- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Perubahan haruskah itu?

Sebentar lagi ada yang akan berubah, baik kehidupan, rencana masa depan, bahkan jalan yang akan di tempuh pun berbeda, apa yang hidup pastilah tumbuh dan berkembang, menuntut untuk di selaraskan dan diperbaiki.

Di kantor sibuk mengerjakan laporan pembelian wiremesh dan besi beton yang akan di kirim pagi ini, sedangkan aku masih termenung tentang perubahan yang sebentar lagi akan terjadi dalam hidupku. Apakah aku harus melanjutkannya atau berhenti begitu saja di tengah jalan, membiarkan semuanya hilang percuma.

Boss ku masuk ke dalam ruang kerja, ia memberikan secarik kertas berisikan tentang harga wiremesh dan besi beton terupdate, ya disinilah aku bekerja, di pabrik besi yang notabene memiliki pekerja pria paling banyak.

Emansipasi sudah merongrong jaman bukan? sekarang wanita pun bisa mengetahui segala seluk beluk tentang besi dan bahan bangunan. Bekerja lebih giat dari seorang pria pada umunnya. Namun jiwaku tetap wanita. Aku ingin menjadi wanita seperti kartini sebelum mengenal emansipasi. Aku ingin menjadi wanita rumahan yang berbalut celemek dan bergaul dengan resep masakan, dibanding harus menatap layar monitor dan mencari cela bagaimana trik menjual yang efektif. Lihatlah, sedikit demi sedikit aku ingin sebuah perubahan

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler