan di cap di muka kita semua... reputasi buruk... ah........ cukup... sudah... Nuna... kumohon... kau bisa melarang Yochun melakukan hal itu... ini demi perusahaan..."

"JINJJA!!!!!" Teriak Minji "Ah... Geun!! Jinjja!!! Yochun mungkin hanya bercanda saja... Tak mungkin ia bisa selicik itu..."

"Humm... aku benar Nuna... aku mendengarnya sendiri... percayalah padaku..." kata Geun memastikan.

"Kapan Jae akan datang ke korea?"

"Ia akan datang di airport 4 jam lagi... ada penundaan penerbangan dari LA, bagaimana Nuna? kau bisa melarang Hyung?"

"Tidak... aku tak akan bisa melarang Yochun kalau seperti ini... aku harus bertemu Jae lebih dulu dari Yochun... terima kasih Geun... kau mau mengatakan hal ini padaku..." Kata Minji sambil bangkit dari tempat duduknya, ia merapikan pekerjaannya, lalu memakai jaket mengambil tas dan pergi meninggalkan Geun yang hampir sakit perut karena menahan tawa.

Ditengah perjalanan keluar kantor Minji berpapasan dengan Yochun, gadis itu memandang kekasihnya dengan tatapan penuh kemarahan tertahan.

"Kau mau kemana?" tanya Yochun sambil menahan tangan Minji.

"Ada teman yang ingin bertemu denganku... ia punya butik di Gangnam...aku tak akan kembali ke kantor. mungkin langsung pulang ke rumah" kata Minji sambil melampirkan senyumnya, menjaga perasaan Yochun dan agar ia tak curiga dengan tingkah Minji.

"Ah... apa perlu kuantar?"

"Andwae.... ini pertemuan antara wanita... hmmm..."

"Okey... aku akan datang ke rumahmu nanti malam..."

"Hummmm... tentu saja" kata Minji sambil mencium pipi Yochun, "Kutunggu malam ini Oppa..." Ia pun berlari meninggalkan Yochun di belakang, dan menanti Jae yang akan datang ke Korea. Bisakah Minji bertemu dengan Jae terlebih dulu? mengapa Minji bisa terlalu mudah dibodohi Geun?

***

Di airport LA. Jei masih saja sibuk menggoda kakaknya.

"Oppa.... belikan aku tiket...sebelum pesawatnya datang... jeongmal... jebal..." rengek Jei

"Jei...." gumam Jae tenang.

"Oppaaaaaaaaaaaaaa..... bagaimana hidupku kalau tanpa dirimu?" Jei semakin menjadi-jadi, ia menggelantung di bahu kakaknya, tak peduli banyak orang yang tertarik melihat tingkah manjanya.

"Arraseo... aku akan membelikan tiket ke Korea, kalau aku sudah mendapatkan Minji...bagaimana? sekarang duduklah dan bersikaplah seperti orang dewasa" kata Jae sambil mengangkat tubuh Jei dan mendudukkannya diatas bangku tunggu.

"Benar itu oppa??? benarkah???"

"Yes..." kata Jae meyakinkan.

"Yaaaaaaaaaayayayayayayya....... i love you Oppa... oh... Oppa... apa Minji begitu istimewa bagimu?"

"Tentu saja... Hanya ia gadis yang mau mencariku kemana saja selama beberapa minggu, dan saat bertemu ia hanya menatapku... tanpa mengatakan mengapa ia ingin mencariku... kurasa ia mencintaiku... semoga saja... selama beberapa bulan berlalu, ia masih menyimpan cintanya untukku"

To be continue

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler