Puisi - Bakso


Cintaku, Hanya semangkuk bakso
Ketika kau marah
Kutambahkan sambal 10 sendok
Mataku panas,
Kepalaku panas
bibirku panas
tapi hatiku lupa merasakan panas,
dan aku masih bisa tersenyum ketika kau marah

Cintaku, Hanya semangkuk bakso
Ketika kau tersenyum melihatku
Aku tak perlu banyak bawang di baksoku
Karna senyummu lebih sedap dipandang

Cintaku semangkuk bakso
Ketika kau putuskan semua cerita
Aku bilang ke abang bakso.
BANG!!! 10 Mangkuk lagi bang!!!
Aku tak perlu lagi menjaga bobot tubuhku
Karna kekasihku,
Sudah melepaskanku.
Bye bye kekasih...
Hello... bakso...

ByAyuna

Puisi - Kolak


Aku masih ingat
Bagaimana susahnya memotong
Pohon Pisang
Yang penuh pocong
Tapi aku tak takut
Di Bulan Ramadhan
Pocong bisanya cuma bengong

Pisang Pisang
Kupotong
Kuberikan padamu seorang
Gadis yang bisa membuatku mabuk kepayang

Kau hanya tersenyum
Memasak kolak pisang, hingga harum
Menghangatkan cerita kita, yang semakin ranum

Oh Gadis
Wajahmu tampak manis
Diantara kabut pagi yang masih tipis
Aku hanya bisa menunggu kolak pisangmu sambil duduk manis

Gadis.
Terima kasih manis
Akhirnya Kolak pisangnya habis
Dan
Mari kita Sholat, sebelum waktunya habis

By. Ayuna
5011072013

Puisi - Roti Gulung



Roti gulung
digulung-gulung
Saat ini aku merenung
apakah kau masih murung?

Oh gadis, apakah yang bisa kulakukan ?
Bila kau menangis tak tertahan
Apakah aku sebagai alasan?

Malam ini mendung
Akupun bingung
Roti gulung
Apakah kau juga bingung?

Kau begitu cantik
Warna hidupmu lentik
banyak yang tertarik
tapi hatiku tak pernah melirik

Ada luka di dasar nan suram
Menunggu lebam demi lebam
Seketika menghantam
Sesosok masa lalu yang lama tenggelam
kini datang dalam temaram.

Ia mengatakan
Aku masih mencintaimu
Bisakah sekali lagi kita
Menjalin Dunia ?
Dengan cerita baru
Tanpa melupakan masa lalu.

Aku hanya terdiam
Memandang Roti Gulung yang cantik
Sosok masa lalu semakin menarik
Mencoba merayuku dengan ribuan taktik

Bagaimana?
Tanyanya.

Baiklah
Kataku.
Akupun masih mencintaimu
Roti gulung nan cantik,
Kutelan kumasukkan ke dalam lambung
Dan sosok masa lalu
keluar dari hatiku
Menjelma menjadi
Cinta yang dulu sempat kurindukan

Ia mengobati semua lebam
menerangi diriku yang temaram
Tak peduli pada cinta yang terkadang tenggelam.
Dalam kebosanan malam.

By Ayuna

Lukisan 2 - Jati diri


Lukisan ketiga ini, memang sedikit kekanakkan, tapi, menggambarkan tentang sesuatu yang lebih besar. Lingkaran merah, itu bisa kita simbolkan sebagai hati. Hati setiap manusia, sama.

Sama-sama rapuh, dan tak ingin orang lain mengetahui apa yang sebenarnya ia rasakan.

Belajar melukis 1 - Cinta Ketiga

 

Inilah lukisan pertama saya, entah apa yang saya gambar kali ini, tapi saya yakin anda bisa melihat dua kue coklat yang "yummy" disana, dan satu bungkus paper, kue yang sudah termakan, terletak diantara keduanya.

Lukisan ini bukan hanya lukisan, tapi juga memiliki makna. Di setiap kehidupan, di setiap cinta yang kita jalani, kita akan mendapati banyak kandidat yang bisa menjadi orang ketiga. Yang mencoba menerobos masuk ke dalam benteng pertahanan keharmonisan sebuah hubungan.

Tapi,

Bila hubungan antara dua orang yang saling mencintai begitu kuat, benteng pertahanan yang dinamakan kesetiaan itu tak akan pernah hilang, dan masih tetap berdiri kokoh, menghalangi semua orang ketiga yang memaksa masuk.

Apakah anda bisa melihat hati di sana? olesan yang berbentuk hati, salah satunya menurut beberapa orang telah rusak, padahal saya membuatnya tetap utuh. Karna gradasi warna bentuk hati yang sebelah kanan terlihat rusak.

Itulah, yang terjadi bila kita tetap mempertahankan kesetiaan dalam hubungan, salah satu hati dan perasaan kita terasa sakit dan seakan akan hancur. Padahal, kita masih baik-baik saja. Tak ada yang menyedihkan dalam hidup. Semua kehidupan masih sama.

Kita masih punya kesempatan bahagia, dengan pasangan kita, dan memilih setia. Sedangkan orang ketiga.... mereka akan hancur, dengan hasrat mereka yang tersembunyi, bersama kekecewaan.

By Ayuna Kusuma

Rautmu


Sekeras apapun
Kumelupakan rautmu
Kau kembali padaku
Menyerang pandanganku

Ingatan tentangmu
Menyuruhku
Agar merindukanmu sekali lagi

Apakah aku harus mati?
Agar kau tak bisa
Mengejarku?

Apakah aku harus membutakan mataku?
Agar rautmu tak pernah lagi ku ingat

Namun...

Bila aku mati,
Terlalu mudah bagimu
Menyakitiku

Namun...
Bila aku buta,
Bagaimana dengan hatiku?
Yang sering sekali
Meminta mataku
Untuk mengingat sekali lagi rautmu.

Malam ini...
Sekali lagi, rautmu itu
Membuatku begitu sesak

Mengapa kala itu,
Kau tak membunuh ragaku
Mengapa saat itu,
Kau hanya membunuh cintaku
Dengan rautmu

By Ayuna Kusuma
2119972013

Kau dan Aku


Wahai putri
Yang lama kutunggu
Kumohon lepaskan rautnya
dan tataplah lihatlah hatiku.

Pangeranmu
Walaupun waktu menahanku
Lalu memperlambat
Semua cerita ini
Aku tetap mencintaimu
dan
Selalu menguntai harap
Agar kau mau menungguku

Tapi...
Aku sudah disini.
Bersama hatiku
Aku tak peduli sebuah raut
Aku tak peduli apa itu rasa
Aku hanya
Peduli pada kebahagiaanmu

Harapan
satu persatu muncul
Putri...
Ketika kau mencoba
Menyelami dasar hati
Yang tak terukur berapa dalamnya

Cita pun
Muncul seketika,
Saat kau melupakan perihmu
Lalu bermain di dalam hatiku
Berkelana bersama cintaku

Senyuman
ya...
Hanya itu yang bisa kuberikan padamu
Putri...
Karna kau sudah melupakan rautnya
Karna kau lebih memilih
Bermain di hati Pangeran barumu

Putri...
Sampai kapan kau ingin bermain?
Katakan padaku.
Aku akan siapkan
Malam yang penuh suka cita
Hanya ada
Kau dan Aku
Di dalam hati

By Ayuna Kusuma
2202972013

Classic Devil part 1



Seorang pria berjalan sendiri di gang sempit, sepatunya sesekali menendang genangan air hujan, yang semakin kotor. Sesekali pria itu berlari, berbelok ke kiri dan kekanan, ia tak tahu lagi, harus kemana membawa tubuhnya berlari.

Tangan kirinya masih membawa kantong bersuara gemerincing. Salah langkah, pria itu pun menabrak tong sampah yang lebih besar dari tubuhnya. Ia kembali membenarkan letak tubuhnya.

Menggoyangkan kepalanya hingga retak beberapa kali, lalu ia pun kembali berlari.

"KEJAR DIA!!!!! CEPAT!!!!" Suara teriakan dari belakang pria itu, membuat ia semakin mempercepat larinya.

Ada sekitar 4 pria berbaju polisi yang mengejar pria malang. Mereka semua bertubuh kekar, salah satu dari mereka membawa pistol yang tentunya kapan saja bisa menembus tubuh pria malang.

"AKU TAK BERSALAH!!!! KALIAN TANGKAP SAJA KORUPTOR Di ISTANA!!!" Teriak pria malang.

DAAAAAAZZZZZZZZZ!!!

DRRRRRRRRRRRRRRRRTTTTTTTT........ Suara tembakan beruntun membuat pria malang itu sedikit khawatir tentang keselamatannya. Ia berbelok ke kanan, dan ia pun tertangkap. Seorang pria kekar memakai baju serba hitam menariknya ke dalam rumah kecilnya dibalik gang sempit.

"Sssssssstttt......" Kata pria yang berbaju hitam pada pria malang. "ssstttt diamlah disini... biarkan mereka lewat dulu... baru kau bicara" kata pria berbaju hitam sambil mengintip keadaan di luar dari lubang di pintu.

Pria malang juga meniru aksi pria berbaju hitam, ia mengintip keadaan di luar dari lubang dinding. Keempat polisi itu masih mondar mandir mencari dirinya. Tak ada lagi yang bisa ia lakukan selain berdiam diri dan menunggu apa yang akan diperbuat pria berbaju hitam padanya.

Dalam hati pria malang itu, ia berjanji akan membagi hasil curiannya pada pria yang telah menolongnya, kalaupun pria yang menolongnya ingin semua hasil curiannya, ia pun akan memberikannya. Asalkan ia bebas dari sekapan, dan nyawanya tak habis.

Ini bukan saatnya mati, karna ada tiga pasang mata, dan tiga lambung yang menunggu dirinya di rumah.

To be continue

By Ayuna Kusuma
1949872013

Oh... Gadis


Oh... Gadis... mengapa kau berjalan begitu jauh dari hidupmu? apa kau begitu lelah dengan semuanya? Hingga kau meninggalkan masa lalumu?. Lalu kau mengulurkan tali merah darah yang keluar dari tanganmu.

Apakah itu untuk mengingat kembali masa lalumu, semaumu gadis?... Lalu bagaimana dengan kehidupanmu bila kau masih meninggalkan jejak ke masa lalumu?. Apakah kau akan mengukir dan melukis masa depanmu sama seperti masa lalumu?.

Putuskan semua masa lalumu, Aku akan mengantarkanmu membeli tali warna warni yang lebih menggairahkan daripada warna merah yang kau genggam sekarang.

Jadi...

Oh gadis kecil, maukah kau bersamaku membeli tali warna warni?.
Atau haruskah aku yang pergi sendiri?
Aku tak mau pergi sendiri. Sudah lama aku pergi sendiri, hidup sendiri terlalu menyedihkan bagiku. Jadi... mari... kita pergi bersama, akan kuberikan kehidupan yang lebih berwarna untukmu. Seperti rambut pelangimu.

By Ayuna Kusuma .
1623872013

Laut




Laut, seakan menghapuskan rasa cintaku.
Semua yang ada disana.
Riuhnya gelembung pantai.
Menghanyutkan rasa sedihku.

Berada di sana,
Airmataku, seakan tak ada artinya.
Berada di sana,
Kepedihanku tak bisa kuingat lagi.
Berada di sana,
Aku semakin yakin,
Tak ada cinta yang luas seperti air lautan.

Cinta yang selama ini kukenal, hanya sebatas air mata.
Menetes, ketika mereka melukaiku.
Setelah itu, tak ada lagi cinta.
Yang ada hanya sebuah kenangan semu
Antara Kau dan Aku
Juga lautan
Yang menyadarkan kita.
Bahwa cinta tak selamanya sempurna

By. Ayuna Kusuma
16018072013 - Gresik - Indonesia

Fanfiction PI-HAE - Part 1 - The Series



"Sebelum membaca klik BAGIKAN / SHARE ya..... supaya banyak yang baca dan menikmati cerita ini..."

Author : Ayuna Kusuma

Genre : Crime, Romance,

Location : 터널나이트클럽
495-50 Duryu 3(sam)-dong, Dalseo-gu, Daegu, South Korea

Maincast :

Jinyoung B1A4 : Young
Kai Exo : Ryu. Leader The Shadowman
Lay Exo : Lay

***

495-47 Duryu 3(sam)-dong, Dalseo-gu, Daegu, South Korea 19.54

Seorang pria berlari menghindari polisi yang mengejarnya jauh di belakang, beberapa kali ia menabrak tiang listrik, kotak pos, bahkan menabrak beberapa orang yang berjalan berlawanan arah dengannya. Pria jangkung yang berlari itu dengan cepat mengeluarkan pistol caliber 22 dari sakunya, ia memasukkan beberapa peluru di dalamnya, lalu bersiap berpaling, menembak polisi yang berani-beraninya mengejarnya.

DAZZZZZZZZZZZZ

DAZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZZ

DRAAAAAAAAKKK

Pistol caliber 22 yang sudah dipasang peredam suara itu berhasil menembus dada kedua polisi, dan melubangi kaca salah satu mobil yang terparkir di jalan.

“HAIISSSS!!!” Pria itu membuang pistolnya yang sudah kosong dan tak berguna, ia tak sempat menaruh pistolnya di saku, karna terlalu tergopoh-gopoh, salah satu polisi berlari ke arahnya.

“HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA HYUUUUUUUUUUUNGGGGGG dowa jwo!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Teriaknya sambil memepercepat larinya.
Polisi yang ada di belakangnya pun masih mengejarnya, tak putus asa, ia menghubungi beberapa kru kepolisian yang lainnya agar membantunya menangkap pria tadi.

Salah seorang pria yang berdiri di sebelah bar, menghampiri pria yang lari di kejar polisi itu.

“LAY!! Lay!!!” Panggil pria yang baru saja bertemu dengan temannya yang berlari bebas menghindari polisi.

“HYAAAAAAAAKK BABOYAAA!!!!! JANGAN IKUTI AKU!!!!!” Teriak Pria yang bernama Lay, pria yang berhasil membunuh dua polisi dalam dua kali tembakan. Lay terus saja mendorong temannya agar tak
ikut lari bersamanya.

“JANGAN IKUTI AKU!!! naleul ttalahaji maseyo!!!!!!! YAK ASSSSSS!!!” Lay kembali mendorong pria yang berlari disampingnya, tapi pria itu masih berlari menyamai posisi Lay.

“Apa Polisi ada dibelakang kita???”

“YOUNG!!!! naleul ttalahaji maseyo!!!! EOOOOOOH!!!” Lay menendang Young hingga terjatuh, tapi pria itu berhasil bangkit lagi, ia pun mengeluarkan pistol dari saku jaketnya. Tak lama polisi pun berhasil menyusul Lay, Young yang bersembunyi di balik tong sampah, berhasil menembak tepat di kepala sang polisi yang mengejar temannya.

“YES!!” Gumamnya, ia pun mengeluarkan peluru dari pistolnya, lalu meletakkan pistolnya di saku jaketnya. Ia berlari lagi mengejar Lay yang terus berlari di depannya. Meninggalkan mayat Polisi yang sudah di kerubungi remaja-remaja labil.

“HAHAHAHAHA LAY!!!!!!!!!!!!!!!! geuman!!! Geuman!!!!!! LAY!!!” teriak Young sambil meraih bahu Lay yang terus berlari, dengan kekuatannya, ia pun bisa menghentikan Lay yang berusaha menghindar.

“ geuneun jug-eossdaaa… aku sudah membunuhnya… gominhaji anhneunda… eoh… hehehee” bisik Young sambil mengatur nafasnya.

Lay pun memeluknya selayaknya pria sejati. “GOMAWO Eoh…!! Gomawo!!” kata Lay, ia pun melepas pelukannya lalu menunduk memijat kaki yang sudah lelah berlari sedari tadi.

“Huufff…. Aku hampir saja…. Tertangkap… Polisi akan menjebak Hyung dengan seorang wanita… aku harus cepat-cepat melaporkan padanya… Kau tahu… aku baru saja mendapatkan berita itu langsung dari kantor polisi….” Lay pun berpindah posisi, ia memasukkan koin ke dalam mesin minuman kaleng.
DAKK!! DAKK!! Ia tendang dua kali, dan dua minuman kaleng pun keluar dari mesin. Ia memberi salah satu minuman pada Young.

“Aigooo… aku lelah sekali… minumlah….” Gumam Lay sambil merebahkan diri ke dinding sebuah bar.

CAZZZZZZZZZZ suara kaleng minuman segar yang baru saja di buka. Lay meneguknya dengan rakus, sedangkan Young hanya menunggu temannya minum dan menjelaskan apa yang terjadi.

“hhuuumm AHHH….. segar sekali….hehee… kau hebat sekali Young… apa yang kau tembak tadi?” Tanya Lay sambil menepuk punggung Young yang ada di sebelahnya.

“Kepalanya… kuhancurkan kepalanya dengan sekali tembak… hehehehe… Lay… katakan padaku… apa yang terjadi?” Young pun meminum soda yang ada di tangannya. Pandangannya tak lepas dari Lay yang mencoba menceritakan kejadian apa yang di saksikannya tadi.

“Kau tahu kan… The Madman begitu membenci The Shadowman… saat Hyung menjadi pemimpinnya… Penghasilan The Madman menjadi lebih kecil dari sebelumnya… Kau tahukan bagaimana Hyung mengelola The Shadowman hingga menjadi besar sekarang ini… Hyung tak pernah lagi bekerjasama dengan The Madman, semua hubungan keluarga dengan The Madman ia putus, hingga beberapa Bandar uang yang dulu di miliki The Madman kini merugi……”

“Anni… aku tak tahu masalah itu… makanya aku Tanya padamu.. lalu apa hubungannya dengan polisi?”

“haiss.. babo” Lay memukul kepala Young sambil tertawa. “The Madman bekerjasama dengan kepolisian Daegu untuk menangkap Hyung… mereka membongkar semua operasi The Shadowman. Kemungkinan peristiwa penangkapan itu akan terjadi dua kali… dulu ketika Changjun dan sekarang mereka akan menghabisi The shadowman terutama kita berdua… Young… kita harus segera menjelaskan ini pada Hyung…”

“Lalu… Lay… kau bilang tadi… seorang wanita? Apa hubungannya dengan Hyung??”

“Ah……. Molla…… aku tak tahu apa yang direncanakan mereka… salah satu anak buah The Madman yang datang ke kepolisian mengenaliku, saat aku berlatih menembak disana… mereka mengejarku…”

“MWOOAHAHAHAHAHA….. jadi kau berlari selama itu? sekarang pukul 8 malam… kau tadi pamit padaku pukul 6 sore hahahahaha”

“HYAAAAAKSSS BABOYA!!! Tega sekali kau mentertawaiku HAH!! HAH!!” Lay memukul pantat Young berkali-kali, tapi sepertinya temannya itu menikmati ketika Lay bercanda dengan cara yang tak normal.

“Hahaha…. Lay Moron… Kajja… aku akan mengantarkanmu ke Hyung… kulihat tadi ia bersama beberapa klien ke Tunnel Nightclub” Kata Young sambil berlari menjauh dari Lay.

“Young!!!!! GOMAWO EOH!!!!!!!! HAHAHAHA… Aigooya… dia sudah menyelamatkan hidupku lagi kali ini…” Lay mengikuti Young berlari dibelakangnya, ia sesekali melihat beberapa mobil polisi datang menghampiri mayat polisi yang sudah dikerubungi banyak remaja penikmat dunia malam.

***

495-50 Duryu 3(sam)-dong, Dalseo-gu, Daegu, South Korea Tunnel Nightclub 20.00

Seorang pria memakai setelan hitam, masuk ke dalam sebuah ruangan VIP yang disediakan Nightclub. Ia menyapa tiga orang yang sudah menunggunya di ruang VIP.

“annyeonghaseyo… sudah lama menungguku?” Tanya pria tampan itu, sambil berjabat tangan dengan ketiga pria yang menunggunya sedari tadi.

“Ye… Mr. Ryu . Kami harus memberitahukan pada anda mengenai Madman yang mengancam Shadowman akhir-akhir ini… anda harus waspada… kami tak ingin anda terluka… apa yang telah anda lakukan selama ini sudah membuat kami mendapatkan keuntungan luar biasa… kami tak ingin Madman ikut campur dalam bisnis kami di Daegu… biarlah mereka merusak bisnis kami di Pohang… asal bukan di Daegu… Ini beberapa oleh-oleh untuk anda” kata seorang pria berperawakan seperti orang barat. Ia memberikan satu box besar berisi gold beef merek terkenal yang mahal.

“Chongbong… ambil dan berikan pada anak-anak” Pria tua pendek yang berdiri di samping Ryu langsung maju dan mengambil box daging gold beef, ia pun menghilang keluar dari ruangan VIP meninggalkan bosnya sendirian di antara ketiga tamunya.

“Terima kasih… telah mengkhawatirkanku… The Shadowman… tak akan pernah lemah… biarkan The Madman mengancam kami… tapi kami akan tetap hidup di tengah kalian semua… apakah kedatangan kalian hanya mengatakan masalah ini? Apakah ada anak buahku yang merepotkan kalian?” Ryu membuka kantongnya lalu membuka cookie coklat kemasan lalu memakannya.

“Ah… Ye.. Mr Ryu… kami harus kembali.. semoga anda bisa menikmati hadiah dari kami” kata Pria lainnya, mereka berjabat tangan pada Ryu dan keluar dari ruangan VIP.
Ryu duduk bersandar di sofa yang lembut, sambil menikmati cookies coklat yang ada di tangannya.

“Hmmm… menjadi mafia… memang menyusahkan… Ji Eun… kalau aku banyak di buru… banyak orang ingin membunuhku… mungkinkah itu takdirku?... mungkinkah… itu yang harus kuterima? Karna aku telah membunuhmu… tanpa memikirkannya lagi…. Ji Eun… mianhae…. Kalaupun kau masih hidup… kau tak akan pernah bisa bahagia bersamaku… kau tak akan bisa bahagia… huh… cookie ini… apakah kau masih ingat Ji-eun… hari itu pertama kalinya aku memakan cookies seperti ini… dan… hari itu… pertama kalinya… aku jatuh cinta padamu… wanita yang harus kubunuh….”

“Mianhae… Ryu… kita harus segera ke pertuman Tuan Juseok malam ini” Kata-kata Chongbong membuyarkan semua bayangan Ryu. Ia pun menghapus noda coklat di bibirnya, merapikan jas hitamnya. Lalu berdiri layaknya sang perkasa.

Ryu tak pernah tahu, the Madman sudah merencanakan pembunuhannya dengan begitu detail, Lalu bagaimana dengan Lay, juga Young. Apakah mereka berhasil bertemu Ryu dan memberitahukan rencana Polisi yang akan menjebak Ryu dengan seorang wanita?.

To be continue

***

Bahasa Korea:
naleul ttalahaji maseyo! : Jangan ikuti aku!
dowa jwo!! : HELP ME!!
geuneun jug-eossdaaa… aku sudah membunuhnya… gominhaji anhneunda : Dia sudah mati, aku sudah membunuhnya, jangan khawatir.

Fanfiction : New Life Part 25



"Sebelum membaca klik BAGIKAN / SHARE ya..... supaya banyak yang baca dan menikmati cerita ini... hehehe"

Author : Ayuna Kusuma

Genre : Romance.

Maincast :

Leemi : You
Hyorin : Bora SISTAR
Hoya : Hoya Infinite
SungYeol : SungYeol Infinite
Joo Park/JP : Woohyun Infinite
Shin Eunji : Lim Soo Jung


***

Hoya masih menemani Sungyeol di kamar inapnya, sedangkan aku sedang berusaha mencari makanan untuk mereka berdua. Harusnya calon suamiku yang melakukan ini, tapi aku ingat kembali, aku masih berstatus sebagai pekerjanya, sekertaris pribadinya. Jadi aku tak bisa menolak apapun yang ia perintahkan, kecuali itu di luar batas kewajaran.

Sungyeol. Aku tak pernah menyangka orang setampan dia bisa mengalami hal yang tak menyenangkan seperti itu. Hyorin… dia berani-beraninya bilang kalau Sungyeol akan memperkosanya. Awas saja kau kalau bertemu denganku… Aku tak bisa sabar lagi menahan kemarahanku.

Jauh berjalan, akupun menemukan kantin rumah sakit yang ramai pelanggan. Aku mengambil tiga roti isi, tiga sosis bakar, dan tiga kimbab isi telur.

“Ahjumma… aku pesan tiga kopi dan ini semua” kataku pada pelayan kantin rumah sakit. Ia pun segera membuatkan kopi untukku. Menunggu Ahjumma melayani pesananku, aku membuka handphone dan melihat banyak sekali pesan dari Leemi.
Merasa tak enak hati karna lama membalas pesannya, akupun langsung menghubunginya.

“SUBOK!!!!!! WHERE ARE YOU!!!!!!??” Leemi berteriak begitu keras hingga panggilan yang tak ter loudspeaker masih bisa terdengar banyak orang.

“Ssssttt… Aku sekarang sedang di Rumah Sakit Eonnie… menemani Hoya menemui Sungyeol… Ah… Eonnie… bisakah kau pelan-pelan saja kalau bicara? Telingaku sakit sekali… hum…”

“Ye Ahjumma gomawo… ini uangnya” Setelah semua pesananku kubayar, aku melanjutkan obrolan melalui telephone dengan Leemi, ia mengatakan kalau sekarang di butiknya banyak wartawan yang menunggu Hoya kembali.

“ye ye ye…. Aku masih disini… wae Eonnie? Hmmm… Ommo!!! Kau akan ke rumah sakit? Ah….. yeye… baiklah… tempatnya di dekat Seoul Center. Hmm… okey… dangsin-eul gidaligo iss-eoyo……. Hum.. ye.. Annyeong…”

“Fuuuh…” gumamku, Leemi mengatakan kalau ia punya ide brilliant untuk mengatasi masalah ini semua. Baiklah… setidaknya ada yang membantu Hoya selain diriku.

***

“Mwoo!!!! Nuna akan kemari??” Hoya hampir saja melepas matanya karna melotot padaku.

“Ye…. Mianhae… aku tak mengatakannya sedari tadi…” Hoya bukan lagi berpura-pura melempar cangkir kosong padaku, tapi ia sudah melemparnya dan melukai kepalaku.

“Auw…!! Nappeun… Aku tadi kan sudah minta maaf eoh… apa kau tak dengar???” bentakku.

“Leemi!! Dia tak tahu apa-apa tentang Sungyeol dan masalahku!!. Bagaimana bisa ia ingin ikut campur… Haissss Subok!!! Kalau ada apa-apa langsung bicara padaku!!... kau tak tahu Leemi sering membuat ide-ide yang aneh… semua yang berantakan akan hancur kalau ia ikut campur… ah… jam berapa sekarang?? Aihsss… kapan ia datang… SUBOK!!! Kau harus tanggung jawab!!”

“Mwoooo” keluhku sambil memijat dahiku yang memerah, kulihat Sungyeol hanya tertawa melihat pertengkaran kami berdua.

“Hahahaha… kalian ini mau menikah… tapi tetap saja seperti anjing dan kucing… apa kalian tak lelah bertengkar seperti itu? aigoo…” ujar Sungyeol sambil memasukkan kimbab di mulutnya.

“Subok… ingat… kalau ada masalah… kau harus bertanggung jawab!!” bentak Hoya lagi.

“Ye… arraseoo arraseooo…” kataku, aku terpaksa memberikan senyuman pada Sungyeol, menandakan kalau apa yang dilakukan Hoya padaku bukan sebuah masalah. Aku masih bisa bertahan dengan pria dual life seperti Hoya.

BRAK!! Pintu kamar inap Sungyeol di banting Leemi, ia masuk dengan wajah yang sebelumnya tak pernah kubayangkan, matanya sama membelalaknya seperti adiknya. Leemi berbalik lalu bicara dengan orang-orang yang ada di depan.

“Manager Song.. suruh semua wartawan keluar dari sini. Aku akan bicara dengan mereka terlebih dulu. ARRA!!” Suara Leemi yang lantang mengingatkanku pada Hoya yang sekarang diam tak bisa berbuat apa-apa. Sedangkan Sungyeol masih bingung, sama sepertiku. Mencari tahu dan menebak apakah yang akan terjadi selanjutnya.

Leemi datang kembali, Ia menutup pintu dan mengkuncinya, juga
menutup semua korden.

“Owh…. Jadi kau pria bernama Sungyeol yang berhasil membuat adikku menderita HAH!!!” Leemi langsung menyambar krah baju Sungyeol, ia menghentak-hentakkan pria itu dengan begitu keras.

“KAU TAHU APA YANG KAU LAKUKAN PADA HOYA HAH!!!!!!! TEGA SEKALI KAU!!!”

“Nuna… kau salah paham…” Hoya mencoba melarang Leemi, tapi sepertinya ia kalah galak dengan kakaknya.

“DIAM KAU!! AKU SEDANG MEMBELAMU!! HAISS… SUNG…YEOL!!! Apa yang kau inginkan dari adikku HAH!! APA KAU INGIN TERKENAL HAH!!! Arraseo….. Arraseo…. Aku sudah mengundang banyak pers agar kau terkenal… Ayo… Ayooo… Kajjja……. Kau harus mengaku semua rekaman itu palsu dan kau tersangka utamanya…” Leemi menyeret Sungyeol hingga ia terjatuh dari tempat tidur.

“geuman … Nuna… kau salah sangka.. lepaskan dia… dia tak bersalah…” Hoya kembali melarang Leemi dengan menarik lengannya, tapi Leemi cukup emosional kali ini.

“HOYA!!! Apa kau tak mau menghargaiku?? Kapan lagi aku bisa menyelamatkanmu HAH??”

“HYAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKSSSSSS geuman hae! geuman hae! geuman hae! geuman hae! GEUMAN HAE!!!!!!!” Hoya berteriak hingga telingaku terasa sakit. Leemi pun melepaskan cengkramannya di krah baju Sungyeol.

“Ommo…?? Apakah aku salah?” Tanya Leemi sambil memandangiku, aku hanya bisa menganggukkan kepala, tak berani berkata apa-apa.

“Ah… Apakah aku salah Hoya?” Hoya hanya melotot pada kakaknya.

“YE!! dangsin-eun teullyeossdagoidaaaa!!” Keluh Hoya sambil mengembalikan Sungyeol yang masih lemas ke tempat semula.

“Ah… ah… Ah.. Mianhae… Sungyeol… Jeongmal Jeongmal Jeongmal mianhae….” Kata Leemi sambil menggenggam tangan Sungyeol yang gemetaran karna takut dengannya.

“Anni... amu munje eobs-eum… hehee…” kata Sungyeol mencoba melepas genggaman tangan Leemi.

“Eonnie… kau membawa pers ke sini?” tanyaku tiba-tiba, aku tak bisa membendung lagi, ad aide menarik yang bagus untuk di coba. Agar semua masalah selesai hari ini juga.

“ye… aku sudah membawa mereka kesini… tapi… bagaimana sekarang? Hehe… aku tak tahu lagi…” keluh Leemi langsung lemas duduk di sebelah Sungyeol yang kali ini tertarik untuk menatap Leemi begitu lekat.

“Eonnie… Yang melakukan ini semua bukan Sungyeol, dia juga korban. Kau bisa menebaknya kan… siapa yang melakukan ini semua”

“HYORIN!!??!” Leemi tiba-tiba lari ke arahku. Ia menyingkirkan semua makanan yang ada di meja, lalu ia pun duduk berhadapan denganku, aku agak ketakutan ketika ia memandangiku seperti itu.

“Apakah Hyorin yang melakukan ini semua? Katakan padaku subok…” Leemi memohon sambil mengguncang bahuku.

“Haisss… Dasar wanita…!!” Hoya membentak kami berdua dari belakang. “YA!! Hyorin lah yang melakukan ini semua… lalu apa yang akan kau lakukan sekarang dengan pers yang sudah kau persiapkan didepan HAH??? Aku tahu… semuanya akan jadi seperti ini…. Pulanglah ke Butik… buatlah baju yang bagus… itu saja yang bisa kau kerjakan.. jangan urusi urusan orang lain…”

“HOYA!!!!!” Aku dan Leemi bersamaan membentak Hoya, ketidak sengajaan yang membuat Hoya tak tertarik berdebat dengan kami berdua.

“Eonnie… Hyorin adalah ibu tiri Sungyeol, ia menikah dengan ayah Sungyeol dan ingin merebut hartanya saja. Sungyeol pernah mengatakan pada aku dan Hoya kalau ia memergoki Hyorin yang selalu mencampurkan racun ke minuman ayahnya. Dan berita tentang rekaman itu bukan apa-apa bagi kami. Sungyeol lebih menderita. Hyorin mengaku pada Ayahnya Sungyeol kalau anaknya akan memperkosanya, tepat ketika wanita itu di kamar Sungyeol dan ingin merebut rekaman Sungyeol. Ayahnya TAGG… Langsung meninggal di tempat karena serangan jantung… Eonnie… Sungyeol tak bersalah… ia korban… seperti Hoya” Mendengar penjelasanku, bisa kulihat di mata Leemi yang bulat, sebuah kilasan airmata.
Leemi langsung bangkit dan berlari ke arah Sungyeol. Tak pernah kuduga, ia pun memeluk Sungyeol hingga pria itu tersentak.

“Sungyeoooool….. Mianhae…….. Aku tak tahu kalau kau juga korban dari wanita brengsek itu… mianhae… uhm… uhmmm…. Huks huks huks… mianhae…” Hoya geli melihat kakaknya yang bersikap seperti itu, ia pun beranjak mendekati Leemi dan melepaskan pelukan Leemi.

“Haiss… kau membuatku malu saja…”

“Hoya… aku merasa sedih sekali…. Sungyeol… jangan bersedih umm… aku akan selalu ada untukmu…” gumam Leemi hampir saja membuatku tertawa.

“Mwoo??” Hoya mendudukkan Leemi di sampingku. “Sungyeol… lupakan apa yang dikatakan Nuna… hehehe”

“Nuna… gomawo… aku akan selalu bahagia… kalau banyak orang yang ingin membantuku” kata Sungyeol.

“Hoya… bagaimana dengan pers di depan? Oh Eonnie… apakah manager Hoya juga ada di depan? Bagaimana kalau kita membuat konfrensi pers dadakan saja? Sungyeol harus menceritakan semuanya pada pers… kurasa itu lebih baik daripada kita melapor ke kepolisan sekarang… issue akan muncul dan bukti saksi pun sudah ada… kita akan bisa menjerat Hyorin dengan mudah… euhmm? eotteohge ?”

“WOAAAAAAAAAAAAAAH!!!!!!” Hoya berteriak, membuat kita bertiga yang ada di dekatnya meloncat shock. “SUBOK!!! dangsin-eun cheonjae!! EOH!!! HAHAHAHHAHA!!!!! Ye… kita akan menggelar konsfrensi pers sekarang….!!!”

"Yeah... Subok... kau memang Genius hahaha" Sungyeol pun menyetujui kalau aku genius hahaha. Seumur hidupku baru kali ini dua pria mengatakan aku genius. Sedangkan Leemi hanya bisa memelukku sambil tersenyum melihatku.

"Subok... kau memang calon adik iparku yang hebat hihihi" gumam Leemi.

"Hyaaaaaaaaaaaakkkkkkkkk!!!!!! DIAM KALIAN SEMUA!!!!! Hanya Aku yang boleh memanggilnya SUBOK!!!!!" Tiba-tiba Hoya berteriak, masih mempermasalahkan hal yang sama.

To be continue

Songfiction : Baby... My lady



Author : Ayuna Kusuma

Maincast :

Kim Soo Hyun : Hyun
You : Sora
Sandeul : Sandeul
Suzy : Gadis cantik
Song : 투빅(2BiC) - 05.니 눈 니 코 니 입술 (Feat. 79)

***

"Baby... You are my lady... maybe I love you baby you...." seorang pria bersenandung kecil sambil menikmati buku di didepannya. Sesekali ia melihat ke luar cafe melalui jendela. Seperti sedang menunggu seseorang yang begitu spesial.

Ia membuka kantong celananya, dan mengeluarkan kotak kecil berwarna emas.

"Apakah kau akan menerima lamaranku? hehe... bagaimana aku bisa segugup ini..." Ia pun memasukkan cincin di roti bakar yang ada di depannya.

"Ahss... Ku harap kau tak memakannya hehehe.. hmmm sekarang aku harus melatih kata-kataku..."

"hmm... bagaimana ini hehehe... ah... kita mulai dari kata-kata ini... Maukah kau menikah denganku? aigooo... ini terlalu to the point... hapus.. hapus... hmmm" Pria itu menuliskan beberapa kata di bukunya.

"Hmm... Kita... sudah lama menjalin hubungan... apakah kau tak mau hidup denganku untuk selamanya? eoh?... Haisss... baboya... bagaimana kalau dia bilang tak mau... lalu pergi... aigooya... hapus..." Pria itu tampak kebingungan dengan apa saja yang di tulisnya.

Ia tak sadar, orang yang sudah di tunggu-tunggu sudah datang bersama pria lain.

"Hyun...!! Hehehe... kau sudah lama menungguku?" sapa wanita cantik pada pria yang sedari tadi kebingungan di cafe.

"Oh... Sora..!!" Pria bernama Hyun langsung menyembunyikan buku kecilnya di bawah pantatnya.
"Oh.. apa yang kau sembunyikan ? hehehe... Hyun... kenalkan... Ini kekasihku... Sandeul.... Sandeul...kenalkan dia Hyun... sahabat sejatiku sehidup semati hehehe"

Hyun hampir shock ketika melihat wanita yang ia cintai begitu mesranya memeluk lengan Sandeul. Tangannya bergetar ketika berjabat tangan dengan Sandeul yang murah senyum.

"Hyun... kau menungguku? ada apa? mengapa begitu mendadak ingin bertemu denganku? padahal hari ini aku ada acara dengan Sandeul, tapi dia mau mengalah hehehe... ada apa? apa ada yang ingin kau bicarakan?"

"Ah?..." Hyun hanya tertarik melihat kemesraan wanita yang ia cintai bersama pria lain.

"Hello... Hyun... kau tidak fokus hari ini... apa kau lupa minum suplemenmu?" Sora mengayunkan tangannya di depan Wajah Hyun.

"Ah.. Andwae... aku hanya ingin mengatakan kalau aku akan pindah ke Busan..."

"Oh!! Benarkah? Sandeul dan aku juga akan pindah ke Busan.. hehehe... Nah... kalau begitu kita bisa bersama lagi... kau bantu aku untuk mempersiapkan pernikahan kami ya?" Perkataan Sora semakin menusuk hati Hyun. Ia hanya bisa membuka mulutnya seakan tak percaya apa yang terjadi saat ini, nafasnya semakin berat tak terima apa yang ia hadapi sekarang ini.

"Oh... ada roti bakar.. kau memesannya untukku? Gomawo Hyun..." Gumam Sora sambil menyeret piring mendekati jangkauannya.

"ANNI!!... Jangan dimakan... ini punya orang lain..." Kata Hyun sambil menyeret piring yang diatasnya tertata rapi roti bakar plus ice cream.

"Anni... jangan..." Hyun menaruh roti bakarnya di bawah meja, dengan cepat ia pun mengambil cincin yang akan ia berikan pada Sora.

"Oh... sayang sekali... Oppa... kau mau membelikan aku roti bakar yang lebih lezat?" Sora merayu Sandeul dengan kedipan mata.

"Arraseo..." Sandeul bangkit dan berlalu menuju ke bar untuk memesan makanan yang diinginkan Sora.

"HYUN!! Apa yang terjadi padamu eoh?? Kau menatap Sandeul seperti ingin memakannya saja?? apakah aku salah??" Tiba-tiba Sora menggenggam tangan Hyun, pria yang sudah kecewa berat itu hanya bisa melepaskan genggaman Sora.

"Selamat berbahagia Sora... aku tak tahu kalau kau sudah memiliki kekasih... Kedepannya... jangan pernah menyembunyikan statusmu.... Arra? Aku akan pindah ke Incheon... aku harap kita tak bertemu lagi" Hyun meninggalkan Sora yang duduk membatu, bingung memikirkan sikap Hyun yang tak biasanya.

"Ommo....... HYUN!!! Jangan pergi... HYAK!!! Siapa yang membayar minumanmu ini!!! Haiss.... Dasar!!"

***

"HYAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKK!!!! Nappeun Yeoja!!!!! Bisa-bisanya kau merahasiakan semua ini padaku!!! Hyaaaaaaaakkkkk!!!!!" Hyun gemas dengan keadaanya sendiri, ia pun melempar cincin yang harusnya ia berikan pada Sora.

Cincin itu melayang................ PLTAK!!! dan mengenai kepala seorang gadis di seberang jalan. Hyun pura-pura tak tahu, tapi ia terus melihat gadis itu sedang mencari siapa dalang utama yang membuat kepalanya begitu sakit.

Entah mengapa gadis itu bisa menerka Pria yang berdiri di bawah lampu jalan lah yang melempar cincin itu hingga melukai kepalanya.

"YAAAAAAK!! KAU!!! Ye!! KAU!!!" Gadis itu terus menunjuk Hyun, sambil menunggu lampu pejalan kaki berubah menjadi hijau.

"SEKKIIYAAAAAAA!!!!! Jangan lari !!!" Hyun yang tadinya ingin kabur kini tak bisa kemana-mana. Karna gadis cantik berambut panjang itu sudah mendekat ke arahnya.

"SEKIYAAAAAA!!! LIHATLAH!!! Ini cincinmu EOH!!! Ikut Aku...!! Kau sudah melakukan tindak kriminal JEPPALLI!!!" Gadis itu menyeret Hyun secara paksa.

"Aihss... Jjamkanmannyo... Aku hanya melempar cincin itu!! kalau kau terluka karna cincin itu... itu sudah nasibmu... kenapa kau menunduk saat aku melempar cincin hah!!! menyebalkan!!" Hyun menghempaskan gadis itu lalu merapikan jasnya.

"Okey... Okey... kau harus membayar ganti rugi..!! Lihat!! kepalaku berdarah karna cincin sialmu ini!!"

"Ambil saja... ambil saja cincin sial itu... ARRA!!! Jangan menggangguku!! SEMUA PEREMPUAN SAMA MENYEBALKANNYA HYAAAAAAK!!" Hyun berlari meninggalkan gadis cantik bersama cincinnya.

"Oh... dasar pria... ada apa dengannya? huh!!..." gadis cantik melihat cincin yang tadi melukainya.

"Aigoo!!... pantas... kepalaku sakit sekali...cincin sial ini Berliannya besar sekali woahhahahaha.... gomawo eh!!! Aku Kayaaaaaa!!! hahahaha" teriak Gadis itu pada Hyun yang sudah menghilang di hadapannya.

"Ommo!!!... Hyun..?? Sora??... ahss... bagaimana bisa seorang pria membuang cincin pernikahannya? eoh?? lalu memberikannya pada gadis lain? aigoo... pria sekarang memang aneh... arraseo... aku akan menyimpannya... Hyun... aku akan menyimpannya... kukembalikan... kalau aku bertemu denganmu lagi... haiss... kepalaku... ... aku akan meminta ganti rugi yang pantas nanti... " gadis cantik menyimpan cincin pemberian Hyun di saku dompetnya. Ia masih kesakitan, sambil memijat kepalanya gadis cantik itu berjalan menuju tempat kerjanya.





***

투빅(2BiC) - 05.니 눈 니 코 니 입술 (Feat. 79)

baby you are my lady
I`m so lonely you make me feeling
you are my lady I`m so lonely
you make me feeling tell me my baby

처음 너를 봤을 때부터 난 baby
자꾸만 설레었어 가슴이
널 바라봤어 두 눈이
머리부터 발 끝까지 너는 love it

화려하지 않아도 아름다운 너의 미소
너의 눈 코 예쁜 너의 입술
사랑스런 너인걸 you know waht
바람결에 날리던 머리결 니가 좋아

maybe I love you baby you
너인걸 너 뿐인걸
사랑해 널 lady 너 없인 you
하루도 1분도 1초도 난 안 돼

너를 처음 봤을 때 부터 난 watch you
사진을 찍듯이 내 눈에 찰칵 담아놓은 순간
너는 나를 자꾸 바라바라봐 넌 다가다가와
교회를 다니고 술도 안 마시고 담배도 안 피고
넌 정말 나의 천사 네게 말했지 난 너의 신사
너만의 기사

24시간을 통화해도 call me
언제 넌 하늘에서 왔는지
날갠 어디 숨겼는지
오늘밤도 잠 못 이뤄 나는 don`t sleep

문잘 썼다 지웠다 너에 대한 나의 고백
너의 눈 코 예쁜 너의 입술
눈을 뗄 수 없는 걸 you know what
바람결에 날리던 머리결 눈이 부셔

maybe I love you baby you
너인걸 너 뿐인걸
사랑해 널 lady 너 없인 you
하루도 1분도 1초도 난 안 돼

내가 눈에 차지 않아도
조금만 조금 더 시간을 줘 oh lady
너를 정말 사랑하니까
그것만 믿고 날 기다려 줘 I love you

maybe I love you baby you
너만 바라보는 바보가 될래
without you lady 너 없인 you
하루도 1분도 1초도 난 안 돼

너의 두 눈 너의 그 입술
너의 눈썹 너의 그 손가락
하나라도 예쁘지 않은 곳이 없어
니가 없인 살수가 없어
사랑은 정말 얄궂은 놈인가요
너는 아직 나를 몰라요
널 사랑하는 걸

Fanfiction PI-HAE - Part 2 - The Series





Author : Ayuna Kusuma

Genre : Crime, Romance,

Location : 터널나이트클럽
495-50 Duryu 3(sam)-dong, Dalseo-gu, Daegu, South Korea

Maincast :

Jinyoung B1A4 : Young
Kai Exo : Ryu. Leader The Shadowman
Lay Exo : Lay
Krystal F(x) : Amy Jung / Krystal


***

495-57 Duryu 3(sam)-dong, Dalseo-gu, Daegu, South Korea 20.24

Lay dan Young berjalan berdua di trotoar yang sudah berganti fungsi, beberapa orang menggunakannya sebagai tempat konser kecil, yang lainnya menjajakan dagangannya di trotoar. Malam ini walaupun panas dan pengap tapi banyak orang terlihat bersemangat menikmati hari mereka.

“Lay.. hahaha… lihatlah ada sosis bakar.. maukah kau membelikannya untukku?” Young berlari mendekati sosis bakar yang baru saja di beri bumbu. Matanya terpejam ketika ia menikmati aroma sosis yang menyengat. Tak tega melihat temannya kelaparan Lay membeli dua sosis, satu untuk dirinya dan satu untuk Young.

“Makanlah… hitung-hitung kau sudah menyelamatkanku lagi hari ini hehehe… nom nom nom… hummm… sosis yang enak Ahjussi!!” puji Lay pada penjual sosis, pria separuh baya yang sedang mengolah sosis dengan tangannya langsung tersenyum setelah mendengar pujian Lay.

“Lay… kurasa Hyung sekarang sudah berganti posisi. Kudengar dari salah satu anak buahnya ia ada acara di Homleongayo… Hyung harus bertemu dengan Tuan Juseok dari Gumi untuk membicarakan cabang bisnisnya di Gumi” Lay tersentak ketika Young memberi tahukan kabar mengenai acara yang harus di hadiri Ryu.

“Katakan lagi! Hyung harus bertemu dengan siapa malam ini?”

“Juseok. Gun Juseok”

“Oh Em Gi…. Young!! Ayo ikut denganku… kau harus mengantarku ke Homleongayo…!!” Lay langsung berlari ke salah satu café.

“Mwo?... apa ada yang salah dengan Juseok ?” gumam Young sambil menghabiskan sosisnya. Lay yang tadi berlari ke dalam café, keluar sambil tertawa. Ia melempar kunci mobil ke arah Young.

“Yap!! Aku mendapat pinjaman mobil… hmmm ah… itu mobilnya…!! Kau saja yang menyetir. Kartuku sudah habis masa” Kata Lay sambil
berlari ke mobil yang bercat merah darah.

“Lay!! Mobil siapa yang kau pinjam?” Young memencet tombol, dan pintu Chevrolet keluaran terbaru itu terbuka. Mereka berdua masuk ke dalamnya, menggunakan sabuk pengaman dan mulai meluncur di jalanan yang penuh oleh pejalan kaki.

“Aku… lupa namanya. Tapi dulu kami pernah berkencan” kata Lay sambil melihat GPS di mobil.

“Hahahaha… kau sungguh Bad Boy… sampai lupa nama gadis itu… hati-hati… kau akan kecewa kalau banyak mengecewakan wanita”

“Hum… Young bisakah kau fokus ? kita harus segera menemui Ryu. Gun Juseok adalah salah satu anak buah dari The Madman yang datang ke kepolisian tadi sore. Ia mengatakan akan menjebak Hyung… Aigooo… Apakah Mereka akan membunuh Hyung? Aigooo… aku tak sanggup menerima ini… Hyung sudah banyak membantu keluargaku”

“Lay… aku tahu… lihatlah!! Sekarang aku sedang menuju ke lokasi.. Hyung… tak ada mafia yang sebaik dia. Aku akan menyerahkan nyawaku hanya untuk menyelamatkannya…”

***

Homleongayojujeom 377-2 Bolli-dong, Dalseo-gu, Daegu, 21.12

“Selamat datang tuan. Tamu anda sudah menunggu di ruang VIP yang kami sediakan” kata seorang pelayan yang membukakan pintu untuk Ryu dan Chongbong yang berjalan di belakangnya.
Ketika Ryu berjalan banyak wanita yang memandanginya, memang, pria tampan tak jauh dari pandangan wanita. Pesona Ryu hampir saja membuat seorang pelayan menumpahkan bir di baju pengunjung bar.

Chongbong berlari mendahului Ryu, ia membukakan pintu untuk
bosnya.

“Silahkan Ryu…”

“Humm…” Gumam Ryu, Chongbong sangat di larang oleh Ryu bila memanggilnya dengan sebutan Hyung, karna Ryu memang lebih muda dari Chongbong. Dan kini Chongbong sudah ia anggap sebagai ayah yang menggantikan Changjun.

Di dalam ruang karaoke VIP, duduk seorang wanita cantik ditemani pria paruh baya. Rambutnya yang panjang hampir menutupi wajahnya. Melihat Ryu datang ia pun menghempaskan rambutnya. Ryu sedikit terhenyak setelah melihat wanita itu. Ia teringat seseorang yang dulu pernah ia kenal.

“Mr. Ryu!!... Selamat datang… aku sudang menunggumu dari tadi” sapa pria paruh baya sambil berjabat tangan dengan Ryu.

“Oh… mianhada. Kota ini hidup saat malam, jadi aku sempat terjebak macet tadi… Bagaimana kabar Gumi Mr Juseok? Apakah bisnis anda lancar? Apakah anak buahku membuat masalah disana?” Tanya Ryu sambil duduk di hadapan Juseok.

“Baik….. kenalkan… dia adikku. Krystal Lim” Juseok menyuruh adiknya menyapa Ryu, tapi gadis itu hanya menunduk tak menghiraukan.

“Oh… baiklah… apa tujuan anda datang ke Daegu? Apakah ingin menambah basis pengawalan untuk bisnis anda?” Tanya Ryu sambil mengeluarkan cookies lalu membuka bungkusnya, dan memakannya sedikit demi sedikit.

“Hmm…. Sebenarnya”

DRRRRRRRRRRRRRRRRRRTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT!!!!!

Suara tembakkan terdengar dari luar, teriakan-teriakan pun mulai bermunculan.

“Chongbong!!!” Ryu membuang cookiesnya ketika melihat tangan kanannya yang setia masuk dengan susah payah, di dadanya menancap banyak peluru.

“Ryu… selamatkan dirimu… Polisi sudah mengepung kita…” kata Chongbong untuk terakhir kalinya. Tubuhnya roboh dalam pelukan Ryu.

“CHONGBONG!!!!!! BANGUNLAH!!!!! GRRRRRAAAAAAAH!!!!” Ryu berteriak sekeras-kerasnya.

Juseok dan Krystal hanya tersenyum melihat peristiwa itu, mereka menunggu giliran bermain peran. Lima polisi masuk ke dalam ruangan, ia menangkap Ryu dengan begitu mudah. Krystal dan Juseok pun ikut di tangkap.

“Sekarang… tak ada lagi yang bisa menjagamu… Ryu!!HAhahaha… ternyata mudah menangkapnya” kata Salah seorang polisi.
Tapi Ryu tak tinggal diam, dengan Taekwondonya yang sudah terlatih, ia membanting polisi yang menangkapnya, begitu keras hingga meja yang terbuat dari kayu terbelah.

Polisi lainnya bergegas menembak. Tapi Ryu sudah lebih dulu mengambil pistol yang ada di sakunya. Dengan cepat ia memberondong tembakan hingga ketiga polisi yang dihadapinya terkapar tak berdaya. Mereka hanya terluka di bagian lengan dan kaki. Ryu sengaja tak membunuh mereka.

Semenjak ia membunuh Ji-eun. Ryu berjanji pada dirinya sendiri kalau ia tak akan mau membunuh lagi. Walaupun pekerjaannya menjadi mafia, ia tak akan pernah menghilangkan nyawa orang lain lagi. Karna kehilangan orang yang Ia cintai begitu menyakitkan.

“Oh… hoohohoho… tak kusangka kau memang Hebat Ryu!!!” Teriak Juseok “Tapi kau tak bisa mengelak peluruku ini… hahaha” Juseok menodongkan pistol tepat di leher Ryu.

“Apa maksudmu Juseok? Kau yang mengirim semua polisi ? untuk menangkapku? Apa masalahmu denganku HAH!!!” Tubuh Ryu bergetar, ia tak kuasa menahan marah yang sudah memuncak.

“Anni… Aku tak pernah menyuruh mereka… mungkin… orang lain… Ryu… sudah kubilang… kalau bagianmu hanya 20 persen dalam bisnis ini… tapi kau… kau mengancamku hah…. Kau memutuskan hubunganku dengan The Madman yang pernah menjadi partner setiaku… jadi aku tak bisa bekerjasama denganmu lagi Ryu… mianhae hahahaha” Ketika pria itu melepaskan tembakan. Dengan cepat Ryu mengangkat tangan Juseok. Hingga tembakan menyasar ke atap dan memecahkan lampu.

“HYAAAAAAAK!!!!!!!” Ryu dan Juseok bergelut dalam kegelapan, mereka saling menendang, melempar, memukul bahkan menyerang dengan begitu cepat.

“Aku akan membunuhmu RYU!!!. Aku Akan membunuhmu!! HAhAHAHAHA….!!!” Teriak Juseok.

CRAKKK!! Sebuah pisau menancap di punggung Juseok hingga menembus dadanya. Ryu bisa melihat Krystal menusuk Juseok dari belakang. Wajah gadis itu penuh ketakutan ketika ia melakukan aksinya.

Tanpa menunggu Lama, Juseok sudah kehabisan nyawa. Tubuhnya mendingin dan kaku, Ryu menyingkirkan tubuh Juseok yang mati ke samping kiri. Ia melihat Krystal menangis sambil duduk memeluk kakinya.

“Kau…? Kau membunuh kakakmu sendiri??” Tanya Ryu sambil membersihkan kaosnya dari darah Juseok.

“….” Krystal tak menjawab pertanyaan Ryu, ia hanya menangis sambil menundukkan kepalanya. Tangannya yang bersimbah darah lunglai dan bergetar.

“Jaga dirimu baik-baik…” kata Ryu sambil berlalu. Tapi Krystal berhasil menahan kaki Ryu untuk melangkah lebih jauh.

“Dia… huks… dia bukan kakakku…. Aku di bayar untuk menemaninya… aku hampir di perkosa oleh anak buahnya… kalau aku tak membunuhnya aku akan diperkosa malam ini secara bergiliran.. hukshuks huks… kumohon… selamatkan aku… aku harus kembali ke Gumi… bisakah kau mengantarkanku ke Gumi?” Krystal masih melanjutkan tangisannya.

Ryu yang sebelumnya tak tertarik dengan cerita Krystal, akhirnya mengangkat tubuh Krystal dan membantunya bediri.

“Ikut denganku… aku akan membawamu ke tempat aman untuk sementara.. Saat ini polisi sedang mengejarku.. dan kau sudah membunuh Juseok… Kalau keadaannya sudah aman.. akan kuantarkan kau ke Gumi”

“Benarkah? Oh terima kasih tuan…” gumam Krystal sambil mengikuti Ryu berjalan keluar nightclub.

Di luar Ryu membukakan pintu mobil untuk Krystal, gadis itu hanya tersenyum saja melihat caranya menipu Ryu telah berhasil seratus persen.

“Krystal.. Masuklah…” kata Ryu.

“Mianhae… Nama asliku bukan Krystal… tapi Amy Jung… panggil aku Amy..” kata Krystal sambil duduk di jok depan. Ryu hanya membanting pintunya, dan segera masuk ke mobil melalui pintu lainnya.

“Amy… pakai sabuk pengamanmu… aku akan mengemudikan mobil ini dengan kecepatan tinggi”

“Ye…” gumam Krystal.

Mobil Ryu lepas landas, melaju begitu cepat meninggalkan lokasi pembunuhan. Sedangkan mobil Lay dan Young baru saja sampai, mereka tak tahu kalau orang yang harusnya mereka selamatkan sudah kabur dari masalah. Di belakang Mobil Lay berderet mobil polisi mendekati nightclub. Lay dan Young tak tahu harus bersikap bagaimana lagi, ketika mereka turun dari mobil, Polisi sudah menodongkan senjatanya.

To Be Continue

Songfiction : I don't love you.



Author : Ayuna Kusuma

Maincast :

Kim Soo Hyun : Hyun
You : Sora
Sandeul : Sandeul
Suzy : Gadis cantik

Song : 신재 - 그런 사랑 안해

Genre : Romance, Sadly, Humor.


***

Siang hari, ketika waktu istirahat. Semua karyawan di seluruh perusahaan keluar dari tempat kerjanya. Membebaskan diri dari cubic-cubic yang membosankan.

Lain halnya dengan Gadis cantik yang tadi pagi mendapatkan lemparan cincin berlian. Ia masih duduk di cubicnya sambil memasak mie instan di sebelah komputernya.

Ia mengetik begitu cepat, menghitung anggaran-anggaran perusahaannya, dan mencatat apa saja yang penting menurutnya. Sesekali ia membuka dompetnya dan memastikan cincin Hyun masih bersamanya.

"Uh... ingin sekali aku menjualmu hehehe.. tapi kau kusimpan... siapa tahu pria itu ingin cincinnya kembali hihihi" gumamnya.

"Pria siapa? Eoh? kau sudah berkencan sekarang?" Suara pria dari balik cubic membuat Gadis cantik penasaran. Ia bangkit dari tempat duduknya dan melongok melihat siapa yang bersembunyi di balik cubik.

"Baaaaaahh!!!" Pria itu menggertak Gadis cantik hingga terkejut setengah hidup.

"Sandeul!!! Kau selalu seperti itu..."

"Kau juga... kenapa selalu terkejut saat aku melakukan hal yang sama hehehehe... Apa yang kau lakukan Suzy? tidak pergi ke kantin?" Sandeul masuk ke dalam cubic milik Suzy, ia pun memindahkan kursi dari cubic lainnya ke cubic Suzy, dan dia duduk diatasnya.

"Aku harus menyelesaikan ini semua, akhir bulan kan sebentar lagi... Kau sudah makan siang Sandeul? aku membuat ramen, kau mau? makanlah..."

"uhmmm,... Gomawo... kau memang sahabatku yang manis hihihihi... tapi aku masih kenyang... tadi pagi aku menghabiskan 2 roti bakar. karna Sora tak mau memakannya..." kata Sandeul sambil membuka lembar demi lembar hasil pekerjaan Suzy.

"Sora??..." Suzy shock mendengar nama itu. "Siapa dia?"

"Ah... bagaimana aku menjelaskannya ya..." Sandeul sedikit linglung ketika Suzy menanyakan mengenai kekasihnya.

"Kau sudah berkencan ? bukankah... kau bilang kau akan menunggu usiaku sampai 22 tahun... lalu kita bisa berkencan dan menikah?"

"Hm.... Suzy... mianhae... aku tak mengatakan sebelumnya... Sora... adalah wanita yang bisa membuatku jatuh cinta... mianhae... oh... kau masih ingat kata-kata itu...?? hehehe... itu sudah lama kan? hampir 1 tahun yang lalu... woah ingatanmu memang tajam hehehe" Sandeul tak enak hati, ia pun membelai rambut Suzy dan menghapus air mata gadis cantik yang ada di hadapannya.

"Sandeul... Tega sekali kau meremehkan hal itu... euh...? kau sudah berjanji akan berkencan denganku... kau... sudah berjanji akan menikah denganku... euh... apa kau sengaja membuatku membantumu selama ini dengan selalu mengatakan itu?" Dalam isak tangisnya suzy membombardir Sandeul dengan keluhannya.

"Mian mian mian mianhae..." Sandeul hanya bisa berlutut di depan Suzy sambil menghapus air mata gadis cantiknya yang dulu.

"Sandeul... apakah aku tak pantas untukmu? apakah gadis bernama Sora lebih cantik dariku?"

"Anniya... kau yang tercantik... tapi... usia kita begitu berbeda... kau lebih pantas kuanggap sebagai adikku... Suzy... kumohon jangan membuatku merasa bersalah hmmm... Aku akan pindah ke Busan sebentar lagi..."

"Kau masih berani memohon padaku??? HAH!!! TEGA SEKALI KAU!!! KELUAR!!!!! KELUAR!!!!!! Jangan pernah menemuiku lagi!!!" Suzy mendorong Sandeul keluar cubic.

"Suzy... Mianhae... eoh... Suzy!!... kau tetap gadis yang berarti bagi hidupku!!" Sandeul terjatuh karna Suzy mendorongnya keluar cubic.

BRAAKKK!!

Suzy melemparkan buku panduan perusahaan yang begitu tebal ke arah Sandeul. Gadis itupun lemas, duduk di kursinya, kepalanya yang terasa berat bersandar pada QWERTY, ia tak memikirkan tombol apa yang akan keluar nantinya. Kali ini hanya sakit hati yang ia rasakan dan ia pedulikan.

Sandeul bangkit dan mengembalikan buku panduan milik Suzy, ia sebenarnya ingin masuk ke cubic dan menenangkan sahabatnya, Tapi sepertinya itu tak berarti lagi.

"Suzy... mianhae..." gumam Sandeul.

"KELUAR KAU!!! KELUAAAAAAAAAR!!!!!"

"Suzy... kau memang gadis yang hebat, dan luar biasa... tapi aku tak bisa mencintaimu... selama dua tahun ini.. aku mencoba untuk mencintaimu... tapi aku tak bisa... aku hanya bisa mencintai dan melindungimu sebagai seorang sahabat... Kini... aku sudah menemukan gadis yang sangat kucintai... aku ingin kau mengerti... bahwa cinta tak bisa dipaksakan... kau tak bisa memaksaku untuk mencintaimu... karna kita akan berada dalam kehidupan yang hampa kalau kita berdua memaksakan rasa itu... Suzy... aku akan pindah ke Busan bersama Sora... Kami akan menikah sebentar lagi... Kudengar kau berkencan dengan seorang pria?... kuharap dia bisa mencintaimu dan lebih baik dariku... annyeong..." Sandeul pun berlalu dari cubic milik suzy.

"KELUAR KAUUUUUUU!!!!!!! HAHAK HAK HAK HAK.......!!! KELUAAAR KAU........... Keluaaaaar...." Suzy masih menangis dalam kesedihannya.


***

Di dalam sebuah kamar apartemen kecil di pinggiran Seoul, terlihat Suzy sedang sibuk di depan laptopnya. Ia membuka beberapa web cafe dan mencari nama Hyun.

"Hyun... Hyun... Ahjussi... hal-abeoji... hmmm kau dimana eoh.... ah... bukan dia... hmmm... ini... ah... bukan... HAAAAAAAISSS!!!! AKU LELAH!!!" Suzy merebahkan tubuhnya kebelakang. Lalu bergulung-gulung seperti ulat bulu, hingga ia terbalut selimut tebal.

"Sandeul.... tega sekali dirimu eoh... huks huks.... menipuku hanya untuk membantumu dalam PEKERJAAN HAH!!!!!!!!!!!!!!!" Emosi Suzy tak teratur kala itu. Ia berbisik pada dirinya sendiri lalu berteriak.

"Sora.... apakah dia begitu cantik eoh??? Apa dia anak orang kaya? Haisss.... apa se klasik ini ceritaku hah?? SANDEUL!!!!!!!!!!!! Awas Kau??? Kubuktikan aku bisa lebih bahagia tanpa dirimu!!!!!"

Suzy berguling-guling lagi, hingga selimutnya terbuka, dan ia duduk lagi membuka laptopnya.

"Hyun... aku akan menemukanmu... cincin ini... tak pantas untukku... kalaupun kupakai ada nama Sora disana... nama yang sama seperti Nama perebut Sandeul... eoh... kau dimana... hmmmm" Suzy menyibukkan diri dengan membuka satu persatu akun di web cafe.

"AHHA!!!! YAP... kutemukan kau.... hmmm... coba kulihat statusmu... OMMO!!! Kau belum menikah??... Hmmm.... WOAAAAAAAAAAA!!!!! Jadi... Jadi... Jadi... Sora.... Kau..... dan Sandeul......!!!" Suzy shock ketika melihat sebuah postingan Hyun yang mengatakan ia gagal melamar sahabatnya, dan kini ia akan menjalani kehidupan barunya di Ilsan.

Hyun mengatakan di postingannya kalau ia diterima bekerja di dua kota, Ilsan dan Pusan, tapi karna mantan sahabatnya dan kekasihnya yang bernama Sandeul pindah ke Pusan, ia terpaksa memilih pekerjaan di Ilsan. Banyak orang yang menanggapi dengan komentar menyindir, banyak juga yang bersimpati dengan Hyun.

"Okey... aku sudah menjadi temanmu sekarang di web hahaha... Okey... Hyun... temui aku di tempat yang sama... seperti tadi pagi... ketika kau melempar cincinmu... dan melukai kepalaku... temui aku di sana... di zebracross tadi pagi... aku akan kembalikan cincinnya padamu... aku ingin membicarakan hal yang penting padamu... YAP... Terkirim hahahahaha"

"Hyun!!!!!!!!!!!! Ahahaahahaha...... ternyata..... kau belum menikah... Aigooo tega sekali Sora mengkhianati pria setampan dia.... Aigooooo.... Hyun...... sampai bertemu lagi..... hehehe" Suzy merebahkan tubuhnya ke belakang lalu berguling-guling seperti ulat.

"Selamat malam Hyun.... hihihi" ujar Suzy sambil melihat cincin yang ia pegang. "SORA!!! pergilah ke Neraka!!! Haissss dasar wanita tak berprasaan!!!"

To be continue


***

Lyric

니가 앞에서 있는데
난 아무것도 할 수 없어
이 사랑이 언젠가는
닿아주기를 바람에 날려 보내본다
그런 사랑 안해 안해 슬퍼지는 건
이걸로 족해 족해 기다려 왔자나
얼마나 내가 참아왔는지 너도 잘 알잖아
그대 사랑 안에 안에 잠들고 싶어
그게 그렇게 힘든 거니
하지만 여전히 너 하나만 사랑해
사랑 이제 욕심이 생긴다
니가 옆에 있는거 만으로
모든 게 좋았었는데 바라는 게 없었는데
이젠 너의 작은 눈빛조차 놓치기 싫어
그런 사랑 안해 안해 슬퍼지는 건
이걸로 족해 족해 기다려 왔자나
얼마나 내가 참아왔는지 너도 잘 알잖아
그대 사랑 안에 안에 잠들고 싶어
그게 그렇게 힘든거니
하지만 여전히 너 하나만 사랑해
너 하나 사랑해 널 사랑해
다 잊는다 해도 그대란 사람 내 모든 걸 줄 사람
그런 사랑 안해 안해 슬퍼지는건
이걸로 족해 족해 기다려 왔자나
얼마나 내가 참아왔는지 너도 잘 알잖아
그대 사랑 안에 안에 잠들고 싶어
그게 그렇게 힘든 거니
하지만 여전히 너 하나만 사랑해

***

Translate

You are in front of
I can not do anything
This love someday
Watch the wind blow sent touches cycle
Sad thing that I do not love that do not
That'll That'll come with it or wait
How do we know I came bear
I want to fall asleep in your in love
It's so hard going
I love you, but still only
Love now occurs greedy
You're just beside
Everything good you never want eotneunde
Now even your little eyes do not want to miss
Sad thing that I do not love that do not
That'll That'll come with it or wait
How do we know I came bear
I want to fall asleep in your in love
It's so hard going
I love you, but still only
I love you, I love you one
What people forget is if you give all my people
Sad thing that I do not love that do not
That'll That'll come with it or wait
How do we know I came bear
I want to fall asleep in your in love
It's so hard going
I love you, but still only

Songfiction : With You



Author : Ayuna Kusuma

Maincast :

Kim Soo Hyun : Hyun
You : Sora
Sandeul : Sandeul
Suzy : Gadis cantik

Song : 신재 - 그런 사랑 안해

Genre : Healing Project - All Night

Part 1 : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=334438660020489&set=a.302316143232741.1073741829.302299703234385&type=1&relevant_count=1

Part 2 : http://www.facebook.com/photo.php?fbid=334785629985792&set=a.302316143232741.1073741829.302299703234385&type=1&relevant_count=1

***

"Wooz wooz wooz..... " Suara nafas yang berat keluar dari mulut Hyun, ia berusaha tepat waktu mengangkat barbelnya yang terpasang berlapis-lapis.

Dung durururudung.... suara dari laptopnya. Hyun terus melanjutkan berlatih, otot tangannya terbentuk sempurna.

Dung... Durrururudung.....Suara itu lagi-lagi mengganggu Hyun berlatih. Ia segera meletakkan barbel di sampingnya. Kaosnya yang basah karna keringat, dilepasnya. Ia menyeka keringat yang menetes di perut, dada, dan wajahnya.

"Hauuuuufff..." Hyun menggerakkan badannya melakukan pendinginan. Ia tak langsung membuka laptopnya yang sudah bunyi berkali-kali.

Dung... durururudung..... Suara itu mengganggu lagi, Hyun yang ingin meminum susu dari lemari es, menunda aktifitasnya. Ia membawa susu botol dengan mulutnya.

Laptop pun di buka. Ia melihat beberapa pesan dan komentar di bawah postingannya yang terbaru.

"Brruaaah..." Hyun menumpahkan semua susu yang di minumnya. Untung saja tak membasahi laptop di depannya.

"Mwoyaaaaaa...aaaa...... Kau gadis itu... Ahahahaha... Namamu... Suzy... Oh... apa kau dari jepang eoh? saudarinya sushi? hahahaha... Aigoo... ingin bertemu denganku... mengembalikan cincinku... bicara penting... Ahsss..... apa ia akan memarahiku lagi eoh???"

Hyun segera membuka akun Suzy, ia mengirimkan private message pada Suzy.

'Cincinnya untukmu saja, aku tak perlu lagi, kalau mau kau bisa menjualnya, aku rela daripada aku melihat cincin itu lagi. kurasa tak ada yang bisa kita bicarakan lagi. kita hanya orang asing, yang tak pernah kenal sebelumnya. Terima kasih. Hyun'

Dan pesan pun terkirim. Hyun berlari ke dapur, membawa lap, dan beberapa cemilan. Ia duduk lagi di depan laptopnya. Sambil membersihkan karpet nya yang basah karna susu. Ia melihat lagi laptopnya, seperti penasaran seperti apa balasan dari Suzy.

Dung durururudung....

Hyun melempar lap basah ke arah dapur begitu saja. Di wajahnya terulas senyum yang sedikit aneh, ia pun membuka pesan balasan dari Suzy.

'aku juga tak ingin cincin ini bersamaku... aku suka namamu di cincin ini... tapi nama Sora... aku muak melihatnya... bahkan saat aku mengetik nama itu... ingin sekali aku membanting laptop ini... Aku sama sepertimu... Sandeul adalah sahabatku... dia pernah berjanji ingin berkencan denganku... tapi ia tak menepati janjinya dan meningalkanku...'

"HAHAHAHAHAHAHHAHAHAAAAAAAAAAAAAAAAAA......Oh Oh Hahahahahahaaaaaaaaaaaaaaa" Hyun tertawa begitu lebar setelah melihat balasan dari Suzy.

"Humm.... huhuhuhu... tega sekali pria itu mengecewakan gadis secantik dia... hmmmm...apa yang harus kulakukan sekarang.... ah..."

'Aku ikut prihatin dengan keadaanmu... baiklah... kita bertemu di zebracross seperti tadi pagi. Besok... aku akan menunggumu disana'

Pesan pun dikirim.

Dung Durururudung.... balasan datang begitu cepat. Hyun yang ingin merebahkan diri di sofa menunda aksinya, ia segera melihat pesan dari laptopnya.

'baik... tunggu aku disana... gomawo'

"Ah..............." Hyun merebahkan tubuhnya di sofa, ia menggerakkan tangannya ke atas, melatih otot lengannya. "Suzy.... sampai jumpa lagi..." gumamnya sambil memejamkan matanya.

***

Pagi yang tak pernah tenang di Seoul, banyak pejalan kaki lalu lalang di sekitar pusat kota. Di zebracross yang ssama terlihat Hyun sedang merapikan jaketnya.

Tak lama kemudian, dari arah kiri Suzy berjalan mendekati zebracross, setelah lampu pejalan kaki berubah menjadi hijau, ia segera menyebrang bersama pejalan kaki lainnya.

Pandangan Hyun tak lepas dari Suzy, gadis cantik yang memakai baju sama dengan style yang sedang ia pakai.

"Hi..." sapa Suzy.

"Hi... " balas Hyun. Mereka terpaku satu sama lain, tak ada kata-kata lain yang mereka luncurkan. hanya pandangan yang saling berpadu.

"Kita memakai jaket dengan merk yang sama... hehehe" kata Hyun memecah keheningan.

"Oh... ye... aku suka merk jaket ini... hmmm ini cincinnya... aku kembalikan padamu..." kata Suzy sambil memberikan bungkusan hitam kecil pada Hyun.

"Hmmm... bisakah... kau saja yang menyimpannya?... aku trauma dengan cincin itu..."

"Apalagi aku... kau hampir saja membuatku gegar otak dengan cincin ini... lalu nama wanita itu hampir saja menghancurkan hatiku... cincin ini... sungguh sial bagiku..."

"hahahaha.... ye... baiklah... aku akan menyimpannya" Hyun mengambil bungkusan kecil dari tangan Suzy yang lembut.

"Kau sudah makan?" tanya Suzy

"Hmmm belum... aku bergegas kemari agar kau tak menungguku"

"Hmm... aku juga belum..."

"mau ikut denganku? aku tahu sebuah restoran yang menyediakan makanan diskon di sekitar sini"

"Dengan senang hati..." jawab Suzy.

Mereka berdua menyewa dua sepeda di tempat persewaan, Suzy dan Hyun terlihat menikmati kebersamaan mereka.

***

"Kau... mau pesan apa Suzy?" tanya Hyun sambil sibuk membuka buku menu.

"Woah... diskon 70 persen... aku pesan ini saja hehehe.. coklat pie... dan americano diskon 80 persen" pelayan yang berdiri di samping mereka berdua mencatat pesanan Suzy.

"Sama.. aku pesan yang sama" kata Hyun sambil memberikan menu pada pelayan.

"humm...... kenapa pesan yang sama? harusnya pesan menu yang lain.. jadi aku bisa mencoba punyamu... dan kau mencoba punyaku hehehe" gumam Suzy.

"oh... kau gadis yang unik hehehe... mianhae... tapi kedua menu itu yang paling kusuka dari resto ini"

"Benarkah? aku juga suka coklat dan americano... Hyun... berapa tahun kau menjalin hubungan dengan wanita itu?"

"Siapa? Sora?"

"Haiss... bisakah kau tak menyebutnya??? telingaku sakit...." keluh Suzy ambil menutup telinganya.

"Hehehe... apa kau begitu membencinya?"

"Aissh... mianhae... bukan maksudku... tapi wanita itu sudah merebut semua impianku berkencan dengan Sandeul.."

"Hmmm... aku sudah bersamanya semenjak highschool. 7 tahun yang lalu..."

"WAEEEE!!!!!" Tiba-tiba Suzy menggebrak meja, membuat Hyun tersentak dan hampir saja meloncat. "Wanita itu tega sekali... !! Selama itu kalian tak pernah berkencan???"

"Anniya... heheee..." Jawab Hyun tenang

"Aigoooo... Aigoo... sesange.... tega sekali dia.... kalau aku... 2 tahun bersama Sandeul... dia selalu baik padaku... tapi dia tak mau berkencan denganku... kalau kami pergi.. dia selalu mengajak teman-temannya... Hyun... apakah aku kurang cantik eoh? Eoh?? apakah aku kurang cantik? wajahku kurang V?? apakah aku harus mempercantik diriku lagi?" Hyun hanya tersenyum sendiri melihat reaksi Suzy terhadap masalah ini.

"Suzy... apa tak ada yang mengatakan kalau kau cantik? Sandeul telah salah besar... meninggalkan gadis secantik kau... sudahlah... jangan memikirkan masalah itu lagi... kita akan menderita kalau memikirkannya lagi..."

"Hyun... kau tak pernah berkencan... aku tak pernah berkencan... kita punya nasib yang sama... hmmm... apa kau memikirkan sesuatu?"

"mwo??" lirik Hyun

"tentang kita berdua... hum hum hum?" Suzy balas melirik.

"Mwoo?" tanya Hyun lagi seakan tak mengerti apa yang dipikirkan Suzy.

"Bagaimana kalau kita berkencan? setidaknya... itu bisa membuat kita bahagia... bagaimana? hum?"

"okey... no problemo..." jawab Hyun sambil memberikan tips pada pelayan yang mengantarkan pesanan mereka berdua.

"AH!!!!!! hahahahaha" Suzy berteriak bahagia, ia menggoyang-goyangkan kepalanya di depan Hyun, membuat pria itu semakin bahagia berada di dekatnya.

"Kencan pertama kita... kau mau kemana?" tanya Hyun.

"Aku..... bagaimana kalau kita camping? aku ingin sekali mencoba tenda yang kubeli bulan kemarin hahahaha... bagaimana?"

"Okey... no problemo... sekarang... kita makan dulu pie ini hehehe"

"Hyun... tapi apa tidak terlalu cepat untuk kita? baru kemarin kita bertemu... sekarang sudah merencanakan untuk berkencan... hummmm"

"Itu lebih baik... daripada kau menunggu 2 tahun atau 7 tahun untuk berkencan, kau mau menunggu lagi? hehehe"

"AN.....NIYA...... HAHAHAHAHA" Hyun dan Suzy makan bersama di restoran, mereka bercerita banyak hal mengenai kehidupan mereka dan apa saja yang ingin mereka lakukan bila berkencan nanti.

To be continue


***
Healing Project - All Night

밝게 빛나는 하루, 두근두근한 시간
오늘은 우리가 함께하는 날

365일 1년이라는 시간
우리에겐 너무나 짧은 시간이겠죠

그대 어디 있어요 내가 찾아갈께요
그러면 나와 둘이서 함께할래요?
그대 어디 있어요 내가 기다릴게요
오늘은 나와 둘이서 함께할래요 이렇게

그대와 함께 All night all night
그대와 함께 All night all night
그대와 함께 All night all night
그대와 함께 All night all night

그대 어디 있어요 내가 찾아갈께요
그러면 나와 둘이서 함께할래요?
그대 어디 있어요 내가 기다릴게요
오늘은 나와 둘이서 함께할래요 이렇게

그대와 함께 All night all night
그대와 함께 All night all night
그대와 함께 All night all night
그대와 함께 All night all night

오늘밤 따뜻했던 네 품에 안겨
이 긴 긴 시간을 보내고 싶어
부끄러워하지 말고 둘만 있어요
All night all night

니 눈빛은 별빛보다 아름다워
너의 입술은 앵두같이 달콤해
사랑한다고 내게 말해줄래
All night all night

그대와 함께 All night all night
그대와 함께 All night all night
그대와 함께 All night all night
그대와 함께 All night all night

언제나 이렇게

***

Translate

Bright shining day, one hour throb
Today is the day we have together

1 year 365 days the time
Too short time for us yigetjyo

I'll go find you where are you
Then, with two of me anyone?
I'll wait for you Where is the
You want with me today, so the two of

All night all night with you
All night all night with you
All night all night with you
All night all night with you

I'll go find you where are you
Then, with two of me anyone?
I'll wait for you Where is the
You want with me today, so the two of

All night all night with you
All night all night with you
All night all night with you
All night all night with you

Four arms were warm tonight
I want to spend a long long time
Do not be shy, I'm just the two of
All night all night

You look more beautiful than the stars
Your lips like cherries and sweet
Can you tell me that you love me
All night all night

All night all night with you
All night all night with you
All night all night with you
All night all night with you

This time

Songfiction : Number One





Author : Ayuna Kusuma

Genre : Flash Romance

Maincast : You and Jinyoung

Song : Togeworl / Lim Kim - Number 1

***

Ditengah hujan aku berlari dari satu tempat teduh, ke tempat teduh yang lain. Sore ini aku harus menggembalikan buku yang telah lama kulupakan. Sudah tiga bulan aku tak mengembalikan buku yang kusewa di persewaan buku Togeworl.

Sebenarnya aku begitu takut, kalau pengurus persewaan buku itu memarahiku, bahkan aku lebih takut kalau mereka meminta banyak uang denda padaku, Karna dalam kantongku aku hanya menyimpan 10.000 won yang tadi pagi diberikan Eomma untuk uang saku selama satu minggu.

Dari kejauhan aku bisa melihat persewaan buku Togeworl masih buka walaupun hujan. Kutenangkan diriku sebentar saja. Dalam hujan aku kembali berlari, sambil menyebrangi jalan raya yang begitu padat.

Sampai di depan toko buku, kulihat penjaganya sudah berbeda dari tiga bulan yang lalu. Ada ide bagus dalam pikiranku, bagaimana kalau aku sobek saja kartu pinjam yang menempel di buku. Toh mereka tak pernah menghubungiku mengenai keterlambatan ini.

Aku sobek lalu kutinggalkan bukunya di kotak surat besar yang terpajang di depan Togeworl, bagaimana kalau begitu? Aku bertanya pada diriku sendiri. Kulihat ternyata kotak pos besar itu milik salah satu perusahaan pengiriman barang. Bukan milik Togeworl.

Terpaksa aku masuk ke dalam persewaan buku yang penuh dengan orang. Kulihat penjaga yang baru sepertinya usianya sama denganku, pria itu mengenakan topi biasa yang bisa menutupi matanya. ia mungkin tak melihatku.

Kuletakkan buku yang kupinjam tiga bulan yang lalu, di rak buku yang kubelakangi. Sambil terus mengawasi pria penjaga Togeworl.

Yes... ia tak melihatku. Buku pun sudah kukembalikan, dan kini aku bebas dari denda. hahahaha.

"jamkkanman!!" Tegur pria penjaga Togeworl. Aku tak bisa berpikir apapun saat ini. Dengan langkah ratusan ribu. Aku keluar dari Togeworl.

"HYAAAAAAAAAK!!! jamkkanman~!!! geuman !!! geumaneee!!!" Pria itu masih meneriakiku dari jauh. Kucoba untuk berbalik dan melihat kebelakang. Pria itu memakai mantel dan bersiap-siap mengejarku.

"Aisshh!!! eotteon-e daehae?" keluhku. Aku terpaksa berlari lebih cepat menghindari kejaran pria penjaga Togeworl.

Berlari dan berlari di bawah hujan. Belok kekanan, belok kekiri. Aku sempat bersembunyi dibalik mantel ahjussi yang begitu lebar, tapi pria itu menemukanku begitu cepat.

"HYAAAAAAK!!! silhaenghaji!!! Eoh!!" Pria itu hampir saja menarik tanganku. Tapi aku tak bisa tertangkap begitu saja. Aku atlit marathon di sekolahku. tak ada siapapun yang bisa menangkapku ketika aku sudah berlari.

Apakah harus mengejarku sejauh ini? eoh?. Aku sudah mengembalikan buku mereka. Apakah mereka masih ingin uangku. Ah!! Aku baru ingat, aku masih punya uang 5.000 won di rumah. kalau 10.000 won ini kuberikan. Aku masih bisa makan di sekolah selama seminggu.

Akupun memberanikan berhenti di batas zebracross.

Brakk!!. Pria itu menangkapku seperti seorang polisi menangkap pencopet. Ia melipat tanganku ke belakang, lalu menyandarkanku ke dinding kaca sebuah cafe.

Ia sama sekali tak mau tahu bagaimana perasaanku ketika wajahku menempel begitu lekatnya ke kaca, dan membuat semua pengunjung cafe tertawa menikmati kesengsaraanku.

"Aigoo... Cepat sekali larimu... Apa yang kau curi tadi hah??" Tanya pria itu sambil lebih mendorong tubuhku ke dinding cafe.

"Aku tak mencuri..." jawabku dengan tenang. Kucoba melepaskan cengkraman pria itu, tapi ia tangannya yang kuat masih saja mencengkramku.

"MWOO!!! Lalu apa yang membuatmu lari dariku HAH??? Apa yang kau curi???"

"HYAAAAKK SEEKKIYAAA!!! AKU tak mencuri apapun dari TOGEWORL!!!" teriakku sambil mencoba melawan memukul pantatnya dengan kakiku.

"KYAAA!! AW AW AW!!" Pria itu kesakitan setelah menerima tendanganku. terang saja ia kesakitan, aku memakai sepatu yang begitu berat dan akan sakit sekali kalau menghantam pantatnya.

"AWASSS KAU!!" kata pria itu lagi, ia masih memakai topinya yang basah. mantelnya tak bisa menghalangi bajunya dari siraman hujan. Aku hanya tersenyum melihat ia begitu kesakitan sambil mengelus pantatnya.

"Ahjussi... aku tak pernah mencuri... tadi aku hanya mengembalikan buku milik Togeworl..."

"KALAU KAU MENGEMBALIKAN!!!...." Pria itu berlari ke arahku dan menahanku dengan satu tangannya... "Kau... kau gadis pelari di sekolahku kan??" tanya pria itu. Aku bisa melihat wajahnya yang berubah drastis.

"Aku hanya mengembalikan buku yang sudah 3 bulan aku sewa... tapi aku lupa mengembalikannya... aku takut sekali kalau kau akan memintaku denda yang begitu banyak... karna saat ini hanya 10.000 won yang kupunya... uhmmm... mianhae... bisakah kau melepasku? aku akan memberikanmu uang 10.000 won.." kataku sambil membuka dompetku.

"Ah... begitukah... woah... wajahmu cantik sekali...." gumam pria itu.

"Mwoo?? ah.. bisakah kau melepaskanku? tadi kau sudah mempermalukanku di depan semua orang di belakangku... kita impas arra?? ini uangnya..." kuberikan uang 10.000 yang kumiliki. Tapi pria itu masih tetap menikmati wajahku. Lama-lama aku menjadi tak enak bila menyadari kalau ada pria yang memandangku seperti itu.

"Aku... Jinyoung...Aku kakak kelasmu... setiap hari aku melihatmu berlatih... aku termasuk fansmu. hmmm sebenarnya aku mau saja melepasmu dari semua tanggung jawab. Tapi kau harus ikut denganku!!! Tak mengembalikan selama 3 bulan!!! dan berlari seperti pencuri!! mengembalikan tanpa tanda tangan!! itu sudah tindak kriminal!!"

"Hajiman.... Jinyoung... bisakah kau melepaskan aku?? aku sudah membayarmu 10.000 won kan??"

"Anni...." Jinyoung menyeretku kembali ke Togeworl.

"Jinyoung..... jebal... lepaskan aku..."

"Anni... saat ini aku bekerja paruh waktu... aku tak bisa seenak itu melepaskan orang sepertimu... walaupun aku fansmu. kau tak akan bisa lepas begitu saja dengan tanggung jawabmu"

"Hmm.... terserah kau sajalah..." kataku pasrah. Kami berdua kembali ke Togeworl dengan basah kuyup.

***

"Tanda tangan disini... permohonan maaf pada Togeworl, dan persetujuan kalau kau membayar denda 20.000 won" kata Jinyoung.

"20.000 WON!!!!! Jinyoung!!!" teriakku, semua pengunjung Togeworl melihatku serentak.

"Tenanglah... aku akan membantumu... hari ini aku mendapat komisi... ini... aku akan membayarnya untukmu..." kata Jinyoung, ia meletakkan uangnya diatas uangku.

"Okey... hehehe... gomawo... aku akan membayar hutangku minggu depan..." kataku.

"Aku tak mau uang.... bagaimana kalau kau bayar menemaniku menunggu Togeworl hingga nanti malam?" kata Jinyoung.

"Mwoo??"

"Akan menyenangkan... kalau aku bisa menjaga toko buku yang membosankan ini... menjaganya denganmu..."

"Hmmm.... Okey..."

***

Sore itu, kami berdua bersama menunggu Togeworl. Aku semakin tahu kalau Jinyoung adalah pria pekerja keras. ia pria yang baik. Sikapnya itu membuatku sedikit merasakan hal yang namanya Cinta.

Mulai sore itu, aku selalu menemaninya di Togeworl. dan ia menemaniku berlatih di stadium. Kami selalu bersama sepanjang waktu.

Tak ada ungkapan cinta yang kami utarakan. Hanya saja, kami belajar bagaimana menjaga hubungan ini dengan baik. Jinyoung orang pertama yang bisa membuatku merasakan jatuh cinta. Dan ia pun pernah mengatakan kalau aku, gadis pertama yang bisa membuatnya jatuh cinta. Jauh sebelum aku jatuh cinta dengannya. Jauh sebelum aku bertemu dengannya dibawah hujan sore hari.


***

아침에 일어나 너에게
짧은 인사를 보낸다
아무리 멀리 떨어져 있어도
나는 널 생각하고 있어

늦은 밤 졸린 눈 비비며
너에게 편지를 쓸게
반가운 사진 속 그 표정만큼
아름다운 나날들이기를

찬 바람이 불어와
어깨가 움추러들 때에도
너를 떠올린다면 씩씩한 표정 할수있어

알고있니 넌 나의 Number 1
두근대는 맘은 아직까지 여기에
언제까지나 My only one
좋아한단 말은 나를 웃음짓게 해

My number 1, My only one
때로는 지쳐 울어도
My number 1
I want to be with you
우 My number 1
눈을 감으니 꼭 곁에 있는것 같아

쨘 하고 나타날게
생각치 못한 어느 날
우연히 문득 뒤돌아봤을때
그때 꼭 내가 서 있을게

꼭 하고 껴안을께
가장 반가운 얼굴로
눈물이 왈칵 쏟아진다해도
나는 환하게 웃을거야

혹시 오늘 너에게
서러운 일이 생긴다면
오래 전 그 날처럼 달려가 꼭 안아주고파
아름답게 빛나길

알고있니 넌 나의 Number 1
두근대는 맘은 아직까지 여기에
언제까지나 My only one
좋아한단 말은 나를 웃음짓게 해

My number 1, My only one
때로는 지쳐 울어도
My number 1
I want to be, I want to be,
I'm still in love with you
My number 1
눈을 감으니 꼭 곁에 있는것 같아

기억해줘 넌 나의 Number 1
보고싶은 사람 이만 줄일게, 안녕

Songfiction : One More Time



Author : Ayuna Kusuma

Maincast : Kim Hyun Joong and You

Genre : Flash Romance

Song : Kim Hyun Joong - One More Time


***


Kau tahu... Aku terlalu bosan merasakan cinta, di saat seperti itu kau muncul. Tepat saat rasa bosanku sudah hampir meledak di kepalaku.

Siang itu, aku masih ingat kau mengatakan padaku. Kalau selama kau bekerja di bawah manajemenku, kau telah jatuh cinta padaku. Tepat setelah aku menolongmu dari kecelakaan di gunung. Ketika kita berdua bersama pekerja yang lainnya sedang menikmati keberhasilan perusahaan.

Kau bilang, debaran jantungmu saat aku menolongmu mengatakan kalau kau mencintaiku. Kau juga mengungkapkan kalau, selama itu, selama 7 bulan, kau menyimpan cintamu padaku.

Tapi... aku seakan begitu bosan mendengar kata-kata cinta. Sebenarnya ketika itu aku sudah muak dengan kata-kata cinta yang dilontarkan kekasihku. Wanita yang begitu suka memainkan perasaan semua pria. Ia mengatakan kalau mencintaiku

Namun, di waktu yang lain, ia memeluk pria lain. Lalu mengatakan kalau ia mencintai pria itu. Dan tak ada pria lain yang ia cintai selain dirinya. Lalu... bagaimana denganku? Pria yang sudah 2 tahun bersamanya. Menunggunya, membantunya, dan mengorbankan semua yang kumiliki hanya untuk kebahagiaannya.

Itulah yang membuatku bosan mendengarkan kata-kata cinta dari bibir wanita.

lalu... kau pun mengatakan semuanya padaku. Di atap perusahaan kita. Kau ungkapkan semuanya, yang kau rahasiakan dariku, semua orang dikantor, bahkan rahasia yang kau sendiri tak mau tahu.

Kau katakan, kalau setiap hari kau mencatat apa saja yang kupesan dikantin. Kau bahkan tahu aku lebih suka Luwak coffee daripada americano. Kau bahkan lebih tahu dariku, kapan aku harus meminum obat dari rumah sakit. Maka dari itu ketika aku keluar kantor. kau menyediakan obat di meja kerjaku.

Aku sama sekali tak tahu, kalau rasa cintamu padaku, membuatmu melakukan hal konyol. Tawamu yang rendah, mengawali sebuah cerita yang lainnya.

Kau mengaku, kalau selalu mengikutiku dibelakang, memungut semua yang kubuang sembarangan di jalan lalu membuangnya di tempat sampah.

Kau juga mengikutiku di bar. Dan mengantarkanku pulang. Aku tak pernah tahu, ada cinta sebesar itu untukku.

Siang itu... rasa bosanku sirna ketika kau mulai bercerita sambil menggenggam tanganmu yang bergetar. Kau mengatakan aku orang yang tampan, bahkan lebih tampan dari semua pria di Korea, di bumi, di antariksa. Hahahaha... aku rasa kau perempuan yang bisa membuatku tertawa lepas tanpa merasakan cinta.

Lalu... aku masih ingat, bagaimana kau menyeka air matamu setelah tertawa denganku. Kau mengatakan, kalau aku tak menolongmu saat itu, seseorang akan bahagia bila dirimu meninggal karna kecelakaan.

Kau mengatakan kalau hanya diriku yang bisa membuatmu melupakan masalahmu, hanya kehadiranku yang bisa membuatmu bahagia. Selama ini yang kutahu, wanita hanya bahagia ketika seorang pria memberikannya uang dan kedudukan. Tapi kau sungguh berbeda. Bahagia hanya karna aku di dekatmu, walaupun seringkali aku tak memperhatikanmu, tapi seperti itu, kau masih bahagia.

Kala itu, yang ada dalam pikiranku hanya pertanyaan "wanita seperti apa kau ini? apakah begitu sederhana membuatmu bahagia?"

Kau pun mengatakan, bila melihatku, kau bisa merasakan memiliki keluarga, kau bisa memiliki orang yang harus kau lindungi. Aku... saat itu.... aku hanya bisa mengatakan. Gomawo... dan meninggalkanmu begitu saja. Karna, aku masih tetap bosan merasakan cinta dan kekasihku masih memilikiku.

***

Tiga hari setelah pertemuan rahasia kita di atap perusahaan, kau menghilang. Semua pekerjaanku terbengkalai, kehidupanku begitu berbeda dari biasanya.

Dan aku sedikit kehilangan dirimu. Wanita yang begitu mencintaiku dengan sembunyi-sembunyi. Ada perasaan marah pada diriku sendiri. Mengapa menyikapimu dengan sesederhana itu, berterima kasih padamu, lalu meninggalkanmu.

Lalu. Hari itu, aku memutuskan untuk berpisah selama-lamanya dengan wanita yang berstatus menjadi kekasihku. Aku tak ingin lagi hidup dengan wanita yang mencintai semua pria dan membuat cinta tak layak untuk diagungkan.

Setelah susah payah melepaskan diri dari kekasihku. Aku berusaha mencarimu. Semua informasi telah kudapatkan.

***

Dan... hari ini... di depan kantor perusahaan, di pagi hari yang cerah, aku bertemu denganmu... kau berdiri tepat di depanku.

"Hi..." hanya itu yang bisa kukatakan padamu, rasa bersalah telah mengunci bank kata di otakku.

"Hi..." kau pun hanya bisa menjawab yang sama.

Entah mengapa aku tak bisa membiarkanmu terdiam di depanku begitu saja. Aku segera memelukmu. Mendekapmu begitu dekat agar kau tahu apa yang kurasakan saat ini.

"Mianhae... Aku tak tahu bagaimana harus bersikap..." Airmatamu pun kurasakan di lenganku.

"hmmm"

"Mianhae niga heullinnunmul alji motae. Mianhae ijeseoya niape waseo"

"hmmm.... akupun tak berani menemuimu lagi... setelah semua kukatakan padamu... ketakutan membuatku semakin menjauh darimu..."

"Babogateun naega neol. Maeume eomneun maldeullo. Geureoke manhi apeuge haennabwa. Niga aniyeotdamyeon mollasseul haengboginde. Ijeya arasseo niga sarangirangeol.."

"jeongmal...?" gumammu

"hummm... Jeongmal..."

***

Entah mengapa, setelah kau memberanikan diri untuk bertemu denganku lagi, aku begitu bahagia. Serasa sudah kutemukan cinta yang sebenarnya.

Kini kebosanan itu tak lagi menyerang jiwaku. Bersamamu setiap waktu, dengan perhatian-perhatian kecil yang kau berikan dan kuberikan. Aku yakin... Sekali lagi kita bisa merasakan cinta, dan sekali lagi kita bisa bahagia.

***

Hangul

내가 몰랐었나봐
너를 몰랐었나봐
이렇게 더 가까이에 있는데
정말 소중한 것은 사라져간 후에야
알수 있는가봐 지금의 너처럼

미안해 니가 흘린눈물 알지 못해
미안해 이제서야 니앞에 와서

One More Time One More Time
다시 한번 내곁으로 와줄순 없겠니
언제나 너만을 사랑해
늦은 이 후회만큼 더 사랑할께

바보같은 내가 널
마음에 없는 말들로
그렇게 많이 아프게 했나봐
니가 아니였다면 몰랐을 행복인데
이제야 알았어 니가 사랑이란걸

고마워 소중한 사랑을 가르쳐줘
고마워 이제 내가 더 사랑할게

One More Time One More Time
다시 한번 내곁으로 와줄순 없겠니
언제나 너만을 사랑해
늦은 이 후회만큼 더 사랑할께
One More Time One More Time

사랑해 널 사랑해 이런 나를 다시 받아줄순 없겠니
언제나 내게 준 그 사랑
내가 다 갚을 수 있게
허락해줘
내 손을 잡아줘

Romanization

Naega mollasseonnabwa
Neoreul mollasseonnabwa
Ireoke deo gakkaie inneunde
Jeongmal sojunghan geoseun sarajyeogan hueya
Alsu inneungabwa jigeumui neocheoreom

Mianhae niga heullinnunmul alji motae
Mianhae ijeseoya niape waseo

One More Time One More Time
One More Time One More Time
Dasi hanbeon naegyeoteuro wajulsun eopgenni
Eonjena neomaneul saranghae
Neujeun I huhoemankeum deo saranghalkke

Babogateun naega neol
Maeume eomneun maldeullo
Geureoke manhi apeuge haennabwa
Niga aniyeotdamyeon mollasseul haengboginde
Ijeya arasseo niga sarangirangeol

Gomawo sojunghan sarangeul gareuchyeojwo
Gomawo ije naega deo saranghalge

One More Time One More Time
One More Time One More Time
Dasi hanbeon naegyeoteuro wajulsun eopgenni
Eonjena neomaneul saranghae
Neujeun I huhoemankeum deo saranghalkke
One More Time One More Time
One More Time One More Time

Saranghae neol saranghae ireon nareul dasi badajulsun eopgenni
Eonjena naege jun geu sarang
Naega da gapeul su itge
Heorakhaejwo
Nae soneul jabajwo


Terjemahan Indonesia

Aku kira aku tidak tahu
Aku kira kau tidak tahu
Bahwa kita berdiri terlalu dekat seperti ini
Kita tidak bisa benar-benar membiarkan hal yang indah hilang
Sekarang kau akan mengerti aku

Aku minta maaf bahwa aku tidak tahu alasan di balik air mata
Maafkan aku, sekarang aku tepat di depanmu

Sekali lagi sekali lagi
Bisakah kau kembali ke sisi ku sekali lagi?
Aku akan selalu mencintaimu
Aku tidak akan menyesal, aku hanya akan mencintaimu

Aku begitu bodoh
Karena tidak tahu apa yang di hatimu
Hal ini tampak sakit
Tanpamu, aku tidak bahagia
Sekarang aku mengerti apa itu cinta

Terima kasih untuk mengajariku tentang cinta
Terima kasih, sekarang aku akan tahu bagaimana mencintaimu lebih

Sekali lagi sekali lagi
Bisakah kau kembali ke sisiku sekali lagi?
Aku akan selalu mencintaimu
Aku tidak akan menyesal, aku hanya akan mencintaimu
Sekali lagi sekali lagi
Aku mencintaimu, aku mencintaimu
Apakah kau akan menerimaku lagi suatu hari nanti?
Biarkan aku mengembalikannya padamu
Cinta yang selalu kau beri
Peganglah tanganku

Songfiction : Beautiful Day



Author : Ayuna Kusuma

Maincast : Ji Chang-wook and You

Genre : Flash Romance

Song : One Way - Beautiful Day

***

Semenjak Appa jatuh sakit, aku terpaksa bekerja di pagi hari mengantarkan Koran, Susu, bahkan berbagai makanan yang dipesan ke toko ibuku semalam sebelumnya. Lumayan dalam sati hari aku bisa mengantongi uang pengiriman sampai 400.000 won.

Aku bekerja dari pukul 3 pagi sampai 6 pagi. Setelah itu aku pulang ke rumah untuk mandi, makan dan menyiapkan semua hal yang perlu kubawa ke tempat kerjaku yang sesungguhnya.

Bekerja di aquarium terbesar di Korea, melatih anjing laut, itulah pekerjaanku sebenarnya. Seharian bersama anjing laut, tak pernah membuatku bosan. Ada saja tingkahnya.

Seperti sore ini Anjing lautku tiba-tiba suka makan, mereka menghabiskan dua ember kecil ikan. Pengunjung yang datang pun bisa menyentuh, memainkan kumis-kumis mereka, dan bisa berenang bersama anjing laut yang sudah kujinakkan.

Aku melihat ada seorang pria yang membawa anaknya, sebenarnya ia sangat takut dengan Anjing Laut, tapi anaknya memaksa ingin mendekat.

"Sana... dengan Nuna itu saja...." kata Pria itu pada ayahnya. Tapi anaknya malah menangis sambil memukul-mukul pundak ayahnya. Hehehe... itulah moment yang tak pernah kulupa. Ada pria dewasa yang begitu takut dengan anjing laut.

Pria kekar yang takut anjing laut menghampiriku yang sedang menyuntikkan suplemen untuk bobi dan semua anjing laut.

"Mianhae Nuna... Aku sudah membayar untuk berenang dengan Anjing Laut... tapi aku terlalu takut. Bisakah kau membimbing ponakanku berenang bersama mereka? ahsss... lihatlah jantungku... hampir lepas ketika melihat mereka" Tiba-tiba pria itu mengambil tanganku dan menempelkannya ke dada.

"Oh... okey... siap...Ayoo... ah siapa namanya?" tanyaku agak kikuk, sambil melepas tanganku dari dadanya.

"Hima... Hima... kamu berenang dengan kakak yang cantik itu ya..." Woah..... Apakah aku cantik? orang bilang aku sudah seperti anjing laut, karna terlalu lama bersama mereka.

"Hima... Ayo ikut kakak... kita ganti baju renang dulu ya..."

"Yay....... anjing laut... berenang......" Akhirnya aku dan Hima berenang bersama, dan Pria itu hanya bisa melambai, menonton, kadang duduk, kadang berdiri, kadang ia ingin mendekat, lalu lari kebelakang.

Setelah selesai, aku segera mengganti pakaian Hima, dan mengantarkannya ke Pamannya, Entah mengapa aku begitu senang ketika pria itu mengatakan kalau gadis kecil ini hanya ponakannya.

Diluar kulihat pria itu mencoba mengatasi ketakutannya. Ia mendekat ke segerombolan Anjing Laut.

"UK UKH UKHUKH!!!" Tanpa terduga sebelumnya, pria itu terpeleset ketika Anjing Laut mencoba mendekatinya dari arah lain.

BUUUUURRRR!!! Pria itu masuk ke dalam kolam yang begitu besar di kelilingi Anjing Laut yang sudah kujinakkan.

"Nuna!!!!! Help Me!!!!!!!! Nunaaaaa!!!!" Teriaknya. ia timbul tenggelam. Hima kududukkan di bangku yang penuh mainan. Akupun berlari dan menolong pria itu.

Anjing laut memang begitu cepat akrab dengan manusia, hanya saja pria itu punya ketakutan yang terlalu besar. Anjing laut tak bisa memakan manusia, kalau marah ia hanya bisa menggigit.

Akhirnya dengan sekuat tenaga, aku bisa mengangkat pria itu ke atas kolam. Ia terkapar sebentar sambil mengatur nafasnya. Lalu menjauh dari kolam.

"Maaf... apa kau tak bisa berenang?" tanyaku sambil mengeringkan rambutku.

"Anni... ah... huuuff.... ahh... ANNIYAA.... aku bisa berenang... tapi mereka begitu menakutkan..."

"oh... hhohohoho.... mereka tak menakutkan... mereka menyenangkan iya kan Hima?"

"Ye!!" jawab Hima dengan lantang, tanpa menoleh pada kami berdua. Ia terlalu sibuk dengan mainannya.

"Nuna.... gomawo eoh... kau sudah menolongku... aigooo... aku bisa mati kalau kau tak menolongku... Ayo Hima... kita kembali... Ibumu akan mencari nanti"

"Ahmm... kau ingin ganti baju? aku punya stok baju pekerja disini... kau bisa mengganti bajumu... memakai baju yang basah akan membuatmu sakit nanti"

"Gomawo Nuna... Aku sudah membawa cadangan baju di mobil... Kajja Hima... kita harus pulang..." Pria itu menggendong Hima yang menangis tak mau meninggalkan mainan boneka di bangku bermain. Entah mengapa senyuman pria itu saat terakhir kali, membuatku ingin melihatnya lagi.

***

Pagi ini begitu cerah, pukul 2 aku sudah bangun dan mengantarkan semua pesanan dengan sepeda. Ibu menyuruhku lebih pagi, karna jumlah kiriman sudah meningkat. Kalau meningkat seperti ini harusnya ibu menambah pekerja. Tapi keadaan ekonomi yang buruk seperti ini, aku tak mau mengajukan pendapat itu. Kalau aku masih kuat mengantarkan semua ini. Cukuplah aku pekerja mereka.

Brakkkk!!.

Sepedaku hampir menabrak seorang pria pejalan kaki. Rem sepedaku masih baru, jadi aku sama sekali tak melukai pria itu.

"Mianhae..."

"No problem... tapi jangan melamun kalau mengguna.... OH!!! Bukankah kau Nuna? Aquarium? Seminggu yang lalu... ingatkan kau kalau sudah membantuku? menyelamatkanku dari serangan Anjing Laut?"

"OH!!!!! Kau... Pria itu...."

"Ye... Namaku Changwook"
"Aku...."
"Nuna!! hehehehe aku tak pernah menyangka kita bisa bertemu disini. hehehe apa yang kau lakukan dini hari seperti ini Nuna?"

"Aku... mengirim pesanan ke rumah pelanggan... Oh... Kau Ji ChangWook yang tinggal di Rumah nomor 762 kan?"

"Ye... bagaimana kau tahu Nuna??"

"Karna di kompleks ini hanya ada satu orang yang punya nama sepertimu hehehehe... aku punya daftar penghuni kompleks ini... Yap... Ini Susu, 3 Surat kabar, dan roti pesananmu. Okey... aku sudah mengantarkannya... jadi aku tak perlu belok ke sana hehehe" Changwook mengambil pesanannya.

"Nuna... bisakah besok kau mengantarkannya ke rumahku?" Tanya Changwook sambil tersenyum padaku. Akhirnya aku bisa juga menikmati senyumannya sekali lagi.

"Ye... aku akan mengantarkan ke rumahmu besok...bye..."

"Bye... Nuna!!!!!" Teriak Changwook di belakangku.

***

Mulai hari itu, aku begitu senang mengantarkan barang walaupun harus bangun pukul 1 dini hari. Bertambah lagi langganan ibuku.

Ketika aku berhenti di rumah Changwook hari itu, aku menemukan sepucuk surat di tempat yang biasanya aku meletakkan pesanannya.

Surat kecil itu mengatakan "NUNA!!! SEMANGAT!!! Terima kasih kirimannya"

Keesokan hari, aku lebih bersemangat mengantar pesanan pelanggan. Sekali lagi aku menemukan Surat.

Hinggal 15 hari aku menerima surat dengan isi yang berbeda.

"NUNA!!! Terima kasih Eoh... Kau memang Luar Biasa"
"Nuna.... Aku sakit hari ini... bisakah kau mengantarkan aspirin besok?"
"Nuna... aku punya hadiah untukmu pakailah agar kau tak kedinginan" Dan Changwook pun memberikan topi rajutan yang selama ini kuinginkan. Ia selipkan bersama suratnya.

Surat yang terakhir hanya tertulis "Nuna... bisakah kau menelponku saat kau pulang nanti? ini nomor telpku 0109XXXXXXX"

Menerima surat terakhir, aku menjadi lebih bersemangat mengantarkan pesanan. Tepat pukul empat pagi, aku kembali ke rumah. Berlari ke lantai atas, dan mengunci ruang kamarku dengan rapat.

"Ah... apakah harus wanita dulu yang menelpon? ahss... hmmm... tapi ia sudah mengirimkan banyak surat... 15 surat hihihihi pria itu lucu sekali... okey.... aku akan menelponmu sekarang"

Tititititiiiiiiiiiiiiiii
tititititittttttttttttttiiiiiiii

"Oh... Yoboseyo.... ye... apakah aku terlalu pagi menghubungimu... hmmm.... cafe dekat aquarium? ah.... okey.... ye.... aku akan ke sana pagi ini... sebelum kerja... Ah... Changwook... terima kasih atas pemberiannya... sangat berguna bagiku"

"AHHHHHHHHH!!!!!!!!! Akhirnya... Oh... apa dia mengajakku kencan? Kencan?? HAHAHAHA" Udara pagi yang masih dingin tak menyurutkan niatku untuk mandi lalu menyiapkan semua yang harus kubawa ke tempat kerja.

***

Tepat pukul 8 aku datang ke cafe dekat tempat kerjaku, Changwook terlihat sudah menungguku disana. Ia tersenyum melihatku datang.

"Nuna!!! Kajja.. silahkan duduk hehehe" Sapanya.

"Ye... Apa kabar?"

"Mwoo? hehehe... Kabarku terlalu bahagia karna kau datang menemuiku pagi ini" jawaban Changwook hampir saja membuatku pingsan.

"Nuna... Selama 15 hari ini... aku selalu melihatmu dari balik jendela.. Woah... kau wanita supper... bekerja setiap waktu... Nuna... Aku mendengar kabar kalau Ayahmu pemilik toko itu sedang anfal. Kemarin aku mengumpulkan uang dari orang-orang sekompleks, untuk membantu pengobatan Ayahmu, Kajja... ambillah..."

"Aigooo... Changwook... apa kau menyuruhku menemuimu untuk ini? Aigooo... gomawo... tapi aku tak bisa menerimanya... kami masih bisa bertahan"

"Nuna..." Changwook mengambil tanganku dan ia meletakkan amplop penuh uang di tanganku. "Nuna... terimalah ini... ini adalah bantuan dari semua orang... bukan bantuanku saja... yang punya ide ini Pak Lim Sam. Beliau mengatakan kalau harus mengumpulkan uang untuk orang tuamu... kemarin waktu rapat kompleks"

"Oh... baiklah... Gomawo..." kataku sambil memasukkan uang ke dalam kantong tasku.

"Nuna..." Changwook ganti menarik tanganku yang sebelah kiri. "Dan ini... Ini dia... alasanku ingin menemuimu pagi ini...bukalah..." Changwook memberikan kotak bludru berwarna biru laut padaku.

"Bukalah...Nuna" kata Changwook padaku sekali lagi, ketika aku tak bisa berbuat apa-apa. Dalam pikiranku banyak sekali yang kupertanyakan. Termasuk "apa ini isinya?"

Dengan hati-hati aku membuka kotak berwarna biru laut pemberian Changwook. Di dalamnya ada dua cincin emas bertuliskan Changwook, Nuna? Aku memiliki nama... mengapa Changwook tak menanyakan namaku saja?? Eoh???

"Nuna... maukah kau menjadi kekasihku? Sudah lama aku merasakan ini... aku begitu meyukaimu... mengagumimu... dan mencintaimu saat ini..."

"Ah... tapi aku punya nama... kenapa kau menuliskan Nuna disini" Aku kelepasan. Changwook hanya tertawa terbahak-bahak setelah mendengarkan kata-kataku.

"Heehehehe... Nuna... Hanya Kau Nunaku... dan aku tak peduli siapa namamu... Aku mencintaimu Nuna..." Changwook mengambil tangan kananku, dia memasangkan cincin yang bertuliskan Changwook di jari manisku.

"Ah... Pas kan... Rupanya kita berjodoh. hihihi..."

"Mwoo?? Aku tak pernah mengatkan Ya.. I do... mengapa kau mengira aku menerimamu?"

"Tadi kau bilang kenapa aku tak menuliskan namamu disana? bukankah itu menandakan kau juga ingin menjadi kekasihku? hihihi"

"Ah....... Changwooooook.." kataku sambil berpura-pura memukul tangannya.

"Kajja... pasangkan cincin ini di tanganku" Aku pun memasangkan cincin bertuliskan Nuna ke jari manis Changwook.

"Nuna... Aku bahagia bisa bertemu denganmu. Hari itu... ketika kau menyelamatkanku dari serangan Anjing laut, itulah hari terindah yang pernah kurasakan. Bisa bertemu dengan gadis secantik dirimu diantara monster anjing laut yang luar biasa membuatku ketakutan"

"Hahahahahaha....Kencan pertama... aku ingin kau berenang dengan Anjing laut... okey?"

"Nuna.............!!! Andwae!!!... Kencan pertama... aku ingin membantumu mengantarkan semuaa pesanan.. hehehe"

"Okey... Aku setuju... HAHAHAHHAA!!!!"

"Nuna... I love you..." Changwook berdiri dan menarik bajuku, ia menciumku untuk pertama kalinya. Wah... mencium bibir yang memiliki senyuman maut, merupakan anugrah bagiku.

***

Setiap pagi, Changwook membantuku mengantarkan pesanan. Ia ke distrik sebelah kiri, dan aku bagian kanan. Setelah itu kami bertemu di sebuah taman yang dekat dengan penjual Kimbab.

Sarapan pagi di taman di temani Changwook juga Kimbab panas, adalah hal terindah yang pernah kurasakan. Keadaan Ayah sudah membaik, Beliau sudah menjalani dua kali oprasi pengangkatan Tumor di Kakinya.

Changwook.... kalau saja hari itu kubiarkan kau tersiksa di antara Anjing Laut... Aku tak akan bisa sebahagia ini sekarang. Gomawo Changwook.

The end





***
One Way - Beautiful Day

jeo nopeun haneurwiro meolli naragane (It's flying high to the sky)
baramtago meoreojigimanhae (on the wind its flying far)
naui jageun jongibihaenggi (my little paper airplane)
jeobeonallyeobonaebeoryeotji (I folded it and threw it away)

oneuldo nan dasi narabone (I'm flying again today)
nalgaejiseulhamyeo kkumeulkkune (flapping my wings and dreaming)
naui jageun jongibihaenggi (my little paper airplane)
nuga mworahaedo gwaenchanha (it's ok what people say)
its a beautiful day (its a beautiful day)

[Rap]
nuneultteujamaja eomma jansorie yeonta
(As soon as I opened my eyes to mom's nagging)
ilguhagijeonkkajineun neon achimbabeopda
(she told me "no more breakfast until you find a job")
daechung jueo ipgo jibe nawaseoseo
(I put on my clothes and came outside)
hansumbaetgo haetbicheun ttagawo sokkkaji ta
(with a sigh, the sun is hot and I'm stewed inside)

[Rap]
sesangeun neomu bappeunde nan waeiri nareunhanji
(the World is so busy but why am I so lazy)
nunkkamppakhamyeon haruga waegeuri ppalli ganeungeonji
(time flies fast like a blink of an eye)
moduga nareul harujongil gyesok apbakhae
(Everybody is on me throughout the day)
naega boneun siseon majeo gariryeogohae
(trying to cover my sight)

[Rap]
gakkeumeun saenggakhae nan moduwa oettanseom
(sometimes I feel like a lonely island)
nan ganseop ttawin eobseo geujeo hollo nan seoisseo
(no body cares and i just stand by myself)
geunajeona eonje ttukkeong yeollin chatabolkka
(anyhow, when will I be able to ride an open car)
eonje jipsago eonjejjeum naneun chulsehalkka
(when will I buy a house and when will I make it)

and I know
modeungeoseun show (everythings a show)
geunyang useobeoryeo nan (I just smile)
saramdeul modu biuseodo (even people laugh at me)
I'll be alright (I'll be alright)

but I know
modeun hyeonsireun blows (this whole reality blows)
maranhaedo jal ara (you don't have to tell me, I know)
nan cheoldeulgisirheun eorinai(I dont wanna grow up)
I'll be alright (I'll be alright)

jeo nopeun haneurwiro meolli naragane (It's flying high to the sky)
baramtago meoreojigimanhae (on the wind its flying far)
naui jageun jongibihaenggi (my little paper airplane)
jeobeonallyeobonaebeoryeotji (I folded it and threw it away)

oneuldo nan dasi narabone (I'm flying again today)
nalgaejiseulhamyeo kkumeulkkune (flapping my wings and dreaming)
naui jageun jongibihaenggi (my little paper airplane)
nuga mworahaedo gwaenchanha (it's ok what people say)
its a beautiful day (its a beautiful day)

[Rap]
chilchilmajeun airae (people say I'm clumsy)
nae nai gabtjom harane (people say act your age)
naneun mommankeojin cheori deuldaman
deoltteoreojin airae
(people say your a just a big kid lousy kid)

[Rap]
eobseoboyeodo kkumdeureun saljjyeotji nan
(but my dreams are fat)
ttatteutan naemamdo sallo ttajimyeon nan biman
(if the warmth of my heart is fat, I'm overweight)
geunyeodeurui jogeon oejechaneun mujogeon
(girls want foreign cars)
geudaesin maeil tajulkke yujacha joheungeo
(instead, I'll make you a foreign tea)

[Rap]
eoneusae moreuge (with out knowing)
I wake up and I'm grown up (I wake up and I'm grown up)
sigani ganeunge salbeolhae gakkeumssik ibi bassak mallabeoryeo
(time flies so fast that my lips dry up)
and I know n I know (and I know n I know)

[Rap]
malhajianhado areo (you don't have to tell me)
geunsim geokjeong ttawin jeobeo jeomeolli nallyeobeoryeo
(throw all of your worries out)
jongibihaenggi naneun jageun bihaenggi
(paper airplane I'm a little paper airplane)
nalgaejit mak sijakhan nae iyagi
(my story just started flapping its wings)

and I know
modeungeoseun show (everythings a show)
geunyang useobeoryeo nan (I just smile)
saramdeul modu biuseodo (even people laugh at me)
I'll be alright (I'll be alright)

but I know
modeun hyeonsireun blows (this whole reality blows)
maranhaedo jal ara (you don't have to tell me, I know)
nan cheoldeulgisirheun eorinai(I dont wanna grow up)
I'll be alright (I'll be alright)

jeo nopeun haneurwiro meolli naragane (It's flying high to the sky)
baramtago meoreojigimanhae (on the wind its flying far)
naui jageun jongibihaenggi (my little paper airplane)
jeobeonallyeobonaebeoryeotji (I folded it and threw it away)

oneuldo nan dasi narabone (I'm flying again today)
nalgaejiseulhamyeo kkumeulkkune (flapping my wings and dreaming)
naui jageun jongibihaenggi (my little paper airplane)
nuga mworahaedo gwaenchanha (it's ok what people say)
its a beautiful day (its a beautiful day)
 
Layanan untuk Anda: Cerita dari Ayuna Kusuma | AYUNA Duwur | dari Ayuna | Lihat dalam Versi Seluler