- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Somun ( 소문 ) Part 2


Fanfiction : Somun ( 소문 )

"Budayakan setelah dan sebelum membaca klik SHARE/Bagikan, Arraseo? Gomawoyo"

Author : Ayuna Kusuma

Genre : ---

Maincast :
Leo (VIXX)
Da Yeon ( You)

Series 1 :

Part 2 :

Peta buta, tapi banyak sekali petunjuk jalannya, kubalik-balik peta itu, masih saja tak tahu apa sebenarnya yang dimaksudkan si pengirim. Lift terbuka, dan aku terpaksa menyudahi investigasi kecil-kecilan yang kulakukan.

Diluar salju turun dengan derasnya, lukaku terasa ketika aku kedinginan, secepat kilat, aku masuk ke mobil yang kuparkir tak jauh dari pintu belakang apartement. Di dalam mobil kucoba melihat lagi peta buta dari pengirim rahasia, untuk pria aneh bernama Leo.

Berkali-kali kubalik peta itu, akhirnya aku menyerah juga, aku baru ingat kalau di surat itu ada sebuah kartu nama.

Kartu nama itu bertuliskan

Min Gyu Jong
390-5 Daebang-dong, Dongjak-gu, Seoul, South Korea

Dan seketika otakku begitu cemerlang, peta yang ditujukan pada Leo, sebenarnya adalah peta Seoul Technical High School, setelah kucocokkan dengan peta di mobil memang benar, yang dituju oleh pengirim rahasia itu adalah Seoul Technical High School.

Kunyalakan mobilku secepatnya, saat sadar Hongbin sudah mencoba menghubungiku sebanyak puluhan kali. Dalam pikiranku, banyak pemikiran yang tersambung satu sama lain.

Apakah surat itu menandakan kalau tugas untuk Leo? berarti dia adalah pembunuh bayaran, dan target selanjutnya adalah Min Gyu Jong, salah satu profesor yang bertugas di sekolah itu?

Atau, mungkin sebaliknya, profesor itu mungkin klien Leo, yang menyamar menjadi 999xx999 dan ia ingin bertemu dengan Leo di Sekolah itu, Ingin sekali aku langsung memeriksa ke lokasi, Seoul Technical High School. Tapi mengingat waktu yang sangat tidak memungkinkan, aku mengurungkan niatku, lagi pula jarum jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam, para murid dan guru sudah pulang ke asrama masing-masing.

Dan pria brengsek itu, tak mungkin menuju tempat itu saat ini, karena suratnya ada padaku, ia tak mungkin mengetahuinya, kecuali kalau 999xx999 menghubunginya melalui media yang lain.

Kubelokkan mobilku ke kiri, masuk ke basement, memarkir mobilku di sebelah mobil Hongbin. Ia rupanya masih menungguku, bukannya langsung ke lokasi liputan, tapi selalu saja menungguku. Padahal ia bisa bergerak sendiri tanpaku, melakukan liputan sendiri.

Hongbin, pria itu, seakan tak mau bekerja bila aku tak bersamanya, entah aku dijadikan sebagai alasannya untuk malas atau yang lainnya, akupun tak mengerti.

Kusembunyikan surat dari 999xx999 dibawah jok depan, cukuplah ini rahasia bagiku. Besok aku akan meminta cuti satu hari, dan pergi ke Seoul Technical High School, akan kubuktikan kalau Leo adalah orang yang berbahaya. Kalau bisa membantu polisi menangkapnya, Haru dan Halabeoji akan senang, apartement miliknya bebas dari pria kriminal.

"NUNA!!!!!!!!!!!!" teriak Hongbin, ketika aku membuka pintu ruang redaksi, ia membawa kotak besar berwarna hijau, lalu seperti biasa, menghalangi jalanku, ia mengulurkan kotak hadiah itu padaku.

"Nuna... selamat merayakan satu tahun bersamaku!! heheee... bukalah..."

"Kemana yang lainnya?" tanyaku sedikit tak mempedulikan aksi Hongbin yang kekanakan.

"Nuna... terima dulu...." kata Hongbin yang masih menyembunyikan wajahnya di balik kotak hijaunya.

"Arraseo... " menyerah dengan tingkahnya yang kekanakkan, kubuka saja kotak itu, dan kutemukan syal rajutan berwarna merah persis seperti yang dipakai Hongbin

"Bagaimana? Kau suka? hehehe" Hongbin menunjukkan wajahnya yang tampan, sekejap ada rasa yang membuatku ketakutan ketika menatap matanya yang begitu tajam.

"Hmmm... gomawo... tapi aku lupa kalau hari ini kita sudah setahun bekerjasama... jadi tak ada hadiah untukmu... bagaimana?" Hongbin melempar kotak hijau miliknya ke belakang dan memasangkan syal merahnya di leherku.

"Tidak apa... kau masih mau bersamaku... itu sudah cukup untukku..."

"Kemana yang lainnya?" tanyaku lagi, Hongbin duduk di mejaku, ia memegang kepalanya. memikirkan sesuatu, ia selalu seperti itu bila lupa tentang sesuatu.

"Mereka tidak bertugas hari ini... besok libur... kau lupa? hehehe... mereka sekarang sedang mengadakan pesta di rumah Tuan Muda Lim"

"Huh.... baguslah kalau begitu... Hong... ambilkan berkas kemarin... yang sudah kau edit..."

"Nuna... besok hari libur... dan berkas itu sudah kuatasi semua... besok lusa kau bisa langsung masukkan ke headline" kata Hongbin sambil menunjukkan berkas berwarna ungu padaku.

"Okey... bagus..." kubuka laptopku, dan memeriksa siapa sebenarnya pria yang bernama Min Gyu Jong, apakah ia pernah mendapatkan black list dari kepolisian.

"Nuna... kau sedang apa?" tanya Hongbin sambil mengambil kursi lagi untuknya duduk disampingku.

"Ssssttt... " Hongbin hanya diam menyaksikan apa yang kulakukan. Dengan kerja keras sedikit melihat daftar nama Min Gyu yang beratus jumlahnya, akhirnya kudapat data lengkap Min Gyu Jong.

Pria berusia 45 tahun yang sama sekali belum pernah menikah, ia profesor di bidang teknik, mengajar di Seoul Technical High School sedari 7 tahun yang lalu.

Tak ada yang aneh dengan daftar riwayat hidup Min Gyu Jong, kini bisa kupastikan yang aneh adalah Leo, dan pria tua lajang ini akan menjadi target pembunuhan atau target penyiksaan Leo yang selanjutnya. Ya... aku bisa yakin itu.. besok aku akan ke Seoul Technical High School, dan memberitahukan itu pada Mr Min Gyu. Semoga saja aku tak terlambat.

"Nuna... kau suka pria yang lebih tua ya??" tanya Hongbin, ketika aku berpaling menatap wajahnya, ia sepertinya melihatku dengan tatapan aneh yang begitu menyinggungku.

"Ya......!! Jugule!!" kupukul pundaknya, dan seperti biasa, pria itu tertawa lega sambil memukulku balik.

"Nuna... kau lucu sekali... hahahahaha....... lalu untuk apa mencari data pria itu kalau kau tak tertarik padanya?"

"Dia... target pembunuhan... aku harus menyelamatkannya" Aku tak mengerti, sesulit apapun aku menyimpan sesuatu dari Hongbin, ketika ia menanyakan padaku dengan tatapan tajam itu, aku selalu menjawabnya. Kali ini Hongbin menatapku lebih tajam dengan matanya yang bulat.

"Kau bilang apa Nuna?" tanya Hongbin, masih tak melepaskan pandangannya dariku.

"Ya... dia target pembunuhan selanjutnya... dan aku harus menyelamatkannya sebelum ia terbunuh" Hongbin meloncat menghindariku.

"Nuna... apa kau dalam ancaman seorang pembunuh?? Katakan padaku ada apa sebenarnya??"

To be continue
Baby Hui mengatakan...

Kerenn thor..
:)
Penasaran sama pekejaan ny leo oppa ..
Moga aj jgn jd pembunuh bayaran wkowko

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler