- . - . - . - . - - | Facebook | Twitter | GPlus |

Bisnis Wiremesh

Pertemuan bisnis di sebuah rumah makan berlangsung menyenangkan, ada seorang teman yang dulu pernah menjadi rekan kerja, mendekati dan memulai obrolan ringan.

"Bisnis apa sekarang?" tanya teman dengan mengatur duduknya seformal mungkin. "Masih jual besi beton?"

"Masih dan sekarang juga jualan wiremesh dan kolom praktis"

"Oh... banyak ya untungnya?" teman kembali bertanya sambil mulai menyemil hidangan pembuka di hadapannya.

"Iya, kalau harga turun banyak untuknya, kalau harganya naik, ya tahu sendiri kan bagaimana bisnis saat ini semuanya bergantung pada harga"

"Wiremeshnya ulir berapa?"

"Ulir lima puluh"

"Jualan yang lembaran atau rol-rolan??"

"Jual dua-duanya, lembaran dan rol-rolan, semua ulir lima puluh, kalau yang wiremesh lembaran uurannya dua koma satu meter kali lima koma empat meter dan ukuran yang yang tersedia  m4 sampai m10"

"Kalau yang rolan ??"

"yang rol ukurannya dua koma satu meter kali lima puluh empat meter, ukurannya yang tersedia cuma m4, m5 dan m6 aja. Kamu gimana nih bisnisnya apa?"

"Aku ya begitulah masih cari bisnis yang bagus. kalau beli wiremesh di kamu minimal berapa?"

"Kalau beli sih ya minimal satu, tapi angkutan kirim tanggung sendiri, atau ambil sendiri hehehe"

"Oh.. ya kalau pengiriman berapa?"

"Kemana dulu? pengiriman biayanya berbeda sesuai lokasi, gimana? mau pesan wire mesh berapa ratus roll nih hehehe"

"Ya.. nanti, kalau aku dapat pesanan, aku izin jualkan wiremeshmu ya?"

"Sip.. kamu bisa buka harga wiremesh di web ku www.jayasteel.com"

"Keuntungannya gimana nih?"

"Ah... itu bicarakan nanti aja... kita makan dulu hehehe" temanku tersenyum sambil menepuk pundakku, kami pun mulai menikmati hidangan utama yang baru saja disediakan. Ayam bakar kemangi semakin menambah keistimewaan acara hari itu.

 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler